--- Budiman Sudjatmiko <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
Date: Tue, 24 Aug 2004 02:51:03 -0700 (PDT)
From: Budiman Sudjatmiko <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Kawan Saddam...sebagai icon (usul Arief
Budiman)
Saya sepakat sepenuhnya dengan usulan Arief itu. Untuk
itu mungkin beberapa kawan yang memungkinkan untuk
segera bertemu bisa menginisiatifi pertemuan. Jika
saja saya sdh pulang ke Indonesia, saya akan coba
membantu sebisa saya. Saya akan kabari teman-teman,
sepulangnya saya ke Indonesia dalam waktu dekat.Ini
bukan sekedar penghormatan bagi kawan Saddam, tapi
untuk demprasi. Oh ya, tapi mungkin nanti akan ada
sedikit 'masalah' berkaitan dengan nom de guerre-nya
yang mencantumkan nama Sddam Husein, saat kita
mengekspose kasusnya kita akan sedikit menghadapi
'soal' karena kita mesti menjelaskan bahwa Saddam
Husein yang ini bukanlah Saddam Husein yang
'itu'...Paham kan maksudnya? Jadi bisa
melarut-larutkan soal. Mungkin perlu juga
mengangkat/mempopulerkan nama aslinya
senantiasa
Budiman Sudjatmiko
MPhil in International Relations
Clare Hall
University of Cambridge
Herschel Road
Cambridge CB3 9AL
United Kingdom
Mobile Phone:+447986905852
"Aku tidak akan pernah menjadi sesuatu. Aku bahkan
tidak ingin menjadi sesuatu. Namun, dalam diriku
kutanggung semua impian-impian dunia ini"
(Fernando Pessoa)
--- Y Adi Setyawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Adakah yang bisa membantu kawan Saddam ini sebagai
> icon gerakan? Berikut masukan dari Arief Budiman:
>
> Adi,
> Saya sudah baca tentang nasib Sadam di Pekalongan.
>
> Saya ingat dulu ketika menerima kabar Marsinah
> meninggal. Saya
> usulkan kepada teman2 LSM disana supaya peristiwa
> ini
> di-besar2kan di
> media. Kalau perlu buat sebuah brosur, dengan foto2,
> tentang
> Marsinah. Meskipun tidak banyak hasil konkritnya,
> paling sedikit
> Marsinah menjadi "icon" perjoangan melawan
> ketidak-adilan.
>
> Adakah LSM yang mau mengerjakan ini juga untuk
> Sadam,
> dengan bantuan
> kawan2 dekat Sadam dan yang tahu benar detail sampai
> dia meninggal di
> penjara? Kalau bisa juga foto2 Sadam, terutama
> ketika
> dia
> kurus-kering di penjara. Nah, kalau sebuah brosur
> bisa dibuat,
> mungkin Sadam bisa "di-Marsinah-kan" untuk jadi
> modal
> perjoangan di
> masa depan.
>
> Semoga pikiran ini ada gunanya, terutama kalau bisa
> direalisasikan.
> Salam,
> Arief
>
> --- Meggy MARGIYONO <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
>
> > From: "Meggy MARGIYONO" <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED],
> > [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> > [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
> > CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> > [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED],
> > [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: Selamat Tinggal Kawan Saddam...
> > Date: Mon, 23 Aug 2004 05:54:21 +0000
> >
> > Selamat Tinggal Kawan Saddam...
> >
> > Beberapa bulan yang lalu aku menemui Kawan Saddan
> > Husein di Penjara
> > Pekalongan � ia bukan mantan Presiden Iraq, tapi
> > seorang aktivis lokal yang
> > cukup terkenal. Sejak 2002 ia mendekam di penjara
> > itu. Dua tuntutan
> > didakwakan kepadanya, menghina agama dan menghina
> > presiden. (Saya tidak
> > tahu, apakah presiden itu sehebat agama?).
> >
> > Saya hampir tidak mengenali Saddam. Tubuhnya amat
> > kurus, tulang rahangnya
> > menonjol, matanya cekung, mukanya pucat, suaranya
> > sangat lirih dan hampir
> > tak terdengar...dia bahkan hampir tidak bisa
> > berjalan. Dia diisolasi dalam
> > satu sel sendiri, karena menurut petugas penjara
> dia
> > menderita TBC kronis.
> > Saddan mendapat pengobatan dari tim Palang Merah
> > Internasional. Di sela-sela
> > pembicaraan kami, seorang petugas Palang Merah
> > Internasional kebangsaan
> > Perancis menanyai dia apakah sudah minum obat.
> Tapi
> > saya tidak mengerti,
> > mengapa dia tidak dirawat di rumah sakit...sebab
> > narapidana berhak atas
> > pengobatan yang layak.
> >
> > Mata Saddam berkaca-kaca ketika melihat saya. Dia
> > merasa ditinggalkan.
> > Merasa sendirian, dan barangkalai merasa kehabisan
> > energi. Hanya beberapa
> > teman yang masih mengingat dia dan pernah
> > menyempatkan diri membesuknya di
> > Penjara: Santi (mamanya Obang), Yanti, Nur Hikmah
> > dan Aan Rusdianto.
> > Kawan-kawan yang lain nampaknya sudah lupa, bahwa
> di
> > tengah-tengah demokrasi
> > liberal yang serba bebas ini masih ada aktivis
> yang
> > dipenjara.
> >
> > Menjadi narapidana politik di tengah demokrasi
> > liberal seperti ini sama
> > sekali tidak enak seperti di jaman Soeharto,
> > lebih-lebih menjadi nara pidana
> > politik di kota kecil seperti Pekalongan. Tak ada
> > pemberitaan mengenai
> > dirinya, karena media lebih suka memberitakan
> > perilaku selebriti politik di
> > Ibu kota. Juga tidak ada teman yang memberikan
> > perhatian, karena kegiatan di
> > hotel-hotel berbintang lebih menarik bagi aktivis
> > saat ini. Rakyat juga
> > tidak banyak memberi perhatian terhadap tapol,
> > karena perhatian mereka telah
> > diborong oleh sinetron, AFI, Indonesian Idol dan
> > tayangan-tayangan misteri
> > di televisi.
> >
> > Hari Sabtu lusa, pukul tiga sore, Saddam meninggal
> > karena TBC itu. Ia
> > meninggal dalam kesepian di sebuah sel kecil di
> > Penjara Pekalongan. Ia bukan
> > menjadi pahlawan, walau dia sempat menjadi tokoh
> > aktivis radikal di Jawa
> > Tengah. Tapi ia tak akan pernah tercatat menjadi
> > pahlawan, ia begitu cepat
> > dilupakan ---seperti para korban Tri Sakti,
> Semanggi
> > I dan II... adakah kita
> > yang masih ingat nama mereka di luar kepala?
> >
> > Saddam bukan aktivis yang lahir dari kampus. Ia
> > bukan intelektual, sekalipun
> > ia tidak bodoh. Ia hanyalaha tamatan SMP di kota
> > Pekalongan, profesinya
> > sebagai bengkel elektronik kecil-kecilan. Tahun
> 1996
> > Saddam banyak
> > menggeraknya demonstrasi untuk membela Megawati
> yang
> > dianiaya Soeharto.
> > Bahkan ia sempat disekap di Kodim setempat, lalu
> > tubuhnya yang lunglai
> > dilempar ke sawah beceka yang ditanami padi muda.
> > Saddam pernah bergabung
> > dengan PPP dan menggalang dukungan untuk untuk
> suara
> > Mega-Bintang di
> > pekalongan, sebuah dukungan terhadap PPP sebagai
> > satu-satunya partai oposisi
> > yang tersisa pada pemilu 1997 setelah PDI Megawati
> > dihabisi Soeharto.
> >
> > Tahun 1999, ketika PKB berdiri di Pekalongan
> terjadi
> > bentrokan antara PKB
> > dengan PPP, karena keduanya berbasiskan dukungan
> > massa NU. Banyak aktivis
> > PPP yang masuk ke PKB sehingga terjadi rebutan
> basis
> > massa. Saddam sebagai
> > Ketua Partai Rakyat Demokratik Pekalongan diminta
> > menjadi mediator antara
> > PPP dan PKB.
> > Setelah Megawati menjadi presiden, Saddam terus
> > mengerakkan massa untuk
> > memprotes kenaikan harga BBM. Ia ditangkap polisi.
> > Ia dituduh menghina
> > presiden. Ia juga dituduh menghina agama, karena
> > Saddam mengutip ayat suci
> > Al Qur�an dalam selebaran penolakan kenaikan BBM
> > yang ia buat.
> >
> > Namun, kini Saddam telah meninggal. Ia habiskan
> > seumur hidupnya untuk
> > menjadi oposisi marginal. Ia bukan publik figur,
> > bukan selebriti politik....
> > ia hanya aktivis lokal tamatan SMP yang meninggal
> > tragis di penjara karena
> > aktivitas politiknya. Ia hanya seorang bengkel
> > elektronik kecil-kecilan yang
> > menjadi aktivis. Sadam, oh Saddam... selamat
> > tinggal.....dan ma�afkan kami
> > yang tak peduli dengan kamu!
> >
> > Meggy, Jakarta 22 Agustus 2004
> >
> >
>
_________________________________________________________________
> =====
> Y ADI SETYAWAN
> Pimpinan Redaksi SALATIGA POS
> Jl. Pattimura 90
> Salatiga, Jawa Tengah
> Telp: 0298-325703
>
=== message truncated ===
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses.
http://promotions.yahoo.com/new_mail
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/IotolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung !
Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan !
Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra seperti puisi,cerpen,
gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang
membangun budaya pembebasan
******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di
[EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan
kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] (langganan)
website http://www.geocities.com/jaker_pusat
( underconstructions)
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jaker/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/