Note: forwarded message attached.


Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

--- Begin Message ---
--- HKSIS <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: "HKSIS" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: "HKSIS-Group" <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Fw: Pidato Politik Pengurus KPP PRD Baru!
> Date: Sat, 19 Mar 2005 09:01:38 +0800
> 
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: Wahana 
> To: [EMAIL PROTECTED] 
> Sent: Saturday, March 19, 2005 3:00 AM
> Subject: [wahana-news] Pidato Politik Pengurus KPP
> PRD Baru!
> 
> 
> 
> Pelantikan Pengurus Baru KPP Partai Rakyat
> Demokratik
> 
> Hari ini, 18 Maret 2005, KPP (Komite Pimpinan Pusat)
> Partai Rakyat Demokratik melantik pengurus KPP yang
> diperbarui setelah Ketua Umum sebelumnya, Yusuf
> Lakaseng, mengundurkan diri sebelum periode
> pemerintahannya habis. Acara tersebut diadakan di
> Ballroom Hotel Sahid, Jakarta, dan dihadiri "bung
> dan zus tua" ("Mbah" Sosro, Samsu, Sunarno, Oey Hai
> Djoen, Pramudya Ananta Toer, Ibu Sujinah, Yoesoef
> Isak, Hardoyo, Yudi, serta beberapa "bung tua" yang
> saya lupa namanya), Hariman Siregar, Rizal Ramli,
> perwakilan dari Kedutaan Cuba, perkawanan
> "segenerasi" serta komunitas dari Bogor dan
> Karawang.
> Pengurus KPP yang diperbarui ini mengibarkan "6
> Panji Kemenangan Rakyat", yakni Pemerintahan Bersih,
> Demokratis, Kerakyatan, Merdeka, Modern,
> Internasionalis. 
> 
> Struktur yang baru itu:
> 
> Ketua Umum      : Dita Indahsari
> Wakil I : Lukman Hakim
> Wakil II        : Vivi Waidyawati
> Wakil IV        : AJ Susmana
> 
> Sekjend         : Agus Priyono
> Wakil I : Danial Indrakusuma
> Wakil   II      : Haris Sitorus 
> 
> Koordinator Departemen Perjuangan Rakyat        :
> Manik Mijil Sadmoko
> Koordinator Departemen Agitasi Propaganda       :
> Joko Purwanto
> Koordinator Departemen Hubungan Internasiona : Zely
> Ariane
> 
> Bendahara       : Yulia Evina Bhara
> 
> Di bawah ini kami sertakan Pidato Politik Ketua Umum
> KPP PRD yang baru.
> 
> Ass. Wr. Wb
> Selamat siang..........
> 
> Enam dekade, sudah enam dekade jadi negeri merdeka
> dan bebas dari kolonialisme Belanda dan Jepang.
> Dalam angan dan mimpi Sukarno serta para pemuda
> revolusioner, bangsa merdeka ini dititipkan pada
> kita, agar kemerdekaan menjadi jembatan emas bagi
> kesejahteraan dan keadilan seluruh rakyat.
> 
> Tapi maaf Bung Karno, mohon maaf kepada seluruh
> Bapak dan Ibu Bangsa, jembatan emas itu sudah kian
> rapuh, satu persatu tiangnya sudah dipatahkan. Kami
> bukannya menajdi bangsa yang semakin bebas dan gemah
> ripah loh jinawi. Kami malah semakin tidak bebas
> dari penghisapan, dari exploitation de l'homme par
> l'homme, dari dominasi kekuatan imperialisme dalam
> lapangan ekonomi, politik dan kebudayaan. Indonesia,
> bersama negara-negara Selatan lainnya, di bawah
> belenggu globalisasi neoliberal, digiring menuju
> peroses pemiskinan massal. Seluruh mimpi-mimpi
> Sukarno, Tito, Gamal Abdul Nasser dan Nehru hancur
> menghadapi kenataan bahwa negeri-negeri Selatan
> terdapat 790 juta orang kelaparan, ada 800 juta
> manusia dewasanya buta huruf, ada 654 juta orang
> yang tidak mungkin hidup lebih dari usia 40 tahun,
> ada 30.000 anak usia balita tewas setiap tahun
> karena sakit yang seharusnya dapat diobati apalagi
> dicegah, itu ebrarti kematian 21 anak tiap menit
> atau 10 anak meninggal setiap detik. Semangat Asia
> Afrika untuk kebebasan, untuk melawan kolonialisme
> dan imperialisme semakin terpinggir sebagai arsip
> sejarah.
> 
> Tentu keadaan ekonomi politik ini tidak terjadi
> begitu saja. Senyata-naytanya sejak Orde Baru hingga
> saat ini,  tak terkecuali pemerintahan SBY-Kalla,t
> elah menggadaikan sumebrdaya alam, menjual nasib
> rakyatnya hingga kedaulatannya untuk
> kepentingan-kepentingan apra pemilik modal dari
> negeri-negeri imperialis. Minyak, gas, batubara,
> emas, pasir, hutan, kaum buruh,s emuanya telah
> diserahkan kepada kehendak dan kepentingan kaum
> imperialis. Kaum imperialis minta kaum buruh diupah
> murah, maka upah murah dipaksakan sebagai yang harus
> diterima klas buruh. KPS-KPS minyak minta agar
> penjualan minyak lebih ebrorientasi ekspor, maka
> peduli setan kebutuhan energi nasional. Dalih
> Pertamina dan Pemerintah, bahwa emreka hanya mampu
> mengontrol 10% dari produksi minyak sehingga harga
> BBM harus dinaikkan adalah sungguh menyedihkan.
> Imperialis minta gas, diserahkanlah gasm tak peduli
> industri pupuk nasional mengalami krisis energi
> hingga harga pupuk harus dinaikkan dan membuat
> petani terhimpit. Rakyat harus kembali merebut
> kemerdekaan agar transformasi ekonomi politik
> mengarah pada kemajuan dan kesejahteraan. Hanya
> dengan cara ini kemerdekaan akan benar menjadi
> jembatan emas menuju kesejahteraan.
> 
> Kawan-kawan yang memenuhi ruangan ini,
> Mungkin saudara-saudara akan tertawa atau
> mengernyitkan dahi jika Pemerintah Merdeka
> dicantumkan sebagai salah satu jalan keluar dari
> bencana di republik ini. Ini bukan sebuah statement
> a historis, bukan sebuah retorika hiperbolis.
> Merdeka, merdeka dalam arti menumpukan kemajuan pada
> kemampuan dan kekuatan sendiri, dan diperjuangkan
> dalam tindakan. Merdeka, dalam arti sanggup
> memobilisasi seluruh potensi yang hidup di tengah
> masyarakat, seluruh produktivitas dalam negeri,
> mampu menggerakkan tangan, kaki dan tulang otot
> rakyat sepenuh-penuhnya, sebebas-bebasnya, sesuai
> dengan kebutuhan bangsa. Merdeka, dalam arti
> mengambil kebijakan ekonomi tanpa didikte, tanpa
> instruksi letter of intent manapun. Tanpa momok
> peringkat utang yang akan merosot dari C ke B+ dan
> dari B+  ke B dst. Mandiri, dalam arti tidak
> terbelenggu menggadaikan aset-aset bangsa demi
> melunasi cicilan pokok utang luar negeri sebesar
> 46,8 trilyun dengan bunganya 25,14 trilyun setiap
> tahunnya. Entah apa, yang ada dalam benak pemerintah
> SBY-Kalla ketika sebentar lagi BUMN sudah habis
> dijual dan krisis hutan tidak terselesaikan.
> Merdeka, dalam arti berdaulat, berarti
> berkonfrontasi dengan PM Malaysia, Ahmad Badawi,
> selama, selama majikan-majikan warga negara Malaysia
> tidak dipenjara karena tidak kunjung membayar gaji
> perempuan-perempuan dan laki-laki Indonesia, para
> TKI, darah daging kita, yang bekerja di sana.
> 
> Tuntutan merdeka bukan melebih-lebihkan, kerena dari
> sinilah pondasi, kerangka jembatan emas itu
> didirikan. Kita tidak pernah,
> sejak zaman Sukarno, punya kemampuan sendiri untuk
> meningkatkan tenaga produksi nasional dalam
> pertambangan migas, baik dari segi teknologi
> material maupun sumberdaya manusianya. Tidak pernah
> ada menteri pertambangan yang berani meninjau
> kembali Kontrak Production Sharing (KPS-KPS),
> khususnya yang akan jatuh tempo, termasuk SBY saat
> menjabat Menteri Pertambangan dan Energi. Kemampuan
> eksploitasi Pertamina nol, saya ulangi nol, yang ada
> hanya bagi hasil produksi dan penyulingan.
> 
> Mengapa Kolonel Moammar Khadafi berani, mengapa
> Jenderal SBY takut? Mengapa Kolonel Hugo Chaves
> punya nyali, sementara Jenderal SBY tak berkutik di
> hadapan kekuatan neokolonialisme? Khadafi pernah
> berseru:"kami memang sosialis, namun pertama dan
> diatas segalanya kami adalah Muslim, Allah Akbar!".
> Lalu dengan mengucap bismilah membatalkan kontrak
> sistem pertahanan udara dengan Inggris, menaikkan
> upah dua kali lipat dan menghapuskan sistem buruh
> kontrak yang diterapkan eprusahaan-perusahaan minyak
> asing. Bekerjasama dengan Irak dan Algeria, Libya
> melakukan negoisasi ulang dengan
> perusahaan-perusahaan minyak dengan tuntutan
> peningkatan harga, serta porsi yang klebih ebsar
> untuk kepentingan nasional. Negeri yang lain
> mengikuti, seperti Iran yang menaikkan pajak
> minyaknya hingga 55%, Arab Saudai melakukan
> negoisasi ulang harga dengan eprusahaan amenyak
> Aramco, demiian halnya dengan Syria dan Venezuela
> yang menuntut alokasi yang lebih. Yang oertama kali
> dilakukan oleh Hugo Chaves, presiden Venezuela
> setelah memenangkan referendum 2004 aalah
> menasionalisasi PDVSA, perusahaan minyak Venezuela.
> PDVSA menjadi milik negara, sehingga seluruh
> hasil-jhasilnya dapat dialokasikan demi kebutuhan
> mendesak rakyat, seperti pendirian Universitas
> Bolivar, kampus khusus untuk kelas menengah ke bawah
> di Caracas.
> 
> Jangan lupakan nasionalisasi oleh Sukarno, yang
> mengambil alih eprusahaan minyak Belanda dan
> Inggris! SAyangnya pengelolaanhjya diserahkan kepada
> borjuis bersenjata yang korup. Juga Castro yang
> menasionalisasi perusahaan minyak Amerika, dengan
> membayar ulang kembali sesuai harga kontraknya. Visi
> terhadap masa depan yang jelas dan keberanian
> menjadi syarat untuk menciptakan pemerintahan yang
> mdoern.
> 
> Para Bapak dan Ibu dan Kaum Prodemokrasi,
> Untuk menjadi merdeka butuh pemimpin yang visioner,
> keberanian yang banyak sekali, perlu prinsip-prinsip
> yang kukuh dan kesiapan berperang melawan Barat dan
> Jepang, dalam lapangan opini dan kebijakan.
> Keberanian ini jelas tidak dimiliki oleh SBY yang
> mantan opsir, saudagar Yusuf Kalla, apalagi Sri
> Mulyani, Aburizal Bakrie dan koleganya yang memang
> bermental pedagang dan calo ketimbang sebagai
> industrialis.
> 
> Mereka, para pendukung neoliberalisme, kalangan
> intelektual maupun pemerintah dan juga Freedom
> Institute tentu, menolak pemberian subsidi, bukan
> hanya bagi BBM tetapi juga bagi sektor-sektor
> perekonomian lainnya. Campur tangan negara dalam
> kegiatan perekonomian dianggap kontraprodukif. Saya
> akan mengutip perkataan ekonom terkemuka
> "bla..bla..bla...". tetapi Bung Chatib, Pak Widjojo,
> M Ikhsan, Pak Sadli, dkk, kami ingatkan sekali lagi:
> peran siapa yang dominan saat AS berjuang untuk bisa
> keluar dari Great Depression atau malaise pada
> 1929-1930? Negara. Saya ulangi NEGARA, yakni
> pemerintahan Franklin Delano Roosevelt, yang
> mencanangkan Roosevelt Deal, yaitu membuka lapangan
> kerja untuk seluruh rakyatnya sebagai program 100
> hari peemritnahannya. Peran siapa yang dominan saat
> program pemulihan negeri-negeri Eropa paska Perang
> Dunia II melalui Marshal Plann? Negara, dalam hal
> ini AS. Atau mungkin itu contoh yang kelewat jauh?
> Baiklah, saat belasan bank swasta Indonesia kolaps
> akibat korupsi dan pemberian kredit kelewat batas
> kepada grup-grupnya, kepada siapa para bankir
> mengemis-ngemis agar banknya disubsidi? Kepada
> pemerintah. Kepada Negara. BLBI (Bantuan Likuiditas
> Bank Indoensia), uang siapa ini? Uang kita, uang
> rakyat, hak kita,. Aburizal Bakrie menikmati subsidi
> untuk Bank Nusa yang juga kolaps, 4,2 trilyun
> dikucurkan ke Bank Nusa,dan yang dikembalikan
> Aburizal kurang dari 15%nya. Imperialis pembeli BCA
> dan bank-bank korup lainya juga turut menikmati
> subsidi ini,se tiap tahun, senilai puluhan trilyun.
> Anehnya fakta ini jarang dieprsoalkan SBY,
> kabienetnya dan para intelektual tukangnya.
> Mempunyai hak moral apa, Aburizal Bakrie mengurangi
> subsidi BBM, memamah biak dalih bahwa subsidi BBM
> merugikan rakyat miskin, dsbnya, sementara ia
> sendiri hidup dari uang subsidi?
> 
> KAwan-kawan yang setia di garis perjuangan,
> Gerakan pencabutan subsidi dan peniadaan proteksi
> dari pemerinthan SBY-Kalla adalah pahlawan kesiangan
> bagi para pendukung neoliberalisme. Mengapa? Karena
> pada saat subsidi universitas, pupuk dan BBM
> dipangkas, pada saat RS Pasar Rebo (RS pemerintah di
> Jakarta Selatan  --red) diswastakan, maka pemerintah
> Bush justru membebankan tarif hingga 30% untuk bisa
> impor ke AS. George Bush juga menandatangani RUU
> Pertanian yang baru, yang menaikkan subsidi kepada
> petani AS hingga 80% (US $ 170 milyard). Yang paling
> membuat nelongso bangsa adalah bahwa seekor sapi
> yang merumput di Uni Eropa menyimpan subsidi dalam
> perutnya sebesar US $ 2,20/hari, perhari
> saudara-saduara! Sapi-sapi itu jauh beruntung
> ketimbang nasib 2,5 milyar rakyat miskin di Selatan
> yang gajinya kurang dari US $ 2/hari, juga puluhan
> juta buruh yang upah hariannya jika dirata-rata
> masih di bawah sapi-sapi itu. Anehnya di Indonesia,
> pemerintah SBY tidak mengurangi pajak bagi para
> pengusaha besar,seperti penghapsuan Pajak Barang
> Mewah disektor minimum,sehinga perusahaan minimum
> yang besar justru diringankan bebannya. Serta
> melanjutkan kebijakan liberalisasi perdagangan.
> Sementra subdisi untuk rakyat justru dicabut. Itulah
> arti dan janji kerakyatan SBY, semasa kampanye. Maka
> kerakyatan yang semcam ini jelas harus dilawan oleh
> semua pihak yang masih punya nurani. 
> 
> Para kader PRD yang memenuhi ruangan ini,
> Kolonialise yang berkelitkelindan dengan penguasa
> feodal pribumi mewariskan banyak kerusakan, salah
> satunya mentalsitas korup dari birokrasi. Feodalsiem
> dan sistem upeti diperlukan oleh masuknya sistem
> administrasi Belanda yang merajai seluruh kehidupan
> sosial politik. Korupsi hanya nama lain dari upeti,
> di zaman Orde Baru hingga Ordenya SBY ini namanya
> diperhalus menjadi hibah. Tentang budaya yang rusak
> ini tidak pernah ada penilaian dan jalan keluar yang
> serius.
> 
> Namun, PRD perlu untuk menambahkan analisa terhadap
> persoalan korupsi ini. Benar, bahwa korupsi adalah
> kelanjutan sejarah kaum priyayi yang harus terus
> menyogok atasannya dan menginjak lapisan di abwahnya
> demi mengamankan posisi dan kemakmurannya, sperti
> Sastrokassier menyogok Asisten Residen dengan
> menjual Sanikem, anaknya sendiri, dalam novel Bimu
> Banusia karya Pramudya Ananta Toer. Benar, korupsi
> adalah soal mentalitas, juga soal kebejatan moral.
> Namun, bagi kami akar dari perilaku korup adalah
> tentang rendahnya produktivitas bangsa. Korupsi
> adalah tentang pemimpin, birokrasi dan rakyat yang
> (tidak difasilitasi) kapasitasnya untuk semakin
> produktif, ang nihil semangat untuk menghargai
> kerja, yang minim etos kerja. dalam situasi
> globalisasi saat kaum imperialis gencar-gencarnya
> menggempur dan melakukan ekspansi konsumerisme,
> dimana Indonesia hendak dijadikannya tempat melempar
> barang-barang overproduksinya, makin menjadi-jadi
> saja perilaku korup ini.
> 
> Gerakan anti korupsi saat ini sesungguhnya tidak
> menjadi gerakan massa. Di Kampus Larantuka,
> Temanggung, puluhan ribu rakyatnya berjuang keras
> menggulingkan bupatinya yang korup. Sementara di
> Kendari, Padang, Bandung, Semarang, Surabaya,
> pelamtikan anggota DPRD diserbu demonstrasi ratusan
> mahasiswa, buruh, perempuan dan kaum miskin kora.
> Kemuakan rakyat dalam menghadapi para koruptor
> terwujud dalam kekecewaan menghadapi lembeknya
> pemerintahan SBY-Kalla dalam mengatasi soal ini.
> Kebijakan-kebijakan formal: UU, Komisi ini Komisi
> itu, penerbitan Inpres, Dekrit dan sejenisnya
> terbukti tidak ebrgigi. Kami menuntut terobosan
> hukum. Pembuktian hukum terbalik untuk menyeret
> koruptor dan pembersihan birokrasi menjadi satu
> keharusan mutlak. KAmi menganggap seluruh janji SBY
> untuk menciptakan pemerintahan bersih adalah bohong,
> saat SBy menempatkan orang-orang bermasalah dalam
> kabinetnya. Karenanya kami tidak habis pikir
> terhadap kawan-kawan kami dari PKS, yang selama ini
> bersikap kritis justru bersekutu dengan SBY untuk
> program pemerintah bersih dan kerakyatannya. 
> 
> Para hadirin sekalian,
> Bagi kami, syarat utama ketulusan hati dan nait baik
> dalam segala perjuangan adalah untuk melakukan apa
> yang tidak pernah dilakukan orang lain, yaitu bicara
> dengan kejelasan mutlak, tanpa takut-takut. Kaum
> revolusioner harus menaytakan die-ide mereka dengan
> berani, mendefinisikan prinsip mereka dan
> mengekspresikan niat meeka sehingga tidak ada yang
> tertipu, baik kawan atau lawan.
> 
> PRD, sebagai partai roang-orang muda,s elalu
> menyatakan pikiran dan prinsip kami seterang
> mungkin. Bagi kami, presiden SBY telah membohongi
> rakyat.
> 
> Kami berharap pemerintah yang lebih berani, lebih
> punya harga diri dalam menghadapi neokolonialisme
> dan Orde Baru, dan SBY tidak memenuhi harapan kami.
> Kami tidak mengklaim didukung mayoritas rakyat,
> namun kami sungguh yakin cita-cita kami adalah juga
> harapan orang-orang miskin. Kami menuntut pergantian
> pemerintah SBY dengan pemerintahan persatuan para
> tokoh-tokoh kritis yang prorakyat, yang bersih dan
> konsekuen, dan bukan persatuan dari elit politik
> yang terbukti telah gagal dan tidak jujur. Kami
> menghormati pendapat sebagian orang yang menganggap
> tuntutan ini terlalu ekstrem dan tidak realistis,dan
> kami bahkan siap bekerjasama dengan orang-orang yang
> sepeuh hati. Namun itu tidak mengubah pandangan
> kami. Namun kami sangat mementingkan integritas,
> kejujuran dan komitmen para tokoh oposisi yang akan
> kami ajak untuk membangun kekuatan alternatif masa
> depan. Kami partai kiri, kami kaum sosialis, seperti
> Sukarno, seperti Amir Syarifuddin, Haji Miscbah,
> Sneevlet, Kolonel KhadafY, Romo Helder Camara, Romo
> Camillo Torres, dana banyak nama lain. Namun kami
> juga percaya sepenuhnya bahwa Nabi Muhammad dan
> Jesus Kristus diutus Tuhan ke muka bumi untuk
> mengangkat para bnudak dan kaum miskin ke tempat
> yang lebih terhormat bukan untuk melayani kaisar dan
> para petinggi Qurayis.
> 
> Revolusi Perancis, empunya revolusi demokrasi di
> seluruh dunia,d alam deklarasinya, menyampaikan
> sebuah point penting "ketika pemerintah melanggar
> hak rakyat, pemberontakan rakyat dan peren rakyat
> menjadi hal paling sakral dan menjadi suatu tugas
> wajib". Marat dan Robbespierre menyatakan ini dengan
> maksud agar sejarah memahami revolusi Perancis dan
> gerakan Jacobin sesudahnya,sebagai sebuah gerakan
> mengembalikan hak dan kedaulatan rakyat.
> 
> Kami, PRD menganggap ini adalah kewajiban kami.
> Mungkin kami adalah Don Quixote abad Milenium, yang
> gelisah ketika ketidakadilannya tak hilang juga.
> 
> Kawan-kawan yang hadir dalam ruangan ini,
> Sebagai penutup, kami Partai Rakyat Demokratik,
> tidak akan henti-hentinya menyerukan persatuan
> kepada semua kelompok dan individu yang masih
> memiliki kepedulian terhadap nasib rakyat. Hanya
> persatuan dari seluruh kelompok dan individu yang
> prorakyat miskin satu-satunya harapan bagi cita-cita
> rakyat yang merindukan pemerintahan yang bersih,
> demokratik, merdeka, kerakyatan, modern dan
> internasionalis yang akan bersolidaritas terhadap
> perjuangan rakyat tertindas di negeri lainnya.
> 
> Kami tegaskan bahwa kami akan terus berada di
> jalan-jalan, di pabrik-pabrik, di desa-desa, di
> kampung-kampung kumuh dan di semua tempat terjadinya
> kekejian kebijakan neoliberal dan pro penjajahan
> oleh asing dari pemerintah SBY tehadap rakyat di
> negeri ini. Kami juga akan terus mendatangi
> kantor-kantor pemerintah, kantor-kantor DPR dan
> istana. Tetapi kami juga siap bergandengantangan
> dengan dengan semua kelompok politik yang kritis dan
> bersih, serikat tani, serikat buruh, kelompok
> mahasiswa, agamawan, kaum intelegensia, hingga
> partai politik. Karena kami sadar, tanpa persatuan
> adalah msutahil cita-cita Rakyat Indonesia harus
> terwujud. Terakhir kami nyatakan bahwa pada hari ini
> kami meneguhkan sikap akan mempertaruhkan apapun
> yang kami miliki, untuk bersama-sama dengan seluruh
> rakyat dan bersama dengan seluruh pejuang lainnya
> untuk menggulingkan pemerintahan yang lalim,
> siapapun pemerintahannya.
> 
> 
> Salam, terimakasih
> 
> Dita Indahsari
> Ketua KPP PRD
> 
> (selain pdiato Ketua Umum, terdapat juga pidato
> Sekjend yang diberi judul "Kibarkan Panji-panji
> Perjuangan Rakyat, Bersama Rakyat Kita Rebut
> Kemerdekaan", semoga suatu hari kami dapat
> menyertakan di sini) 
>       Yahoo! Groups Sponsor 
>             ADVERTISEMENT
>            
>      
>      
> 
> 
>
--------------------------------------------------------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>   a.. To visit your group on the web, go to:
>   http://groups.yahoo.com/group/wahana-news/
>     
>   b.. To unsubscribe from this group, send an email
> to:
>   [EMAIL PROTECTED]
>     
>   c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the
> Yahoo! Terms of Service. 
> 
> 
> 


Gulingkan Pemerintahan Boneka Penjajah Asing dan Militerisme! 
Bangun Persatuan Rakyat-Bentuk Pemerintahan Persatuan Rakyat untuk Sosialisme 
Indonesia! 

Komite Pimpinan Pusat - Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD) 
Jl. Tebet Utara II No. 9 
 
Jakarta Selatan 12810 
Telp. 021-8291745


                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/ 

--- End Message ---

Kirim email ke