--- In [EMAIL PROTECTED], heri latief
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Date: Mon, 23 Aug 2004 01:42:07 -0700 (PDT)
From: "Ahmad Daryanto" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Sketsa: Diskusi informal lintas generasi
Maastricht 2004
Salam PPI,
Untuk yg kedua kalinya dengan selang waktu satu bulan,
diskusi lintas generasi yang diadakan PPI Maastricht
terlaksana dengan hasil yang memuaskan dan menjanjikan
suatu lembaran baru dalam penyelesaian masalah
rekonsiliasi secara politik dan kultural untuk
membetulkan stigma-stigma yang telah salah selama ini
terhadap "Mahasiswa yang terhalang pulang akibat
peristiwa G 30 S" . Acara ini juga sukses mencairkan
kebekuan yang ada selama ini dengan pihak pemerintah
yang dalam hal ini dibaca: KBRI.
Kaum terhalang pulang adalah dulunya mahasiswa seperti
kita-kita ini. Tetapi malangnya mereka dulu adalah
mahasiswa yang hidup dalam pergolakan politik yang
diciptakan oleh pemerintahan dengan gaya fasis yang
dipimpin oleh Soeharto. Mereka dulunya dikirim sebagai
Duta AMPERA (AMANAT PENDERITAAN RAKYAT) oleh presiden
Bung Karno untuk membangun Indonesia. Karena arah
politik waktu itu adalah ke timur, mereka dikirim
bukannya ke Berkeley,MIT, Stanford, dll seperti
dambaan sebagian mahasiswa sekarang, atau ke 'beste
universiteit'di Belanda sini, tetapi ke Leningrad,
Moscow, Hungaria, Jerman Timur.
Ketika pecah G 30 S, kewarganegaraan mereka dicabut,
karna tidak mau menandatangi pernyataan mengutuk
Soekarno. Salah satu bunyi surat dari KBRI Moscow saat
itu lebih kurang berbunyi: Karena tidak loyal kepada
pemerintah RI nama-nama dibawah ini paspornya dicabut,
dan dimohon kepada masyarakat untuk tidak memberikan
dukungan moril dan materiil kepada mereka.
Cobalah renungkan apa perasaan kita seandainya ada
nama kita dalam surat itu.
Acara kemaren dihadiri oleh dubes RI untuk kerajaan
Belada Moh. Yusuf,atase kebudayaan Muhajir. Selain itu
yang hadir adalah para anggota PPI Maastricht sendiri,
masyarakat Maastricht, sekjen MPA PPI Belanda,PPI
Leiden, PPI Aachen, Darmstadt;
Salam hormat dan salut saya buat para kaum terhalang
pulang dengan semangat mereka yang masih berapi-api.
Patut dicatat disini, salah seorang dari mereka adalah
Pak Cipto (mantan dosen filsafat) yang tahun ini
berumur 80 tahun, dan masih segar bugar untuk datang
dari Amsterdam ke Maastricht.
Banyak pelajaran hidup yang bisa kita petik dari
beliau-beliau ini. Kepahitan dan kegetiran hidup
mereka adalah bercak hitam dalam sejarah Indonesia.
Mereka adalah 'living proofs' terhadap pengingkaran
akan sebaris kata yang tercantum dalam pembukaan UUD
45 yang selama masa orde baru, tiap hari senin, dibaca
dalam upacara bendera- disetiap instansi pemerintah,
di setiap lembaga, di setiap sekolah mulai dari
tingkat SD sampai universitas, disetiap upacara
kenegaraan.
Kalimat diawal pembukaan UUD 45 yang diingkari itu
adalah: "Kemerdekaan itu adalah hak semua bangsa. Dan
oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus
dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan
dan prikeadilan.."
Pelajaran bagi kita sebagai generasi penerus untuk
tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kita tengok masa
lalu, sebagai upaya meluruskan sejarah; Untuk kita
pertanggungjawabkan di depan Tuhan nantinya. Kita akui
pendahulu kita pernah melakukan dosa, dan kita pun
sebagai generasi penerus pun ikut berdosa karna lalai
dan malas memperbaiki keadaan.
Diskusi Budaya Lintas Generasi II Maastricht, kemaren
sudah usai. Semoga upaya yang mulia ini diridhai oleh
Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan semoga kita semua tergolong
kepada kaum yang selalu ikhlas dalam berjuang, masih
mempunyai rasa malu dan jauh dari sifat-sifat yang
merendahkan martabat manusia.
Salam PPI
Ahmad Daryanto
Ketua PPI Maastricht.
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!
http://promotions.yahoo.com/new_mail
--- End forwarded message ---
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/IotolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung !
Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan !
Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra seperti puisi,cerpen,
gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang
membangun budaya pembebasan
******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di
[EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan
kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] (langganan)
website http://www.geocities.com/jaker_pusat
( underconstructions)
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jaker/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/