Halo kawan-kawan, sebelum turut nimbrung, kenalin nama saya Budi Kurniawan, saya adalah jurnalis. Sebelumnya pernah lama di Majalah Berita Mingguan GAMMA, GATRA dan kini di Majalah FORUM. Saya memang sejak lama tidak setuju lagi dengan penulisan sejarah oleh para pemenang seperti yang sudah-sudah. Majalah FORUM tempat saya menulis dalam edisinya yang beredar Senen juga menulis kembali soal itu. Kebetulan saya mewawancarai Bung Ilham Aidit soal itu. Saya kira kita memang harus bekerja sangat keras dan sistematis untuk turut membuat wacana yang berbeda, yang tidak hanya dimonopoli oleh orang dan kekuatan-kekuatan tertentu.
Salam hangat, BK --- garda sembiring <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Hari hari ini bahkan orang-orang seperti Theo L. > Sambuaga dan A.M. Fatwa pun turut berkepentingan > untuk nimbrung tentang klarifikasi sejarah. > Bagaimana dengan kawan-kawan sekalian di milis PEC > maupun Jaker ini? Mungkin kawan-kawan di daerah ada > yang concern dengan usaha-usaha penghimpunan kembali > collective memory dalam berbagai bentuk, entah > publikasi buku, testimoni korban/keluarga korban, > pameran artefak korban selama di kamp tahanan, > pemutaran atau bahkan produksi film dokumenter, dll? > Terutama menyambut peringatan 40 Tahun Tragedi > Kemanusiaan 1965? > > Silakan menghubungi Sekretariat Bersama Penuntasan > Tragedi '65 <[EMAIL PROTECTED]> untuk keterangan > yang lebih lengkap. > > Tetap, > > garda sembiring > > > > HKSIS <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > To: "HKSIS-Group" <[EMAIL PROTECTED]> > From: "HKSIS" <[EMAIL PROTECTED]> > Date: Fri, 24 Jun 2005 08:54:59 +0800 > Subject: [nasional-list] PKI Masuk Pelajaran Sejarah > Lagi > > http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=177477 > Jumat, 24 Juni 2005, > PKI Masuk Pelajaran Sejarah Lagi > > > > JAKARTA - Materi pelajaran sejarah kurikulum 2004 > untuk SD-SMA ditarik pemerintah. Sambil menunggu > penyempurnaan kurikulum baru, mata pelajaran sejarah > akan menggunakan kurikulum sebelumnya, yaitu 1994. > > Konsekuensi pemberlakuan kembali kurikulum 1994 > tersebut adalah masuknya sejarah pemberontakan PKI > (Partai Komunis Indonesia) pada 1948 dan peristiwa G > 30 S dalam pelajaran. > > Keputusan pemerintah itu disampaikan Menko Kesra > Alwi Shihab setelah rakor kesra di kantornya > kemarin. Hadir dalam rakor bidang kesra tersebut, > antara lain, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkominfo > Sofyan Djalil, Menteri Agama Maftuh Basyuni, dan > Menparsenibud Jero Wacik. > > "Banyak fakta sejarah yang belum masuk dalam > pelajaran sejarah serta belum ada muatan sejarah > yang konsisten. Misalnya, tidak ada deskripsi > tentang pemberontakan PKI di Madiun pada 1948 dan > peristiwa G 30 S/PKI pada 1965 dalam pelajaran > sejarah. Sedangkan pemberontakan PRRI, DI/TII, dan > Permesta sudah termuat dalam kurikulum 2004," jelas > Alwi. > > Berkaitan dengan dimasukkannya kembali dua materi > pelajaran sejarah yang terkait aktivitas PKI > tersebut, Departemen Pendidikan Nasional memutuskan > memberlakukan kembali kurikulum 1994 khusus untuk > pelajaran sejarah serta menggunakan buku ajar yang > sesuai. "Kurikulum mata pelajaran sejarah 2004 akan > ditarik untuk disempurnakan substansi materinya oleh > Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Untuk mata > pelajaran lainnya, Depdiknas akan tetap melanjutkan > uji coba kurikulum 2004," tegas Mendiknas Bambang > Sudibyo. > > Menteri dari Partai Amanat Nasional tersebut > mengemukakan, Badan Standar Nasional Pendidikan akan > menyusun standar kompetensi mata pelajaran sejarah > dalam kurikulum 2004 serta menelaah buku-buku > sejarah yang diterbitkan setelah penetapan kurikulum > sejarah yang baru. "Sesuai PP No 19/2005, Departemen > Pendidikan Nasional akan melarang penggunaan > buku-buku sejarah yang dinilai tidak layak oleh > BSNP," ungkapnya. > > Sementara itu, desakan anggota DPR RI terhadap > pelurusan fakta sejarah terus menguat. Kemarin, > anggota dewan meminta agar TNI-AU segera > merehabilitasi nama baiknya terkait kasus G 30 S/PKI > yang mendiskreditkan kekuatan udara RI tersebut. > > Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat antara > Komisi I DPR dan Kepala Staf TNI-AU (KSAU) Marsekal > TNI Djoko Suyanto di Gedung Nusantara III DPR/MPR, > Jakarta, kemarin. > > Permadi, anggota komisi I dari Fraksi PDIP, > menyatakan bahwa pendiskreditan itu tak lepas dari > skenario luar yang dibuat untuk melemahkan kekuatan > TNI-AU di Asia, khususnya di Indonesia. > > Apalagi, lanjut dia, pada era ¡¦60-an tersebut, > TNI-AU merupakan angkatan yang paling kuat di Asia. > "Amerika Serikat tidak menyukai kekuatan tersebut. > Karena itu, dibuat skenario agar citra TNI-AU buruk, > sehingga bisa dihabisi," katanya. > > Anggota komisi I dari Fraksi PAN, A.M. Fatwa, > mengimbau agar dinas kesejarahan TNI-AU segera > melakukan pelurusan sejarah terhadap keterlibatan > sejumlah anggotanya dalam peristiwa berdarah itu. > "Biar tidak ada persepsi miring terhadap TNI-AU," > tegasnya. > > Apalagi, lanjut dia, dalam waktu dekat segera > dibentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) > yang akan menyokong upaya-upaya rehabilitasi seperti > itu. "Ini trauma sejarah yang melibatkan TNI-AU dan > harus diluruskan," ujarnya dalam forum rapat dengar > pendapat yang dipimpin Theo L. Sambuaga itu. > > Menurut dia, penceritaan kebenaran merupakan bagian > dari KKR sebagai perintah undang-undang. "Adanya KKR > merupakan kesempatan untuk meluruskan sejarah bagi > TNI-AU yang bisa dilakukan melalui dinas sejarah > Angkatan Udara," jelasnya. > > Sementara itu, KSAU Marsekal TNI Djoko Suyanto > menganggap, masalah pelurusan sejarah di tubuh > TNI-AU bukanlah wewenangnya. Menurut dia, masalah > tersebut bersifat politis. Padahal, menurut > undang-undang, TNI tidak boleh terlibat persoalan > politik praktis. "TNI-AD, AL, dan AU sepakat tidak > ingin mengungkit masa lalu. Jadi, KKR dipersilakan > menjalankan tugas sesuai kewenangannya," ungkapnya. > > Dia menyatakan, upaya rehabilitasi bukan dalam > konteks kedinasan. Namun, hal itu dilakukan para > purnawirawan. Yakni, para purnawirawan tersebut > telah mempunyai forum untuk membahas masalah > rehabilitasi itu. Jadi, secara kelembagaan, TNI-AU > tidak tepat melakukan hal yang diminta anggota > dewan. > > Di samping itu, Djoko membantah bahwa selama ini > telah ada pendiskreditan TNI-AU dalam kenaikan > jabatan terkait trauma keterlibatan TNI-AU dalam > peristiwa G 30 S/PKI. "Kedudukan semua angkatan di > Mabes TNI sama. Hijau, biru, putih, semuanya sama," > tegas mantan komandan Komando Pendidikan TNI-AU itu. > (noe/abi) > > > > --------------------------------- > Yahoo! Groups Links > > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/nasional-list/ > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the > Yahoo! Terms of Service. > > > > Garda Sembiring. d/a Jl. Cipinang Cempedak II/52 JKT > 13340, +(62) 8161310591, +(62) 21 30072278, Email: > [EMAIL PROTECTED] > > > --------------------------------- > Yahoo! Messenger NEW - crystal clear PC to PC > calling worldwide with voicemail ____________________________________________________ Yahoo! Sports Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football http://football.fantasysports.yahoo.com JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat) *************************************** sekretariat: JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia telp/fax: +62218292842 email:<[EMAIL PROTECTED]> People's Cultural Network "Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!" Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jaker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

