Catatan:
Karya puisi Heri Latief, yang akan dibacakannya pada acara 'Mimbar Sastra' dalam Sarasehan Peringatan 60 Thn Kemerdekaan R.I. di Den Haag.
 
La Luta Continua!
 
*************************************************************************
Kolam Susu Racun Madu
 
ini bukan sekedar kisah tragis nyata
anarkisme di dunia birokratis membusuk, ironis
tega merajah hak ra'yatnya yang semakin tipis
politisi bertampang suci, hatinya o luarbiasa jahat
kerjanya menindas, menipu dan menindas
 
anarkisme sedang merajai pikiran para elit politis!
korupsi dan manipulasi adalah jampi-jampi yang lagi ngehits!
semua urusan dikalkulasikan dalam transaksi tipsani
nilai manusia itu bisa diukur dari kerakusannya mencuri
riwayatnya maling mustinya berkomplot dengan setan inc.
sekian persen uang panas sogokan buat si anu itu
eh jangan lupa upetimu itu dibungkus busuknya niat rakus
dan dibalut kertas kado merayu warna merah-jambu
 
"bukan lautan hanya kolam susu..."
 
adalah nyanyian band koesplus di jaman litsus
terkenallah ide pembangunan yang digragoti tikus
realitas ganas ra'yatnya miskin alias superminus
lapar, pengangguran, busung lapar, makanlah ingus!
penghinaan terhadap kemanusiaan jadi santapan lezatnya "news"
 
semua orang berlomba bicara soal "mimpi rumah kardus"
impianmu adil-makmur kerna alamnya superkayaraya?
kenyataannya rumah dan sumur pun tak punya, nihil!
nul-nul-nix!
 
semua hasil alam telah dijadikan anggunan, jaminan, borg
atas pembayaran hutang yang telah mencekik lehermu
lalu wakil ra'yatmu minta kenaikan gaji yang makin tinggi
setinggi bunga hutang yang dibebankan kepada ra'yat miskin!
 
inikah kemerdekaan indonesia yang kita impikan bersama?
inikah indonesia yang dicita-citakan para pejuang grilyawan 45?
 
jaman kemerdekaan sekarang melegalisasi korupsi dan kemiskinan
sialan! perut kosong melompong di-isi paksa angin surga
janji-janji bulan madu pemilu cuma iklan kacangan doang bah!
semuanya bisa terbaca dalam sejarah berdarah selama 40 tahun ini
 
kerna yang kamu lihat itu cuma umbul-umbulnya reformasibasi
siapa sih yang masih bisa ditipu oleh sejarah yang salah?
pasti akan menuai manipulasi berkarakter ganda
siapa yang menanam ide kemunafikan
akan menjilat racun ide pembodohan yang menyesatkan
 
silakan menyandu pada ilmu sesat ide pembodohan, silakan!
rasakanlah betapa nikmatnya diberakin pemimpin yang curang
semoga sinar matahari pagi memanasi otak jadi garang
supaya pikiran kita jangan telmi lalu bercabang naif dan bodoh
kupaslah sejarahnya pembodohan yang tragis
dari situlah bisa dilihat belangnya kekuasaan yang sadis
 
siapa itu yang ngaku-ngaku bangsa indonesia?
merekakah yang berdasi yang mencuri nasi dari perut si anak miskin?
merekakah yang menenteng tas belanja bermerk tob banget di mol-mol mancanegara?
inilah kapasitas pelaku politik eks koloni yang kini berlaga jadi tuan besarrr...
 
lihatlah merk sepatunya para wakil ra'yat negeri juara ngutang 
ladang tempat berkembang biak para koruptor rajanya otak kotor
mereka itu diciptakan oleh pabrik maling namberwan!
home industri korupsi yang didukung oleh ide klén kkn
merekalah yang bergelimang harta hasil ngompas
apalagi ada isu kasak-kusuk bagi-bagi kapling kekuasaan
maka yang kulitnya borokan bisa dipoles kosmetiknya politik uang
semua urusan memakai uang tunai
semuanya menuju jurang pembatas antara kaya dan miskin
dibikinlah jarak antara yang yang menguasai dan yang dikuasai
padahal, mandatnya kekuasaan itu datangnya dari ra'yat
 
salam, heri latief
6 agustus 2005
 
 
 
AKU, ANAK RANTAU

(1)
aku anak rantau
yang mencari makan di tong sampahmu
dan yang tidur di kolong langit
berselimut kardus bekas pisimu
aku anak rantau
berjalan kaki menuju rumah impian
yang dijanjikan nasib
dipermainkan peraturan untuk orang asing
karena aku numpang dikampungmu
aku anak rantau
mengirimkan sepotong sajak
untuk dibuang ke tong sampah
yang akan kupungut lagi
dan kujadikan toetje
untuk mencuci mulutku
aku, heri latief
anak rantau


(2)
aku bukan maling atau copet
aku anak baik-baik
memang aku jarang sembahyang
tapi aku tahu mana yang beracun
mana yang hanya rayuan
dari mulut yang manis
bibir berlapis siankali
mati aku jika menyentuhmu


(3)
aku punya muka
kulihat cermin yang kusam
guram
guratan di bawah mataku
bercerita banyak tentang hidup
jadi ausländer yang suka di-raus!
padahal aku bukan monyet
tapi mereka bersorak-sorak
menyuruhku pulang ke rumah
di hutan yang sudah gundul itu

HL

17 Agustus 2001

 

Bangsa Indonesia yth*

musti belajar lagi

belajar naik sepeda

belajar jalan kaki

dan belajar sabar

sampai mati!

demikianlah kata sejarah

bangsa indonesia peramah

punya juga tragedi pemusnah

tragedi 65 punya nama

kemanusian yang tak adil

dan tak beradab!

ciri khasnya indonesia!

demikianlah kata sejarah

bangsa indonesia yth

belajarlah bersepeda lagi

dan belajarlah ilmu berdikari!

yth* = yang terhormat

 

Balada Sepiring Nasi Tempe


gembel busuk tersuruk di pojokan tembok rumahmu
melingkar seperti bangkai ular lapar
perutnya menyanyikan lagu lagu perang
meninabobokan impian para pecundang

terbang terbanglah kemelaratan
jika harga sepiring nasi tempe cuma jadi mosaik yang
melekat pada ban mobil jaguar sang penguasa

sakit hatinya rakyat dibalas dengan
tajamnya bayonet menikam segala yang melawan

pasrah rela nerima adalah peraturan
yang dipropagandakan dari istana kekuasaan
dan kamu tiarap ketakutan memeluk nasibmu
menjilat pantat demi kekayaan demi harta demi sorga
yang dibeli dari hasil memeras keringat mereka
yang lelap di trotoar berselimut embun malam

 

Reuni


reuni, bukan pesta kematian
sisa sejarah kawan dan lawan
bertukar cerita lupa siapa
pada takdir memuja nasib
nyawa pinjaman sebatas usia

nyanyian doa pergi ke langit
jumpa dosa berselimut pahala
lalu, kenapa tuhan memanggilnya?

reuni, bukan dihayalkan sayangku
kulihat mereka yang telah pergi
satu demi satu datang menyapa
kisah jaman yang mendebarkan
jerit emosi urat darah pun pecah!

nyanyian dzikir cari batas nafsu
suratan hidup tepian maut, sunyi
menunggu waktu yang sudah pasti!

reuni, bukan badai hujan rindu
dunia tempat singgah sementara
racun ketakutan pemuas kepedihan
hanya mimpi berkuasa hari ini
nikmatilah, semua yang bisa dinikmati

tiada lagi yang musti disesali
liarnya kata bertaring bisunya sepi
mereka percaya di sana jumpa lagi

 

Kepercayaan Terhadap Ilmu Sesat Ide Pembodohan
 
 
percayakah kalian?
angin mengabarkan kabar kelaparan, kemiskinan!
berita dari negeri "rayuan pulau kelapa", pahit!
hitunglah, berapa gajinya para wakil ra'yatmu!
lalu bacalah hutang kehancuran ekonomi "lepas landas"
mungkin kita memang tak punya kacamata batin?
oya?!

siapa itu yang ngaku-ngaku bangsa indonesia?
mereka yang anti politik nyatanya berpikir munafik
berambisi licik mengempeskan ide anti penindasan
sembari nyanyi-nyanyi "pelangi pelangi, alangkah indahmu..."
 
padahal student kita di jaman kolonial punya nyali melawan penjajahan
lha sekarang koq bermetafora seperti paguyuban pelajar intriklicik
yang bersemangat kolonialis berbau amis, memuakkan!
lihatlah! ringkasan ceritanya adalah kasus minyak bumi
siapa sebenarnya pemilik dari hasil alammu itu?
merekakah yang bergaya mewah serakah?
yang punya sepasukan centeng berkacamata dollar?
siapa itu yang ngaku-ngaku bangsa indonesia?
mereka yang mempropagandakan kencangkan ikat pinggang?
 
tapi larangan gaya hidup bermewah-mewah diberakin para pemimpin
sepertinya kita baca lagi kisah dongeng "raja tanpa busana"
kemewahan itu nyatanya hanya milik penguasa dan koncokonconé
negara bukan dibikin untuk ra'yat jadi melarat miskin!
kita lihat matabatin ra'yat tak buta, hati ra'yat terluka!
kalian yang doyan menindas pada suatu saat pasti terlindas
sejarah! sejarah yang berpihak pada kebenaran
yang akan menelanjangi karakter jahatnya orang bayaran
dibayar oleh bosnya sang raja korupsi namberwan
siapa yang mau terus-terusan bertitel "budak belian?"
lantas ilmu sesat dijadikan alat represi semodel fasisme?
 
gawat! cilaka!
kalian pikir semua yang namanya politik itu licik?
politikaphobia? atau politik hura-hura?
sementara itu kalian sembunyi dibalik mimpi
berilusi menjinakkan pemikiran anti penindasan
maka dikreasikanlah acara nyanyi-nyanyi "padamu negeri"
 
apa ini akibat dari berstatus keturunan maling ber-alibi suci?
cikalbakal dari cekal mencekal ide demi napsu pribadi?
imanjinasi dan kenyataan harus dibebaskan dari ide pembodohan
 
pikiran mustinya bebas sebebas debu terbang di alam maya
yakinlah pada kenyataan yang sebenarnya
bahwa kemiskinan adalah penghinaan
bahwa kemelaratan itu artinya kenekatan
bahwa kemewahan para maling berdasi sudah sangat berbahaya
 
kerna negeri kita ini asli alamnya kayaraya
minyak bumi itu mustinya kado buat ra'yat
bukankah kekuasaan itu datangnya dari mandat ra'yat?!
siapa itu yang ngaku-ngaku bangsa indonesia?
 
jika kalian hanya punya pikiran menindas
jangan heran suatu saat bisulnya pecah!
maka berceceranlah nanahnya sejarah!
ra'yat sang pemilik mandat sudah pasti kecewa berat
seberat perasaiannya sinonim sesusah hidup yang gelisah
kerna lapar bukan sekedar lapar mayprén!
ini busung lapar! itu koruptor! siapa yang sangka?
 
jika kalian buta-budeg-bisu tak punya urat malu
lupa dengan keindonesian yang "suci bin munafik"
yang kalian bangga-banggakan cuma ide pembodohan
padahal otak kalian dibayar untuk berfikir secara jujur
kejujuran intelektual adalah jawaban terhadap ide pembodohan
dibodohi oleh materi yang menggodamu untuk berkorupsi
siapa itu yang ngaku-ngaku bangsa indonesia?
 
Heri Latief
amsterdam, 18 juli 2005
 
 
 
SEPOTONG ROTI
: teman


kejadiannya memang begitu
tulisan demi tulisan dibaca
dan melihat banyak kejutan
tanda jaman telah berubah-total

walaupun kita berdiri di sini
waktu berjalan melewati mimpi
kisah sedih tragis-sadis

diceritakan dengan mulut bergetar
karena kematian bukanlah keanehan
dibandingkan kelaparan dan pengangguran
mengakibatkan moral dianggap kentut
tuntutan perut melebihi rasa malu
yang semakin tipis dijilat orang melarat

racun-tikus kado dari polytikus
setiap pagi disajikan
via propaganda anti-kemiskinan
ternyata dirancang perut yang kenyang
korupsi dilindungi karena semua ikut main
dalam sandiwara 'kaligulapasir'
berkumpulah para 'penyamun-tiga-jaman'
pesta orgie dari pagi sampai pagi, berdansa

diatas puing-puing-pilu-ngilu
luka 4 tahun yang lalu
belum kering
sejarah kita masih berdarah-darah


salam, heri latief
apeldoorn, 22 mei 2002
 
 
Amnesia Sejarah Kita
 
 
indonesia
kapan sadarnya?
 
korupsi mengepungnya
fasisme membelitnya
demokrasinya kedodoran!
buku ham dijadikan kitab suci
ciuman yudas setiap pagi
reformasi baunya basi!
 
indonesia
kapan sadarnya?
 
 
HL
amsterdam, 30/06/2005


Start your day with Yahoo! - make it your home page

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke