Date: Mon, 11 Apr 2005 02:53:06 -0700 (PDT)
 From: Mira Wijaya Kusuma <[EMAIL PROTECTED]>
 Subject: [AXIE NEWS] detikcom - Korban Peristiwa
 1965 Minta Soeharto Diadili
 
 Source:

ttp://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/04/tgl/11/time/134116/idnews/338586/idkanal/10
 
  
 
 detikcom - Korban Peristiwa 1965 Minta Soeharto Diadili
 
 Reporter: Astrid Felicia Lim
 
    detikcom - Jakarta, Sekitar 20 orang korban pelanggaran HAM Peristiwa 1965 
dari Sumut mendatangani Gedung MPR/DPR. Mereka menuntut agar UU Komisi 
Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) dicabut sampai sejarah G30S PKI diluruskan.
 
 Para korban yang tergabung dalam Komite Aksi Korban Pelanggaran HAM Peristiwa 
'65 Sumut menggelar aksinya di lobi Gedung Nusantara III MPR/DPR, Jl. Gatot  
Soebroto, Jakarta, Senin, (11/4/2005).
 
 Sebagian besar korban 19965 ini berusia di atas 60 tahun. Mereka membawa 
poster yang antara lain bertuliskan UU KKR = Cuci Tangan Penjahat HAM, Cabut
 
 UU KKR, dan Adili Soeharto Dalang Pembantaian Rakyat Indonesia 1965.
 
 Koordinator Komite bernama Jiman Karo-karo mengatakan, tuntutan mereka antara 
lain agar sejarah Indonesia diluruskan dan semua pihak yang sesungguhnya 
bertanggung jawab atas peristiwa 1965 tersebut diadili.
 
 "Terutama adili Soeharto sebagai pihak yang sangat bertanggung jawab atas 
peristiwa pembantaian massal jutaan rakyat Indonesia tahun 1965-1968," tegas 
Jiman.
 
 Selain itu, mereka juga mendesak agar pemerintah mencabut UU No.27/2004 
tentang KKR karena bertentangan dengan konstitusi dan tidak memberi keadilan 
terhadap
 korban 1965.
 
 Dia juga menyampaikan sejumlah data mengenai ketidakadilan yang dialami 
sekitar 600 ribu korban peristiwa 1965 di Sumut, antara lain, perampasan tanah  
hak milik, pemecatan tanpa syarat, pembunuhan dan pemerkosaan, narapidana 
politik dan orang hilang.
 
 Sayangnya, para korban dari Medan ini gagal menemui pimpinan DPR maupun 
pimpinan MPR, meskipun pendamping mereka dari PBHI PEC dan Lembaga Bantuan 
Hukum dan Advokasi Rakyat Sumut sudah berusaha melobi humas dan sekretariat 
MPR/DPR.
 
 Mereka ditolak dengan alasan, pimpinan DPR tidak berada di tempat dan pimpinan 
MPR sedang ada acara lain. Hal ini membuat mereka lalu meneriakkan protes.
 
 "Buat apa kita datang jauh-jauh kalau tidak didengar.
 DPR bukan Dewan perwakilan Rakyat, tapi Dewan Penipu Rakyat," seru mereka.(umi)





JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat: 
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia 
telp/fax: +62218292842
email:[EMAIL PROTECTED]

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!" 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jaker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke