Kepada Semua Pencinta Tegaknya HAM dan Demokrasi di Indonesia,
Saya berharap kiranya, kita, seluruh warga negara Indonesia (minimal para pencinta tegaknya HAM) besok pada pukul 00.00 (08/09/10 Wib) bersedia menaikan bendera 1/2 tiang bagi penghormatan kita atas apa yang telah didedikasikan Bung Munir bagi tegaknya HAM di Indonesia.
 
Dan semoga pemerintah berkenan menghimbau agar warga masyarakat sejenak mengheningkan cipta dan menaikan bendera 1/2 tiang untuk penghormatan kepada Munir.
 
Semoga ini bukan permohonan dan harapan yang berlebihan. Karena Munir telah memiliki dedikasi dan pengorbanan yang luar biasa bagi tegaknya HAM di Indonesia.
 
 
Terima kasih.
 
Shanty
 
 


Wahana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


BERITA DUKA  WARTA LELAYU


Kami sangat terkejut mendengar siaran radio Selasa petang ini bahwa kawan kami tokoh HAM dalam perjalananan Dari Singapura ke Belanda telah meninggal dumia ketika pesawatnya mendekati lapangan terbang Schippol.Sebab kematiannya masih belum ada kejjelasan , memiurut  mas Baggus Pursena dia sangsi jika sebabnya penjakit jantung karena saat terakhir dia diberitakan masih muntah muntah . Berita lain mengatakam bung Munir ke Belanda dalam rangka penyelesaian studinya.

Bung Munir adalah kelahiran Malang Desember 1965 ,  meninggalkan seorang isteri SUCIWATI dan seorang putra yang masih SD.kami membayangkan bahwa iteri dan anaknya serring menyertai bung Munir rapat dan anaknya sering digendong dengan sayamgnya.. Kenangan kami ialah pada Maret 2000 kami penah bersama bung Munir hadir dalam seminar bersama RETHINGKING INDONESIA di Universitas Melbourne yang diprakarsai oleh  Bung Arief Budiman bersama Radio Australia, ABC iNDONESIA fORUM, JAKARTA pOST DAN HARIAN KOMPAS. Dari Indonesis hsdlir s.l. Bung Munir, Pak Atmakusumah, Ikrsr Nusa Bhakti , Dewi Fortuns Anwar, Wimar Mitulafr , Ruth Indiah Ragayu dan Hardoyo . Hasil seminar ini telah dibukukan .

Terlslu bsmyak kensngsn ksmi  mngenai kegiatan bung Munir bagi perjuangan  kemanusiaa dan HAM. KARENA itu kami mengusulkan utk mengenamg almarhum Munir  dan perjuangannya agar dipertimbangkan  salah satu gedung teempat kegiatan Bung Munir sehari harinya agar dibeni nama GEDUNG MUNIR.

kAMI team  redaksi Wahana dengan ini menyampaikan kepada keluarga bung Munir khususnya isteri dan anaknya DUKA CITA KAMI YANG SEDALAM DALAMNYA, SEMOGA KELUARGA TABAH MENERIMA KENYATAAN INI DAN IKHLAS MELEPAS BUNG MUNIR KETEMPAT PERSTIRAHATANNYA YANG TERAKHIR  DALAM ALAM, DAMAI.

BUNG MUNIR  KAMI BANGGA PADAMU DAN BERNJANJI AKAN MENERUSKAN JEJAK JUANGMU YANG MULIA..

SELAMAT JALAN BUNG MUNIR, DOA KAMI MENYUERTAIMU .

Kami team redaksi  Wahana :

Hardoyo, Rurh Indiah Rahayu, Samsir Muhammad, Arief Munandar, Langgeng S Budi, MyraJosepha. Bagus Pursena,Reiko Ekayani, Wihan Adi  dan semua koresponden Wahana diseluruh Indonesia.

jakarta Selasa 7 September 2004 patang hari


Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!

Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung !
Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan !
Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra  seperti puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan
******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di [EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] (langganan)

website  http://www.geocities.com/jaker_pusat
( underconstructions)



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke