Mas Umar yang baik, apa kabar? Semoga baik dan sehat
selalu. Saya Budi Kurniawan, penulis buku Menolak
Menyerah Menyingkap Tabir Keluarga Aidit, buku ini
beredar sejak Juni 2005. 
Saya bermaksud meminta tolong Mas Umar untuk membantu
membangun kontak dengan putra dan keluarganya Nyoto.
Saya ingin sekali menulis tentang mereka seperti yang
saya lakukan pada keluarga Aidit lainnya.
Mohon saya dibantu Mas.
Salam hangat selalu.
Budi Kurniawan

--- Umar Said <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>  (Tulisan berikut di bawah ini  juga disajikan dalam
> 
> website http://perso.club-internet.fr/kontak/ )
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>                 TULISAN MENGHARUKAN ANAK NJOTO,
> 
>                             WAKIL KETUA CC PKI
> 
> 
> 
> 
> 
> Pengantar A. Umar Said :
> 
> 
> 
> Dalam rangka Peringatan 40 Tahun Peristiwa 65
> sejumlah tulisan sudah
> disajikan dalam website kita
> http://perso.club-internet.fr/kontak tentang
> berbagai pengalaman yang
> terjadi dalam tragedi besar  kemanusiaan yang  sudah
> dialami bangsa kita
> itu.  Munculnya tulisan-tulisan yang mengangkat  -
> dengan berbagai cara  --
> soal-soal yang berkaitan dengan pengalaman dalam
> peristiwa 65 adalah perlu
> sekali  (!!!) untuk terus-menerus mengingatkan semua
> orang  bahwa halaman
> hitam dalam sejarah bangsa itu sekali-kali tidak
> boleh terjadi lagi. Kapan
> pun, bagaimana pun, dalam bentuk apa pun, dengan
> cara apa pun dan oleh siapa
> pun!
> 
> 
> 
> Kali ini kita sajikan tulisan iramani. id, salah
> seorang putri dari 7 anak
> Njoto, Wakil Ketua II CC PKI,  yang telah ditangkap
> dalam bulan-bulan
> terakhir 1965 dan “dihabisi” begitu  saja (dan
> secara diam-diam) oleh unit
> militer, tanpa pemeriksaan pengadilan.
> 
> 
> 
> iramani.id  adalah nama samaran yang dipakainya 
> untuk tulisan ini, dengan
> meminjam nama samaran ayahnya (Njoto) yang sering
> menggunakan nama Iramani
> untuk tulisan-tulisan sastranya. Untuk membedakannya
> dengan nama samaran
> asli ayahnya, ia pakai huruf kecil.
> 
> 
> 
> Tulisan ini merupakan sepenggal ingatan masa
> kecilnya, ketika bersama ibunya
> (istri Njoto) dan kakak-adiknya yang jumlahnya
> banyak  itu ditahan oleh
> militer, antara lain di salah satu Kodim di Jakarta.
> Waktu itu ia masih
> berusia 4 tahun, dan saat mereka ditangkap, ibunya
> sedang hamil  besar dan
> melahirkan anak terkecilnya dalam masa tahanan.
> 
> 
> 
> Tulisannya yang bernada puitis ini cukup
> menggambarkan – dengan bagus sekali
> dan juga mengharukan -- alam fikir kanak-kanak dalam
> menghadapi berbagai
> persoalan waktu itu. Dari cara penulisannya, ia
> menunjukkan bakat menulis
> dengan gaya bahasa yang enak dibaca dan isi yang
> dalam. Mudah-mudahan di
> kemudian hari kita bisa menikmati hasil karyanya
> yang lain. Tulisannya, yang
> bisa menggambarkan kehidupan yang penuh penderitaan
> dari keluarga dan
> anak-anak pimpinan CC PKI  karena perlakuan
> militeristik Suharto, merupakan
> bukti yang lebih jelas lagi tentang
> ketidakmanusiawian yang telah banyak
> sekali dilakukan rejim Orde Baru.
> 
> 
> 
> Tentang keluarga Njoto, berikut ini disajikan
> sebagian dari tulisan
> Harsutedjo bertanggal 5 Agustus 2005, yang sudah
> disiarkan di berbagai
> mailing-list. Tulisan yang berjudul “Nyoto, Menteri
> Negara, Wakil Ketua CC
> PKI Dan Nasib Keluarganya” itu antara lain adalah
> sebagai berikut :
> 
> 
> 
> “Sejumlah anak masuk ke dalam penjara bertahun-tahun
> bersama ibu mereka yang
> menjadi tapol karena tiada tempat lain untuk
> berlindung, ya berlindung ke
> dalam penjara! Betapa absurdnya. Bahkan juga
> perempuan tapol yang sedang
> hamil melahirkan di penjara. Seperti pernah kita
> dengar, Nyoto yang Menteri
> Negara dan Wakil Ketua CC PKI sampai meninggalnya,
> istri dan 7 anaknya (yang
> tertua 9 tahun, si bungsu yang lahir 1966 sedang
> menyusu) dijebloskan ke
> dalam tahanan di Kodim Jl Setiabudi, Jakarta.
> Anak-anak ini pula selama
> dalam tahanan bersama ibu mereka melihat dan
> mendengarkan jerit tangis
> tahanan laki dan perempuan yang sedang disiksa!
> Dapat kita bayangkan dampak
> psikologis macam apa yang mungkin mencengkeram
> seluruh jiwa raga mereka
> untuk seumur hidupnya. Anak pertama Nyoto yang
> bernama indah Svetlana
> Dayani, bertahun-tahun lamanya tidak berani
> menyandang nama depannya hanya
> karena berbau Rusia.
> 
> 
> 
> Seperti kita ketahui isteri Nyoto, Sutarni, berasal
> dari keluarga ningrat
> Mangkunegaran, Sala. Dia tidak memiliki kegiatan
> politik apa pun, sudah
> terlalu sibuk dengan anak-anaknya sampai tragedi
> 1965 meletus. Beruntung
> anak pertama mereka, Svetlana, baru berumur 9 tahun
> bersama ibunya di
> tahanan. Saya ngeri membayangkan, andai saja dia
> sudah gadis remaja, entah
> apa yang terjadi terhadap dirinya. Bukan rahasia
> lagi bahwa telah terjadi
> pelecehan seksual dan perkosaan, sering
> beramai-ramai terhadap para
> perempuan korban. Untuk membungkam saksi tak jarang
> kemudian mereka
> dihabisi.
> 
> 
> 
> Bukti sejarah berdasarkan pengakuan si pelaku
> menunjukkan bahwa Nyoto yang
> Menteri Negara dibunuh atas perintah Jenderal
> Sumitro sebagai pembantu
> Jenderal Suharto dengan jabatan Aisten Operasi
> Menpangad pada 1965. Tipikal
> jenderal Orba yang dengan bangga mengakui telah
> melakukan pembunuhan
> terhadap lawan politiknya ketika kekuasaannya sedang
> berkibar.
> 
> 
> 
> “Nyoto, gembong PKI, pernah saya lihat sewaktu ia
> ikut dalam Sidang Kabinet
> di Bogor. Dia kelihatan sangat sombong, kurang ajar
> terhadap Pak Hidayat,
> hingga saya memberi tanda dengan sikut kepada
> Jenderal Moersjid dan berkata:
> ‘Sjid, ik krijg hem wel.’ (Aku akan dapatkan dia).
> Benar, saya sakit hati
> melihatnya. Saya perintahkan khusus untuk
> mengejarnya supaya ia terpegang.
> Selang beberapa waktu ia dikabarkan mati
> sudah”.[i][i]
> 
> 
> 
> Itulah yang diakui dengan bangga oleh Jenderal
> Sumitro. Kalau saja Pak
> Jenderal ini masih hidup, ia dapat diseret ke depan
> pengadilan kriminal
> karena memerintahkan pembunuhan seorang warga negara
> sekaligus seorang
> menteri yang sedang menjabat.
> 
> 
> 
> Svetlana melukiskan ayahnya sebagai ayah yang baik
> kepada siapa saja, halus,
> sopan, pandai. Sesibuk apa pun dia masih memberikan
> waktunya untuk keluarga.
> Svetlana dan adiknya terkadang diajak ke kantor
> ayahnya di koran Harian
> Rakjat, juga ketika menerima undangan sarapan ke
> Istana Negara bersama Bung
> Karno, bahkan nonton pertandingan sepakbola. Selama
> hantaman 
=== message truncated ===



                
____________________________________________________
Start your day with Yahoo! - make it your home page 
http://www.yahoo.com/r/hs 
 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IotolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat: 
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia 
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!" 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jaker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke