TUHANKU SEORANG KOMPUTER GENERASI X // KOMPUTERKU TERKONEKSI KE
INTERNET // KUKLIK SITUS IDEOLOGI MASYARAKAT INFORMASI // AKU
DIJERAT JARINGAN DUNIA MAIN-MAIN VIRTUAL INTERAKTIF // ESCAPE //
X // E R R O R // I N // R E A D I N G // X - F I L E ... //
REALITAS // BIP ... BIP ... BIP // Aku menjadi x-file ... AKU
MENJADI X-FILE !!!
Tuhanku seorang komputer generasi paling akhir dan terakhir sebab
sesudahnya pastilah jika kiamat itu memang benar-benar ada dan pasti
terjadi, maka kiamatlah. Dan sesudah kiamat, tak butuh lagi komputer
untuk tuhan yang lebih akhir lagi.
Tapi ini semua bukan berlaku untuk segala lapisan dan kalangan
masyarakat, sebab orang-orang miskin - terutama orang-orang miskin
yang giat bekerja, setiakawan serta berprinsip sederhana tak butuh
cerita-cerita omong kosong yang hanya akan muncul di benak orang-
orang malas dan serba kecukupan dengan cara menjadi parasit
prestisius dalam sistim-sistim kerja.
Kalaupun bukan omong kosong juga, bisa sebut saja cerita nyata dari
alam lain. Jadi cerita ini hanya untuk orang malas diwaktu
sengganynya, sebab waktu sibuknya adalah hanya kerajinan menipu
pekerjaan orang-orang giat.
Demikianlah, tapi segala sesuatu yang sifatnya kepercayaan dan
keyakinan sepenuh-penuhnya akan barang suatu hal apalagi iman memang
tak bisa dipaksa untuk muncul, juga rekayasa jika yang kita
maksudkan adalah salah satu spektrum dari kebebasan eksistensial
yang otentik.
Hal ini barangkali, 1 % bersifat kemunafikan, sementara yang 99 %
adalah semacam perjodohan antara kebutuhan akan keyakinan dan
kepercayaan dasariah dengan katakanlah animisme-dinamisme-panteisme-
sinkretik yang mengandung dualisme paradoksal antara sumber
eksternal dan mekanisme proyeksi.
Jika pun tindakan dibuat-buat itu berhasil, tentunya hanya pada
wacana kulitnya saja tanpa makna substansial. Bagaimana bisa
mengontrol status di kedalaman hati, sementara imaterialnya
kekuasaan hanya baru sampai pada tahap megalomania?
Maka begitulah yang terjadi. Sudah sejak dulu-dulu setiap orang
berusaha meyakinkanku dengan jalan apa pun, agar aku menganut agama
tertentu. Joni Hindu, Joni Buda, Joni Islam, Joni Kristen, Joni
Sinto, Joni Kong Hu Cu, Joni Kebatinan, Joni Berhala �
Semuanya telah datang padaku. Bahkan membawa api neraka, anggur
surga serta pahala berhala segala.
Tapi aku tak bergeming. Atau setidaknya bertuhan, seperti yang
disarankan Joni Tauhid ? Tetap saja aku berkukuh. Apa sebab ?
Ceritanya panjang, namun baiklah kukilas-balik secara sekilas saja.
Inti-intinya saja di dalam riwayatku yang membuat (sampai) sekarang
aku ogah bertuhan.
Dulu aku tergolong pada umat manusia penyembah tuhan seperti
beberapa tuhan umum milik seumumnya umat manusia. Bahkan lebih dari
sekedar golongannya mereka yang merasa sepotong KTP adalah kartu pas
ke sorga. Aku termasuklah mereka yang alim.
Karena agamaku adalah O, maka segala segi hidupku mati-matian kujaga
tetap dalam koridor kredo iman O-ku. Menjalankan perintah - menjauhi
larangan tuhan O adalah prinsip dasar.
Memang aku miskin dan agak aneh juga seorang miskin sepertiku dulu
bisa punya (banyak) waktu untuk melakukan hal-hal ketuhanan yang tak
membikin sandang-panganku jadi lebih baik.
Tapi tak masalah. Kitab Suci O gratis. Tempat ibadah O juga. Dan
orang miskin mendapat jaminan nanti pasti masuk sorga O. Yang juga
gratis. Maka meski miskin aku beriman.
Ini semua sampai suatu ketika seorang Joni Komunis menemuiku. Ia tak
banyak berkotbah seperti laiknya pengikut-pengikut tuhan yang hampir
selalu artinya adalah tukang-tukang kotbah itu.
Dan hanya satu kalimatnya saja yang terlontar dan itu sangat masuk
ke hatiku : bahwa Orang Bijak Memahami Hidup. Revolusioner Mengubah
Hidup.
Memang hanya sekalimat, tapi hanya dengan satu kalimat itu pula maka
jadilah aku komunis. Bahkan dalam waktu singkat aku pun menjadi
pengurus partai komunis tingkat kecamatan.
Satu tahun kemudian terjadi pergolakan politik di negri ini. Kami
terlibat dalam pusarannya dan menjadi pihak yang tergulung, kalah.
Banyak sekali dari kami yang dihabisi.
Aku adalah salah satu dari segelintir dua yang bisa lolos dari
reaksioner pembabatan komunisto pobi; berkat apa ? Berkat Komputer !
Sebabnya adalah komputerku punya akses internet.
Dan dengan internet aku bisa berkontak dengan seorang super hero.
Dan dia adalah satu-satunya super hero yang anti kapitalis. Namanya
seperti julukan untuk salah sebuah kleb sepak bola kapitalis di
Inggris; Red Devil.
Dan Kawanku Red Devil ini menyelamatkanku dari pembantaian kaum
komunis di negri ini secara virtual realisme sosial.
II
Di penghujung sejarah masyarakat lama, saat aku dan penyelamatku ini
duduk-duduk di teras virtual sejarah masyarakat baru, barulah
teringatkan olehku bahwa aku belumlah menyampaikan sesuatu terima
kasih padanya.
Maka di kesempatan itu kuutarakanlah betapa Kawanku Red Devil adalah
sesungguh-sungguhnya penyelamat hidupku. Aku ingin menyembahnya.
"Aku ingin menyembahmu Kawan Red Devil ! OH ... Please ... !!!"
Namun ia menolak. Malahan melarangku melakukannya. Katanya ia
hanyalah alat belaka yang digunakan Tuhan untuk menyelamatkanku.
Katanya; memang baik untuk berterima kasih, namun tentang sembah-
menyembah; hanya pada Tuhanlah saja.
Tentu saja ini mengherankanku. Bukankah Red Devil adalah super hero
komunis ? Mana bisa ia bertuhan ?! Dan ketika kutanyakan hal ini
padanya, Kawan Red Devil menukas pendek saja :
"GOD IS A MYSTERIOUS WAY"
Sejak itu, aku tak mau menyembah tuhan. Titik. Dan seluruh moment-
moment religiusku kucurahkan untuk membikin website.
JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jaker/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/