Ah nyang ginian lagi... Kuno .... Bagaimana tuh jikalau BBM Naik 50% sekaligus!!!!????? Enak enggak
Rachmat Mulyono alias Rifa 08176867329 --- Lafadl Jogjakarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Review media ini terselanggara berkat kerjasama > Lafadl-Jogjakarta > dengan Urban Poor Consortim (UPC) dan Urban Poor > Lingkage (UPLINK) > Review ini juga dapat diakses di www.uplink.or.id > dan www.urbanpoor.or.id > > > > I.KEBIJAKAN IMPOR BERAS MENUAI GUGATAN > II.PENGGUSURAN TERUS SAJA TERJADI > III.KETUA RT DI JAKARTA KESULITAN MENDATA WARGA > MISKIN > IV.DI KALTIM WARGA MISKIN TAK DAPAT BERAS, DI JATENG > PULUHAN ANAK > KEKURANGAN GIZI > V.INDONESIA GAGAL CAPAI TARGET MDGs, PENGANGGURAN > MENINGKAT 830.000 > ORANG PER TAUN > > > > > > > KEBIJAKAN IMPOR BERAS MENUAI GUGATAN > Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)menilai > keputusan pemerintah > membuka kembali keran impor beras tidak kredibel. > Keputusan tentang > larangan impor baru dibuat oleh Departemen Pertanian > dan Departemen > Perdagangan, Juni lalu. Keputusan itu merupakan > bukti inkonsistensi > pemerintah untuk melakukan revitalisasi pertanian. > Sebab, meskipun > impor beras hanya untuk menjaga stok beras nasional, > tapi dampak > keputusan tersebut tetap akan menekan harga gabah > petani (Tempo > Interaktif 12/9/05). Ketua Badan Pertimbangan > Organisasi (BPO) > Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Siswono > Yudo Husodo > menyatakan impor beras sangat tidak wajar, karena > justru saat > kondisirupiah sedang melemah dan harga beras sedang > tinggi di > pasarinternasional. Pemerintah dinilai terlalu > tergesa-gesa dan > gegabahmengambil keputusan (Suara Pembaharuan > 12/9/05). ''Juni lalu, > pemerintah telah menetapkan bahwa impor beras > dilarang sampai akhir > tahun ini. Namun, Menperdag mengizinkan Perum Bulog > mengimpor beras > mulai Oktober tahun ini juga. Ini menunjukkan > pemerintahan ini > kacau,'' ujar Ketua Wahana Masyarakat Tani Indonesia > (Wamti), Agusdin > Pulungan (Suara Pembaharuan12/9/05) > Sebagaimana diketahui, pemerintah memutuskan untuk > membuka keran impor > beras khusus buat Perum Bulog. Menteri Perdagangan > Mari Elka Pangestu > mengatakan jumlah beras yang akan diimpor sekitar > 250 ribu ton. Impor > ini akan dilakukan mulai bulan depan hingga akhir > tahun (Tempo > Interaktif 9/9/05) > Sementara itu, Kepala dinas pertanian dari seluruh > daerah menolak > kebijakan impor beras, dan meminta pemerintah > membatalkan rencana > pemberian izin impor beras kepada Perum Bulog. > Mereka menyatakan, > produksi beras nasional mencukupi, bahkan surplus, > sehingga impor > beras dikhawatirkan justru akan memukul harga beras > di petani. Para > kepala dinas pertanian menyampaikan hal itu kepada > Menteri Pertanian > (Mentan) Anton Apriyantono, saat rapat koordinasi > dan evaluasi > perberasan nasional di Jakarta (Suara Pembaharuan > 14/9/04). > > > PENGGUSURAN TERUS SAJA TERJADI > Penggusuran kembali marak terjadi minggu ini. Di > Surabaya sedikitnya > 65 bangunan liar di pinggir saluran Kali Kepiting > dirobohkan hingga > rata dengan tanah. Jalannya pembongkaran yang > dilakukan dengan alat > berat itu dijaga petugas Dispol PP dan aparat > Polsekta Gubeng. Menurut > Kadispol PP Kadri Kusuma, bangunan di tepi kanan dan > kiri sungai, > mulai Pasar Pacar Keling hingga Mulyosari, > diperkirakan berjumlah > sekitar 130. Selanjutnya, Pemkot nanti akan > menggelar penggusuran seri > kedua, khususuntuk bangunan di wilayah Mulyosari. > Sementara itu, Camat > Gubeng Zaenal Arifin menjelaskan, pihaknya > bekerjasama dengan jajaran > muspika telah intensif melakukan sosialisasi dan > dialog dengan warga > setempat. Meskipun mereka tidak mendapatkan ganti > rugi sepeser pun, > tapi mereka rela melepas bangunan yang didirikan > tanpa izin itu (Jawa > Pos 15/9/05). > Sementara di Jakarta,ratusan bangunan di Jl > Kepanduan II RT 01,03,05 > dan 06,RW 05, atau tepatnya di bantaran Kali Jodo, > Penjaringan, > Jakarta Utara,dibongkar paksa aparat gabungan Suku > Dinas (Sudin) > Tramtib dan Linmas,Jakarta Utara, Polri, dan TNI, > Senin (12/9). > Salah seorang warga RT 01, Ibnu mengaku, hanya bisa > pasrah melihat > rumah yang telah ditempatinya selama hampir tujuh > tahun dirobohkan > alat-alat berat aparat. Dia pun mengaku tidak tahu > ke mana harus > mengungsikan istri dan kedua anaknya. "Enggak tahu > saya akan tinggal > di mana, karena pembongkaran ini begitu mendadak. > Kami sama sekali > tidak menyangka akan digusur hari ini," katanya > dengan wajah > memelas(Suara Pembaharuan 13/9/05) > Sementara itu Puluhan warga Pulogebang RT 15/RW 8, > Cakung, Jakarta > Timur, baru saja kehilangan tempat tinggal. Rumah > mereka di Jalan > Sumarno digusur aparat ketertiban yang dibantu > polisi dan personel TNI > .Permukiman di Jalan Sumarno digusur sehubungan > dengan proyek > pelebaranjalan akses keluar masuk kompleks kantor > Wali Kota Jakarta > Timur. (Tempo Interaktif 9/9/05). > > > KETUA RT DI JAKARTA KESULITAN MENDATA WARGA MISKIN > Ketua rukun tetangga di DKI Jakarta yang dilibatkan > Badan Pusat > Statistik untuk mendata warga miskin mengaku bingung > tentang kriteria > orang miskin di Jakarta. Akibatnya, mereka sering > kesulitan ketika > diminta petugas BPS menunjukkan warga miskin di > wilayah masing-masing. > "Kami bingung karena kriterianya kurang jelas. Ada > buruh, tukang ojek, > dan biasa makan di warteg, tapi bisa beli-beli di > mal. Ada yang > pengemis, tetapi penghasilannya Rp 30.000-Rp 40.000 > per hari. Di > Jakarta, susah menerka (orang miskin)," kata > Syarifuddin Rambey (59), > Ketua RT 016 RW 02, Kelurahan Lagoa, Koja, Jakarta > Utara.Akibat > kriteria yang tidak jelas itu, ia menurut saja saat > petugas pencacah > lengkap (PCL) memasukkan seluruh warga di RT-nya > sebagai orang miskin. > Rambey mengatakan, tidak ada verifikasi langsung di > lapangan atas > kondisi rumah tangga miskin tersebut, kecuali > wawancara petugas > berikutnya dengan dirinya (Kompas15/9/05). > > DI KALTIM WARGA MISKIN TAK DAPAT BERAS, DI JATENG > PULUHAN ANAK KEKURANGAN GIZI > Sekitar 139.000 keluarga miskin di Kalimantan Timur > hingga akhir tahun > 2005 dipastikan tidak akan memperoleh jatah beras > untuk rakyat miskin > atau raskin. Hal itu terjadi karena permintaan > tambahan beras miskin > dari Pemerintah Provinsi Kaltim ke pusat ditolak. > Pemerintah Provinsi > (Pemprov) Kalimantan Timur sebelumnya telah > mengusulkan tambahan > raskin kepada pemerintah pusat sebanyak 12.599 ton > (Kompas 9/9/05). > Di Jawa Tengah, sepanjang Januari-Juli2005 tercatat > 48 anak meninggal > dunia karena kasus gizi buruk. Pada periode yang > sama, jumlah kasus > gizi buruk mencapai 13.449 kasus. Dari jumlah itu, > Menurut Kepala > Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Budihardja,yang > berhasil disembuhkan baru > 3.875 anak. Gizi buruk makin parah jika menimpa > anak-anak miskin di > === message truncated === Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IotolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat) *************************************** sekretariat: JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia telp/fax: +62218292842 email:<[EMAIL PROTECTED]> People's Cultural Network "Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!" Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jaker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

