Salam Perlawanan!
 
Perjuangan sebagian besar masyarakat adat dinusantara adalah perlawanan terhadap proses eksploitasi mesin-mesin modal (Multi National Cooporate) yang dengan seenak perutnya masuk diareal tanah ulayat mereka lalu melakukan eksplotasi terhadap berbagai sumber daya alam yang ada disitu, entah tambang, entah migas, dll. Beberapa waktu terakhir PT.NMR menjadi headline dihampir separuh harian terkemuka Indonesia.
 
Sayangnya, orang baru banyak bicara ketika sebuah proses eksploitasi sudah terlanjur dilakukan dan kekayaan rakyat sudah dibawah lari ke luar negeri oleh para imperialis itu. Sangat disayangkan karena, hiruk pikuk ini baru terjadi setelah, NMR angkat kaki dari Buyat dengan meninggalkan problem-problem Lingkungan dan masalah sosial lainnya.
 
Di Papua, pola eksploitasi sudah sangat parah dilakukan oleh Freeport Indonesia sejak tahun 1967 - sampai hari ini. Sudah II kali penandatanganan Kontrak Karya dilakukan oleh Freeport dan Indonesia, tanpa pernah melibatkan orang Papua, yang menjadi pemilik sah tambang dimana Freeport beroperasi. Kontrak Karya Generasi Pertama dilakukan Tgl. 7 April 1967 bertepatan dengan hadirnya UU PMA No. 1 Th 1967 yang melegitimasi masuknya arus modal asing. Kontrak Karya berikutnya dilakukan pada Tahun 1991 (6 tahun sebelum masa KK Generasi I berakhir).
 
Sejak tahun 1995 pemerintah Indonesia memberikan hak usaha eksklusive bagi Freeport diatas areal seluas 1 Juta Hektar. Kebijakan pengambilalihan tanah adat ini tidak pernah diberitakan kepada rakyat tujuh suku disekitar areal operasi tambang FI, beberapa waktu terakhir hak usaha itu ditambahkan lagi menjadi 2 juta hektar, total 3 juta hektar lahan dimana terdapat  taman nasional Lorentz kini menjadi home base eksploitasi Freeport Indonesia. Satu lagi masalah baru muncul. Ditengah situasi yang demikian, rakyat Papua terus dikekang dengan berbagai kebijakan represive dari negara. Untuk mengamankan Freeport, misalnya, setiap tahun Freeport harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit (kurang lebih 4,7 Juta Dollar - 5 Juta Dolar) pertahun menjadi hak TNI untuk memperlengkapi sarana dan kesejahteraan prajuritnya. Belum ditambah dengan uang bulanan yang disediakan Freeport bagi Satuan Tugas TNI yang berjaga-jaga diseputar Freeport (jumlah 2.300 Satgas), ini belum ditambah dengan satuan-satuan non-organik lainnya yang setiap saat didatngkan ke Timika, karena Timika memang dikenal sebagai satu titik politik paling panas di Papua, dan sewaktu-waktu dapat meledak. Potensi konflik antar suku dibiarkan oleh TNI dan bahkan dibesarkan oleh TNI.
 
Comrades, masih banyak soal yang dapat dibicarakan tentang Freeport, tapi tidak akan selesai kalau dilakukan dengan diskusi terus-menerus.
 
Kami sudah meyiapkan alat aksi untuk Freeport dan Rio Tinto, juga buat sejumlah MNC lain yang beroperasi di Papua, termasuk BP (LNG - Tangguh), juga terhyadap belasan MND lainnya yang sudah membuat Kontak Karya atau Kontrak Sharing Produk dengan Indonesia tanpa pelibatan Rakyat Papua, kami akan mendorong proses kampanye dan aksi-aksi massa secara besar di Jakarta untuk membeberkan semua kejahatan kemanusiaan yang selama ini dilakukan oleh MNC-MNC tersebut di Papua.
 
Untuk infomrsai lanjut anda dapat melihat di web site berikut: http://www.westpapua.net/cases/enviro/freeport/
 
Sejak tgl 22 Oktober 2003 telah terbentuk satu alat aksi yang bernama "Solidaritas Aksi Bersama Gugat Freeport - Rio Tinto" dari sinilah AMP dan DeMMaK coba membuka komunikasi dengan kawan-kawan prodemokrasi Indonesia untuk meneruskan proses perlawanan yang sudah kita bangun. Ada sejumlah agenda penting yang sudah dirumuskan, semoga saja ada pelibatan aktif dari kawan-kawan.
 
Informasi lain soal Solidaritas Aksi Gugat Freeport - Rio Tinto bisa didapat melaui kontak e-mail ini atau [EMAIL PROTECTED] dan juga beberapa orang kawan di WALHI, terutama Mba Yaya dan Bung Edang.
 
Salam!
 
HG


=========
Hans Gebze
Sekertaris Jendral
Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua (KP AMP)
Mobile: --


Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!

Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung !
Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan !
Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra  seperti puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan
******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di [EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] (langganan)

website  http://www.geocities.com/jaker_pusat
( underconstructions)



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke