Ass.Wr.Wb.
Dari [EMAIL PROTECTED]

Wass / Jaerony.-

----- Original Message -----

30 KIAT MENDIDIK ANAK

Apabila telah tampak tanda-tanda tamyiz pada seorang anak, maka selayaknya
dia mendapatkan perhatian sesrius dan pengawasan yang  cukup. Sesungguhnya
hatinya bagaikan bening mutiara yang siap  menerima segala sesuatu yang
mewarnainya. Jika dibiasakan dengan hal-hal yang baik, maka ia akan
berkembang dengan kebaikan, sehingga orang tua dan pendidiknya ikut serta
memperoleh pahala. Sebaliknya, jika ia dibiasakan dengan hal-hal buruk, maka
ia akan tumbuh dengan
keburukan itu. Maka orang tua dan pedidiknya juga ikut memikul dosa
karenanya.

 Oleh karena itu, tidak selayaknya orang tua dan pendidik melalaikan
tanggung jawab yang besar ini dengan melalaikan pendidikan yang baik dan
penanaman adab yang baik terhadapnya sebagai bagian dari haknya. Di antara
adab-adab dan kiat dalam mendidik anak adalah sebagai berikut:

1. Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca basmalah,
memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan
sebelum yang lainnya (yang lebih tua, red). Kemudian cegahlah ia dari
memandangi makanan dan orang yang sedang makan.

2. Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan. Hendaknya
mengunyahnya dengan baik dan jangan memasukkan makanan ke dalam mulut
sebelum habis yang di mulut. Suruh ia agar berhati-hati dan jangan sampai
mengotori pakaian.

3. Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan (harus pakai
lauk ikan, daging dan lain-lain) supaya tidak menimbulkan kesan bahwa makan
harus dengannya. Juga diajari agar tidak terlalu banyak makan dan memberi
pujian kepada anak yang demikian. Hal ini untuk mencegah dari kebiasaan
buruk, yaitu hanya memen-tingkan perut saja.

4. Ditanamkan kepadanya agar mendahulukan orang lain dalam hal makanan dan
dilatih dengan makanan sederhana, sehingga tidak terlalu cinta dengan yang
enak-enak yang pada akhirnya akan sulit bagi dia melepaskannya.

5. Sangat disukai jika ia memakai pakaian berwarna putih, bukan warna-warni
dan bukan dari sutera. Dan ditegaskan bahwa sutera itu hanya untuk
kaumwanita.

6. Jika ada anak laki-laki lain memakai sutera, maka hendaknya
mengingkarinya. Demikian juga jika dia isbal (menjulurkan pakaiannya hingga
melebihi mata kaki). Jangan sampai mereka terbiasa dengan hal-hal ini.

7. Selayaknya anak dijaga dari bergaul dengan anak-anak yang biasa
bermegah-megahan dan bersikap angkuh. Jika hal ini dibiarkan maka bisa jadi
ketika dewasa ia akan berakhlak demikian. Pergaulan yang jelek akan
berpengaruh bagi anak. Bisa jadi setelah dewasa ia memiliki akhlak buruk,
seperti: Suka berdusta, mengadu domba, keras kepala, merasa hebat dan
lain-lain, sebagai akibat pergaulan yang salah di masa kecilnya. Yang
demikian ini, dapat dicegah dengan memberikan pendidikan adab yang baik
sedini mungkin kepada mereka.

8. Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca al Qur'an dan buku-buku,
terutama di perpustakaan. Membaca al Qur'an dengan tafsirnya, hadits-hadits
Nabi n dan juga pelajaran fikih dan lain-lain. Dia juga harus dibiasakan
menghafal nasihat-nasihat yang baik, sejarah orang-orang shalih dan kaum
zuhud, mengasah jiwanya agar senantiasa mencintai dan menela-dani mereka.

Dia juga harus diberitahu tentang buku dan faham Asy'ariyah, Mu'tazilah,
Rafidhah dan juga kelompok-kelompok bid'ah lainnya agar tidak terjerumus ke
dalamnya. Demikian pula aliran-aliran sesat yang banyak ber-kembang di
daerah sekitar, sesuai dengan tingkat kemampuan anak.

9. Dia harus dijauhkan dari syair-syair cinta gombal dan hanya sekedar
menuruti hawa nafsu, karena hal ini dapat merusak hati dan jiwa.

10. Biasakan ia untuk menulis indah (khath) dan mengahafal syair-syair
tentang kezuhudan dan akhlak mulia. Itu semua menunjukkan kesempurnaan sifat
dan merupakan hiasan yang indah.

11. Jika anak melakukan perbuatan terpuji dan akhlak mulia jangan
segan-segan memujinya atau memberi penghargaan yang dapat membahagia-kannya.
Jika suatu kali melakukan kesalahan, hendaknya jangan disebar-kan di hadapan
orang lain sambil dinasihati bahwa apa yang dilakukannya tidak baik.

12. Jika ia mengulangi perbuatan buruk itu, maka hendaknya dimarahi di
tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya. Katakan kepadanya
jika terus melakukan itu, maka orang-orang akan membenci dan meremehkannya.
Namun jangan terlalu sering atau mudah memarahi, sebab yang demikian akan
menjadikannya kebal dan tidak terpengaruh lagi dengan kemarahan.

13. Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam ber-komunikasi dengan
anak. Jangan menjelek-jelekkan atau bicara kasar, kecuali pada saat
tertentu. Sedangkan seorang ibu hendaknya menciptakan perasaan hormat dan
segan terhadap ayah dan memperingatkan anak-anak bahwa jika berbuat buruk
maka akan mendapat ancaman dan kemarahan
dari ayah.

14. Hendaknya dicegah dari tidur di siang hari karena menyebabkan rasa malas
(kecuali benar-benar perlu). Sebaliknya, di malam hari jika sudah ingin
tidur, maka biarkan ia tidur (jangan paksakan dengan aktivitas tertentu,
red) sebab dapat menimbulkan kebosanan dan melemahnya kondisi badan.

15. Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk karena
mengakibatkan badan menjadi terlena dan hanyut dalam kenikmatan. Ini dapat
mengakibatkan sendi-sendi menjadi kaku karena terlalu lama tidur dan kurang
gerak.

16. Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi, sebab
ketika ia melakukannya, tidak lain karena adanya keyakinan bahwa itu tidak
baik.

 17. Biasakan agar anak melakukan olah raga atau gerak badan di waktu pagi
agar tidak timbul rasa malas. Jika memiliki ketrampilan memanah (atau
menembak, red), menunggang kuda, berenang, maka tidak mengapa menyi-bukkan
diri dengan kegiatan itu.

 18. Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan bertolak
(berkacak) pinggang seperti perbuatan orang yang membangggakan diri.

 19. Melarangnya dari membangga-kan apa yang dimiliki orang tuanya, pakaian
atau makanannya di hadapan teman sepermainan. Biasakan ia ber-sikap
tawadhu', lemah lembut dan menghormati temannya.

20. Tumbuhkan pada anak (terutama laki-laki) agar tidak terlalu mencintai
emas dan perak serta tamak terhadap keduanya. Tanamkan rasa takut akan
bahaya mencintai emas dan perak secara berlebihan, melebihi rasa takut
terhadap ular atau kalajengking.

 21. Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik temannya, baik dari keluarga
terpandang (kaya), sebab itu merupakan cela, kehinaan dan menurunkan wibawa,
maupun dari yang fakir, sebab itu adalah sikap tamak atau rakus. Sebaliknya,
ajarkan ia untuk memberi karena itu adalah perbuatan mulia dan terhormat.

 22. Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tengah majlis atau tempat umum,
membuang ingus ketika ada orang lain, membelakangi sesama muslim dan banyak
menguap.

 23. Ajari ia duduk di lantai dengan bertekuk lutut atau dengan menegakkan
kaki kanan dan menghamparkan yang kiri atau duduk dengan memeluk kedua
punggung kaki dengan posisi kedua lutut tegak. Demikian cara-cara duduk yang
dicontohkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam.

 24. Mencegahnya dari banyak berbicara, kecuali yang bermanfaat atau dzikir
kepada Allah.

 25. Cegahlah anak dari banyak bersumpah, baik sumpahnya benar atau dusta
agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan.

26. Dia juga harus dicegah dari perkataan keji dan sia-sia seperti melaknat
atau mencaci maki. Juga dicegah dari bergaul dengan orang-orang yang suka
melakukan hal itu.

 27. Anjurkanlah ia untuk memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam kondisi
sulit. Pujilah ia jika bersikap demikian, sebab pujian akan mendorongnya
untuk membiasakan hal tersebut.

28. Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk melepaskan
kepenatan atau refreshing, setelah selesai belajar, membaca di perpustakaan
atau melakukan kegiatan lain.

 29. Jika anak telah mencapai usia tujuh tahun maka harus diperintahkan
untuk shalat dan jangan sampai dibiarkan meninggalkan bersuci (wudhu)
sebelumnya. Cegahlah ia dari berdusta dan berkhianat. Dan jika telah baligh,
maka bebankan kepadanya perintah-perintah.

 30. Biasakan anak-anak untuk bersikap taat kepada orang tua, guru, pengajar
(ustadz) dan secara umum kepada yang usianya lebih tua. Ajarkan agar
memandang mereka dengan penuh hormat. Dan sebisa mungkin dicegah dari
bermain-main di sisi mereka (mengganggu mereka).

 31. Demikian adab-adab yang berkaitan dengan pendidikan anak di masa tamyiz
hingga masa-masa menjelang baligh. Uraian di atas adalah ditujukan bagi
pendidikan anak laki-laki. Walau demikian, banyak di antara beberapa hal di
atas, yang juga dapat diterapkan bagi pendidikan anak perempuan.

 Wallahu a'lam.

 Dari mathwiyat Darul Qasim "tsalasun wasilah li ta'dib al abna'' asy Syaikh
Muhammad bin shalih al Utsaimin rahimahullah .
Diterjemahkan oleh, Ubaidillah Masyhadi
***********



--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com


Kirim email ke