PERNYATAAN SIKAP BERSAMA
“POLISI HONGKONG REPRESIF TERHADAP MASYARAKAT SIPIL:

MARKAS BURUH MIGRAN INDONESIA DIGREBEK”

Pengamanan ekstra ketat polisi Hongkong jelang dibukanya Konferensi Tingkat Menteri ke-6 WTO  bukanlah isapan jempol. Satu per satu kasus represi polisi terhadap masyarakat sipil mulai bermunculan. Aktifis petani dari Perancis yang baru tiba di Bandara Hongkong diusir langsung untuk segera keluar dari Hongkong. Polisi juga banyak melakukan menyadapan telepon seluler terhadap para aktivis di Hongkong.
Tidak hanya itu, pada tanggal 12 Desember 2005,  kantor Indonesian Migrant Workets Union (IMWU) dan Koalisi Tenaga Kerja Indonesia Hongkong (KOTKIHO) yang selama ini merupakan markas bagi para buruh migran Indonesia didatangi 5 orang dengan berpakaian preman yang menunjukkan identitas bahwa mereka polisi. Mereka memasuki kedua kantor tersebut tanpa izin dan tanpa membawa selembar suratpun bahwa mereka akan melakukan pemeriksaan. Dengan alasan bahwa mereka mempunyai informasi kalau ada warga Indonesia yang ‘over stay’ tinggal di kedua kantor tersebut,mereka melakukan pemeriksaan keseluruh ruangan kantor. Bahkan ada indikasi mereka memasang kamera tersembunyi untuk merekam semua aktifitas dikantor tersebut. Penggrebekan ini dilakukan tidak hanya sekali dalam hari yang sama, tapi dua kali, yaitu pagi dan siang hari. Bahkan mereka merampas identitas buruh migran Indonesia yang sedang mengurus perpanjangan visa kerja yang saat itu tinggal dikantor tersebut.
Berdasarkan fenomena tersebut dan merujuk pada kovenan internasional tentang hak sipil politik, maka kami, masyarakat Indonesia anti WTO,menyatakan sikap:
 
1.       Mengutuk tindakan represif Polisi Hongkong yang telah melakukan penggrebekan terhadap kantor IMWU (Indonesian Migrant Workers Union) dan KOTKIHO (Koalisi Tenaga Kerja Indonesia di Hongkong) sebagai tindakan pelanggaran HAM terhadap masyarakat sipil.
 
2.       Mengutuk segala bentuk tindakan represif Polisi Hongkong terhadap seluruh masyarakat  sipil seluruh dunia yang saat ini di Hongkong selama konferensi WTO berlangsung.   
 
Hongkong, 13 Desember 2005
Koalisi Masayarakat Indonesia Anti WTO
(IGJ, SBMI, KOTKIHO,IMWU, MFA Indonesia: Migrant CARE, Solidaritas Perempuan, Jarnas Pekabumi, Kopbumi)
Kontak Person:Bonnie IGJ (+85290997325), Miftah SBMI (+85294482511), Sartiwen IMWU (+85295880939), Sumiati KOTKIHO (+85292556699), Anis Migrant CARE (+8529100979)


Migrant CARE
Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat
Jl. Cipinang Pulo Maja No. 41 F
Kel. Cipinang Besar Utara Jatinegara
Jakarta Timur, Telp/Fax: 62-21-85903950
E-mail: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Website: www.buruhmigranberdaulat.blogspot.com


Play Santa's Celebrity Xmas Party, an exclusive game from Yahoo!

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"




SPONSORED LINKS
Corporate culture Organizational culture Culture change
Cell culture Organization culture Culture


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke