| Pemerintah Harus Buka Kembali Dialog di Papua |
| Thursday, 16 September 2004 Jakarta-Rol -- Pemerintah harus membuka kembali dialog dengan kelompok-kelompok masyarakat termasuk dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua untuk menghindari berbagai konflik di wilayah tersebut. "OPM kini lebih menginginkan dialog dengan pemerintah pusat ketimbang menggunakan kekuatan senjata untuk menyampaikan aspirasinya," kata Wakil Direktur Elsham Papua Aloysius ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu. Ia mengatakan, sejak 2000 hingga 2004 bentrok senjata antara OPM dan kelompok milisia lainnya dengan aparat keamanan TNI/Polri cenderung menurun karena sebagian besar kini lebih ingin mengedepankan dialog untuk mendapat simpatik dari dalam dan luar negeri. Namun, lanjut Aloysius, dialog tersebut sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid berakhir tidak ada lagi. "Pemerintah kini seakan menutup ruang dialog dengan kelompok masyarakat di Papua, sehingga timbul kejenuhan masyarakat untuk berdialog yang berujung kembali pada aksi kekerasan," ujarnya. Karena itu, untuk menekan kembali aksi kekerasan di Papua maka pemerintah harus segera membuka ruang dialog dengan seluruh komponen dan kelompok masyarakat Papua termasuk OPM. Kontak senjata antara kelompok sipil bersenjata yang menamakan dirinya Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan anggota Kopassus, Selasa pukul 09.00 WIT pagi mengakibatkan seorang anggota Kopassus terluka tembak. Baku tembak antara TPN/OPM itu terjadi di Kampung Munia, Distrik Kurage, Kabupaten Puncak Jaya dan merupakan yang kedua setelah 17 Agustus lalu di kawasan yang sama, menyebabkan seorang anggota Kopassus, Pratu Oji mengalami luka tembak. Sebelumnya, Menko Polkam adinterim Hari Sabarno mengungkapkan, pemerintah telah menengarai meletusnya kembali konflik di Papua yang dilatarbelakangi oleh beberapa persoalan seperti pemekaran wilayah dan belum ditetapkannya PP mengenai Majelis Rakyat Papua (MRP). Selain itu, perhatian intensif pemerintah terhadap perkembangan situasi dan kondisi keamanan di Papua dilatarbelakangi oleh makin banyaknya kelompok masyarakat internasional, lembaga keuangan internasional, LSM internasional dan perusahaan multinasional yang menyoroti berbagai persoalan di Papua.ant/mim | |
Do you Yahoo!?
vote.yahoo.com - Register online to vote today!
Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung !
Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan !
Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra seperti puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan
******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di [EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] (langganan)
website http://www.geocities.com/jaker_pusat
( underconstructions)
| Yahoo! Groups Sponsor |
| Get unlimited calls to U.S./Canada |
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jaker/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

