--- In [EMAIL PROTECTED], heri latief 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

saya kenal didot alias klastamania di dunia maya yang sakti ini, 
lewat karya-karyanya yang bisa menyengat pemikiran yang lagi 
gagubisu. 
 
puisinya didot penuh dengan ejekan, sindiran atas merajalelanya ilmu 
tipsani (tipu-sana-sini) di republik kucing garong.
 
didot tinggal negeri yang hukumnya compang-camping, kebrutalan para 
maling berdasi makin ngeri! mereka membeli semua yang bisa dibeli, 
kerna mereka punya uang segudang, maka jiwa labil turunan ken arok 
gampang dibokal (dibeli), dalam paket hemat stokun kebebasan nyolong, 
itulah yang terjadi maypren...
 
kemerdekaan yang diperjuangkan dalam pertempuran surabaya (akhir 
oktober - nopember 1945) bukanlah sekedar hari peringatan tentang 
kedasyatan anak-anak muda laskar ra'yat (misalnya pesindo), 
pertempuran surabaya adalah salah satu bukti bahwa darah yang tumpah 
di surabaya pada saat itu adalah untuk mempertahankan proklamasi 17 
agustus 1945.
 
maka pertanyaannya sekarang: kemerdekaan yang kita rayakan pada hari 
ini untuk opo?
 
"upacara bendera, lagu indonesia raya, pidato sang ketua, lalu acara 
makan-makan yuuuk..., sembari ngelobi bisnis perawan, jualan tanah 
airnya, yang dijual sepotong demi sepotong ke rentenir yang lagi 
nyengir kekenyangan...".
 
salam, hl

klasta_mania <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

KONON KATANYA :
MERDEKA
untuk kampung jagalan
bulik Nanik sekeluarga
yang membaca RedHots dan Klasta
sambil jualan roti
dan membudak upah di pabrik kota ini 
sore-sore sebuah sms masuk fleksi
"Mas Didot, minta puisinya, untuk aku bacakan di malam rengungan 
17an.
Tentang makna kemerdekaan bagi jelata dan penguasa … Makasih"


Hari itu syahdan
Ada proklamasi kemerdekaan
Bendera dikerek ke puncak tiang
Tokoh-tokoh berdiri paling depan
Laskar siaga dengan senapan rampasan
Orang-orang mendengar kabar kemenangan
Ini hari Bung …
Kita bukan jajahan lagi !

Di kota, di kampung, di desa, di mana saja
Semua gembira sebab kebebasannya
Sampai juga pengharapan itu
Merebutnya, tak cuma menunggu-nunggu
Setelah ratusan tahun dibelenggu
Dengan darah, airmata, jiwa-raga
Hanya satu kata
MERDEKA !

Dan perjuangan …
telah tiba di saat berbahagia
Dengan selamat sentausa
menghantarkan kita
ke depan pintu gerbang
kemerdekaan …

Demikian selalu diucapkan
Diulang-ulang
Diulang-ulang
Dalam upacara-upacara
Hapal luar kepala
Menjadi retorika
Bahwa kita konon katanya;
memang merdeka

Sampai suatu ketika syahdan
Sekian lama kemudian
Setelah seribu kali peringatan
Ada yang kian hilang
Di telan seremoni kenegaraan,
tabur bunga, karnaval,  
gerak jalan, panjat pinang,
filem-filem perang …
Seperti perlambang yang buram warnanya
Apa maknanya ?
Slogan : "Sekali merdeka tetap merdeka …"

Kemiskinan, kebodohan, ketakberdayaan …
bukan kemerdekaan
Kepicikan, menang-menangan, permusuhan …
bukan kemerdekaan
Kawula sendiko dhawuh, pejah-gesang ndherek gusti …
bukan kemerdekaan
Massa mengikut saja, rakyat manut-manut saja …
bukan kemerdekan
Ketidakadilan …
bukan kemerdekaan
Menjadi jelata …
Apa bedanya dengan kaum jajahan ?
Sok ngebos berkuasa …
Apa bedanya dengan penjajahan ?

Dan perjuangan …
telah tiba di saat berbahagia
Dengan selamat sentausa
menghantarkan kita
ke depan pintu gerbang
kemerdekaan …

Ada burung gagak
Hinggap di pucuk tiang ndhoyong
bendera tua siapa saja
Di tengah jaman kemarau
Berkaok-kaok parau
Suara tulang-belulang berbau mesiu, lampau
"Kau … Berkibar untuk apa ?"
Bendera tak bisa bicara
Tapi angin berbisik lewat semilirnya
Tak terdengar kecuali dalam hati
Melampaui hingar-bingar seharian ini
Introspeksi diri pribadi
"Untuk kian merdeka …
Tiap-tiap kita …
Bersama-sama …
Demikian konon katanya …"
Lantas gagak hitam terbang pergi
Nanti datang setahun lagi
Membawa pertanyaan sama
Seperti tahun-tahun sebelumnya

"Kau … Berkibar untuk apa ?"



didotklasta
jagalan, 16 Agustus 2005






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IotolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat: 
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia 
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!" 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jaker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke