UNDANGAN Diskusi dan Peluncuran Buku Nuku Soleiman

U  N  D  A  N  G  A  N
Diskusi dan Peluncuran Buku
In Memoriam Nuku Soleiman: RAGU-RAGU PULANG SAJA !
Senin, 23 Mei 2005 pukul 14.00 sd 17.00wib
di Jakarta Media Center � Gedung Dewan Pers
Jalan Kebon Sirih no 17
Jakarta Pusat

Konfirmasi:
-       Yoseph Rizal (085691443260)
-       Baharuddin (081514304043)

=============================================
DR. Adnan Buyung Nasution : Dengan bangga dan tulus ikhlas saya harus 
mengatakan, Nuku Soleiman telah mengambil dan melakukan peranannya 
yang amat efektif pada jamannya sebagai bumbu dari perjuangan yang 
kita lakukan bersama. Perjuangan saat itu tanpa dia akan hambar 
rasanya. 
Dalam menyikapi berbagai persoalan, aktivis PIJAR selalu tampil 
dengan begitu berani, nekad, dan revolusioner radikal. Meski 
demikian, tak bisa saya pungkiri, ada sedikit kekhawatiran pada diri 
saya melihat sikap mereka yang terlalu berani, terlalu nekad, terlalu 
revolusioner radikal tersebut. Karena menurut saya, tidak selamanya 
kita harus revolusioner radikal melulu dalam bertindak. Ibarat 
bermain layang-layang, pasti ada tarik ulurnya. Kita tidak bisa 
kencang terus, karena pasti akan putus. Tapi PIJAR - kesan saya waktu 
itu - tidak demikian. PIJAR kencang terus.


Prof. DR. Deliar Noer : Secara lahiriah penyakit inilah yang 
membawanya kepada maut. Tetapi kita juga sadar bahwa bukan hanya 
orang sakit yang bisa meninggal, tetapi juga orang yang sehat. Waktu, 
cara, dan tempat merupakan kekuasaan Allah semata dan juga rahasia 
Allah pula. Tetapi Nuku � dan ini perlu kita catat � dengan caranya 
sendiri adalah seorang pejuang. Ia ingin menegakkan Indonesia yang 
adil makmur, sejahtera lahir dan batin, dengan disertai persaudaraan 
yang penuh antar semua warga negara. Ia juga peduli dengan ajaran 
Islam, karena memang ajaran ini menyuruh pengikutnya cinta kepada 
tanah air, dan cinta kepada saudara sebangsa dan menyuruh berusaha 
untuk turut memberikan sumbangan bagi kebahagian saudara sebangsa, 
malah juga seluruh umat manusia.


Permadi SH : Nuku adalah sosok pejuang yang sangat konsisten dan 
konsekwen dalam perjuangannya. Tidak pernah neko-neko. Dibandingkan 
tokoh-tokoh demonstrasi lainnya yang tiba-tiba menjadi kaya, hidup 
Nuku sangat sederhana. Hidupnya yang "lontang lantung" sangat 
memprihatinkan. Tapi itu tidak membuatnya berkompromi dengan 
kekayaan. Hingga akhir khayatnya Nuku tidak pernah terkooptasi oleh 
kekuasaan. Karena semangat Nuku dalam berjuang adalah semangat tak 
mau berkompromi. Semangatnya sangat menggebu-gebu, meskipun saat 
sedang sakit. 
Sebagai seorang aktivis, sifatnya yang terlalu tidak mau berkompromi 
merupakan kelebihan sekaligus menjadi kelemahan Nuku. Banyak yang 
menasihatinya agar dia bisa bermain "cantik". Tapi Nuku selalu nggugu 
karepe dewe. Tapi itulah Nuku.


dr.Hariman Siregar : Orang  yang berani, tegas, memiliki idealisme 
yang besar, jujur, dan sederhana seperti Nuku akan sangat sulit hidup 
dalam suasana yang penuh kompromistis. Dalam situasi seperti itu, 
sosok seperti Nuku laksana mutiara di tengah-tengah tumpukan pasir. 
Dalam setiap situasi perjuangan, orang-orang seperti Nuku sangat 
dibutuhkan. Dia pribadi yang sadar akan apa yang diperbuatnya, apa 
yang dia maui, mau menjadi apa dan kemana arah tujuan dia melangkah. 
Apakah kita mau menjadikan orang seperti Nuku sebagai contoh ideal 
kita, dengan segala resikonya ? Atau, kita akan menganggap orang 
seperti Nuku sebagai pejuang yang konyol dan juga mati konyol ? Atau, 
kita akan menganggap pejuang yang berhasil adalah mereka yang 
mengendarai Mercedez atau mereka yang duduk menjadi anggota DPR. 
Mereka-mereka inikah yang pantas dijadikan obsesi kita dalam 
berjuang ?
Dalam situasi perjuangan reformasi saat ini, saya beranggapan kita 
harus kembali kepada filosofi yang selama ini dipegang dan dijalankan 
oleh Nuku. Mungkin orang akan menganggap Nuku sebagai manusia konyol, 
tapi bagi saya dia adalah anak muda yang idealis. Tanpa manusia yang 
penuh dengan keberanian, jujur, tegas, memiliki idealisme yang besar, 
dan sederhana, seperti Nuku, akan sulit bagi kita untuk menggerakkan 
reformasi ke arah yang kita inginkan dan cita-citakan bersama. 


DR. Rizal Ramli :  Hingga akhir hayatnya, saya memandang Nuku sebagai 
sosok yang masih terus mencari bentuk. Jiwanya selalu bergolak. Dia 
orang yang selalu gelisah. Gelisah dan tidak bahagia karena melihat 
Indonesia tidak mengalami kemajuan yang berarti buat rakyatnya. 
Kegelisahan itu menjadi pemicu semangatnya untuk terus mendobrak 
kebekuan dan melakukan perubahan.
Teguh terhadap prinsip, idealisme yang besar, keberanian, rasa 
kesetiakawanan yang tinggi dan konsistensi terhadap perjuangan. 
Itulah benang merah yang bisa kita tarik dari sosok Nuku Soleiman. 
Saya sangat menghargai Nuku dengan segenap karakternya tersebut. Dan, 
saya kira hal-hal itu juga yang membuat banyak pihak sangat 
menghargai Nuku. Sifat-sifat itu juga yang menjadikan kawan-kawan 
Nuku tidak akan pernah bisa melupakannya.

===========================================================







JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat: 
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia 
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!" 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jaker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke