--- Zely Ariane <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Date: Mon, 30 May 2005 15:59:28 +0700
> From: Zely Ariane <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Bolivia dari GLW 25 mei
>
> Pemberontakan Baru di Bolivia
>
> Federico Fuentes
>
> Tahun 1967, Che Guevara meninggal di tangan
> tentara-tentara Bolivia
> yang disponsori CIA, ketika mencoba memimpin
> perjuangan bawah tanah di
> Bolivia. Di kota kecil tempat tubuhnya ditemukan 30
> tahun kemudian,
> ada coretan graffiti berbunyi: "Che: Tetap Hidup
> Walau Mereka Tak
> Pernah Menginginkannya."
>
> Hampir empat dekade setelah pembunuhan Che, massa
> rakyat miskin dan
> para penduduk asli Bolivia meneruskan warisan
> revolusionernya, dan
> begitu bersemangat ketika berjuang untuk
> menyelamatkan kekayaan alam
> dan masa depan negeri mereka.
>
> Tanpa kartu lagi yang bisa dimainkan, pada tanggal
> 17 Mei, Presiden
> Bolivia Carlos Mesa menyerah dan meloloskan
> undang-undang perminayakan
> paling Kontroversial. Ketika negeri itu memasuki
> sebuah periode
> pra-insureksi—dengan banyaknya rakyat miskin
Bolivia
> yang sekali lagi
> turun ke jalan, menuntut nasionalisasi
minyak—banyak
> yang percaya
> bahwa kematian akan segera mendatangi Mesa.
>
> Mesa yang mencoba hentikan UU perminyakan yang baru
> melalui parlemen
> selama delapan bulan terakhir ini, sebelumnya sudah
> tiga kali diancam
> berhenti dan didorong untuk melaksanakan pemilu
> lebih cepat dalam dua
> tahun. Ia juga menyerukan beberapa pertemuan
> nasional antar
> pemerintahan, pebisnis dan pergerakan sosial. Oleh
> sebab itu, pada
> tanggal 5 Mei, ketika wakil rakyat sudah
> memodifikasi dan menyetujui
> undang-undang yang diloloskan senat pada bulan
> Maret, UU tersebut
> ditinggalkan di meja Mesa agar ia tandatangani.
>
> Gerakan sosial memutuskan untuk memboikot pertemuan
> tingkat tinggi
> nasional dengan pemerintah dan pimpinan-pimpinan
> bisnis pada 16 Mei,
> sehari sebelum batas akhir penandatanganan UU
> tersebut. Malah, mereka
> menggagas dua demonstrasi, dari El Alto dan
> Caracollo dekat
> Cochabamba, yang sudah menjadi dua pusat mobilisasi
> gerakan protes
> terkuat Bolivia. Berpendapat bahwa menjadi suatu
> tindakan "bunuh diri"
> jika mendukung undang-undang tersebut, Mesa
> melimpahkannya pada
> presiden sayap-kanan parlemen, Hormando Vaca Diez
> untuk
> menandatangani, harapannya tindakan tersebut akan
> memadamkan protest
> rakyat.
>
> Demonstrasi terakhir menunjukkan radikalisasi, dua
> tuntutan bertambah
> untuk mendorong nasionalisasi gas—pemecatan
bagi
> Mesa dan pembubaran
> parlemen. Rakyat bernyayi-nyanyi di jalan "Mesa,
> pengkhianat, kami
> ingin kau turun", lebih dari 100.000 warga dari El
> Alto beraksi dari
> bukit ke La Paz pada 16 Mei, berbaris seperti ular
> sepanjang 6
> kilometer antara ujung El Alto dan kota La Paz.
> Digagas oleh Komisi
> yang baru-baru ini terbentuk untuk Pertahanan
> Kehormatan El Alto, yang
> menyatukan FEJUVE (badan yang menyatukan sekitar 600
> komunitas
> masyarakat setempat), COR de El Alto (Pusat Pekerja
> Regional El Alto)
> dan Federasi Serikat Buruh El Alto, aksi protes juga
> diikuti oleh COB
> (Pusat Kaum Buruh Bolivia).
>
> Dari La Paz, massa aksi menuju Plaza
Murillo—istana
> kepresidenan.
> Massa dan polisi bentrok dan polisi menyemprotkan
> gas air mata. Peluru
> karet dan batu melukai beberapa orang di kedua belah
> pihak.
>
> Dua hari kemudian,1000 penambang dari El Alto
> bersama COB datang
> kembali, bermaksud untuk menutup parlemen, hingga
> bentrokan sekali
> lagi terjadi. Sidang parlemen ditunda dan waktu
> sidang penetapan
> selanjutnya adalah 31 Mei, meskipun lokasinya tak
> pasti. Saat itu
> sejumlah jalan di blockade di sepanjang jalan utama
> dari La Paz, dan
> para guru kembali mengajar di hari kedua pemogokan
> tiga hari mereka.
> Pada tanggal 20 May, guru-guru dan mahasiswa
> bergabung dengan para
> pekerja tambang dan COB pada aksi massa di La Paz,
> seperti pemogokan
> umum El Alto yang dramatis.
>
> Gerakan untuk Sosialisme (MAS) yang cukup kuat,
> dipimpin oleh
> organiser cocalero (petani cocain) Evo Morales,
> memulai �long march
> 190km dari Caracollo ke La Paz pada tanggal 16 Mei,
> bertujuan untuk
> mencapai ibukota pada 23 Mei. Dibawah tuntutan "
> Persatuan Rakyat
> Bolivia untuk hydrocarbon kita, Majelis Perwakilan
> dan otonomi bagi
> semua sector", aksi menyatukan sekitar 3000 petani
> cocain, petani
> lainnya, organisasi masyarakat adat Aymara dan para
> pekerja dari
> serikat buruh yang bersekutu dengan MAS, bersama
> lebih banyak lagi
> orang yang diharapkan bergabung.
>
> Persoalan yang muncul dari kontroversi undang-undang
> baru tersebut
> adalah siapa yang harus mengontrol kekayaan gas
> alam—kedua terbesar di
> Amerika Latin. Antara tahun 1996—ketika UU gas
alam
> Bolivia sebelumnya
> disahkan—dan tahun 2002, presiden
pro-neoliebral
> Gonzalo Sanchez de
> Lozada dan Jorge Quiroga menandatangani 76 kontrak
> yang menguntungkan
> 12 perusahaan transnasional, termasuk Enron, Shell
> dan British
> Petroleum. Perusahaan-perusahaan tersebut membeli
> langsung di sumur
> minyak dibawah nilai pasar, dan menjualnya kembali
> pada rakyat Bolivia
> 12 kali harga aslinya.
>
> Bagi Bolivia—negeri yang rakyatnya digolongkan
> termiskin di Amerika
> Selatan—kasus ini kembali menambah contoh
pencurian
> kekayaan alam
> bersama kedaulatan negeri, oleh elit-elit kaya dari
> tanah airnya
> sendiri dan dari luar negeri, daripada dimanfaatkan
> untuk mengangkat
> rakyat keluar dari kemiskinan dan menuju kehidupan
> yang bermartabat.
>
> Penetapan UU tersebut melanjutkan 19 bulan
> kegemparan setelah
> pemberontakan populer menjatuhkan presiden Lozada di
> bulan Oktober
> 2003. 'Perang Minyak" antara perusahaan gas alam
> transnational-IMF-Bank Dunia-AS dan pemerintahan
> Spanyol di satu sisi,
> dengan rakyat miskin, masyarakat adat dan klas
> pekerja Bolivia di sisi
> lainnya, semakin meningkat.
>
> Hukum baru menetapkan pajak tertinggi 32% terhadap
> royalti yang saat
> ini sebesar 18%. Ini jauh lebih rendah dari royalti
> yang dituntut
> sebesar 50% dan didukung mayoritas rakyat pada
> referendum minyak bulan
> Juni 2004. Dewan perwakilan memperlunak dengan
> sebuah pasal yang
> memaksa pemindahan semua perjanjian yang ada saat
> ini ke
> kontrak-kontrak baru, disesuaikan dengan beberapa
> aturan baru, sebelum
> meloloskannya 5 Mei.
>
> Tak ada kekuatan sosial utama di negeri yang sepakat
> dengan UU baru
> tersebut. Perusahaan minyak transnasional dan
> pemerintah AS segera
> mengumumkan sikap oposisi mereka. Bahkan sebelum UU
> terakhir
> ditandatangani, Randal Quarles, sekretaris asisten
> urusan
> Internasional Departemen Keuangan AS, dikutip oleh
> Reuters pada 7 Mei
> menyatakan, AS "dikhawatirkan" oleh peraturan baru
> tersebut yang tentu
> saja akan "menghambat investasi asing". Sebagian
> besar perusahaan
> minyak transnasional sudah mulai bahkan sudah
> diancam peradilan
> melawan pemerintah, terkait hukum baru tersebut
> sebagai "perampasan"
> dan ilegal hingga mengancam jaminan keuntungan
> mereka dibawah hukum
> terdahulu.
>
> Ironisnya, kontrak itulah yang diputuskan tidak
> sesuai ketentuan
> (illegal) pada 8 April oleh Majelis Konstitusional,
> karena mereka
> belum diratifikasi oleh parlemen—sebuah
persyaratan
> dalam konstitusi.
> Segera menindaklanjuti keputusan ini, Morales
> menjebloskan Quiroga dan
> Lozada ke penjara karena menyetujui kontrak illegal
> dan pencurian
> minyak Bolivia.
>
> Belum jelas bagaimana jalan keluar dari krisis ini,
> namun persatuan
> gerakan kiri akan menjadi isu penting. Selama protes
> di Bulan Maret,
> ketika UU tersebut lolos dari Senat, gerakan kiri
> mencapai kemajuan
> yang sangat penitng dalam membangun kembali People
> General Staff, yang
> pertama kali dibentuk ketika perang cocain (Coca
> War) di bulan Januari
> 2002. Daripada seenaknya mempergunakan sebutan
> (People General Staff )
> sebelumnya, pimpinan-pimpinan massa dari MAS, COB,
> Koordinator
> Pertahanan Minyak, fraksi-fraksi yang berbeda dari
> serikat petani
> CSUTCB, Gerakan Kaum Tani tak Bertanah, FEJUVE dan
> lainnya bersedia
> bersatu pada tanggal 9 Maret dan menandatangani apa
> yang dikenal
> sebagai "Pakta Anti-Oligarki".
>
> Masih saja, beberapa perbedaan sebelumnya yang
> sempat terjadi muncul
> kembali. Satu poin ketidaksepakatan yang disoroti
> media adalah
> perbedaan antara tuntutan kelompok El Alto tentang
> nasionalisasi
> minyak dan gagasan yang diajukan oleh MAS yakni
> royalti 50%. Kekuatan
> mobilisasi di La Paz memberi dampak pada perdebatan
> ini. Pada tanggal
> 16 Mei Bolpress mengutip wakil MAS yang lebih
> konservatif, Gustavo
> Torrico, yang mengatakan bahwa perjuangan
> nasionalisasi adalah "bunuh
> diri". Hari berkutnya, dilaporkan bahwa Roman
> Loayza, pimpinan CSUTCB
> salah satu seksi di bawah payung MAS dan seorang
> senator MAS
> menyatakan bahwa partai telah "dilangkahi" (tak
> dituriti) oleh
> basisnya. Loayza menyatakan "kami mau protes untuk
> royalti yang lebih
> banyak, namun rakyat ingin nasionalisasi, dan demi
> mereka kami akan
> berjuang".
>
> Posisi Morales, mungkin merupakan tokoh kunci
> gerakan kiri Bolivia,
> walau bertentangan terlihat mulai berubah sebagai
> kekuatan penekan
> yang dibangun dari bawah selama bulan-bulan terakhir
> ini. Morales
> kehilangan kesempatan untuk terpilih menjadi
> presiden di tahun 2002,
> oleh sekitar 1,5%. Popularitasnya melonjak luar
> biasa cepat setelah
> duta besar AS menyatakan bahwa AS tak akan mendukung
> seorang petani
> coca berkeliaran di negeri tersebut.
>
> Meskipun tidak menuntut nasionalisasi, gagasan dan
> pernyataan Morales
> mengarah kesitu. Dikutip di Pagina 12 pada 17 Mei,
> Morales menyatakan
> ia tak bersepakat dengan nasionalisasi, namun ini
> karena "sesuai
> konstitusi, kekayaan minyak sudah merupakan milik
> Negara". Morales
> juga setuju Negara harus menetapkan harga minyak. Ia
> menambahkan bahwa
> karena kontrak sudah terlanjur dinyatakan batal (tak
> ada), angkatan
> bersenjata dan polisi secepatnya harus mengambil
> alih ladang minyak
> tersebut.
>
> Morales, dikutip di sejumlah sumber media pada 17
> Mei mengatakan
> "mereka yang menuntut pembubaran parlemen adalah
> pihak-pihak yang
> pro-kediktatoran, saya yakin itu merupakan kesalahan
> politik yang
> serius", mengacu pada protes dari El Alto. Ia juga
> mengatakan bahwa
> aksinya ini tak akan membuat blockade seperti yang
> dilakukan
> kelompok-kelompok yang melumpuhkan Bolivia Maret
> lalu, namun ia
> menghormati mereka sebagai bentuk perbedaan
> pendapat.
>
> Pimpinan COB Jaime Soldares dikutip oleh La Jornada
> 18 Mei
> berkomentar, "saya harap semua akan berjalan baik
> buat mereka (aksi
> dari Caracollo), namun ketika ada pemrotes lain
> berjuang untuk
> nasionalisasi, tak boleh ada yang libur pada waktu
> itu." Solares
> sendiri dikritik oleh rapat delegasi dari berbagai
> kelompok El Alto
> pada 17 Mei karena tidak mengorganisir dan
> menyatukan kekuatan yang
> ada diseluruh negeri.
>
> Kedua sayap gerakan akan bertemu di La Paz pada 23
> Mei. Morales
> menyerukan sebuah pertemuan terbuka bagi rakyat
> untuk memutuskan apa
> yg harus dilakukan selanjutnya.
>
> Sebuah bulletin yang dikeluarkan oleh Pusat Dokumen
> dan Informasi di
> Bolivia bertanya "Apakah gerakan sosial cukup
> memiliki organisasi yang
> jelas, kohesif, luas dan berkapasitas untuk memberi
> sebuah alternatif
> yang kongkrit guna menghadapi "pertempuran akhir"?
> jika ini tidak
> diperhitungkan, maka radikalisasi akan membawa
> mereka pada kekalahan
> yang baru."
>
> Di sisi lain, kesatuan dalam tindakan dari kedua
> kekuatan ini dapat
> mendorong sebuah ledakan dasyat, jalan keluar lebih
> jauh yang
> dihasilkan oleh 'dinamit sosial' yang secara
> tradisional digunakan
> pada aksi-aksi jalanan. Satu bentuk potensi adalah
> komentar Loayza,
> dikutip oleh La Patria pada 18 Mei menyatakan "Saat
> ini kami, yang
> aksi di jalan, menyatakan, bahwa mereka—tak
ada
> pilihan lain—harus
> menasionalisasi, hidrokarbon kita. Saya perintahkan
> para altenos, COB,
> COR dan organisasi lainnya untuk menyiapkan ledakan
> sosial di La Paz"
> pada 23 Mei.
>
> Setelah menyatakan bahwa pemerintah tak dapat
> dipercaya lebih lama
> lagi, ia menambahkan, "kami membutuhkan pemerintahan
> kaum miskin,
> model pemerintahan yang kami impikan selama
> bertahun-tahun… Saya
> percaya gagasan berkuasanya petani dan kaum pekerja
> semakin mendekat".
> El Alto sedang mempersiapkan sebuah pemogokan tak
> terbatas dari hari
> itu dan sebuah unjuk rasa menuju La Paz,
> membangkitkan hantu Oktober
> 2003, ketika aksi yang serupa penting dilakukan
> untuk memecat Lozada.
>
> (Diterjemahkan dari Green Left Weekly, 25 Mei 2005
> oleh Zely)
>
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new Resources site
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/
JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jaker/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/