Kiriman dari Magis HUbes
 
Spt di kebanyakan negara ex-BlokTimur dulu, Cekopun tidak lepas dari perlombaan "mengejar" Barat. Dan yang kelihatannya paling mudah dikejar, memang dari segi "hiburan", spt perlombaan rupa-rupa Miss, Super Star, etc. Antara lain juga perlombaan mencari Orang Terbesar di sejarah Ceko.

Dan disini terlihat keunikan masyarakat Ceko. Tiga abad dibawah dynasti Habsburg, kemudian jaman "Republik I" - 1918-1939 - yang secara nostalgia dianggap sebagai jaman "keemasan", paling tidak utk sebagian kaum intelektual Cekoslowakia. Kemudian masa okupasi Nazi Jerman, dan masa berkuasanya Partai Komunis Cekoslowakia dari Februari 1948 - Desember 1989. Kurun waktu ini utk sebagian kaum intelektual Cekoslowakia dianggap sbg jaman kegelapan, jaman tanpa kebebasan.

Kalau literatur Arab (Persi ?) mengenal Abunawas, di negeri kita Pak Pandir atau di Sunda ada Si Kabayan, Cekoslowakia mengenal Svejk. Protagonist -protagonist begini biasanya digambarakan sbg orang yang pikirannya (sangat) sederhana, ingat saja Pak Pandir, walau dilihat dari segi filosofi mempunyai nilai tersendiri.
The Good Soldier Svejk, karya Jaroslav Hasek, sampai sekarang dianggap salah satu literatur anti kekerasan (anti peperangan) terbaik di dunia, yang diterjemahkan praktis kebanyak bahasa di dunia. Hasek sendiri semasa hidupnya merupakan pengkritik keras system masyarakat (kapitalis) jaman Masaryk.

Tokoh Svejk, orang biasa dengan lutut-reumatiknya, yang hidupnya tumbal balik dari penjualan anjing, baik secara "halal" atau sebaliknya, merupakan gambaran kehidupan orang biasa dijaman kekuasaan Habsburg. Dan ini, tokoh Svejk ini, puluhan tahun menjadi symbol resistensi masyarakat Cekoslowakia. Tokoh dari bawah, tokoh orang bawah. Utk sebagian masa intelektual Ceko, tokoh kerakyatan begini terasa sbg karikatur yang tidak secara keseluruhan menggambarkan jiwa Ceko(slowakia). Bangsa yang melahirkan genius-genius spt Jan Amos Komensky, yang systim pendidikannya sampai sekarang praktis menjadi dasar dari pendidikan modern, atau Jan Hus, reformator Kristiani jauh sebelum Martin Luther, biolog Gustav Mendel, Bedrich Smetana atau Antonin Dvorak dibidang musik - masa cuma mempunyai si Svejk yang "blo'on". Keluarlah Jara Cimrman "the hidden Czech genius". Tokoh yang all round, semua tahu, semua bisa, utk setiap problem pasti mempunyai jalan keluar yang ideal. Cuma . . . selalu terlambat !

Ini juga salah satu gambaran typis watak Ceko. Negara kecil ditengah-tengah Eropah, bangsa yang jumlahnya dibandingkan tetangga-tetangganya tidaklah seberapa, karenanya utk bisa survive harus lebih mengandalkan "kepala" dari pada "kepalan". Bangsa yang praktis "bisa" hidup dijaman apapun. Misalnya saja anekdot jaman berkuasanya Partai Komunis. Menjawab pertanyaan berapa banyak pendukung rezim - 15 juta. Yang anti rezim - 15 juta. Waktu itu jumlah penduduk Cekoslowakia keseluruhannya 15 juta !

Jara Cimrman cuma salah satu dari "tokoh" yang diusulkan dalam pencarian ini. Tokoh imaginer lainnya selain Svejk, juga misalnya . . . Ferda Mravenec (Ferda si semut), Brouk Pytlik (Si Kumbang Gendut), Hurvinek atau Rumcajs, tokoh-tokoh dari dunia ceritera anak-anak.

Percuma saja hari yang berlalu tanpa humor, tanpa tertawa . . . salah satu motto masyarakat  Ceko. Kapan kita bisa menerapkan motto begini ?

Wassalam,
HUbes

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam II D No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax:+62 21 8292842

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke