Ketika Semua Sudah 'Bobok' Apakah ciri-ciri keluarga bahagia dalam sebuah Sinetron Indonesia? Punya rumah besar milik sendiri, ada pembantu rumah tangga lebih dari satu, mobil berikut sopir , kalau bisa lebih dari satu, kalau masih kelebihan uang, satu orang satu mobil saja.
Apakah ciri kelengkapan anggota keluarga bahagia menurut anda saudara-saudara? Ayah, Ibu dan Dua orang anak saja? Saya kira umur rata-rata manusia Indonesia saat ini baik yang di desa maupun di kota memungkinkan lebih dari itu. Ayah, Ibu, Anak yang dalam banyak kasus lebih dari dua meskipun ada program KB, nenek dan kakek dari keluarga Ayah dan dari keluarga Ibu. Pada umumnya hanya sang ayah yang bekerja, sang ibu sebagai ibu rumahtangga yang baik mengurus rumah tempat tinggal anak, orangtuanya sendiri atau bapak ibu mertua, bila masih hidup. Saya kira dengan umur seseorang menikah di desa, masih sangat belia, tentu kakek nenek, orangtua dan mertua kemungkinan besar masih hidup saat anaknya memiliki anak. Mungkin sebagian besar malah sempat melihat anak dari cucunya sendiri sebelum mati. Bagaimana jika di sebuah pagi anda bangun melihat anak-anak anda, suami atau istri anda, orangtua dan mertua anda, serta sopir, tukang kebun dan pembantu rumah tangga anda, semua sehat-sehat saja melakukan perannya masing-masing dalam lakon kehidupan yang anda tonton, dan dalam sekejab semua Mati! Tidak hanya anda dan mereka, seluruh kota juga Mati! Asesoris hidup impian seumur hidup; Rumah besar yang milik sendiri, mobil pribadi anda yang bisa saja lebih dari satu, uang tunai, akte rumah, BPKB mobil anda, surat-surat saham, deposito, buku tabungan, dan asuransi jika anda sudah berpikir sampai ke sana. Semua juga terbawa air bah, Lenyap! Tidak hanya rumah keluarga anda tetapi seluruh kota juga Lenyap! Saya tahu dari berita kalau garis pantai kota anda berubah, sebagian darat berubah menjadi laut, delapan puluh persen kota anda Mati, seluruh infrastruktur hancur, dan keluarga anda Mati. Baiklah, bila hanya anak anda yang tersisa, atau bila nenek, kakek, mertua saja yang tersisa, hanya sang bapak saja yang kebetulan bekerja merantau ke luar pulau, anak anda saja yang kebetulan sedang bermain memanjat pohon di halaman rumah, hanya sang ibu saja yang tersisa karena sedang menjemur baju di loteng rumah. Sebagian keluarga tewas sekeluarga. Anda beruntung sekali bilamana seluruh anggota keluarga anda utuh. Mungkin setahun atau dua tahun ke depan, ketika mayat anda, atau mayat anggota keluarga anda sudah terkubur atau hilang entah di mana; Apakah dengan anggota keluarga yang kemungkinan besar tidak lengkap itu, dengan suasana kota yang mati karena di setiap rumah ada yang mati. Karena bangunan dan infrastruktur yang rusak berat; akte tanah, BPKB mobil, uang tunai, surat-surat saham, deposito, buku tabungan, dan asuransi (bila anda ikut asuransi) tentu sudah hilang ditelan air bah. Bila anda atau orang-orang yang berperan kuat di keluarga seperti sang ayah dan sang ibu selamat, mungkin ini masih bisa diurus ke kantor pemerintahan yang baru nanti, tetapi Tanpa Uang, apakah jalan?! Ini Indonesia, mas, mbak� Ok, anggap saja semua bisa berjalan lancar bila ayah atau ibu masih hidup; Berapakah diantara keluarga di kota itu yang masih memiliki ayah atau ibu atau anggota keluarga lain yang sekedar tahu atau memiliki kemampuan untuk mengurus surat-surat berharga yang dimiliki keluarganya. Bila anda masih dapat mendapatkan apa yang anda miliki kembali, Apakah anda masih mau tinggal di kota yang sebagian besar infrastrukturnya hancur? Bila dijual, apakah bisa Dijual Cepat dengan harga tinggi? Saya kira tidak. Bila anda adalah kepala keluarga dan anda mati, melihat kekayaan hasil kerja anda seumurhidup hilang begitu saja tanpa ada yang terwarisi ke anak cucu, Apakah anda bisa bangkit dari kubur, atau ruh anda bangkit membalas dendam kepada mereka-mereka yang berkuasa yang memanfaatkan situasi, kesempatan dalam kesempitan tanpa memperhatikan keluarga anda, sang ahli waris? Bukan tidak mungkin kota yang hancur itu ditahun-tahun ke depan telah berubah menjadi pusat transit kapal-kapal dagang seperti singapoure dengan kapal-kapal besar, orang-orang dari seluruh dunia datang sebagai pedagang. Atau seperti Hongkong yang dulu oleh kesepakatan para pejabat disewakan oleh pemerintah Cina kepada Inggris. Di saat itu, para ahli waris yang bisa saja ditelantarkan hanya bisa mengatakan;�Di sana tempat lahir beta, Di sana rumah beta, di sana, itu, lihat�� Pikirkanlah!! Sebagai penonton televisi dan pendengar radio yang baik, saya hanya bisa No comment. Saya tinggal lihat bagaimana masa depan kelak terjadi. Dibilang kemajuan untuk pembangunan Aceh atau Pelanggaran terhadap Hukum Kepemilikan; tergantung anda di pihak siapa, saat itu. Apapun komentar anda hari ini, nanti masih boleh diubah sendiri sewaktu-waktu. Selanjutnya, terserah Anda� Ketika semua sudah �Bobok�; Siapa yang mau Protes? ---------- Hari ini dimana semua orang masih fokus untuk berpikir soal Penyelamatan korban Tsunami, saya ingin mengajak saudara-saudara sekalian untuk memikirkan hal yang sudah saya sebutkan di atas. Apakah sikap saudara bilamana itu benar terjadi? Vincent Liong Jakarta, 3 januari 2005 Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung ! Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan ! Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra seperti puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan ******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di [email protected] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke : [EMAIL PROTECTED] (langganan) website http://www.geocities.com/jaker_pusat ( underconstructions) Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jaker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

