*bayu* <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kamis 29 September 2005,
Sampai di PDS HB Jassin TIM pukul 19.10 wib, langsung
SMS Yonathan Rahardjo, katanya saya udah ditunggu lalu
dipertemukan langsung oleh mas Pringgo Widagdo, habis
itu ngambil buku yang emang udah jatah (2 eksemplar)..
"Ada rasa haru juga pas ngeliat nama gua dibuku ntu..
;p
Trus kami (*N* n Yonathan R) melipir kebelakang
sebentar siap2.. abis itu langsung cari tempat duduk,
3 baris belakang kursi tamu.
Acara dibuka oleh mas Pringgo W yang bacain pidato
Herilatief, yang kagak bisa hadir karena lagi di
Belanda, begitu katanya. Itu kira2 jam 19.30-an
(kurang jelas juga karena gak liat jam ;p)
Tengak-tengok kanan kiri muter-muter kepala, adakah
yang kukenal??? Eh ternyata ada Budiman Sudjatmiko,
gak lama Dateng Pak Pram (Pramoedya Ananta Toer) duduk
di kursi tamu paling depan bersama tamu kehormatan.
Pak Pram dengan gaya casualnya makei jaket putih
(suede kalo gak salah) sama topi cap. duduk didepan,
tapi sepertinya dia gak bisa lama-lama... gak sampai
satu jam sudah pulang. Harap maklum dan salut atas
kedatangannya yang cukup memberi kesan tersendiri pada
acara tsb.
Selanjutnya, Giliran Ilham Aidit yang memberi sambutan
peluncuran buku '40 Tahun tragedi 65'.. menekankan
bahwa: "Buku ini disusun atas dasar kesederhanaan,
ditulis oleh 'bukan penulis' dan jangan berharap buku
ini akan jadi suatu hal yang spektakuler.. buku ini
adalah sebuah wacana budaya, dan justru karena
kesederhanaannya itu." gitu kira2.
Gak lama Pak Ilham beri sambutan, Gus Dur (KH
Abdurahman Wahid) datang bersama sang adik ketua PBNU
Gus Solah (Solahuddin Wahid) beserta beberapa orang
yang kurang saya kenal, termasuk di situ ada Eep
Saepuloh Fatah, Asvi Warman, Putu Oka duduk saling
berdekatan.
20.00 (lebih) sambutan selesai, ada pembacaan puisi
yang berjudul 'Stigma' dari Ibu Sulastri kalo gak
salah setelah itu diskusi peluncuran buku Antologi 40
tahun Tragedi '65.
Diskusi dibuka, tapi sebelum itu ada ramai2
dibelakang, Ooo ternyata Rieke 'Oneng' Diah Pitaloka
datang bersama suaminya, langsung menclok di kursi
paling depan.
Pertama Gus Dur angkat bicara, dia bilang buku ini
(Antologi-red) buku yang bikin bingung, karena isinya
campur aduk. setelah itu dia mulai bercerita dan
memberi penjelasan singkat, yang perlu ditekankan dari
penjelasan Gus Dur adalah perlunya rekonsiliasi budaya
(kalo gak salah), dan perlunya pengungkapan secara
jujur. Gitu.
Kedua Eep, yang ngebahas sedikit dari Eseinya yang ada
di buku, pokonya dari sudut pandang politik perlunya
diketahui siapa dalang sebenarnya demi pelurusan
sejarah dan kepentingan generasi mendatang.
Dilanjutkan oleh Mas Asvi Warman, yang sedikit
bercerita tentang keluarga Aidit sambil melepas guyon
bahwa "Tahun ini adalah tahun bagi Aidit dan
keluarga." karana banyak buku yang diterbitkan
berhubungan dengan Aidit dan keluarga dalam berbagai
variannya.
Terakhir Putu Oka Sukanta, yang menutup sesi awal
pembahasan diskusi.
Huh...huh... huh... cape...
Kini giliran Rieke 'Oneng' maju ke podium, orasi
sedikit, baca 2 puisi, yang pertama puisi dari Buku
Antologi judulnya Mantra (apa gitu.. aduh lupa euy)
satu lagi dia baca puisinya sendiri. "Oneng ternyata
gak bego-bego amat..." hehe kata Moderator.
Trus sesi tanya jawab, diselingi Aksi Franky Sahilatua
bersama Ratih Purwasih mendendangkan lagu Kemesraan.
Cukup berkesan...
Gak terasa waktu berjalan, tau-tau udah jam 21
lewat... Rieke Pulang duluan, disusul Gus Sholah
selang 15-20 menit kemudian. Eh btw, ada Pak Nathan
juga hadir eks ketua PGI yang bertanya tentang
bagaimana mencari dalang sebenarnya G30S... dijawab
oleh Eep. Budiman nanya juga tentang... hmmm (lupa)
tapi intinya dia ternyata ada diposisi dimana
keluarganya berada diposisi 'pembunuh' dan
'terbunuh'..... Yani Roza, mengajak untuk lebih
kerjasama antar yang so called 'PKI' dan keturunannya
dengan semua (dia anaknya Kostrad kalo gak salah
denger..)
Nah trus ada di sesi pertanyaan kedua, seorang pemuda
penuh semangat bernama Khaerul dari Temanggung yang
memberi warna tersendiri pada acara diskusi, dia
menekankan bahwa : "pada korban jangan Cengeng!" dan
harus berani pada jati dirinya sendiri...
bla...bla..bla dia juga mencontohkan ada seorang lurah
yang ternyata PKI, tapi lolos jadi lurah karena
kejujurannya dan menang mutlak (begitu katanya)
orangnya hadir juga di acara. saya lupa namanya (tuh
lupa mulu.. udah ngantuk kali yeee... sebenrnya lagi
kurang enak badan nih boss.. mana perut kroncongan
lagi eeeeee ;p)
Sembari nunggu giliran jatah baca puisi, pilih-pilih
mao baca yang mana, bangkit dari kubur (i mean kursi
nyari Yonathan Rahardjo. eh ternyata dia sedang
bersiap2 bersama Sihar Ramses Simatupang di belakang..
yo wiss.. tak join meneh.. sambil duduk-duduk, merem
melek.. kok belom2 juga ya??? kata dalem hati..
Kira2 jam 10 lebih 15, diskusi dinyatakan KO! alias
selesai.. karena udah malem kaliiii.. gile aje kalo
ampe pagi... hehe
Nah, nama gua dipanggil, buat bacain puisi, Marxist
katanya (wah!!!?? jadi gak enak en kurang pede'
Ekstrem amat!! moderator salah nyebut)
N- kata gue pas udah nyampe deket mik. terus nyebutin
nama asli gua lah BAYU, kali ini emang udah niat mao
pake nama bener,, so what gitu loh.. narcxist itu
sebuah ide (parodi, jadi cerita dulu ah.. narcxist itu
adalah bentuk kegelisahan yang muncul sebagai alter
ego dari seorang bayu. Kalo komunis itu
Marxisme-Leninisme maka Narcxist adalah
narcisme-lennonisme (all you need is love) hehehe)
so sekarang mao pake name asli aje. Gua baca puisi
Catatan Harian, tadinya mao baca dua, tapi gak jadi
karena udah pada nguantuukkk.... zzzz..... gitu, abis
itu ditutup seluruh acara dengan do'a oleh Gus Dur.
Acara bubar.
Malam dingin, agak sepi di jalan-jalan, beda, gak
kayak siang tadi yang penuh kendaraan padat di
mana-mana, pada antre bensin. Gileee... hsushhh..
ngantuk,laper, otak gak singkron (pengaruh
antibiotik)... maklum lagi radang tenggorokan bos...
terima kasih.. segitu aja ceritanya
Thanks buat semua, Yonathan, Sihar, mas Pringgo, Om
Herilatief n Mbak Mira, dll pegel nih... ;p
Wassalam,
===
*N* adalah Bayu
Klik: http://www.progind.net/
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"
| Corporate culture | Organizational culture | Culture change |
| Organization culture | Culture | Culture shock |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "jaker" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

