Ratusan MAssa HIMAPSI Cabang Medan dan Simalungun Desak Kejari Simalungun Basmi Koruptor
Simalungun (SIB)
Aksi unjukrasa gabungan massa himapsi (Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun) Cabang Medan dan Cabang Simalungun mendatangi kantor Kejari Simalungun di Jln Sangnaualuh, Rabu (10/8) menyampaikan tuntutan agar kasus kejahatan indikasi korupsi di Kabupaten Simalungun secepatnya ditangani. Pengunjukrasa membawa spanduk dan sejumlah poster-poster sebaik tiba di kantor Kejari tersebut diterima Kajari Simalungun Hazairin Lubis SH.
Jurubicara pengunjukrasa Mey Priadin Purba dalam orasinya mendesak Kejari Simalungun segera menangani kasus indikasi tindak pidana korupsi DPRD Simalungun periode 1999-2004 sebesar Rp 3,8 miliar, kasus indikasi sprinkle irigation tahun 2002 s/d 2004, pengadaan komputer tahun 2002, tindak pidana korupsi dana penunjang operasional Kepala Daerah Simalungun sebesar Rp 1,075 miliar, rehabilitasi Museum Simalungun tahun 2002 dan 2003 sebanyak Rp 140 juta, pembangunan terminal Perdagangan dan pembukaan jalan umum keliling terminal tahun 2003, dana perayaan hari besar Kabupaten Simalungun sebesar Rp 2,293 miliar, pengadaan pakaian Linmas tahun 2004, pembangunan jalan umum Parjalangan, pembangunan GOR Radjamin Purba dan pembangunan perkantoran bupati Simalungun di Sondi Raya.
Kajari Simalungun Hazarin Lubis SH menyikapi tuntutan massa pengunjukrasa mengutarakan harus menunggu hasil audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan akan mempertanyakan mengenai hasil audit ke instansi tersebut. Adanya isu hasil audit BPK sudah beredar di tengah masyarakat disikapi Kajari Hazairin Lubis SH belum dapat meyakininya sebagai landasan pemeriksaan. Hal itu ditegaskan Kajari ketika terjadi dialog dengan massa himapsi yang berjumlah sekitar duaratus orang.
Namun atas penjelasan Kajari tersebut, massa merasa tidak puas bahkan massa menuntut bisa dilakukan pemeriksaan tanpa harus menunggu audit BPK. Sementara jurubicara Hermanto Sipayung dalam KUHP dinyatakan cukup dua bukti bagi aparat penyidik untuk menjerat koruptor. Dia menyebutkan di Kejari Simalungun setahunya sudah ada empat bukti kuat untuk menahan para koruptor. Soal beredarnya hasil audit BPK di tengah masyarakat menurut Hermanto Sipayung pertanda masyarakat memang benar-benar serius dan kerja keras untuk membasmi korupsi.
Sementara itu John Freddy Sipayung Perwakilan himapsi Cabang Medan menyatakan bahwa tidak ada itikad baik Kajari Simalungun untuk memproses kasus indikasi korupsi di Kabupaten Simalungun dan dia mengancam jika tidak sungguh-sungguh ditangani Kejari setempat, maka diisyaratkan massa akan melakukan peradilan rakyat.
Massa sangat menyayangkan karena Kajari Simalungun Hazairin Lubis SH hanya berkutat dengan dalih menunggu hasil audit BPK meski berjanji akan berangkat ke Jakarta sebagai upaya menjemput bola. Mendapat jawaban itu massa semakin geram dan berupaya maju mengepung pintu masuk kantor. Kesal tak mendapat jawaban konkrit, massa mendesak agar Kajari Hazairin Lubis SH segera mundur dari jabatannya.
Massa pengunjukrasa membubarkan diri sembari mengisyaratkan akan mendatangi kantor Kejari Simalungun kembali.(ES/E3/o)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*j silaban/eron manurung
Medan Binis Simalungun
Ratusan massa dari Himpunan Mahasiswa Simalungun (Himapsi) Kota Medan dan Kabupaten Simalungun, Jumat (12/8), ditangkap polisi. Pasalnya, saat berdemo ke Kantor Kejari Simalungun massa mengamuk lalu merusak kantor tersebut.
Sebelumnya, dengan mengendarai truk dan mobil angkutan sewaan, massa Himapsi dipimpin koordinator aksi John Fredy Saragih bermaksud bertemu langsung dengan Kajari Simalungun Hazairin Lubis.
Sesampai di Kantor Kejari, massa langsung melakukan orasi dan menutup pagar masuk Kejari yang dimaksudkan agar tidak ada orang lain yang menyelinap selain massa Himapsi.
Dalam orasinya, salah satu perwakilan Himapsi Hermanto Sipayung mengatakan kehadiran pihaknya ke Kejari untuk menagih janji Kejari yang akan membeberkan nama-nama 18 anggota DPRD Simalungun yang sudah dijadikan tersangka oleh Kejari karena tersangkut kasus korupsi.
Namun setelah sekian lama berunjukrasa dan berorasi, Kajari Hazairin Lubis tak kunjung menampakkan diri.
Mengetahui Kajari tidak akan muncul, massa mulai emosi lalu dengan spontan salah seorang massa membawa dua buah papan lalu melengketkannya dengan menggunakan paku secara silang ke pintu masuk kantor Kejari. Di salah satu papan itu ada tulisan: Kantor Kejari Simalungun di Segel.
Setelah papan lengket pada pintu yang terbuat dari kaca itu, kemudian ada anggota massa lain yang memindahkan pot bunga dari halaman kantor ke dekat pintu. Maksudnya, pot digunakan seagai pengganjal agar pintu benar-benar aman tak bisa dibuka lagi.
Gerakan menyegel kantor Kejari ini disambut dengan tarian-tarian oleh massa lain yang diiringi musik tradisional etnik Simalungun. Orasi juga masih terus dilakukan secara bergantian.
Massa ternyata tidak puas hanya dengan menyegel. Puluhan anggota massa juga melempari bagian dalam dan atas kantor Kejari dengan tomat dan telur busuk membuat
dinding bagian dalam kantor menjadi kekuning-kuningan.
Lalu, massa sudah puas? Ternyata belum. Beberapa di antara massa malah kembali mendekati pintu yang sudah disegel lalu memecahkan kaca pintu.
Tetapi setelah kaca pecah, tiba-tiba satu truk aparat polisi dari Polres Simalungun dipimpin Kabag Ops Kompol Dani Kristoni memasuki halaman Kejari. Dengan cekatan seluruh aparat mengamankan massa yang masih terus melakukan orasi dan pengrusakan berupa pelemparan buah tomat dan telor.
Kabag Ops Kompol Dani Kristoni lalu merintahkan agar seluruh massa jangan meninggalkan tempat demonstrasi dan memaksa agar massa menaiki truk polisi untuk dibawa ke Mapolres Simalungun. Ternyata, massa cukup koperatif. Tanpa perlawanan, massa dengan rela bersedia dibawa ke Mapolres.
Di kantor Mapolres Simalungun, ratusan massa itu diperintahkan duduk berderet lalu khusus laki-laki disuruh buka baju.
Kabag Ops Dani Kristoni meminta agar massa mengakui siapa pelaku pengrusakan untuk
diperiksa. Ternyata, dari ratusan massa yang berdemo, hanya 16 orang yang dinyatakan ikut melakukan pengrusakan.
Selebihnya, massa lain diperbolehkan meninggalkan Mapolres. Hingga berita ini diturunkan keenambelas pelaku pengrusakan itu terus diperiksa polisi.
Beberapa perwakilan massa yang diperiksa, antara lain Hermanto Sipayung, Rismen Saragih (Ketua Himapsi Simalungun, Mey Priadin Saragih, serta John Fredy Saragih (Himapsi Kota Medan).
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Unjuk Rasa Menjurus Perusakan, 16 Orang Diperiksa
Pematang Siantar, (Analisa)
Unjuk rasa dilakukan kelompok Himpunan Mahasiswa Pemuda Simalungun (Himapsi) ke Kejari Simalungun, Jumat (12/8) siang mengarah ke perusakan bangunan gedung dan akhirnya, dari 140 pengunjukrasa yang diamankan 16 di antaranya diperiksa petugas Polres Simalungun.
Pantauan Analisa kelompok massa menggunakan mobil dan sepeda motor mendatangi gedung kantor Kejaksaan Negeri Simalungun di Jalan Asahan.
Kelompok yang menamakan dirinya dari Himapsi mendatangi Kejari untuk menyampaikan orasi berkenaan dengan kasus korupsi dilakukan 18 orang oknum anggota dewan Simalungun yang hingga kini masih mengambang.
Kedatangan rombongan dilengkapi mengusung karanda, serta membawa alat musik Simalungun lengkap dengan pengeras suara di atas mobil, maksud untuk bertemu dengan Kajari. Tetapi setiba rombongan ke tempat itu Kejari sudah pulang dan pintu tertuitup karena para pegawainya sebagian bersiap untuk kembali bertepatan hari Jumat.
Melihat situasi kantor sudah tutup sedang jam menunjukkan pukul 12.00 WIB membuat rombongan dipimpin korlap-nya Mey Priden Purba menjadi dongkol.
Dalam situasi mulai memanas diwarnai dengan orasi menyudutkan pihak Kejari, karena seolah-olah mandul menangani berbagai kasus korupsi dari oknum Pemkab dan oknum DPRD Simalungun. Ditambah pula dengan suara dari serune irama Simalungun lewat pengeras suara, hingga kawasan kantor menjadi hingar bingar.
Dalam suara ditingkahi dengan ucapan mencela pihak kejaksaan dan umpatan, tiba-tiba terdengar suara kaca pecah. Ternyata berasal dari pintu kaca yang dipecahkan oleh salah seorang pengunjuk rasa hingga lengannya luka berdarah.
Bukan itu saja dengan suara riuh teriakan bernadakan emosi disusul lemparan ke arah perkantoran dengan benda-benda keras ke arah jendela kaca.
Usai melempari pot bunga yang ada di pelataran ke arah dinding depan hingga pecah, disusul dengan lemparan menggunakan puluhn telur dan tomat membuat pandangan tidak sedap karena pecahan telur nemplok ke dinding kaca dan dinding beton.
Beberapa menit kemudian petugas Polres dari Pematang Siantar dipimpin Kabag Ops. Kompol Dani K. SH SIK mendatangi lokasi dan bergabung dengan petugas polisi yang sebelumnya sudah berada di tempat mengamankan situasi.
Sekitar 140 orang massa diboyong ke Mapolres Simalungun untuk diproses. Dari jumlah itu kemudian diseleksi dan tinggal 16 orang diproses termasuk korlapnya MP dan HS karena diduga sebagai dalang.
Menurut JW Saragih yang juga pendiri Himapsi kepada wartawan, perbuatan mereka semata akibat emosi karena seolah olah tidak diacuhkan pihak Kajari.
Namun, demikian pihak mereka akan terus berjuang mengenai kasus korupsi di lingkungan DPRD dan Pemkab. Kalau tindak mereka dinyatakan bersalah secara hukum tidak apa-apa yang penting usaha mereka berhasil untuk membersihkan tindakan korup yang merugikan masyarakat, kata mereka bareng.
Kapolres Simalungun melalui Pahumas AKP A. Lase saat dihubungi wartawan di Polres Simalungun, Jumat (12/8) siang membenarkan penangkapan terhadap pengunjuk rasa.
Mengenai aksi unjuk rasa sah-sah saja karena mereka meminta izin terlebih dahulu. Tetapi bila ada tindakan melanggar aturan main, pihak polisi tidak tinggal diam bahkan tetap memprosesnya, kata Lase. (er/tps)
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"
| Culture | Indonesia | Juli |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "jaker" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

