Catatan Laluta:
Karya Puisi A. Kohar Ibrahim "Seberkas Baris Puitis Bagi Dewi Anggraini", kuambil dari website depokmetro.com dengan menyajikan khusus KOLOM BUNG KOHAR. Untuk itu, dalam rangka menyambut 60 tahun Republik Indonesia, kukirimkan dua buah karya puisi Bung Kohar berjudul  Memasuki Masa Baru & Kisah Kisah Berlalu
 
La Luta Continua!
 
Sumber: http://kolom.depokmetro.com/v2/view.php?kat_id=1&rubrik_id=23&id=3810
 
KOLOM BUNG KOHAR
 
Update : 2005-08-08 16:34:18
Seberkas Baris Puitis Bagi Dewi Anggraini
oleh A. Kohar Ibrahim
 
Memasuki Masa Baru
 
memasuki masa baru semangat kian teguh mengukuh
akhirnya aku jumpai dikau impianku sejak masa dulu
setia menyertaiku bagai cita cita pengelana buana
 
kerling matamu bening sebening hati nurani
pengisi malam hening selagi aku menyendiri
suaramu merdu merayu selagi aku merindu
pikiranmu cerah menerangi cakrawala megah
 
ah, apa lagi yang mesti aku tagih
jika kau telah serah-pasrah kan seutuh hati
seperti aku juga begitu dalam memadu
gelombang samudera asmara loka?
 
memasuki masa baru semangat kian kuat teguh
kerna keyakinan akan penunaian ibadah indah
berkiprah mengisi makna kebenaran kehidupan cinta
 
ujung ujung penghubung telah satu bersambung
semula jauh lalu dekat menyentuh erat merapat
seperti sumber air hadir mengalir menghilir
di muara berpadu menggelombang ke samudera raya
 
ah, apa lagi yang mesti aku tagih
jika kau telah serah-pasrah kan seutuh hati
seperti aku juga begitu mesra memadu asmara
gairah mengukir indahnya persemaian kita?
 
dewi anggraini, apakah kau senyum mesra
ataukah kau berlinang air mata bahagia
irama lagu merdu hanya serupa
demi mahardika buah cinta kasih kita
 
(akhir tahun 02)
 
*
 
Kisah Kisah Berlalu
 
kisah kisah berlalu mau tak mau bersama sang waktu
manusia manusia berlaga bagai pentas sandiwara
yang berpura pura yang bersungguh sungguh
yang berdosa dosa yang berjasa jasa
yang nista senantiasa nista
sekalipun dibungkus dusta sejuta
 
perhatikan, simak saksama penggila budaya dusta
perhatikan, simak saksama pencandu kekuasaan dunia
perhatikan, simak saksama prilaku kaum kepala batu
perhatikan, simak saksama sebegitu mereka tak tahu malu
sekalipun berdiploma bertitel berposisi tinggi tinggi
namun betapa rendah hinanya akhlak sang pendurhaka itu
 
perhatikan, simak saksama semua hal ehwal fenomena
buaya darat srigala berbulu domba keliar di sekitar istana
rakusnya kesetanan tak beda gurita raksasa dasar samudera
sedang raja di raja bersimaharajalela meski berperan pelayan
kerakusan setan siluman maha penguasa adikuasa jagat raya
merajah kekayaan seantero alam masyarakat manusia
 
perhatikan, simak saksama semua hal ehwal kisah faktual
orang orang tinggi berdasi namun garong penyamun korupsi
tiada yang dipikirkannya kecuali berlimpah harta kekayaan dunia
tiada yang dipedulikannya kecuali memberlakukan hukum rimba
tiada yang ditakutinya kecuali kehilangan kekayaan dan kekuasaan
tiada yang dihinadinakannya kecuali kehidupan bangsa manusia
 
kisah kisah berlalu mau tak mau bersama sang waktu
manusia manusia berprilaku tak mau tahu menahu
tak tahu malu tak pula peduli pada etika budi pekerti manusiawi
perompak perampok terus lancung bersitegar akbar menjalar
penghina umat manusia berjubah pembela hak azasi manusia
segala cara disyah-absyahkannya demi kepentingan golongan
 
perhatikan, raja raja perang berbintang juga yang tanpa bintang
perhatikan, pengusaha penguasa nista seia sekawanan binatang
perhatikan, kaum elit elitis politika demonstrasi sesumbar demokrasi
perhatikan, kaum pendakwah berjubah bersimbol suci murni
perhatikan, simak saksama prilaku kaum pendurhaka durjana
perhatikan, simak saksama kenyataan dampak buruk perbuatannya
 
kisah kisah berlalu mau tak mau bersama sang waktu
bukti bukti perbuatan berlainan dengan segala bunyi janji kajian suci
segala pamer pamor hanya propaganda dusta nista belaka
pengakuan penggiring puluhan juta manusia bagai kawanan domba
sungguh tak tahu malu berlaga pemimpin padahal benalu belaka
penunggang angka niskala mayoritas ke tepi jurang naas
 
kisah kisah berlalu mau tak mau bersama sang waktu
kisah kisah zaman ini kerap kali terulang ulang kembali
kisah kisah komedi selang seling drama tragedi
orang orang sebangsa manusia seperti binatang juga
bersandiwara peradaban kebiadaban dalam perbuatan
sepertinya kawanan perompak perampok itu tiada pernah kapok
 
kisah kisah harini dan hari nanti, wahai dewi anggraini
kita perhatikan, simak saksama, ungkap dan hayati secara hakiki
biar segalanya keluar hadir mengalir menghilir hingga muara
biar segalanya menggelombang irama aneka nuansa warna warni
biar segalanya menjadi bahan kajian indah tiada taranya: kebenaran
bagi kedalaman kejauhan keluasan kecerahan cakrawala
 
(menjelang tahun baru 2003)
 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"




SPONSORED LINKS
Culture Indonesia Juli


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke