Dilaporkan langsung oleh Aliansi Mahasiswa Papua Koordinator Wilayah Numbay (Jayapura), Papua Barat
 
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
           [EMAIL PROTECTED]
Contact Person: Jeffry Pagawak (0815 2703 8784)
 
-----------------------------
KRONOLOGI AKSI:

Komite Solidaritas Papua &
Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Numbay di Jayapura Serukan BOIKOT PEMILU di Papua Barat. 

Kamis, 09 Septemeber 2004 AMP Numbay Report,

Aksi yang dilakukan oleh Komite Solidaritas Papua dan AMP Numbay, dilakukan
sejak Pagi hari Pukul 09:00 Wit. Aksi yang diikuti oleh 700 massa aksi itu
memulai aksi dari halaman parkir kampus Universitas Cenderawasih Papua,
yang dilanjutkan dengan orasi Politik oleh Jefri dan Jafta berserta Jusak
Pakage (Komite solidaritas Papua).

Dalam orasi politiknya Jefri mengatakan bahwa "pada tahun 1968 Ali Murtopo
mantan agen Intelijen Indonesia mengatakan kepada para pemuda papua yang
berkunjung ke Istana Negara disaat bertemu dengan mereka ia mengatakan
pergi pulang dan katakan pada Allahmu bahwa kami hanya ingin tanah dan kamu
pergi cari tanah lain di pasifik.. Yusak Pakage dari Komite Solidaritas
Papua dalam orasinya mengatakan "Demokrasi yang dijalankan tidak sesuai
dengan demokrasi dan hukum berlaku dinegara ini karena Pemerintah, aparat
keamanan juga dapat meperkosa hukum yang mereka buat, artinya demokrasi dan
hukum yang diatur oleh orang yang punya jabatan dan kedudukan sajalah yang
layak menyampaikan aspirasi.. Tak ketingalan pula dari Sonamapa (Jeck)
menyampaikan orasi politiknya suatu bangsa tanpa pembebasan. Suatu bangsa
berjuang karena pembebasan sehingga mahasiswa adalah ujung tombak dari
perjuangan tanah Papua.

Pada Pukul 10:30 Wit aksi masa dari halaman uncen-Jayapura melakukan "Long
Mars" ke Kantor Otonom Kotaraja, sepanjang jalan raya dipenuhi oleh aksi
massa mahasiswa, pemuda, masyarakat menyebabkan arus Lalintas sepanjang
jalur Abe-sentani dan Abe � Japura mengalami lumpuh total. Dalam perjalanan
aksi itu, massa demonstrasi meneriakan yel-yel, antara lain: (Papua "
Merdeka, Otonomi no, Pemekaran no dan Freedom yes ) Tuntut Capres jangan
hanya mengambil suara rakyat papua, sambil meneriakan yel-yel massa
demonstrasi memberikan selebaran aksi kepada para pengguna jalan, sopir
taxi dan penumpang taksi yang lewat sepanjang jalan Abe � kota raja yang
ruas jalan kiri tutupi masa dengan berjalan kaki.

Massa aksi dilengkapai dengan 3 Spanduk yang bertuliskan: Tuntut PEPERA
Ulang, Dialog Internasional dan Referendum adalah solusi untuk rakyat Papua
Barat, juga diperlengkapi dengan poster-poster yang berisikan " Boikot
Pemilu Aja" Pemekaran dan Otonomi Khusu untuk siapa ? Capres kasi apa untuk
Papua ? Tolak Militerisme di seluruh tanah Papua. Massa aksi sampai di
Kantor Otonom selama 15 menit melakukan orasi politik kemudian semua naik
keatas 4 buah Truk menuju Jayapura dan tiba di Imbi Pukul 11:00 Wit aksi
massa turun dari Truk sambil melakukan "long mars" yang diikuti oleh orasi
Politik dari Jefri bahwa kami bukan bangsa Indonesia, karena Demokrasi
Pancasila itu berpihak kepada orang yang punya jabatan dan kaya lah berhak
untuk bebas menyampaikan aspirasi, apa yang akan diberikan Capresi
mega-bambang untuk rakyat Papua, karena yang mereka inginkan adalah suara
rakyat papua sementara orangnya yang berambut keriting, kulit hitam tidak
disukai, Apakah ini membuktikan kita sebagai bagian dari RI ?, coba
mama-mama, bapak-bapak lihat apakah kulit kita sama, kita sangat berbeda
sekali dan memang kita ini bukan bagian dari bangsa Indonesia, orasi ini
berjalan selama 25 menit setelah itu seluruh massa aksi naik truk menuju
KPU Provinsi Papua dan tiba pada pukul 12:20 Wit. Korlap aksi , Jefri
Pagawak dibantu oleh Jefta masa aksi ini sampai didepan Kantor KPU Provinsi
Papua dan kemudian memberikan pangung politik kepada wakil-wakil orator
dari AMP Numbay, LMND Papua, Komiter Solidaritas Papua, dan Tapol.

Dalam orasi Politiknya Jefri, mewakili AMP Numbay menyatakan bahwa
aksi-aksi demokratik rakyat papua hari ini kita bicara untuk kami punya
generasi 1.000 tahun yang akan datang bukan hari ini, karena pejabat
Gubernur Papua, KPU Provinsi Papua sudah kena Virus Republik Indonesia dan
sudah tidak murni lagi membela kepentingan rakyat Papua sebab setiap hari
yang dipikirkan adalah uang dan perempuan. Dan para pejabat ini tidak akan
pernah membuat perubahan, kira-kira dong punya anak-anak cucu mereka ini
akan tinggal dimankah ?, Apakah mereka akan pergi dan tinggal di tanah Jawa
?. Dong harus tahu bahwa Justru anak-anak gembel, inilah yang akan merubah
masa depan ini karena kami pikir bukan untuk diri kami tetapi untuk 1.000
tahun yang akan datang bagi manusia berkulit hitam, berambut keriting.

Pada pukul 12:40 pembacaan pernyataan sikap oleh Yusak Pakage dan pukul
12:45 penyerahan statement Politik ke Ketua KPU Provinsi Papua Ferry
Kareth, SH. M.Hum. Sebelum penyerahan pernyataan sikap Korlap Jefri
mengajukan bebarapa pertanyaan kepada Ketua KPU. Apakah KPU menjamin Capres
Mega-Bambang akan memberikan kesejahteraan bagi rakyat Papua, Apakah KPU
pemilu ini akan memberikan solusi bagi penyelesaian masalah Papua Barat.
Menurut KPU bahwa aspirasi yang adik-adik sampaikan itu bukan dialamatkan
kepada kami tetapi tolong kirim ke KPU Pusat Jakarta yang mempunyai
kewenangan dan bukam kami disini. Lalu Mengapa KPU Provinsi Papua dibentuk
untuk apa ?, Jawaban bapak Ketua KPU tidak benar sama sekali karena KPU
Papua ini kenapa dibentuk ? KPU Provinsi Papua merupakan bagian dari
Republik Indonesia yang sudah kena Virus dari Indonesia dan bukan untuk
rakyat, yang dilajutkan dengan penyerahan Pernyataan Sikap.

Pada kesempatan tersebut, AMP-Numbay, Komite Solidaritas Papua, Tapol,
Masyarakat, Pemuda dan Perempuan Papua menyampaikan sikap bahwa " Review
Pepera 1969 dan "Segera lakukan Pepera ulang" .

Aksi kali ini berakhir pada pukul 13:00 Wit, massa aksi membubarkan diri
depan Kantor KPU Provinsi Papua kota Papua. Pada pukul 13:15 kembali " Long
Marsh" dari Dok II kantor Gubernur menuju Imbi, seluruh ruas jalan raya
digunakan oleh massa aksi sambil berjalan kaki meneriakan yel-yel Papua
Merdeka, Otonomi no, Pemekaran no dan sebuah lagu "

Kami bukan Indonesia 2 x

Kami bangsa Papua, bangsa Papua

Baru ko bilang, kami Indonesia

Massa aksi sebanyak 700 orang semakin ramai, yang penuh semangat berjalan
kaki, sepanjang jalan utama kendaraan tidak bisa lewat karena penuh denga
massa aksi, maju terus pantang mundur bagaikan lautan manusia memenuhi
sepanjang jalan utama tidak ada satu pun kendaraan yang lewat semua ikut
dari belakang, dalam perjalanan itu massa aksi sambil bergandengan tangan
menutup jalan utama sambil berjalan pelan-pelan menambah kemacetan
lalulintas yang cukup serius jantung kota Jayapura sampai Kantor DPRD
Provinsi Papua, dan arakan massa aksi menuju Imbi pada pukul 14:00 Wit.

Setelah tiba di Imbi terjadi insiden kecil antara massa aksi dengan seorang
anggota Polisi yang berusaha mengacaukan situasi demonstrasi. Anggota
polisi ini kena pukulan dari massa. Hal ini menyebabkan pihak keamanan
Polres dan Polda Papua kewalahan dalam menghadapi massa aksi. Akhirnya
massa aksi dengan menggunakan 2 truk kembali ke Abepura pada pukul 16:00
Wit tiba di lingkaran , massa aksi kemudian membubarkan diri di Lingkaran
Abe ke tempat masing-masing.

Demikian laporan AMP Numbay saat ini dari West Papua, Port Numbay

" Bersama Kebenaran Sejarah Sang Bintang Kejora "

AMP-Numbay Report
=======
 
Laporan Els-HAM Papua
 
Elsham News Service, 17 September 2004

Komite Solidaritas Papua dan Aliansi Mahasiswa Papua
Lakukan Aksi Boikot Pemilu Tahap Kedua di Papua

ENS, Abepura, 17 September 2004
Empat hari lagi, pemilihan umum tahap ke 2 untuk memilih presiden dan wakil presiden dilaksanakan. Tapi bagi mahasiswa yang menamakan dirinya Komite Solidaritas Papua dan Aliansi Mahasiswa Papua, mereka memanfaatkan 4 hari ini untuk melakukan kampanye memboikot pemilu di Papua.

Hasil monitoring yang dilakukan Elsham Papua Barat, Jumat, 17 September 2004, pukul 10.13 WP, sekitar 400-an mahasiswa yang dipimpin  oleh koordinator lapangan, Jefri Pagawa (24) dan Yushak Pakage (26) memilih halaman kampus UNCEN sebagai tempat dilakukannya mimbar bebas.

Dalam aksi itu, massa pendemo membawa beberapa spanduk dan poster dengan beberapa tulisan seperti, �Deklarasi boikot PILPRES putaran ke 2�, �Otsus pemekaran bukan solusi penyelesaian masalah politik Papua,� �Undang-undang No. 45 Thn 1999 tentang pemekaran provinsi dan Undang-undang No. 1 Thn 2001 tentang Otsus di Papua masih tumpangtindih,� �Mengapa ke 2 Capres rahasiakan agenda untuk orang Papua,� �Pemilu untuk siapa tidak boikot saja,� �Kami orang Papua mau demokrasi murni, kami minta dialog,� �Apa program dari presiden  terpilih buat rakyat Papua?,� �Orang Papua perlu solusi politik bukan solusi ekonomi dan kesejahteraan.� 

Jefri Pagawa dalam orasinya mengatakan, gerakan kami bukan separatis tapi lahir dari hati nurani kami. Kami lakukan perlawanan ini karena banyak pelanggaran kemanusiaan di Papua. Ia juga mengatakan, Solusi bagi rakyat Papua adalah segera dilakukan dialog internasional guna meluruskan sejarah awal PEPERA tahun 1969 di Papua oleh pemerintah RI dan dilakukan Referendum.

Selain itu, kedua calon presiden (Megawati dan SBY) tidak memiliki komitmen untuk menyelesaikan persoalan Papua. Untuk itu pemilu yang dilakukan pada hari Senin tanggal 20 September, harus boikot karena tidak bermanfaat untuk rakyat Papua. 

Yusak Pakage saat memberikan keterangan kepada Elsham Papua bahwa, aksi ini tidak dipolitisir oleh pihak manapun tapi  ini gerakan murni dari kami mahasiswa. Kami peduli dan prihatin dengan kondisi pelanggaran HAM  yang terjadi di Papua. Untuk itu, dalam aksi ini kami mau memberikan pendidikan politik kepada rakyat dan pejabat di Papua bahwa kedua Capres itu tidak memiliki komitmen yang jelas untuk menyelesaikan persoalan Papua. Perlu diingat bahwa pemilu tahap ke 2 ini, 85% rakyat Papua tidak ikut memilih. Yang ikut memilih hanya pejabat-pejabat pemerintah.

Heny (19), mahasiswi yang mengaku masih kuliah di Universitas Sains dan Tekhnik Jayapura (USTJ) semester 5 ini saat dimintai pendapatnya menjelaskan, �keterlibatan saya dalam mengikuti aksi ini adalah kemauan saya sendiri. Sebagai orang Papua yang melihat persoalan di tanah ini sangat banyak, saya ikut bertanggungjawab menyumbangkan pemikiran dan berbuat  sesuatu untuk negeri saya. Saya sedih melihat rakyat papua yang hidupnya tertekan akibat kondisi politik yang berkepanjangan,� tuturnya singkat.

Aksi ini mengundang perhatian petugas kepolisian Polsek Abepura untuk melakukan pengamanan terhadap massa pendemo. Bahkan seorang petugas dari Bimmas Polda Papua (Terry) sempat meminta waktu kepada koordinator lapangan untuk memberikan penjelasan. Katanya, �kami berharap mahasiswa berpikir dengan baik untuk melakukan aksi ini. Tolong dijaga kemanan dan jangan lakukan aksi yang mengarah kepada konflik. Kita harus menjaga keamanan bersama,� tegasnya.

Setelah melakukan aksi mimbar bebas, Pukul 12.34 WP, massa pendemo lakukan konfersi pers di halaman kampus UNCEN. Dan pukul 13. 27 WP, massa membubarkan diri. @


=========
Hans Gebze
Sekertaris Jendral
Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua (KP AMP)
Mobile: --


Do you Yahoo!?
vote.yahoo.com - Register online to vote today!

Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung !
Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan !
Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra  seperti puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan
******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di [EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] (langganan)

website  http://www.geocities.com/jaker_pusat
( underconstructions)



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke