Terimakasih buat Pak Kusni, yang menyediakan waktu serta tenaga lahir bathinnya, yang telah mengukir kesan semangat hatinurani serta dukungannya melalui catatan seorang Klayaban.
Dengan ini La Luta mengirim Doc. Notulen diskusi pertama budaya lintas generasi Maastricht 2004 yang diadakan 26 Juni 2004 y.l. Mudah2an bisa dimaklumi atas keterlambatan pengiriman Doc.Notulen, juga terlampir goresan kesan SS di perantauan. Salam Juang, Mira -------------------------------------- From: "Sigit Susanto" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Tue Jul 13, 2004 1:42 pm Subject: AW: #sastra-pembebasan# Notulen diskusi budaya lintas generasi Maastricht 2004 kamsia kang heri dan kang daryanto ttg sekilas aktivitas PPI belanda. mengadakan diskusi dengan kaum terhalang pulang. aku jadi ingat pertemuanku secara tak disengaja di praha dgn mahasiswa kiriman Bung Karno dulu. berikut sedikit cerita: Sekitar 500 meter (10 menit) dari istana presiden, kami secara kebetulan melihat sebuah tulisan Indoneska Restaurace Sate (Restoran Sate Indonesia) di jalan Pohorelec 152/3, Hradcany - Praha 1. Ketika saya mendekat dan akan masuk restoran, di pintu masuk ada seorang laki-laki perawakan Indonesia berambut keriting berbaju biru, lalu saya sapa; "Apa Khabar?". Dia tersenyum sambil menjawab ramah; "Khabar Baik." dan mengulurkan tangan mengajak berkenalan. Saya dibawa ke ruang dapur untuk diajak ngobrol juga diperkenalkan istrinya orang Ceko serta tukang masaknya yang dari Bali. Dalam perbincangan lebih jauh pemilik restoran sate itu diketahui bernama; Maman Abdurrachman, berasal dari Bandung. Dia menuturkan kisahnya bisa tinggal di Praha hingga 40 tahun lamanya. Dia adalah mahasiswa yang dikirim presiden Soekarno tahun 1961 untuk belajar Ekonomi di Praha. Setelah pergantian rezim, dari orde lama (orla) ke dalam orde baru (orba) para mahasiswa kiriman presiden Soekarno disuruh menanda tangani surat persetujuan untuk mengakui pemerintah orde baru (orba), dia dan banyak kawannya tidak mau menanda tanganinya, otomatis status kewarga negaraannya menjadi tak terurus atau stateless. Sejak itu dia dan banyak kawannya yang tersebar di Eropa memilih tetap hidup di Eropa hingga sekarang. Maman mengaku pernah di kunjungi mantan presiden Gusdur, seminggu sebelum Gusdur menjadi presiden. Juga Gunawan Mohamad pernah singgah di restorannya. Mengakhiri pertemuan dengan Maman, dia menambahkan bila ada sekitar 30-an orang Indonesia yang bermukim di Praha. Sayang tak banyak waktu lagi hari terakhir itu, maka kami segera menuju ke stasiun kereta api. -----Urspr�ngliche Nachricht----- Von: herilatief [mailto:[EMAIL PROTECTED] Gesendet: Dienstag, 13. Juli 2004 12:51 An: [EMAIL PROTECTED] Betreff: #sastra-pembebasan# Notulen diskusi budaya lintas generasi Maastricht 2004 Date: Tue, 13 Jul 2004 03:30:52 -0700 (PDT) From: "Ahmad Daryanto" <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Notulen diskusi budaya lintas generasi Maastricht 2004 Assalamualaikum w.w, salam sejahtera. Rekan-rekan yang baik, Berikut kami kirimkan notulen diskusi budaya lintas generasi yang telah diadakan tanggal 26 Juni 2004. Mohon maaf atas keterlambatan ini. Salam Ahmad Daryanto ketua. PPI Maatricht ======== Notulen Diskusi Budaya Lintas Generasi Maastricht 2004 Tujuan: Memperbincangkan sastra eksil yang berkembang, Mengangkat dan memperbincangkan kembali latar belakang sejarah serta perjuangan untuk bertahan hidup dari mereka yang sering disebut sebagai "kaum terhalang pulang". Hari/tgl: Sabtu/ 26 Juni 2004 Tempat : Student Guest House, Brouwersweg 100, Maastricht Pukul: : 11-18.00 Waktu Maastricht Jalannya Acara � Pembukaan Lagu Indonesia Raya � Diskusi sesi 1 : 11.30-13.00 � Break : 13.00-14.00 � Diskusi sesi 2 : 14.00-15.00 � Parade puisi : 15.00-17.00 � Diskusi seputar Pemilu: 17.00-18.00 Jumlah peserta: 35 terdiri dari mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Belanda dan Jerman. Diskusi Berikut rangkuman jalannya diskusi yang memuat poin-poin penting: 1 Soal Rehabilitasi a.Penuturan Pak Mintardjo: Sesuatu memang sukar untuk diucapkan. Sewaktu beliau jadi mahasiswa di Rumania tahun 1965, tak seorangpun mahasiswa yang tahu apa yang terjadi di Indonesia saat itu. Mereka dipaksa untuk mengutuk Soekarno dan mendukung Soeharto padahal mereka sama sekali tak tahu persis kejadian di tanah air. Karena menolak, passport mereka dicabut. Sampai saat ini terpaksa memakai paspor negara lain walau hati tetap Indonesia. Beliau dan mahasiswa lain saat itu yang diberangkatkan oleh presiden Soekarno merasa sedih karna sampai saat ini apa yang mereka lakukan untuk Indonesia tidak dihargai semestinya oleh pemerintah. Dan pihak pemerintah sampai saat ini tak pernah meninjau soal rehabilitasi dari kaum terhalang pulang ini. b. Penuturan Pak Roesjdy Maruhun: Berbagai motif dari mahasiswa yang dikirim oleh Soekarno untuk belajar. Mahasiswa yang dikirim Soekarno adalah mahasiswa-mahasiwa terbaik pada jamannya. Sebagai contoh, rombongan Pak Roesdy adalah rombongan pertama Indonesia yng dikirim pemerintah Indonesia ke universitas Persahabat Bangsa Bangsa Patrice Lumumba di Moscow. Kami bangga sebagai duta Ampera. Tetapi peristiwa 65 telah mencap para mahasiswa yang dikirim Soekarno sebagai orang PKI. Kami telah diisolasi dari sanak famili di rantau. Senada dengan apa yang disampaikan Pak Mintardjo, passpor Indonesia mereka dicabut. Sejak itu mahasiswa-mahasiswa terbaik Indonesia jadi eksil, kelayapan di rantau orang. Pak Roesjdy mengatakan "Sampai sekarang rasa bangga sebagai duta Ampera itu masih menggebu dalam dada, dan kami tetap ingin mengembalikan amanat Bung Karno ini ke rakyat Indonesia, beri kami kesempatan,kami tidak bersalah sama sekali". Kami minta rehabilitasi dari pemerintah Indonesia. c. Peserta lain: Para peserta diskusi yang lainnya sepakat bahwa acara diskusi seperti ini sangat diperlukan sekali untuk membetulkan kembali stigma-stigma keliru yang telah dipaksa terbentuk oleh regim order baru. Pak Muhajir (Atdikbud, KBRI Den Haag), menyatakan bahwa KBRI siap untuk memfasilitasi acara-acara serupa di masa datang, dan akan mengutarakan isu rehabilitasi ini dalam rapat-rapat staf di KBRI Den Haag. 2. Soal Seni dan budaya eksil : Dalam diskusi ini Ibu Sri Tunruang dari Aachen mengutarakan dengan sekilas mengenai seni dan budaya secara umum, dan sastra eksil yakni sastra eksil yang berkembang dari kawan yang terhalang pulang. Menurut tante Ning seni untuk seni itu tidak ada. Sastra dan seni harus diberikan pengabdian yang jelas. Karena isi sastra bisa ditujukan pada siapa dan untuk apa. Tujuan seni adalah untuk orang lain. Dalam hal ini bentuk seni di Indonesia adalah seni yang menjerit dan tertindas. Pramudya Ananta Toer dibuang ke buru karena sastranya yang kritis. Mengenai sastra dan seni dari mereka yang terhalang pulang. Kata "ter" itu artinya terpaksa. Jadi mereka yang terpaksa tidak dapat pulang. Ada dua target. Yaitu sastra yang ditujukan untuk rakyat Indonesia di Indonesia Pokok-pokok pemikiran 1. Semua peserta berpandangan yang sama bahwa usaha pelurusan sejarah harus tetap dilanjutkan baik oleh pemerintah Indonesia saat ini maupun dilakukan oleh masyarakat sendiri tataran `grass root' misalnya dalam bentuk diskusi lintas generasi ini. Diskriminasi yang terjadi dan stigma keliru yang terlanjur melekat selama ini akibat peristiwa 65 harus dihilangkan. 2. Rehabilitasi kaum yang terhalang pulang adalah masalah yang serius dan sampai saat ini, peserta memandang pemerintah Indonesia belum lah serius menangani masalah ini. Statemen resmi dari pemerintah menyangkut rehabilitasi kaum terhalang pulang tidak pernah ada dari pemerintah. Karenanya para peserta sepakat untuk mendesakkan agenda rehabilitas kepada pemerintah. Tentu saja forum diskusi ini tidak pada posisi untuk menentukan langkah-langkah apa untuk mendesakkan agenda tersebut. Namun demikian salah satu langkah yang perlu dicatat ialah adanya kesediaan dari Pak Muhajir, yang meskipun mengakui akan sangat berat melaksanakannya, namun berjanji untuk memperbincangkan permasalahan ini pada rapat-rapat di KBRI. 3. Mahasiswa, khususnya PPI, memiliki peran yang dapat dioptimalkan untuk memfasilitasi kegiatan yang terkait dengan rehabilitasi dan rekonsiliasi, baik secara vertikal ataupun horisontal. Dari pertemuan ini bahkan tercetus harapan agar masalah rehabilitasi ini dapat diangkat oleh PPI ke tingkatan yang lebih luas, misalnya PPI Belanda atau Eropa. Maastricht, 30 Juni 2004 Andri G. Wibisana Ahmad Daryanto Ketua Pelaksana Ketua PPI Maastricht -------------- --- In [EMAIL PROTECTED], "Budhisatwati KUSNI" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Catatan Seorang Klayaban > > TENTANG PERTEMUAN LINTAS GENERASI DI MAASTRICHT 2004 [1]. > > > > Ahmad Daryanto, Ketua PPI Maastricht, telah membuat laporan dan kesan tentang Diskusi Informal Lintas Generasi Masstricht yang kedua kali. Laporan dan kesan Ahmad Daryanto ini kemudian disebarkan kembali ke berbagai milis oleh La Luta [ppindia, 24 Agustus 2004]. Pertemuan ini dikatakan sebagai pertemuan "lintas generasi" karena ia diikutsertai oleh berbagai generasi. Paling tidak tiga generasi yaitu angkatan Cipto yang sekarang berusia 80 tahun, angkatan mahasiswa yang dikirim oleh pemerintah Soekarno dan angkatan muda sebaya Ahmad Daryanto. __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Mail - You care about security. So do we. http://promotions.yahoo.com/new_mail ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/IotolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung ! Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan ! Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra seperti puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan ******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di [EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke : [EMAIL PROTECTED] (langganan) website http://www.geocities.com/jaker_pusat ( underconstructions) Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jaker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

