Maaf kalau sudah pernah membacanya ...
--- lina alwi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> To: [EMAIL PROTECTED]
> From: lina alwi <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Tue, 29 Mar 2005 01:21:44 -0800 (PST)
> Subject: [alumni_ftui] Aku biasa-biasa saja
>
> > -----------
> Aku Biasa - Biasa Aja !
>
> Tahukah anda, apa yang paling dibanggakan orang tua
> dari anak-anaknya? Boleh jadi adalah kecerdasan
> scholastic, seperti matematika, bahasa, menggambar
> (visual), musik (musical), dan olahraga
> (kinestetik). Tetapi, pernahkah kita membanggakan
> jika anak kita memiliki kecerdasan moral, kecerdasan
> intrapersonal, atau kecerdasan interpersonal?
>
> Rasanya jarang, sebab ketiga kecerdasan yang
> terakhir hampir pasti uncountable, tidak bisa
> dihitung, dan sayang sekalin tidak ada pontennya
> (nilainya) di sekolah, karena di sekolah hanya
> memberikan penilaian kuantitatif.
>
> Adasebuah cerita tentang seorang anak, sebut saja
> namanya Fani (6,5 tahun), kelas I SD. Ia memiliki
> banyak sekali teman. Dan ia pun tidak bermasalah
> harus berganti teman duduk di sekolahnya. Ia juga
> bergaul dengan siapa saja di lingkungan rumahnya.
> Ada satu hal yang menarik saat ia bercerita tentang
> teman-temannya.
>
> "Bu, Ifa pinter sekali lho, Bu...! Pinter
> Matematika, Bahasa Indonesia, Menggambar ....
> pokoknya pinter sekali....!" katanya santai. Vivi
> juga pintar sekali menggambar, gambarnya bagus
> ...sekali! Kalau si Yahya hfalannya banyaaak...
> sekali!"
>
> Ya memang fani senang sekali membanggakan
> teman-temannya. Ketika mendengar celoteh anaknya
> ibunya tersenyum dan bertanya, " Kalau mbak Fani
> pinter apa?" Ia menjawab dengan cengiran khasnya,"
> Hehehe...kalau aku, sih, biasa-biasa saja".
>
> Jawaban itu mungkin akan sangat biasa bagi anda,
> tetapi ibunya tertegun, karena pada dasarnya fani
> memang demikian. Ia biasa-biasa saja untuk ukuran
> prestasi scholastic.
>
> Tapi coba kita dengarkan apa cerita gurunya, bahwa
> Fani sering diminta bantuannya untuk membimbing
> temannya yang sangat lamban mengerjakan tugas
> sekolah, mendamaikan temannya yang bertengkar.
>
> Bahkan ketika dua orang adiknya, Farah (4,5 tahun )
> dan Fadila (2,5 tahun)
> bertengkar. Fani langsung turun tangan. "Sudah..!
> sudah, Dek! sama saudara
> tidak boleh bertengkar, Hayo tadi siapa yang
> mulai?" Adiknya saling tunjuk."Hayo, jujur ...Jujur
> itu disayang Allah..! Sekarang salaman ya... saling
> memaafkan".
>
> Pun ketika suatu hari ia melihat baju-baju bagus di
> toko, dengarlah komentarnya! "Wah bajunya
> bagus-bagus ya Bu? Aku sebenarnya pengin, tapi
> bajuku dirumah masih bagus-bagus, nanti saja kalau
> sudah jelek dan Ibu sudah punya rezeki, aku minta
> dibelikan ..." Ibunya pun tak kuasa menahan air
> matanya, subhanallah anak sekecil itu sudah bisa
> menunda keinginan, sebagai salah satu ciri
> kecerdasan emosional.
>
> Saya sebenarnya ingin berbagi cerita tentang ini
> kepada anda, karena betapa banyak dari kita yang
> mengabaikan kecerdasan-kecerdasan emosional seperti
> itu. Padahal kita tahu dalam setiap tes penerimaan
> pegawai, yang lebih banyak diterima adalah orang
> yang mempunyai kecerdasan emosional walaupun dari
> sisi kecerdasan scholastic adalah BIASA-BIASA SAJA.
>
> Kadang kita merasa rendah diri manakala anak kita
> tidak mencapai ranking sepuluh besar disekolah.
> Tetapi herannya, kita tidak rendah diri manakala
> anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang egois,
> mau menang sendiri, sombong, suka menipu atau tidak
> biasa bergaul.
>
> Maka ketika Fani mengatakan "AKU BIASA-BIASA SAJA",
> maka saat itu ibunya
> menjawab "Alhamdulillah, mbak Fani suka menolong
> teman-teman, tidak sombong, mau bergaul dengan
> siapa saja. Itu adalah kelebihan mbak Fani,
> diteruskan dan disyukuri ya..?" Ya... ibunya ingin
> mensupport dan memberikan reward yang positif bagi
> Fani. Karena kita tahu anak-anak kita adalah amanah
> dan suatu saat amanah itu akan diambil dan
> ditanyakan bagaimana kita menjaga amanah.
>
> Sebagaimana doa kita setiap hari agar anak-anak
> menjadi penyejuk mata dan hati. Sudahkah kita
> mencoba untuk menggali potensi-potensi kecerdasan
> emosional anak-anak kita? Kalau belum mulailah dari
> diri kita, saat ini juga.
>
>
>
>
>
> Harlina R. Koestoer
>
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/
JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jaker/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/