REDHOTKIRIPAPERS // LEMBAGA HUKUM, LEMBAGA DEMOKRASI, PENDEKATAN 
KELEMBAGAAN, KRITIS AFIRMATIF DAN PERSPEKTIF RADIKAL


Suatu hari Senin pagi
12 orang desa pergi ke kota
Tujuannya kantor Kejari
Letaknya di Ambarawa

Dalam rangkanya
Melaporkan kasus korupsi pada Yth. Tuan Jaksa
Dan sebenarnya ada lebih banyak lagi
Tapi yang lain dicegah pergi
Oleh oknum koruptor dan pamong desa
Dengan lobby ketimuran penuh sungkan
Pendekatan feudal dan retorika kadal
Kemudian di kota
Laporan diterima Kasi Intel Jaksa Muda
Dikasih tanda terima
Tapi agaknya selembar tik-tikan tipuan belaka
Lha wong tanpa kop, tak ada stempel dan hanya diparaf saja
Plus bullshit penyedap :
Akan kami proses sesuai prosedur
Dan Mas Wartawan yang katanya mau datang
Agaknya juga cuma omong doang
Sepulangnya beberapa mampir rumahku
Dengan 76 dan sensasi pengalaman baru
Kami mengkaji semacam aksi tadi
Ya Sodara, intinya dua metoda
Ala yuridis formal dan tindakan langsung bersama
Proses hukum mapan perlu dicoba
Untuk target instan antara
Satunya proses akar rumput swadaya – swakelola
Itu yang utama, berkelanjutan dan perjuangan lama
Agar sadar bahwa :
Korupsi itu inheren pada birokrasi
Kesewang-wenangan itu hakekat struktur kekuasaan
Hidup kita bersama adalah urusan kita bersama
Kita bisa, bekerjasama, setara
Dan bahwa kedaulatan hukum dan rakyat adalah
Cara negara menelikung rakyat
Dan bahwa kepemimpinan, pemerintahan dan Kawula-Gusti adalah
Tehnik kontrol, represi dan hegemoni
Dan bahwa payung masyarakat berupa negara beserta aparatnya adalah
Pagar makan tanaman (tapi bukan artinya ada pagar yang baik,
melainkan pagar-pagar macam itu memanglah pemakan)

Well tapi semuanya kami bicarakan dalam bahasa sahaja
Tak elok-canggih-intelek-teoritis seperti dialok di tivi-tivi
Mengangkat politik jadi elit-eksklusif-spesialis-privilegis … dan 
politis
Tapi menurut kami politik itu biasa dan sehari-hari
Menggula-wentah hidup sehari-hari
Cuma yang penting; buat apa ?
Dan buat kami tentu buat hidup yang makin hari makin lebih manusiawi
Tak saling membusuki

Esoknya sms seorang wartawan korupsi menanya :
Piye demo-ne ?
Kujawab :
Tak memuaskan. Tapi proses di desa terus digulirkan
Dibalasnya :
Payah! Tak ngerti tehnik melapor ! Pemimpin demo-ne piye sih ?
Payah ! Tahu nggak ? Kejaksaan sedang usut korupsi buku 5 milyar. Itu 
baru kasus besar.
Lha kasus kalian cuma korupsi Lurah kroco sekian juta. Sepele. 
Payah ! Ya sudah, semoga sukses.

Well … Aku mau balas
Tapi jika kubalas, balasanku bakal sangat pedas
Dan berdebat dengan teman, selalu saja malas
Jadi aku kasihan saja
Meninggalkan telpon
Teriring harapan
Semoga Sang Wartawan diradikalkan pengalaman dan kenyataan
Jika tidak setidaknya ia tetap medioker baik-baik saja
Dan tak meroket jadi penduduk kursi kuasa
Itu Boss … Baru bahaya
Pada itu pula … Kepedasanku membidik sasarannya
Hancur !
Hancur !









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IotolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat: 
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia 
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!" 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jaker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke