Sedikit catatan dari Pak Djoko Sri Moeljono tentang Peringatan 40 Tahun Tragedi Kemanusiaan '65 di Jakarta.
 
gs.
 
djoko sri moeljono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
To: [EMAIL PROTECTED]
From: djoko sri moeljono <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sat, 15 Oct 2005 02:26:29 +0100 (BST)
Subject: #sastra-pembebasan# Peringatan 40th G-30-S tanpa embel-embel PKI


     Untuk seluruh teman-teman yang terdampar dinegeriorang!


     hari ini sabtu 15 Oktober 2005 anda-anda menyelenggarakan peringa
     tan 40 tahun Tragedi Kemanusiaan G-30-S di Belanda.
     Kami di tanah air memperingatinya sejak 28 September sampai de-
     ngan 05 Oktober 2005 diberbagai kota,termasuk tentunya di jakarta
     Dan berkat acara itulah aku jadi mengenal Sastra Pembebasan saat
     peluncuran buku Antologi Tragedi Kemanusiaan 1945-2005 yang dia
     dakan di TIM dan dihadiri a.l oleh Gus Dur,Pramudya Ananta Toer,
     Rieke Dyah Pitaloka dsb. Sayang sekali aku terlambat mengenal
     komunitas Sastra Pembebasan dan kalau aku tidak memperoleh bu
     ku Antologi tsb,mungkin sampai sekarangpun aku tidak akan menge
     nal Sastra Pembebasan.
     Dalam salah satu acara yang diselenggarakan di Fakultas Ilmu Buda
     ya Univ.Indonesia di Depok,aku terperangah ketika ada seorang ma-
     hasiswa bertanya kepadan seorang ibu mantan Ketua Gerwani Blitar
     yang dihadirkan dalam acara diskusi sejarah tsb.
     "benarkah Gerwani menyilet wajah dan memotong penis pada malam
      30 september 1965,sambil para anggota Gerwani melakukan tarian
      harum bunga?"
     Yang membuat aku terperangah : ditahun 2005 atau 40th sesudah
     kejadian,masih ada seorang terpelajar Indonesia mwenanyakan hal
     semacam?
     dari sini aku simpulkan : propaganda Rezim Soeharto begitu sukses
     menanamkan kebencian selama 32 tahun berkuasa!
     Bayangkan : 40th sesudah lewat,masih ada pengertian semacam!
     Siapakah yang harus meluruskan? Apakah akan perlu waktu 32 th
     juga untuk merubahnya? Bangsa Jerman sudah bisa berdamai de-
     ngan masa kelam 1932-1945 bahkan dengan mendirikan monumen
     Menjadi tugas kita-kita semua untuk memberikan pencerahan kepa
     da generasi muda,karena merekalah yang bakal menuliskan seja
     rah Indonesia dimasa depan.
     Saat pameran di Jakarta,artefak berupa buku harian yang kutulis da
     lam bahasa Rusia dan dua kartupos yang dikirim ke Buru dari adik
     dan kakak (dikirim dari Malang Februari 1977 sampai ke Buru No-
     vember 1977),ikut dipamerkan.Seorang kolektor menghubungiku
     dan menyatakan ingin membeli artefak tsb.
     Aku tolak permintaan tsb karena alasan : barang itu bersejarah!
     Siapakah nantinya yang akan menyimpan barang semacam ini? Ba
     rang-barang bukti peninggalan masa tahanan yang harus disimpan ra
     pih sebagai bukti bagi generasi muda kelak,setelah 40 atau 50th?
     Benda-benda peninggalan semacam ini pasti berserakan diseluruh
     persada tanah air,pada keluarga-keluarga mantan tapol.
     Tugas pertama yang terpenting : meluruskan sejarah yang dipalsu
     kan dan itu harus tuntas semasa kita-kita masih hidup! Satu demi
     satu kawan-kawan kita berpulang dan satu demi satu pula saksi hi
     dup sejarah lenyap dari peredaran.
     Alangkah bahagianya kalau aku sempat mengalami rehabilitasi,
     tetapi kok rasanya jauh panggang dari api : presiden SBY adalah
     menantu Sarwo Edhie,mana mungkin mau berdamai dengan masa
     lalu yang hitam?

     Salam dari tanah air,

     Djoko Sri Moeljono

     mantan tapol 1965-1978,alumnus Institut Metallurgi
     Moskwa,usia 67 tahun dan masih bekerja di Jakarta

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]


How much free photo storage do you get? Store your holiday snaps for FREE with Yahoo! Photos. Get Yahoo! Photos

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"




SPONSORED LINKS
Corporate culture Organizational culture Culture change
Cell culture Organization culture Culture


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke