1 Juni Untuk Si Bung
Siang tadi
Dia datang
Gaya biasanya
Pet merah perjuangan
Baju lengan panjang : bulukan
Celana kelabu : sama bulukan
Kaus tangan hijau hanya yang kiri saja
Bukan gaya � Maikel Jeksen punya
Tapi pecahan mortir dulu
Menempur PRRI / PERMESTA
Untuk � Untuk apa ?
Ananda ada ?
Aku berdua temanku
Menyelesaikan buletin Rumah Bambu
Karya adik-adik Jagalan, Barak, terminal sampai Nglembu
Temanku melepas baju
Aku terkapar ambeien duburku
Bapak melongok
Ke gudang sampah : kamarku
Dicari Si Bung �
Dengan pantat perih kutemui ia
Ia tagih ideku tentang hari lahir Pancasila
Bikin saresehan tirakatan
Jagongan kaum simpang kiri jalan
Kupikir masih semingguan lagi
Ternyata lusa sudah 1 Juni
Yang beride yang memulai, tukasnya
Sudah saya telpon kawan dari mana-mana, lapornya
Katanya Ananda mengurusi pemuda dan mahasiswa ?
Kiai Haji Z akan datang
Biar nanti mendoa pembukaan
Pendeta X akan datang
Jatahnya di penutupan
Tapi kita undang pula para pro status quo
Politisi E, Pejabat U, Pemuka O
Sekitar 50an
Seniman PNI ASU baca geguritan
Dan nembang
Ananda MC sekaligus moderator ya ?
Aku mengiyakan saja
Tapi kenapa masih tokoh minded juga ?
Lantas apa beda dengan forum-forum lazimnya ?
Atasnamanya masyarakat seumumnya
Tapi dari, oleh dan untuk tokoh belaka
Sudah menokoh-nokohkan diri
Dibikinkan forum oleh bukan tokoh termakan demagogi tokoh
Untuk demo ketokohannya
Yang bukan tokoh � keplok, itu doang
Memangnya kita-kita pendengar, penyetuju dan pengikut saja ?
Aku usul ini ajang curah gagasan antar orang kebanyakan
Kiman Becak, Lis Warteg, Tumin Kuli, Yanto Knalpot, Rus Mie Ayam,
Tagor, Pengsiunan � Sama-sama
Silahkan, bebas
Tapi rakyat jelata bisa omong apa Ananda ?
Harus ada penyambung lidahnya
Bersilat dengan tokoh-tokoh reformis-pancasilais palsu
Kita undang dan kita bungkam di forum itu
Kesaktian Pancasila kata mereka ?
Sakti apanya ?
Dasamuka juga punya kesaktian
Tapi untuk membunuhi orang
Kresna ? Nah itu dia �
Sukarna punyaaa �
Begitu Ananda �
Aku senyum trenyuh
Duburku senyum rawan
Duhai tetua-tetua yang tetap menyala meski senja
Selalu �
Sejak empat tahunan lalu ngumpul dengan kugiran-kugiran merah itu
Didongengi sosialisme lantas komunisme
Tahapan perjuangan revolusioner
Kiri itu berarti :
Anti kapitalisme
Anti kolonialisme � imperialisme
Anti feudalisme
Pro Rakyat
Soeharto Orba Bangsat Keparat
Pelurusan sejarah
65/66 siapa bersalah ?
PKI memajang gambar koruptor di pinggir jalan
BTI padinya gemuk-gemuk
Kethoprak LEKRA mbludak penontonnya
Landreform !
Kaum miskin suka
Pemilu nomer dua
Massanya berjuta-juta
Menaik-pitamkan USA-CIA
Teori Domino Asia
Darah hitam Lobang Buaya
Darah merah Bengawan Sala
30 tahun stigma
Sekarang pada Duli Tuan Paduka SBY jendral tentara
Mohon kompensasi � rehabilitasi
Okelah rekonsiliasi
Deal-deal politik dagang sapi bisa dinegosiasi
Lobi kekuasaan tingkat tinggi
Plus demi NKRI
Lagi-lagi stratak elitis lagi
Massanya stuck : tetep terkuasai
Demikian syahdan; demokrasi borjuasi
Dan demokrasi rakyat atau demokrasi petinggi
Selalu �
Kritik-kritik-ku tapi lantas kelu
Orang-orang tua dan romantik-sentimentil a luta continua tapi
nostalgia
Menjelang matinya biarkan saja dalam asyiknya
Macam kanak dan mainannya
Penghiburan sederhana
Ketimbang mati makan hati merana
Bagaimanapun ku belajar
Akan apinya
Bagaimana ?
Kalau sip kiprah Ananda, kukenalkan dengan gadisnya janda kaya
Oke punya � Ha ha ha �
Aku manggut-manggut
Sekian prosen pada Pancasila, Trisila sampai Ekasila Soekarnois
Marhaenisme Marxisme-nya Indonesia NasAKom Ideologi Persatuan Alat
Pemersatu "Berarti kalau sudah bersatu Pancasila tak dibutuhkan
lagi ?" "Iya � Tapi ingat, persatuan itu abadi, sebab perbedaan itu
kodrati � Jadi Pancasila dibutuhkan terus �," demikian Kawan Nyoto
Dan lebih banyak prosen pada info baru tentang gadisnya janda di
desa Pengilon itu
Sejarah berjalan
Keadaan berubah
Lain dulu lain kini
Jaman serba meleset
Esok bukan kalkulasi dogma hukum revolusi
Dan suatu ketika yang bicara neolib adalah anak dari bapak yang
bicara perebutan negara oleh klas pekerja; merasa sungguh Lenin
Korporasi yang membudak-upahkan pekerja lebih negara dari negara
"Kata Kawan Mao �," demikian masih terdengar suatu ketika di sebuah
desa, sekian lama setelah Cina kapitalisme negara dan di atas negara
ada globalisasi modal
Kita itu dikibuli Nugroho Notosusanto �
Ada lho, kesaksian Bung Hatta �
Eh � Lantas apa nanti nama panitia penyelengaranya Ananda ?
Komunitas Pembela Pancasila ? Atau Pecinta ?
Aku ketawa
Teringat macam-macam Pembela bla bla bla
Aku tetap ketawa saat ia menanya Si Perempuan Jogja
Tawaku jadi senyum saat ia janjian catur dengan Bapak
Senyumku jadi tertegun saat ia menolak kuantarkan
"Mantan gerilyawan biasa jalan �"
Tertegunku jadi takzim saat ia berlalu
Mataku luruh menatap langkahnya pasti
Ooo � Pundak miring kiri
Tapi tegap old comerade never die
77 umurnya
SMP sudah join Laskar Pesindo sikat Belanda
Luruhku bersaluit padanya
Bagaimanapun Si Bung adalah guruku
Ilmunya : api tua tak mati juga
Teladannya : kesehariannya
Lebih dari itu, sebenarnyalah ia temanku
Di Nusakambangan �
Ada teman menjelang mati hanya satu permintaan �
Nyanyikan dikupingku Kawan � Internasionale �
Demikian ceritanya
Saat kami ngopi malam-malam terang cuaca
"Saya ambilkan baju hangat Pak ?"
Oalah �
Ternyata Si Bung tertidur
Bersama Indonesianya
Kian larut kian ada tak ada
mukracklasta
JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jaker/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/