Harian Papua Post, 21 Agustus 2004

Korupsi di Papua Jauh Lebih Parah
Semuanya Terjadi karena Kontrol Sosial yang Sangat Rendah

Jayapura, PAPUA POST
Keberanian Gim Parangin melaporkan kasus korupsi yang terjadi di Dewan dan Pemda provinsi Papua mulai mendapat simpati dan dukungan. Pengamat Politik dan Masalah pemerintahan, Drs. Beatus Tambaib dari Uncen mengatakan bahwa korupsi yang terjadi di Papua saat ini lebih parah dibanding yang terjadi di daerah lain, namun di Papua tetap berjalan aman dan tidak diproses hukum karena kontrol sosial yang sangat rendah.

Lebih jauh Tambaib kepada PAPUA POST diruang kerjanya Jumat (20/8) kemarin mengatakan bahwa, korupsi yang sudah berakar semuanya terjadi dikarenakan kontrol sosial disini sangat rendah sekali, sehingga korupsi yang dibangun secara sistematis yang muncul secara orang perorangan maupun terorganisir itu tidak mendapatkan kontrol.

Lebih jauh dirinya mengatakan bahwa kontrol sosial dan adminstratif yang selama ini dilakukan diduga juga sudah terlibat didalam sehingga laporannya tetap akan baik, dan hal ini bisa terlihat secara nyata pada kasus Pimpro/Benpro yang diselesaikan setelah tertelan waktu dan tidak jelas.

"Sebenarnay kontrol yang dilakukan oleh pemerintah sendiri sudah ternoda dan tidak bisa lagi karena sudah terlibat dan tidak heran kalau laporan tidak ada korup, pada hal dalam kenyataannya kalau diteliti dan dibukan secara jujur korupsi telah terjadi dimana-mana," tegasnya.

Sehingga menurutnya untuk memperkuat dan meningkatkan kontrol penggunaan rakyat yang dititipkan terhadap pemerintah maupun legislatif harus melibatkan masyarakat sendiri," saya kira kontrol diberikan kepada Bawasda tidak akan terlalu kuat dan mengahasilkan yang baik, tetapi sudah saatnay sekarang melibatkan mitra dan kerjasama dengan perguruan tinggi, LSM, Lembaga Agama dan juga Lembaga Adat supaya kira sama-sama terlibat untuk mengatur mekanisme kontrol terhadap kinerja dan jalan masuk keluarnya anggaran. Sebab dengan begitu kemungkinan korupsi dapat diminimalisir sedini mungkin," terangnya.

Lebih jauh dirinya menilai pemerintah daerah saat ini setelah otonomi khusus semakin menutup diri. "Kapan pembangunan daerah berjalan baik kalau pemerintah daerah tidak lapang dada membuka peluang kepada yang lain untuk turut serta berpartisipasi mengetahui jalannya sebauah kontrol pemerintahan.

Kemiskinan yang ingin kita pecahkan lewat otonomi khusus ini sama sekali tidak ada tanda-tanda yang bisa lihat," terangnya.

Menyangkut pengaduan dugaan korupsi yang terjadi dirinya mengatakan perlu untuk di tindak lanjuti dan pihak aparat penegak hukum harus benar-benar bekerja dengan baik dengan jujur sebab hal itu untuk kepentingan rakyat.

Serta pihak-pihak yang ikut bertanggungjawab harus berani membuka suara.

Kejaksaan harus pro aktif, dan kalau dalam penyelidikan memang ditemukan yang salah maka harus ditindak dan dinyatakan salah, namun jika tidak harus dijelaskan bahwa itu tidak benar, hal ini sangat penting untuk memberikan kecerdasan pengertian dan proses hukum yang baik kepada masyarakat.

"Kalau kita mau menyelamatkan Papua harus berani mengatakan yang salah itu salah dan itu benar jangan selalu ditutupi," terang Tambaib yang juga dosen Ilmu Politik Uncen. (cr-13
)



=========
Hans Gebze
Sekertaris Jendral
Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua (KP AMP)
Mobile: --


Do you Yahoo!?
Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard.

Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung !
Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan !
Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra  seperti puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan
******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di [EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] (langganan)

website  http://www.geocities.com/jaker_pusat
( underconstructions)



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke