|
Ass.Wr.Wb.
285. Nabi Adam AS Memakai Bahasa Apa?
Firman Allah SWT: Wa 'Allama Adama lAsma-a Kullaha- (S. Al
Baqarah, 31), artinya: Dan (Allah) mengajarkan Adam nama-nama tiap-tiap sesuatu
(2:31).
Ada dua tujuan utama Allah mengajarkan Adam nama-nama tiap-tiap
sesuatu. Pertama, untuk menunjukkan kepada para malaikat kelebihan Adam atas
malaikat, karena malaikat meragukan Adam sebagai makhluq dari jenis manusia
untuk menjadi khalifah di atas bumi. Kedua, sebagai bakal khalifah, Allah perlu
mempersiapkan Adam menjadi sumberdaya manusia yang handal. Adam sebagai manusia
yang mempunyai ruh, maka di samping mempunyai naluri mempertahankan diri (dari
segi ini terletak persamaan manusia dengan binatang), kepada Adam Allah
memberikan mekanisme bagi ruh yang disebut Qalb untuk berdzikir dan berpikir.
Dari segi inilah diperlukan bahasa, karena tanpa bahasa orang taidk dapat
berdzikir dan tidak dapat berpikir. Adam perlu diajari nama-nama tiap-tiap
sesuatu dalam konteks tugasnya sebagai khalifah. Timbullah pertanyaan, yaitu
Allah mengajarkan Adam nama-nama itu dalam bahasa apa?
Firman Allah SWT:
Ar Rahman. 'Allama lQura-na. Khalaqa alInsa-na. 'Allamahu lBayaana (Ar Rahman,
1-4), artinya: Yang Maha Pemurah. Mengajarkan Al Quran. Menciptakan manusia.
Mengajarkan kepadanya alBayan (55:1-4).
Al Bayan yang dibentuk oleh akar kata yang terdiri dari 3
huruf: Ba, Ya dan Nun, bermakna cara untuk ekspresi yang terkandung dalam Qalb,
bahasa yang jelas. Ketiga huruf tersebut menurunkan kata Mubiyn dalam ayat yang
berikut:
Hadza- Lisa-nun 'Arabiyyun Mubiynun (An Nahl, 104), artinya:
(Al Quran) ini bahasa Arab yang jelas (16:104).
Nazala biHi rRuwhu lAmiyn. 'Alay Qalbika liTakuwna mina
lMundziriyna. Bi Lisa-nin 'Arabiyyin Mubiynin (Asy Syu'ara-, 193 - 195),
artinya: Diturunkan oleh ruh yang tepercaya (Jibril AS). Ke dalam qalbumu (hai
Muhammad) supaya engkau memberi peringatan. Dengan bahasa Arab yang jelas
(26:193-195).
Inna- Anzalnahu Qura-nan 'Arabiyyan La'allakum Ta'qiluwna
(Yuwsuf, 2), artinya: Sesungguhnya Kami turunkan Al Quran dalam bahasa Arab
supaya kamu mempergunakan akalmu (12:2).
Dari ayat-ayat (55:1-4),
(16:104) , (26:193-195: dan (12:2) dengan mempergunakan akal (dari 'Ain, Qaf,
Lam, 'Aqala artinya menganalisis dan mensintesis) dapatlah disimpulkan: Allah
Yang Maha Pemurah menciptakan manusia. Khusus kepada Adam, Allah mengajarkan
kepadanya al Bayan, yaitu bahasa yang jelas, yaitu bahasa Arab. Jadi Nabi Adam
AS memakai bahasa Arab.
Kata-kata dalam bahasa Arab itu konsepsional
dalam arti bukan hanya sekadar identifikasi benda-benda, melainkan pula ada
hubungan erat antara kata dengan bendanya, seakan-akan benda itu dipotret oleh
kata yang bersangkutan. Ambillah contoh makanan dasar yang sudah diolah yaitu
roti (Indonesia), brood (Belanda), nan (Parsi). Kata
roti, brood dan nan hanya sekadar identifikasi makanan
pokok yang sudah diolah, tidak lebih dari itu. Dalam bahasa Arab roti dibentuk
oleh 3 huruf Kha, Ba dan Zay, Khubzun. Jika diaplikasikan perlakuan
secara matematis yaitu permutasi, maka dari ketiga huruf ini terbentuklah kata
khabaza dengan permutasi khazaba dan bazakha.
Khabaza berarti mengubah cepat-cepat sesuatu dengan tangan,
khazaba berarti menjadi gembung dan bazakha berarti memukul-mukul
sesuatu. Dan kesemuanya itu menggambarkan proses pembuatan roti: adonan roti itu
diberi bubuk supaya terjadi gas yang menyebabkan adonan itu menggembung, adonan
itu dibanting-banting dan diubah cepat-cepat dengan tangan. Maka kata
Khubzun berarti makanan dasar yang pengolahannya dengan proses membanting
adonan, kemudian adonan itu dibuat kembung, dan itulah potret makanan pokok
tersebut.
Tafsiran ini bersifat ofensif yaitu membantah teori pertumbuhan
bahasa secara perlahan-lahan (evolusi) seperti dindong theory, gesticulation
theory dll. Allah SWT mengajarkan kepada Nabi Adam AS bahasa yang berstruktur
secara sempurna yang dibentuk dari akar yang terdiri dari 3 bunyi. Kata-kata itu
adalah potret benda-benda. Sebuah lagi contoh, yaitu sebuah lauk dari makanan
pokok yang umum dikenal sehari-hari yakni telur (Indonesia), ei
(Belanda), tama(n)go (Jepang). Telur, ei dan tama(n)go hanya sekadar
identifikasi saja. Dalam bahasa Arab telur disebut baydhun yang dibentuk
oleh akar dari 3 huruf Ba, Ya, Dhad. Istilah itu menyatakan bahwa benda yang
dimaksud putih warnanya dan lonjong bentuknya, sebab putih dalam bahasa Arab
adalah abyadh (mudzakkar, jantan) atau baydha-' (muannats,
betina), sedangkan lonjong dalam bahasa Arabnya ialah baydha'. Itulah
potret telur, berwarna putih, lonjong bentuknya.
Dalam perjalanan sejarah
bahasa Arablah yang paling sehat, ketimbang bahasa-bahasa lain, dalam arti
bahasa Arab sangat sedikit dihinggapi penyakit kata-kata (deseases of
words). Yang dimaksud dengan penyakit kata-kata ialah seperti: Penyakit
subtraksi dengan perincian aphesis, aphresis, apocope, elisi, syncope. Penyakit
addisi dengan perincian: prothesis, prosthesis, reduplikasi, epenthesis,
paragoge atau ephithesis. Penyakit tidak teratur (irregular) dengan perincian
metathesis, doublet, variant, korupsi. Penyakit perubahan bunyi dengan perincian
zezament, sakari, satva, kasykasya dan homonym.
Mari kita lihat penyakit
terakhir, yaitu penyakit homonym dalam bahasa Inggris. Homonym adalah sebuah
kata yang mempunyai bermacam-macam arti.
Ketika Qabil (Kain) anak Adam,
telah membunuh saudaranya yaitu Habil, ia kebingungan mau diapakan mayat Habil
itu. Fa Ba'atsa Llahu Ghura-ban Yabhatsu fiy lArdhi liYuriyahu Kayfa Yuwa-riy
Sawata Akhiyhi (Al Ma-idah, 31), artinya: Maka Allah mengirim ghurab
(gagak) yang melubangi tanah supaya diperlihatkannya kepadanya (Qabil) bagaimana
ia menguburkan mayat saudaranya (5:31). Ghurab dibentuk oleh 3 huruf:
Ghain, Ra, Ba, nama sejenis burung yang dapat melubangi tanah dengan paruh dan
kakinya. Ghurab bukan hanya sekadar identifikasi burung termaksud,
melainkan potret yang merekam pula drama bagaimana Qabil yang telah membunuh itu
diajar mengubur mayat. Dalam perjalanan sang waktu GH dan B mengalami perubahan
namun tetap dalam makhraj (artikulasi) yang sama menjadi G dan V dalam bahasa
Inggris (ingat, semua bangsa manusia berasal dari Adam, termasuk bangsa
Inggris), sehingga menjadi GRAVE, yang bersrti "an exavation made in the earth
to receive a dead body in burial". Ghurab sebagai nama sejenis burung
menurun ke dalam bahasa Inggris CROW. Juga terjadi perubahan bunyi, tetapi tetap
dalam makhraj yang sama, GH dengan C, serta B dengan W.
Uwla-ika
lMuqarrabuwna. Fiy Jannatin nNa'iymi (Al Wa-qi'ah, 11-12), artinya: Mereka itu
Muqarrabun. Dalam surga kesenangan (58:11-12). Muqarrabun dari akar yang
dibentuk oleh 3 huruf: Qaf, Ra, Ba. Bunyi Q dan B dalam perjalanan sang waktu
berubah, dengan makhraj yang tetap, menjadi G dan V dalam lidah Inggris,
sehingga menjadi GRAVE. Itulah homonym Grave dalam arti yang kedua: "indicates a
weighty dignity, sedate, solemn".
Fa Najjarnahu wa Ahlahu mina lKarbi
lAzhiymi (Al Anbiya-, 76), artinya: Maka Kami selamatkan dia (Nuh) dan
keluarganya dari karbun (kegawatan) yang dahsyat (21:76). Karbun dibina oleh 3
huruf: Kef, Ra, Ba. Bunyi K berubah menjadi G, serta B menjadi V dalam makhraj
yang tetap, lalu lagi-lagi menjadi GRAVE. Itulah homonym Grave dalam arti yang
ketiga: "a grave situation", situasi yang kritis, gawat, genting,
suram.
Demikianlah terbentuknya homonym GRAVE yang sesungguhnya berasal
dari bahasa asal manusia (bahasanya Nabi Adam AS), dari tiga kata yang berbeda
ghurabun (Gh, R,B), qarraba (Q,R,B), karbun (K,R,B), yang dalam perjalanan sang
waktu mengalami penyakit perubahan bunyi, ketiga kata yang berbeda itu semuanya
berubah menjadi satu kata homonym grave dengan 3 arti yang berbeda. WaLlahu
A'lam bi alSawab.
*** Makassar, 10 Agustus 1997 [H.Muh.Nur Abdurrahman]
|