PULANG KE MANA ?
Usianya sudah kepala tiga lebih beberapa, tapi belum berkeluarga,
dan keluarganya yang 'lama' (di)habis(i). Dan sekarang ia sedang
terdampar dalam sesuatu keramaian Hari Raya Agama yang tidak
menyentuh-nyentuh hati amat serta penuh dengan orang-orang
mengunjungi keramaian itu namun dengan maksud-maksud yang lain dan
maksud-maksud lain itu tak lain adalah semacam sebutlah; kebusukan
hati dunia yang tak berujung pada kebahagiaan.
Namun tak masalah baginya dengan berbagai hati dunia busuk-wangi; ia
di situ, karena ia sudah kepala tiga lebih beberapa dan
sebatangkara.
Ia pun sedang berada di tempat pinggiran saja dari keramaian itu
yang berantre mobil-mobil. Dengan uang tak seberapa, nongkrong makan
namun bukan sebab lapar, melainkan sebab ingin benar Ia berbagi.
Ini bukannya warung makan dengan waitress, "Sugeng Rawuh �", cuma
sebuah meja kecil dengan panci-panci, tenggok nasi, setumpuk daun
pisang, tikar, anglo, teplok, duduk lesehan, ...
Nasi srundeng, lodeh kluwih. Penjualnya perempuan setengah baya dan
terus-terang lumayan cantiknya dan garis belahan dadanya kelihatan
spontan wajar, membelah dua gundukan berwarna sawo matang dan
kencang dan seakan menyembul-nyembul. Dia adalah jenis yang bersuami
tak setia.
Tak ada orang lain, hanya berdua, karena mereka bukan orang kaya.
Dan belahan dada orang-orang kaya adalah untaian kalung mas macam
jalur teratur lewat anggun, berbelok ke kiri, berbelok ke kiri lagi
lalu ke kanan 100an meter, lalu ke kanan lagi; ABG kaya nongkrong,
papa-mama tancap ke resepsi Hotel H.
Dan waktu pun terus berjalan. Lupa, ingat, samar-samar � Suap demi
suap menjadi perjalanan teramat panjang teramat melelahkan, mencari
yang tak kunjung ketemu dan jika ketemu, gamang; inikah yang
dicari ?
Dan celakanya waktu yang dihabiskan untuk mencari-cari jawaban
adalah membiarkan rejeki lewat disambari orang yang cuek dengan
pertanyaan-pertanyaan �
Habis sepiring, dibayar, uang kembalian dengan kerlingan ngelangut;
sepi bertransaksi dengan sepi � Tidak. Jangan � Kita mari berbagi �
Dan ia pun habis terbagi-bagi di bawa pulang masing-masing.
Dalam habis-habisan, Ia mau pulang; pulang ke mana gerangan ? Semua
rumah miliknya orang. Ia pingin rumah yang bukan milik orang.
Sesungguhnya Ia ingin yang bukan milik siapa saja.
JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jaker/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/