Walau pertemuan antara Indonesia kembali akan di lanjutkan dengan GAM di Helsinky pada 12-17 April mendatang, namun sikap membatu Indonesia belum juga mencair, khususnya pihak militer.
 
Dengan dibentuknya milisi yang diorganisir dalam unit barisan pemburu GAM maka eskalasi kekerasan semakin meningkat. Katakan saja, teror terhadap keluarga GAM. kalau sebelumnya difokuskan terhadap keluarga tokoh-tokoh GAM, sekarang malah ke semua anggota dan simpati GAM yang ditengarai punya hubungan.
 
Memang belakangan ini, belum ada anggota keluarga kami yang menjadi korban penculikan dan pengeksekuasian TNI/ Polri, namun keluarga kami sering menerima teror via telpon dan langsung didatangi rumah.
 
Operasi offensive masih belum henti di lapangan, hingga banyak orang mengatakan perang masih berlanjut di bawah meja. Penangkapan dan penahanan masih terjadi seprti yang dialami oleh Irfani (24) warga Kampug Putoe Gapui, Indrajaya, Pidie yang ditangkap pada 02 April 2005, pukul 09. 00 wib di kawasan Peukan Baro, Pidie. Korban saat itu sedang mengunjungi keluarganya di kawasan TKP, Irfan ditangkap oleh TNI (Marinir) yang berposko liar di Peukan Baro, dan ditahan di pos TNI tersebut. 
 
Pidie, 3 April 2005
Wassalam,
 
 
 
Suadi Sulaiman Laweueng
Juru Bicara TNA Wilayah Pidie.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


KPP PRD <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Note: forwarded message attached.


Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"



Date: Fri, 18 Mar 2005 18:51:39 -0800 (PST)
From: kpp prd <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fwd: Fw: Pidato Politik Pengurus KPP PRD Baru!
To: [EMAIL PROTECTED]


--- HKSIS <[EMAIL PROTECTED]>wrote:

> From: "HKSIS" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: "HKSIS-Group" <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Fw: Pidato Politik Pengurus KPP PRD Baru!
> Date: Sat, 19 Mar 2005 09:01:38 +0800
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Wahana
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Saturday, March 19, 2005 3:00 AM
> Subject: [wahana-news] Pidato Politik Pengurus KPP
> PRD Baru!
>
>
>
> Pelantikan Pengurus Baru KPP Partai Rakyat
> Demokratik
>
> Hari ini, 18 Maret 2005, KPP (Komite Pimpinan Pusat)
> Partai Rakyat Demokratik melantik pengurus KPP yang
> diperbarui setelah Ketua Umum sebelumnya, Yusuf
> Lakaseng, mengundurkan diri sebelum periode
> pemerintahannya habis. Acara tersebut diadakan di
> Ballroom Hotel Sahid, Jakarta, dan dihadiri "bung
> dan zus tua" ("Mbah" Sosro, Samsu, Sunarno, Oey Hai
> Djoen, Pramudya Ananta Toer, Ibu Sujinah, Yoesoef
> Isak, Hardoyo, Yudi, serta beberapa "bung tua" yang
> saya lupa namanya), Hariman Siregar, Rizal Ramli,
> perwakilan dari Kedutaan Cuba, perkawanan
> "segenerasi" serta komunitas dari Bogor dan
> Karawang.
> Pengurus KPP yang diperbarui ini mengibarkan "6
> Panji Kemenangan Rakyat", yakni Pemerintahan Bersih,
> Demokratis, Kerakyatan, Merdeka, Modern,
> Internasionalis.
>
> Struktur yang baru itu:
>
> Ketua Umum : Dita Indahsari
> Wakil I : Lukman Hakim
> Wakil II : Vivi Waidyawati
> Wakil IV : AJ Susmana
>
> Sekjend : Agus Priyono
> Wakil I : Danial Indrakusuma
> Wakil II : Haris Sitorus
>
> Koordinator Departemen Perjuangan Rakyat :
> Manik Mijil Sadmoko
> Koordinator Departemen Agitasi Propaganda :
> Joko Purwanto
> Koordinator Departemen Hubungan Internasiona : Zely
> Ariane
>
> Bendahara : Yulia Evina Bhara
>
> Di bawah ini kami sertakan Pidato Politik Ketua Umum
> KPP PRD yang baru.
>
> Ass. Wr. Wb
> Selamat siang..........
>
> Enam dekade, sudah enam dekade jadi negeri merdeka
> dan bebas dari kolonialisme Belanda dan Jepang.
> Dalam angan dan mimpi Sukarno serta para pemuda
> revolusioner, bangsa merdeka ini dititipkan pada
> kita, agar kemerdekaan menjadi jembatan emas bagi
> kesejahteraan dan keadilan seluruh rakyat.
>
> Tapi maaf Bung Karno, mohon maaf kepada seluruh
> Bapak dan Ibu Bangsa, jembatan emas itu sudah kian
> rapuh, satu persatu tiangnya sudah dipatahkan. Kami
> bukannya menajdi bangsa yang semakin bebas dan gemah
> ripah loh jinawi. Kami malah semakin tidak bebas
> dari penghisapan, dari exploitation de l'homme par
> l'homme, dari dominasi kekuatan imperialisme dalam
> lapangan ekonomi, politik dan kebudayaan. Indonesia,
> bersama negara-negara Selatan lainnya, di bawah
> belenggu globalisasi neoliberal, digiring menuju
> peroses pemiskinan massal. Seluruh mimpi-mimpi
> Sukarno, Tito, Gamal Abdul Nasser dan Nehru hancur
> menghadapi kenataan bahwa negeri-negeri Selatan
> terdapat 790 juta orang kelaparan, ada 800 juta
> manusia dewasanya buta huruf, ada 654 juta orang
> yang tidak mungkin hidup lebih dari usia 40 tahun,
> ada 30.000 anak usia balita tewas setiap tahun
> karena sakit yang seharusnya dapat diobati apalagi
> dicegah, itu ebrarti kematian 21 anak tiap menit
> atau 10 anak meninggal setiap detik. Semangat Asia
> Afrika untuk kebebasan, untuk melawan kolonialisme
> dan imperialisme semakin terpinggir sebagai arsip
> sejarah.
>
> Tentu keadaan ekonomi politik ini tidak terjadi
> begitu saja. Senyata-naytanya sejak Orde Baru hingga
> saat ini, tak terkecuali pemerintahan SBY-Kalla,t
> elah menggadaikan sumebrdaya alam, menjual nasib
> rakyatnya hingga kedaulatannya untuk
> kepentingan-kepentingan apra pemilik modal dari
> negeri-negeri imperialis. Minyak, gas, batubara,
> emas, pasir, hutan, kaum buruh,s emuanya telah
> diserahkan kepada kehendak dan kepentingan kaum
> imperialis. Kaum imperialis minta kaum buruh diupah
> murah, maka upah murah dipaksakan sebagai yang harus
> diterima klas buruh. KPS-KPS minyak minta agar
> penjualan minyak lebih ebrorientasi ekspor, maka
> peduli setan kebutuhan energi nasional. Dalih
> Pertamina dan Pemerintah, bahwa emreka hanya mampu
> mengontrol 10% dari produksi minyak sehingga harga
> BBM harus dinaikkan adalah sungguh menyedihkan.
> Imperialis minta gas, diserahkanlah gasm tak peduli
> industri pupuk nasional mengalami krisis energi
> hingga harga pupuk harus dinaikkan dan membuat
> petani terhimpit. Rakyat harus kembali merebut
> kemerdekaan agar transformasi ekonomi politik
> mengarah pada kemajuan dan kesejahteraan. Hanya
> dengan cara ini kemerdekaan akan benar menjadi
> jembatan emas menuju kesejahteraan.
>
> Kawan-kawan yang memenuhi ruangan ini,
> Mungkin saudara-saudara akan tertawa atau
> mengernyitkan dahi jika Pemerintah Merdeka
> dicantumkan sebagai salah satu jalan keluar dari
> bencana di republik ini. Ini bukan sebuah statement
> a historis, bukan sebuah retorika hiperbolis.
> Merdeka, merdeka dalam arti menumpukan kemajuan pada
> kemampuan dan kekuatan sendiri, dan diperjuangkan
> dalam tindakan. Merdeka, dalam arti sanggup
> memobilisasi seluruh potensi yang hidup di tengah
> masyarakat, seluruh produktivitas dalam negeri,
> mampu menggerakkan tangan, kaki dan tulang otot
> rakyat sepenuh-penuhnya, sebebas-bebasnya, sesuai
> dengan kebutuhan bangsa. Merdeka, dalam arti
> mengambil kebijakan ekonomi tanpa didikte, tanpa
> instruksi letter of intent manapun. Tanpa momok
> peringkat utang yang akan merosot dari C ke B+ dan
> dari B+ ke B dst. Mandiri, dalam arti tidak
> terbelenggu menggadaikan aset-aset bangsa demi
> melunasi cicilan pokok utang luar negeri sebesar
> 46,8 trilyun dengan bunganya 25,14 trilyun setiap
> tahunnya. Entah apa, yang ada dalam benak pemerintah
> SBY-Kalla ketika sebentar lagi BUMN sudah habis
> dijual dan krisis hutan tidak terselesaikan.
> Merdeka, dalam arti berdaulat, berarti
> berkonfrontasi dengan PM Malaysia, Ahmad Badawi,
> selama, selama majikan-majikan warga negara Malaysia
> tidak dipenjara karena tidak kunjung membayar gaji
> perempuan-perempuan dan laki-laki Indonesia, para
> TKI, darah daging kita, yang bekerja di sana.
>
> Tuntutan merdeka bukan melebih-lebihkan, kerena dari
> sinilah pondasi, kerangka jembatan emas itu
> didirikan. Kita tidak pernah,
> sejak zaman Sukarno, punya kemampuan sendiri untuk
> meningkatkan tenaga produksi nasional dalam
> pertambangan migas, baik dari segi teknologi
> material maupun sumberdaya manusianya. Tidak pernah
> ada menteri pertambangan yang berani meninjau
> kembali Kontrak Production Sharing (KPS-KPS),
> khususnya yang akan jatuh tempo, termasuk SBY saat
> menjabat Menteri Pertambangan dan Energi. Kemampuan
> eksploitasi Pertamina nol, saya ulangi nol, yang ada
> hanya bagi hasil produksi dan penyulingan.
>
> Mengapa Kolonel Moammar Khadafi berani, mengapa
> Jenderal SBY takut? Mengapa Kolonel Hugo Chaves
> punya nyali, sementara Jenderal SBY tak berkutik di
> hadapan kekuatan neokolonialisme? Khadafi pernah
> berseru:"kami memang sosialis, namun pertama dan
> diatas segalanya kami adalah Muslim, Allah Akbar!".
> Lalu dengan mengucap bismilah membatalkan kontrak
> sistem pertahanan udara dengan Inggris, menaikkan
> upah dua kali lipat dan menghapuskan sistem buruh
> kontrak yang diterapkan eprusahaan-perusahaan minyak
> asing. Bekerjasama dengan Irak dan Algeria, Libya
> melakukan negoisasi ulang dengan
> perusahaan-perusahaan minyak dengan tuntutan
> peningkatan harga, serta porsi yang klebih ebsar
> untuk kepentingan nasional. Negeri yang lain
> mengikuti, seperti Iran yang menaikkan pajak
> minyaknya hingga 55%, Arab Saudai melakukan
> negoisasi ulang harga dengan eprusahaan amenyak
> Aramco, demiian halnya dengan Syria dan Venezuela
> yang menuntut alokasi yang lebih. Yang oertama kali
> dilakukan oleh Hugo Chaves, presiden Venezuela
> setelah memenangkan referendum 2004 aalah
> menasionalisasi PDVSA, perusahaan minyak Venezuela.
> PDVSA menjadi milik negara, sehingga seluruh
> hasil-jhasilnya dapat dialokasikan demi kebutuhan
> mendesak rakyat, seperti pendirian Universitas
> Bolivar, kampus khusus untuk kelas menengah ke bawah
> di Caracas.
>
> Jangan lupakan nasionalisasi oleh Sukarno, yang
> mengambil alih eprusahaan minyak Belanda dan
> Inggris! SAyangnya pengelolaanhjya diserahkan kepada
> borjuis bersenjata yang korup. Juga Castro yang
> menasionalisasi perusahaan minyak Amerika, dengan
> membayar ulang kembali sesuai harga kontraknya. Visi
> terhadap masa depan yang jelas dan keberanian
> menjadi syarat untuk menciptakan pemerintahan yang
> mdoern.
>
> Para Bapak dan Ibu dan Kaum Prodemokrasi,
> Untuk menjadi merdeka butuh pemimpin yang visioner,
> keberanian yang banyak sekali, perlu prinsip-prinsip
> yang kukuh dan kesiapan berperang melawan Barat dan
> Jepang, dalam lapangan opini dan kebijakan.
> Keberanian ini jelas tidak dimiliki oleh SBY yang
> mantan opsir, saudagar Yusuf Kalla, apalagi Sri
> Mulyani, Aburizal Bakrie dan koleganya yang memang
> bermental pedagang dan calo ketimbang sebagai
> industrialis.
>
> Mereka, para pendukung neoliberalisme, kalangan
> intelektual maupun pemerintah dan juga Freedom
> Institute tentu, menolak pemberian subsidi, bukan
> hanya bagi BBM tetapi juga bagi sektor-sektor
> perekonomian lainnya. Campur tangan negara dalam
> kegiatan perekonomian dianggap kontraprodukif. Saya
> akan mengutip perkataan ekonom terkemuka
> "bla..bla..bla...". tetapi Bung Chatib, Pak Widjojo,
> M Ikhsan, Pak Sadli, dkk, kami ingatkan sekali lagi:
> peran siapa yang dominan saat AS berjuang untuk bisa
> keluar dari Great Depression atau malaise pada
> 1929-1930? Negara. Saya ulangi NEGARA, yakni
> pemerintahan Franklin Delano Roosevelt, yang
> mencanangkan Roosevelt Deal, yaitu membuka lapangan
> kerja untuk seluruh rakyatnya sebagai program 100
> hari peemritnahannya. Peran siapa yang dominan saat
> program pemulihan negeri-negeri Eropa paska Perang
> Dunia II melalui Marshal Plann? Negara, dalam hal
> ini AS. Atau mungkin itu contoh yang kelewat jauh?
> Baiklah, saat belasan bank swasta Indonesia kolaps
> akibat korupsi dan pemberian kredit kelewat batas
> kepada grup-grupnya, kepada siapa para bankir
> mengemis-ngemis agar banknya disubsidi? Kepada
> pemerintah. Kepada Negara. BLBI (Bantuan Likuiditas
> Bank Indoensia), uang siapa ini? Uang kita, uang
> rakyat, hak kita,. Aburizal Bakrie menikmati subsidi
> untuk Bank Nusa yang juga kolaps, 4,2 trilyun
> dikucurkan ke Bank Nusa,dan yang dikembalikan
> Aburizal kurang dari 15%nya. Imperialis pembeli BCA
> dan bank-bank korup lainya juga turut menikmati
> subsidi ini,se tiap tahun, senilai puluhan trilyun.
> Anehnya fakta ini jarang dieprsoalkan SBY,
> kabienetnya dan para intelektual tukangnya.
> Mempunyai hak moral apa, Aburizal Bakrie mengurangi
> subsidi BBM, memamah biak dalih bahwa subsidi BBM
> merugikan rakyat miskin, dsbnya, sementara ia
> sendiri hidup dari uang subsidi?
>
> KAwan-kawan yang setia di garis perjuangan,
> Gerakan pencabutan subsidi dan peniadaan proteksi
> dari pemerinthan SBY-Kalla adalah pahlawan kesiangan
> bagi para pendukung neoliberalisme. Mengapa? Karena
> pada saat subsidi universitas, pupuk dan BBM
> dipangkas, pada saat RS Pasar Rebo (RS pemerintah di
> Jakarta Selatan --red) diswastakan, maka pemerintah
> Bush justru membebankan tarif hingga 30% untuk bisa
> impor ke AS. George Bush juga menandatangani RUU
> Pertanian yang baru, yang menaikkan subsidi kepada
> petani AS hingga 80% (US $ 170 milyard). Yang paling
> membuat nelongso bangsa adalah bahwa seekor sapi
> yang merumput di Uni Eropa menyimpan subsidi dalam
> perutnya sebesar US $ 2,20/hari, perhari
> saudara-saduara! Sapi-sapi itu jauh beruntung
> ketimbang nasib 2,5 milyar rakyat miskin di Selatan
> yang gajinya kurang dari US $ 2/hari, juga puluhan
> juta buruh yang upah hariannya jika dirata-rata
> masih di bawah sapi-sapi itu. Anehnya di Indonesia,
> pemerintah SBY tidak mengurangi pajak bagi para
> pengusaha besar,seperti penghapsuan Pajak Barang
> Mewah disektor minimum,sehinga perusahaan minimum
> yang besar justru diringankan bebannya. Serta
> melanjutkan kebijakan liberalisasi perdagangan.
> Sementra subdisi untuk rakyat justru dicabut. Itulah
> arti dan janji kerakyatan SBY, semasa kampanye. Maka
> kerakyatan yang semcam ini jelas harus dilawan oleh
> semua pihak yang masih punya nurani.
>
> Para kader PRD yang memenuhi ruangan ini,
> Kolonialise yang berkelitkelindan dengan penguasa
> feodal pribumi mewariskan banyak kerusakan, salah
> satunya mentalsitas korup dari birokrasi. Feodalsiem
> dan sistem upeti diperlukan oleh masuknya sistem
> administrasi Belanda yang merajai seluruh kehidupan
> sosial politik. Korupsi hanya nama lain dari upeti,
> di zaman Orde Baru hingga Ordenya SBY ini namanya
> diperhalus menjadi hibah. Tentang budaya yang rusak
> ini tidak pernah ada penilaian dan jalan keluar yang
> serius.
>
> Namun, PRD perlu untuk menambahkan analisa terhadap
> persoalan korupsi ini. Benar, bahwa korupsi adalah
> kelanjutan sejarah kaum priyayi yang harus terus
> menyogok atasannya dan menginjak lapisan di abwahnya
> demi mengamankan posisi dan kemakmurannya, sperti
> Sastrokassier menyogok Asisten Residen dengan
> menjual Sanikem, anaknya sendiri, dalam novel Bimu
> Banusia karya Pramudya Ananta Toer. Benar, korupsi
> adalah soal mentalitas, juga soal kebejatan moral.
> Namun, bagi kami akar dari perilaku korup adalah
> tentang rendahnya produktivitas bangsa. Korupsi
> adalah tentang pemimpin, birokrasi dan rakyat yang
> (tidak difasilitasi) kapasitasnya untuk semakin
> produktif, ang nihil semangat untuk menghargai
> kerja, yang minim etos kerja. dalam situasi
> globalisasi saat kaum imperialis gencar-gencarnya
> menggempur dan melakukan ekspansi konsumerisme,
> dimana Indonesia hendak dijadikannya tempat melempar
> barang-barang overproduksinya, makin menjadi-jadi
> saja perilaku korup ini.
>
> Gerakan anti korupsi saat ini sesungguhnya tidak
> menjadi gerakan massa. Di Kampus Larantuka,
> Temanggung, puluhan ribu rakyatnya berjuang keras
> menggulingkan bupatinya yang korup. Sementara di
> Kendari, Padang, Bandung, Semarang, Surabaya,
> pelamtikan anggota DPRD diserbu demonstrasi ratusan
> mahasiswa, buruh, perempuan dan kaum miskin kora.
> Kemuakan rakyat dalam menghadapi para koruptor
> terwujud dalam kekecewaan menghadapi lembeknya
> pemerintahan SBY-Kalla dalam mengatasi soal ini.
> Kebijakan-kebijakan formal: UU, Komisi ini Komisi
> itu, penerbitan Inpres, Dekrit dan sejenisnya
> terbukti tidak ebrgigi. Kami menuntut terobosan
> hukum. Pembuktian hukum terbalik untuk menyeret
> koruptor dan pembersihan birokrasi menjadi satu
> keharusan mutlak. KAmi menganggap seluruh janji SBY
> untuk menciptakan pemerintahan bersih adalah bohong,
> saat SBy menempatkan orang-orang bermasalah dalam
> kabinetnya. Karenanya kami tidak habis pikir
> terhadap kawan-kawan kami dari PKS, yang selama ini
> bersikap kritis justru bersekutu dengan SBY untuk
> program pemerintah bersih dan kerakyatannya.
>
> Para hadirin sekalian,
> Bagi kami, syarat utama ketulusan hati dan nait baik
> dalam segala perjuangan adalah untuk melakukan apa
> yang tidak pernah dilakukan orang lain, yaitu bicara
> dengan kejelasan mutlak, tanpa takut-takut. Kaum
> revolusioner harus menaytakan die-ide mereka dengan
> berani, mendefinisikan prinsip mereka dan
> mengekspresikan niat meeka sehingga tidak ada yang
> tertipu, baik kawan atau lawan.
>
> PRD, sebagai partai roang-orang muda,s elalu
> menyatakan pikiran dan prinsip kami seterang
> mungkin. Bagi kami, presiden SBY telah membohongi
> rakyat.
>
> Kami berharap pemerintah yang lebih berani, lebih
> punya harga diri dalam menghadapi neokolonialisme
> dan Orde Baru, dan SBY tidak memenuhi harapan kami.
> Kami tidak mengklaim didukung mayoritas rakyat,
> namun kami sungguh yakin cita-cita kami adalah juga
> harapan orang-orang miskin. Kami menuntut pergantian
> pemerintah SBY dengan pemerintahan persatuan para
> tokoh-tokoh kritis yang prorakyat, yang bersih dan
> konsekuen, dan bukan persatuan dari elit politik
> yang terbukti telah gagal dan tidak jujur. Kami
> menghormati pendapat sebagian orang yang menganggap
> tuntutan ini terlalu ekstrem dan tidak realistis,dan
> kami bahkan siap bekerjasama dengan orang-orang yang
> sepeuh hati. Namun itu tidak mengubah pandangan
> kami. Namun kami sangat mementingkan integritas,
> kejujuran dan komitmen para tokoh oposisi yang akan
> kami ajak untuk membangun kekuatan alternatif masa
> depan. Kami partai kiri, kami kaum sosialis, seperti
> Sukarno, seperti Amir Syarifuddin, Haji Miscbah,
> Sneevlet, Kolonel KhadafY, Romo Helder Camara, Romo
> Camillo Torres, dana banyak nama lain. Namun kami
> juga percaya sepenuhnya bahwa Nabi Muhammad dan
> Jesus Kristus diutus Tuhan ke muka bumi untuk
> mengangkat para bnudak dan kaum miskin ke tempat
> yang lebih terhormat bukan untuk melayani kaisar dan
> para petinggi Qurayis.
>
> Revolusi Perancis, empunya revolusi demokrasi di
> seluruh dunia,d alam deklarasinya, menyampaikan
> sebuah point penting "ketika pemerintah melanggar
> hak rakyat, pemberontakan rakyat dan peren rakyat
> menjadi hal paling sakral dan menjadi suatu tugas
> wajib". Marat dan Robbespierre menyatakan ini dengan
> maksud agar sejarah memahami revolusi Perancis dan
> gerakan Jacobin sesudahnya,sebagai sebuah gerakan
> mengembalikan hak dan kedaulatan rakyat.
>
> Kami, PRD menganggap ini adalah kewajiban kami.
> Mungkin kami adalah Don Quixote abad Milenium, yang
> gelisah ketika ketidakadilannya tak hilang juga.
>
> Kawan-kawan yang hadir dalam ruangan ini,
> Sebagai penutup, kami Partai Rakyat Demokratik,
> tidak akan henti-hentinya menyerukan persatuan
> kepada semua kelompok dan individu yang masih
> memiliki kepedulian terhadap nasib rakyat. Hanya
> persatuan dari seluruh kelompok dan individu yang
> prorakyat miskin satu-satunya harapan bagi cita-cita
> rakyat yang merindukan pemerintahan yang bersih,
> demokratik, merdeka, kerakyatan, modern dan
> internasionalis yang akan bersolidaritas terhadap
> perjuangan rakyat tertindas di negeri lainnya.
>
> Kami tegaskan bahwa kami akan terus berada di
> jalan-jalan, di pabrik-pabrik, di desa-desa, di
> kampung-kampung kumuh dan di semua tempat terjadinya
> kekejian kebijakan neoliberal dan pro penjajahan
> oleh asing dari pemerintah SBY tehadap rakyat di
> negeri ini. Kami juga akan terus mendatangi
> kantor-kantor pemerintah, kantor-kantor DPR dan
> istana. Tetapi kami juga siap bergandengantangan
> dengan dengan semua kelompok politik yang kritis dan
> bersih, serikat tani, serikat buruh, kelompok
> mahasiswa, agamawan, kaum intelegensia, hingga
> partai politik. Karena kami sadar, tanpa persatuan
> adalah msutahil cita-cita Rakyat Indonesia harus
> terwujud. Terakhir kami nyatakan bahwa pada hari ini
> kami meneguhkan sikap akan mempertaruhkan apapun
> yang kami miliki, untuk bersama-sama dengan seluruh
> rakyat dan bersama dengan seluruh pejuang lainnya
> untuk menggulingkan pemerintahan yang lalim,
> siapapun pemerintahannya.
>
>
> Salam, terimakasih
>
> Dita Indahsari
> Ketua KPP PRD
>
> (selain pdiato Ketua Umum, terdapat juga pidato
> Sekjend yang diberi judul "Kibarkan Panji-panji
> Perjuangan Rakyat, Bersama Rakyat Kita Rebut
> Kemerdekaan", semoga suatu hari kami dapat
> menyertakan di sini)
> Yahoo! Groups Sponsor
> ADVERTISEMENT
>
>
>
>
>
>
--------------------------------------------------------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
> a.. To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/wahana-news/
>
> b.. To unsubscribe from this group, send an email
> to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the
> Yahoo! Terms of Service.
>
>
>


Gulingkan Pemerintahan Boneka Penjajah Asing dan Militerisme!
Bangun Persatuan Rakyat-Bentuk Pemerintahan Persatuan Rakyat untuk Sosialisme Indonesia!

Komite Pimpinan Pusat - Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD)
Jl. Tebet Utara II No. 9

Jakarta Selatan 12810
Telp. 021-8291745



__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/


Do you Yahoo!?
Better first dates. More second dates. Yahoo! Personals

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam II D No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax:+62 21 8292842

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke