Note: forwarded message attached.
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"
| Yahoo! Groups Sponsor | |
|
|
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jaker/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
--- Begin Message ------ HKSIS <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: "HKSIS" <[EMAIL PROTECTED]> > To: "HKSIS-Group" <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Fw: Pidato Politik Pengurus KPP PRD Baru! > Date: Sat, 19 Mar 2005 09:01:38 +0800 > > > ----- Original Message ----- > From: Wahana > To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Saturday, March 19, 2005 3:00 AM > Subject: [wahana-news] Pidato Politik Pengurus KPP > PRD Baru! > > > > Pelantikan Pengurus Baru KPP Partai Rakyat > Demokratik > > Hari ini, 18 Maret 2005, KPP (Komite Pimpinan Pusat) > Partai Rakyat Demokratik melantik pengurus KPP yang > diperbarui setelah Ketua Umum sebelumnya, Yusuf > Lakaseng, mengundurkan diri sebelum periode > pemerintahannya habis. Acara tersebut diadakan di > Ballroom Hotel Sahid, Jakarta, dan dihadiri "bung > dan zus tua" ("Mbah" Sosro, Samsu, Sunarno, Oey Hai > Djoen, Pramudya Ananta Toer, Ibu Sujinah, Yoesoef > Isak, Hardoyo, Yudi, serta beberapa "bung tua" yang > saya lupa namanya), Hariman Siregar, Rizal Ramli, > perwakilan dari Kedutaan Cuba, perkawanan > "segenerasi" serta komunitas dari Bogor dan > Karawang. > Pengurus KPP yang diperbarui ini mengibarkan "6 > Panji Kemenangan Rakyat", yakni Pemerintahan Bersih, > Demokratis, Kerakyatan, Merdeka, Modern, > Internasionalis. > > Struktur yang baru itu: > > Ketua Umum : Dita Indahsari > Wakil I : Lukman Hakim > Wakil II : Vivi Waidyawati > Wakil IV : AJ Susmana > > Sekjend : Agus Priyono > Wakil I : Danial Indrakusuma > Wakil II : Haris Sitorus > > Koordinator Departemen Perjuangan Rakyat : > Manik Mijil Sadmoko > Koordinator Departemen Agitasi Propaganda : > Joko Purwanto > Koordinator Departemen Hubungan Internasiona : Zely > Ariane > > Bendahara : Yulia Evina Bhara > > Di bawah ini kami sertakan Pidato Politik Ketua Umum > KPP PRD yang baru. > > Ass. Wr. Wb > Selamat siang.......... > > Enam dekade, sudah enam dekade jadi negeri merdeka > dan bebas dari kolonialisme Belanda dan Jepang. > Dalam angan dan mimpi Sukarno serta para pemuda > revolusioner, bangsa merdeka ini dititipkan pada > kita, agar kemerdekaan menjadi jembatan emas bagi > kesejahteraan dan keadilan seluruh rakyat. > > Tapi maaf Bung Karno, mohon maaf kepada seluruh > Bapak dan Ibu Bangsa, jembatan emas itu sudah kian > rapuh, satu persatu tiangnya sudah dipatahkan. Kami > bukannya menajdi bangsa yang semakin bebas dan gemah > ripah loh jinawi. Kami malah semakin tidak bebas > dari penghisapan, dari exploitation de l'homme par > l'homme, dari dominasi kekuatan imperialisme dalam > lapangan ekonomi, politik dan kebudayaan. Indonesia, > bersama negara-negara Selatan lainnya, di bawah > belenggu globalisasi neoliberal, digiring menuju > peroses pemiskinan massal. Seluruh mimpi-mimpi > Sukarno, Tito, Gamal Abdul Nasser dan Nehru hancur > menghadapi kenataan bahwa negeri-negeri Selatan > terdapat 790 juta orang kelaparan, ada 800 juta > manusia dewasanya buta huruf, ada 654 juta orang > yang tidak mungkin hidup lebih dari usia 40 tahun, > ada 30.000 anak usia balita tewas setiap tahun > karena sakit yang seharusnya dapat diobati apalagi > dicegah, itu ebrarti kematian 21 anak tiap menit > atau 10 anak meninggal setiap detik. Semangat Asia > Afrika untuk kebebasan, untuk melawan kolonialisme > dan imperialisme semakin terpinggir sebagai arsip > sejarah. > > Tentu keadaan ekonomi politik ini tidak terjadi > begitu saja. Senyata-naytanya sejak Orde Baru hingga > saat ini, tak terkecuali pemerintahan SBY-Kalla,t > elah menggadaikan sumebrdaya alam, menjual nasib > rakyatnya hingga kedaulatannya untuk > kepentingan-kepentingan apra pemilik modal dari > negeri-negeri imperialis. Minyak, gas, batubara, > emas, pasir, hutan, kaum buruh,s emuanya telah > diserahkan kepada kehendak dan kepentingan kaum > imperialis. Kaum imperialis minta kaum buruh diupah > murah, maka upah murah dipaksakan sebagai yang harus > diterima klas buruh. KPS-KPS minyak minta agar > penjualan minyak lebih ebrorientasi ekspor, maka > peduli setan kebutuhan energi nasional. Dalih > Pertamina dan Pemerintah, bahwa emreka hanya mampu > mengontrol 10% dari produksi minyak sehingga harga > BBM harus dinaikkan adalah sungguh menyedihkan. > Imperialis minta gas, diserahkanlah gasm tak peduli > industri pupuk nasional mengalami krisis energi > hingga harga pupuk harus dinaikkan dan membuat > petani terhimpit. Rakyat harus kembali merebut > kemerdekaan agar transformasi ekonomi politik > mengarah pada kemajuan dan kesejahteraan. Hanya > dengan cara ini kemerdekaan akan benar menjadi > jembatan emas menuju kesejahteraan. > > Kawan-kawan yang memenuhi ruangan ini, > Mungkin saudara-saudara akan tertawa atau > mengernyitkan dahi jika Pemerintah Merdeka > dicantumkan sebagai salah satu jalan keluar dari > bencana di republik ini. Ini bukan sebuah statement > a historis, bukan sebuah retorika hiperbolis. > Merdeka, merdeka dalam arti menumpukan kemajuan pada > kemampuan dan kekuatan sendiri, dan diperjuangkan > dalam tindakan. Merdeka, dalam arti sanggup > memobilisasi seluruh potensi yang hidup di tengah > masyarakat, seluruh produktivitas dalam negeri, > mampu menggerakkan tangan, kaki dan tulang otot > rakyat sepenuh-penuhnya, sebebas-bebasnya, sesuai > dengan kebutuhan bangsa. Merdeka, dalam arti > mengambil kebijakan ekonomi tanpa didikte, tanpa > instruksi letter of intent manapun. Tanpa momok > peringkat utang yang akan merosot dari C ke B+ dan > dari B+ ke B dst. Mandiri, dalam arti tidak > terbelenggu menggadaikan aset-aset bangsa demi > melunasi cicilan pokok utang luar negeri sebesar > 46,8 trilyun dengan bunganya 25,14 trilyun setiap > tahunnya. Entah apa, yang ada dalam benak pemerintah > SBY-Kalla ketika sebentar lagi BUMN sudah habis > dijual dan krisis hutan tidak terselesaikan. > Merdeka, dalam arti berdaulat, berarti > berkonfrontasi dengan PM Malaysia, Ahmad Badawi, > selama, selama majikan-majikan warga negara Malaysia > tidak dipenjara karena tidak kunjung membayar gaji > perempuan-perempuan dan laki-laki Indonesia, para > TKI, darah daging kita, yang bekerja di sana. > > Tuntutan merdeka bukan melebih-lebihkan, kerena dari > sinilah pondasi, kerangka jembatan emas itu > didirikan. Kita tidak pernah, > sejak zaman Sukarno, punya kemampuan sendiri untuk > meningkatkan tenaga produksi nasional dalam > pertambangan migas, baik dari segi teknologi > material maupun sumberdaya manusianya. Tidak pernah > ada menteri pertambangan yang berani meninjau > kembali Kontrak Production Sharing (KPS-KPS), > khususnya yang akan jatuh tempo, termasuk SBY saat > menjabat Menteri Pertambangan dan Energi. Kemampuan > eksploitasi Pertamina nol, saya ulangi nol, yang ada > hanya bagi hasil produksi dan penyulingan. > > Mengapa Kolonel Moammar Khadafi berani, mengapa > Jenderal SBY takut? Mengapa Kolonel Hugo Chaves > punya nyali, sementara Jenderal SBY tak berkutik di > hadapan kekuatan neokolonialisme? Khadafi pernah > berseru:"kami memang sosialis, namun pertama dan > diatas segalanya kami adalah Muslim, Allah Akbar!". > Lalu dengan mengucap bismilah membatalkan kontrak > sistem pertahanan udara dengan Inggris, menaikkan > upah dua kali lipat dan menghapuskan sistem buruh > kontrak yang diterapkan eprusahaan-perusahaan minyak > asing. Bekerjasama dengan Irak dan Algeria, Libya > melakukan negoisasi ulang dengan > perusahaan-perusahaan minyak dengan tuntutan > peningkatan harga, serta porsi yang klebih ebsar > untuk kepentingan nasional. Negeri yang lain > mengikuti, seperti Iran yang menaikkan pajak > minyaknya hingga 55%, Arab Saudai melakukan > negoisasi ulang harga dengan eprusahaan amenyak > Aramco, demiian halnya dengan Syria dan Venezuela > yang menuntut alokasi yang lebih. Yang oertama kali > dilakukan oleh Hugo Chaves, presiden Venezuela > setelah memenangkan referendum 2004 aalah > menasionalisasi PDVSA, perusahaan minyak Venezuela. > PDVSA menjadi milik negara, sehingga seluruh > hasil-jhasilnya dapat dialokasikan demi kebutuhan > mendesak rakyat, seperti pendirian Universitas > Bolivar, kampus khusus untuk kelas menengah ke bawah > di Caracas. > > Jangan lupakan nasionalisasi oleh Sukarno, yang > mengambil alih eprusahaan minyak Belanda dan > Inggris! SAyangnya pengelolaanhjya diserahkan kepada > borjuis bersenjata yang korup. Juga Castro yang > menasionalisasi perusahaan minyak Amerika, dengan > membayar ulang kembali sesuai harga kontraknya. Visi > terhadap masa depan yang jelas dan keberanian > menjadi syarat untuk menciptakan pemerintahan yang > mdoern. > > Para Bapak dan Ibu dan Kaum Prodemokrasi, > Untuk menjadi merdeka butuh pemimpin yang visioner, > keberanian yang banyak sekali, perlu prinsip-prinsip > yang kukuh dan kesiapan berperang melawan Barat dan > Jepang, dalam lapangan opini dan kebijakan. > Keberanian ini jelas tidak dimiliki oleh SBY yang > mantan opsir, saudagar Yusuf Kalla, apalagi Sri > Mulyani, Aburizal Bakrie dan koleganya yang memang > bermental pedagang dan calo ketimbang sebagai > industrialis. > > Mereka, para pendukung neoliberalisme, kalangan > intelektual maupun pemerintah dan juga Freedom > Institute tentu, menolak pemberian subsidi, bukan > hanya bagi BBM tetapi juga bagi sektor-sektor > perekonomian lainnya. Campur tangan negara dalam > kegiatan perekonomian dianggap kontraprodukif. Saya > akan mengutip perkataan ekonom terkemuka > "bla..bla..bla...". tetapi Bung Chatib, Pak Widjojo, > M Ikhsan, Pak Sadli, dkk, kami ingatkan sekali lagi: > peran siapa yang dominan saat AS berjuang untuk bisa > keluar dari Great Depression atau malaise pada > 1929-1930? Negara. Saya ulangi NEGARA, yakni > pemerintahan Franklin Delano Roosevelt, yang > mencanangkan Roosevelt Deal, yaitu membuka lapangan > kerja untuk seluruh rakyatnya sebagai program 100 > hari peemritnahannya. Peran siapa yang dominan saat > program pemulihan negeri-negeri Eropa paska Perang > Dunia II melalui Marshal Plann? Negara, dalam hal > ini AS. Atau mungkin itu contoh yang kelewat jauh? > Baiklah, saat belasan bank swasta Indonesia kolaps > akibat korupsi dan pemberian kredit kelewat batas > kepada grup-grupnya, kepada siapa para bankir > mengemis-ngemis agar banknya disubsidi? Kepada > pemerintah. Kepada Negara. BLBI (Bantuan Likuiditas > Bank Indoensia), uang siapa ini? Uang kita, uang > rakyat, hak kita,. Aburizal Bakrie menikmati subsidi > untuk Bank Nusa yang juga kolaps, 4,2 trilyun > dikucurkan ke Bank Nusa,dan yang dikembalikan > Aburizal kurang dari 15%nya. Imperialis pembeli BCA > dan bank-bank korup lainya juga turut menikmati > subsidi ini,se tiap tahun, senilai puluhan trilyun. > Anehnya fakta ini jarang dieprsoalkan SBY, > kabienetnya dan para intelektual tukangnya. > Mempunyai hak moral apa, Aburizal Bakrie mengurangi > subsidi BBM, memamah biak dalih bahwa subsidi BBM > merugikan rakyat miskin, dsbnya, sementara ia > sendiri hidup dari uang subsidi? > > KAwan-kawan yang setia di garis perjuangan, > Gerakan pencabutan subsidi dan peniadaan proteksi > dari pemerinthan SBY-Kalla adalah pahlawan kesiangan > bagi para pendukung neoliberalisme. Mengapa? Karena > pada saat subsidi universitas, pupuk dan BBM > dipangkas, pada saat RS Pasar Rebo (RS pemerintah di > Jakarta Selatan --red) diswastakan, maka pemerintah > Bush justru membebankan tarif hingga 30% untuk bisa > impor ke AS. George Bush juga menandatangani RUU > Pertanian yang baru, yang menaikkan subsidi kepada > petani AS hingga 80% (US $ 170 milyard). Yang paling > membuat nelongso bangsa adalah bahwa seekor sapi > yang merumput di Uni Eropa menyimpan subsidi dalam > perutnya sebesar US $ 2,20/hari, perhari > saudara-saduara! Sapi-sapi itu jauh beruntung > ketimbang nasib 2,5 milyar rakyat miskin di Selatan > yang gajinya kurang dari US $ 2/hari, juga puluhan > juta buruh yang upah hariannya jika dirata-rata > masih di bawah sapi-sapi itu. Anehnya di Indonesia, > pemerintah SBY tidak mengurangi pajak bagi para > pengusaha besar,seperti penghapsuan Pajak Barang > Mewah disektor minimum,sehinga perusahaan minimum > yang besar justru diringankan bebannya. Serta > melanjutkan kebijakan liberalisasi perdagangan. > Sementra subdisi untuk rakyat justru dicabut. Itulah > arti dan janji kerakyatan SBY, semasa kampanye. Maka > kerakyatan yang semcam ini jelas harus dilawan oleh > semua pihak yang masih punya nurani. > > Para kader PRD yang memenuhi ruangan ini, > Kolonialise yang berkelitkelindan dengan penguasa > feodal pribumi mewariskan banyak kerusakan, salah > satunya mentalsitas korup dari birokrasi. Feodalsiem > dan sistem upeti diperlukan oleh masuknya sistem > administrasi Belanda yang merajai seluruh kehidupan > sosial politik. Korupsi hanya nama lain dari upeti, > di zaman Orde Baru hingga Ordenya SBY ini namanya > diperhalus menjadi hibah. Tentang budaya yang rusak > ini tidak pernah ada penilaian dan jalan keluar yang > serius. > > Namun, PRD perlu untuk menambahkan analisa terhadap > persoalan korupsi ini. Benar, bahwa korupsi adalah > kelanjutan sejarah kaum priyayi yang harus terus > menyogok atasannya dan menginjak lapisan di abwahnya > demi mengamankan posisi dan kemakmurannya, sperti > Sastrokassier menyogok Asisten Residen dengan > menjual Sanikem, anaknya sendiri, dalam novel Bimu > Banusia karya Pramudya Ananta Toer. Benar, korupsi > adalah soal mentalitas, juga soal kebejatan moral. > Namun, bagi kami akar dari perilaku korup adalah > tentang rendahnya produktivitas bangsa. Korupsi > adalah tentang pemimpin, birokrasi dan rakyat yang > (tidak difasilitasi) kapasitasnya untuk semakin > produktif, ang nihil semangat untuk menghargai > kerja, yang minim etos kerja. dalam situasi > globalisasi saat kaum imperialis gencar-gencarnya > menggempur dan melakukan ekspansi konsumerisme, > dimana Indonesia hendak dijadikannya tempat melempar > barang-barang overproduksinya, makin menjadi-jadi > saja perilaku korup ini. > > Gerakan anti korupsi saat ini sesungguhnya tidak > menjadi gerakan massa. Di Kampus Larantuka, > Temanggung, puluhan ribu rakyatnya berjuang keras > menggulingkan bupatinya yang korup. Sementara di > Kendari, Padang, Bandung, Semarang, Surabaya, > pelamtikan anggota DPRD diserbu demonstrasi ratusan > mahasiswa, buruh, perempuan dan kaum miskin kora. > Kemuakan rakyat dalam menghadapi para koruptor > terwujud dalam kekecewaan menghadapi lembeknya > pemerintahan SBY-Kalla dalam mengatasi soal ini. > Kebijakan-kebijakan formal: UU, Komisi ini Komisi > itu, penerbitan Inpres, Dekrit dan sejenisnya > terbukti tidak ebrgigi. Kami menuntut terobosan > hukum. Pembuktian hukum terbalik untuk menyeret > koruptor dan pembersihan birokrasi menjadi satu > keharusan mutlak. KAmi menganggap seluruh janji SBY > untuk menciptakan pemerintahan bersih adalah bohong, > saat SBy menempatkan orang-orang bermasalah dalam > kabinetnya. Karenanya kami tidak habis pikir > terhadap kawan-kawan kami dari PKS, yang selama ini > bersikap kritis justru bersekutu dengan SBY untuk > program pemerintah bersih dan kerakyatannya. > > Para hadirin sekalian, > Bagi kami, syarat utama ketulusan hati dan nait baik > dalam segala perjuangan adalah untuk melakukan apa > yang tidak pernah dilakukan orang lain, yaitu bicara > dengan kejelasan mutlak, tanpa takut-takut. Kaum > revolusioner harus menaytakan die-ide mereka dengan > berani, mendefinisikan prinsip mereka dan > mengekspresikan niat meeka sehingga tidak ada yang > tertipu, baik kawan atau lawan. > > PRD, sebagai partai roang-orang muda,s elalu > menyatakan pikiran dan prinsip kami seterang > mungkin. Bagi kami, presiden SBY telah membohongi > rakyat. > > Kami berharap pemerintah yang lebih berani, lebih > punya harga diri dalam menghadapi neokolonialisme > dan Orde Baru, dan SBY tidak memenuhi harapan kami. > Kami tidak mengklaim didukung mayoritas rakyat, > namun kami sungguh yakin cita-cita kami adalah juga > harapan orang-orang miskin. Kami menuntut pergantian > pemerintah SBY dengan pemerintahan persatuan para > tokoh-tokoh kritis yang prorakyat, yang bersih dan > konsekuen, dan bukan persatuan dari elit politik > yang terbukti telah gagal dan tidak jujur. Kami > menghormati pendapat sebagian orang yang menganggap > tuntutan ini terlalu ekstrem dan tidak realistis,dan > kami bahkan siap bekerjasama dengan orang-orang yang > sepeuh hati. Namun itu tidak mengubah pandangan > kami. Namun kami sangat mementingkan integritas, > kejujuran dan komitmen para tokoh oposisi yang akan > kami ajak untuk membangun kekuatan alternatif masa > depan. Kami partai kiri, kami kaum sosialis, seperti > Sukarno, seperti Amir Syarifuddin, Haji Miscbah, > Sneevlet, Kolonel KhadafY, Romo Helder Camara, Romo > Camillo Torres, dana banyak nama lain. Namun kami > juga percaya sepenuhnya bahwa Nabi Muhammad dan > Jesus Kristus diutus Tuhan ke muka bumi untuk > mengangkat para bnudak dan kaum miskin ke tempat > yang lebih terhormat bukan untuk melayani kaisar dan > para petinggi Qurayis. > > Revolusi Perancis, empunya revolusi demokrasi di > seluruh dunia,d alam deklarasinya, menyampaikan > sebuah point penting "ketika pemerintah melanggar > hak rakyat, pemberontakan rakyat dan peren rakyat > menjadi hal paling sakral dan menjadi suatu tugas > wajib". Marat dan Robbespierre menyatakan ini dengan > maksud agar sejarah memahami revolusi Perancis dan > gerakan Jacobin sesudahnya,sebagai sebuah gerakan > mengembalikan hak dan kedaulatan rakyat. > > Kami, PRD menganggap ini adalah kewajiban kami. > Mungkin kami adalah Don Quixote abad Milenium, yang > gelisah ketika ketidakadilannya tak hilang juga. > > Kawan-kawan yang hadir dalam ruangan ini, > Sebagai penutup, kami Partai Rakyat Demokratik, > tidak akan henti-hentinya menyerukan persatuan > kepada semua kelompok dan individu yang masih > memiliki kepedulian terhadap nasib rakyat. Hanya > persatuan dari seluruh kelompok dan individu yang > prorakyat miskin satu-satunya harapan bagi cita-cita > rakyat yang merindukan pemerintahan yang bersih, > demokratik, merdeka, kerakyatan, modern dan > internasionalis yang akan bersolidaritas terhadap > perjuangan rakyat tertindas di negeri lainnya. > > Kami tegaskan bahwa kami akan terus berada di > jalan-jalan, di pabrik-pabrik, di desa-desa, di > kampung-kampung kumuh dan di semua tempat terjadinya > kekejian kebijakan neoliberal dan pro penjajahan > oleh asing dari pemerintah SBY tehadap rakyat di > negeri ini. Kami juga akan terus mendatangi > kantor-kantor pemerintah, kantor-kantor DPR dan > istana. Tetapi kami juga siap bergandengantangan > dengan dengan semua kelompok politik yang kritis dan > bersih, serikat tani, serikat buruh, kelompok > mahasiswa, agamawan, kaum intelegensia, hingga > partai politik. Karena kami sadar, tanpa persatuan > adalah msutahil cita-cita Rakyat Indonesia harus > terwujud. Terakhir kami nyatakan bahwa pada hari ini > kami meneguhkan sikap akan mempertaruhkan apapun > yang kami miliki, untuk bersama-sama dengan seluruh > rakyat dan bersama dengan seluruh pejuang lainnya > untuk menggulingkan pemerintahan yang lalim, > siapapun pemerintahannya. > > > Salam, terimakasih > > Dita Indahsari > Ketua KPP PRD > > (selain pdiato Ketua Umum, terdapat juga pidato > Sekjend yang diberi judul "Kibarkan Panji-panji > Perjuangan Rakyat, Bersama Rakyat Kita Rebut > Kemerdekaan", semoga suatu hari kami dapat > menyertakan di sini) > Yahoo! Groups Sponsor > ADVERTISEMENT > > > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > Yahoo! Groups Links > > a.. To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/wahana-news/ > > b.. To unsubscribe from this group, send an email > to: > [EMAIL PROTECTED] > > c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the > Yahoo! Terms of Service. > > >Gulingkan Pemerintahan Boneka Penjajah Asing dan Militerisme! Bangun Persatuan Rakyat-Bentuk Pemerintahan Persatuan Rakyat untuk Sosialisme Indonesia! Komite Pimpinan Pusat - Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD) Jl. Tebet Utara II No. 9 Jakarta Selatan 12810 Telp. 021-8291745 __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Small Business - Try our new resources site! http://smallbusiness.yahoo.com/resources/
--- End Message ---

