Catatan laluta:
Tanggal 10 September 98 "Hadji Muhammad Soeharto" menyatakan dalam surat Rahasianya a.l."... dan Yasir Hadibroto telah pernah bicara tentang telah dibunuhnya DN Aidit (setelah ditangkap) atas perintah saya....Tekanan untuk menghapuskan Dwi fungsi ABRI sangat berbahaya... Gudang Bulog juga akan kosong karena beras di luar negeri sudah diborong oleh perusahaan asing yang saham-sahamnya dikuasai anak-anak; bahaya mati kelaparan mengancam..."(Doc. surat rahasia terlampir dibawah)
Tanggal 29 September 2005 "...Buruh dan mahasiswa menyampaikan orasi di depan Istana berupa penolakan kenaikan harga BBM pada 1 Oktober nanti. Selain itu, pengunjuk rasa menuntut ditangkapnya para koruptor kelas kakap dan hartanya disita untuk negara, serta ditanggulanginya penyelundupan barang-barang yang makin marak...." (berita lengkap lihat:
http://www.suarapembaruan.com/News/2005/09/29/Utama/ut01.htm
Rekaman peristiwa berdarah 1965 pun masih tetap melekat pada ingatan jiwa anak bangsa, yang kemudian lembaran krisis datang silih berganti dilaluinya sampai mencapai usia 40 thn ke peristiwa berdarah lainnya, melalui "...rekayasa DOM Aceh, Timor Timur, Irian, Tanjung Priok dll.."
Tanggal 30 September 2005 Ekspresi dan Refleksi diri penyair Fadjar Sitepu, anak dari Penyair Lekra Rumambi tercermin berjudul "Kami Kenang Hari Berdarah ini 30 September 1965".
La Luta Continua!
***
KAMI KENANG HARI BERDARAH INI 30 SEPTEMBER 1965
...............................................................................................
Wahai tulang tulang yang bersebaran
diseluruh penjuru tanah air kita
kalian semua
putra putri terbaik rakyat Indonesia
yang telah dibantai rezim militer fasis Suharto
tanpa alasan
tak sedikitpun kesalahan
akan selalu kami kenang
akan kami teruskan juang demi cita cita mulia
membangun Indonesia
merdeka, demokrasi makmur dan bahagia.
Wahai tulang tulang yang bersebaran
diseluruh penjuru tanah air kita
yang berjumlah jutaan
dibantai dihutan hutan, ditembak mati tenggelam dirawa rawa
didasar jurang yang dalam dipenggal kepala
kebiadaban pembunuhan massal
yang terbesar sepanjang jaman diseluruh dunia
algojo algojo dan otaknya
masih bebas berkeliaran kemana kemana
seolah olah tak bersalah apa apa
mereka masih dilindungi imperialis dunia.
Kami kenang hari berdarah ini 30 September 1965
kami hapus air mata
walaupun masih terus berduka
kami simpan terus dendam membara
menempa jadi kekuatan tak terhingga
berjuang , berjuang
demi hari depan Indonesia yang cerah ceria
berjuang , berjuang
hingga setan setan yang berkuasa
hancur lenyap dari bumi Indonesia.
Fadjar Sitepu, anak dari Penyair Lekra Rumambi.
Stockholm Swedia.
***
Hadji Muhammad Soeharto
AMERICAN AMBASY
Logo Militer
Bintang dilingkari semacam bunga
RAHASIA
Tanggal: 10 September 1998
Ditujukan kepada:
Isi berita:
Mas Wir: berargumentasi dengan Habibi harus dihindari betul, cukup dengan pakai memo pribadi saja dikirim via ajudan. Tentang film G 30 S PKI selain tidak diputar ada baiknya dimusnahkan saja karena ada kejanggalan tentang saya sebagai orang kepercayaan pak Yani kok tidak ikut dihabisi pagi itu dan Yasir Hadibroto telah pernah bicara tentang telah dibunuhnya DN Aidit (setelah ditangkap) atas perintah saya. Selain itu adalah soal Mas Mashuri (Mantan Mempen) tahu betul bahwa saya tidak tidur saat mau dibangunkan pagi itu. Letkol Latief walau sudah tua dan lumpuh di penjara masih sangat berbahaya saat dia buka mulut (harus diperhatikan).
Tekanan untuk menghapuskan Dwi fungsi ABRI sangat berbahaya dan lebih berbahaya lagi kalau A.U dan A.L. merasa bahwa dwi fungsi yang dimaksud adalah dwi fungsinya Angkatan Darat. Kehilangan Dwi fungsi akan berarti jabatan Gubernur, Bupati, Walikota, DPR, BUMN-BUMN, Menteri, Dirjen, Sekjen dan Duta Besar akan di isi oleh orang-orang sipil dan keadaan ini akan membuat Jenderal-Jenderal AD kalap dan menggerakkan pemberontakan di mana-mana seperti di zaman Soekarno.
Kegagalan panen akan berkepanjangan, Gudang KUD di daerah sudah kosong, Gudang Bulog juga akan kosong karena beras di luar negeri sudah diborong oleh perusahaan asing yang saham-sahamnya dikuasai anak-anak; bahaya mati kelaparan mengancam. Rekayasa mengkoordinir penjarahan sama saja halnya dengan rekayasa DOM Aceh, Timor Timur, Irian, Tanjung Priok dll, lebih-lebih setelah GOLKAR jadi musuh rakyat dan SI MPR dianggap sidang abunawas.
Satu-satunya jalan mencegah disintegrasi adalah tindakan Tiannamen dan undang-undang darurat diberlakukan, dan trio reformasi Amin Rais,mega, Sultan Hamengkubuwono bisa dipindahkan oleh Yapto ke Sukabumi atau Balikpapan; Kalau di DPR sudah tidak ada anggota ABRI, maka penciutan 50% anggota TNI AD pasti terjadi untuk dijadikan anggota POLRI serta disemua kabupaten dan kecamatan anggotanya TNI akan dikosongkan dan diganti dengan POLRI.
Kepalangtanggung basah, lebih baik pecah daripada retak.
Selamat melaksanakan tugas
Stempel
Menteri Pertahanan Keamanan
RI
Tanda tangan
H.M. Soeharto
Sdr. Soebagio/anggota DKP Yth:
Surat ini tolong dipelajari dan diteliti
Dan ditindak lanjuti: Terimakasih.
Tanda tangan
Wiranto
***
Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
Yahoo! for Good
Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.
JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "jaker" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

