ass,
Saya termasuk yang tidak setuju dg pendapat bahwa al qur'an atau ajaran Islam lainnya perlu dibuktikan secara ilmiah atau diilmiahkan. Sehingga kalau ada pertanyaan mengapa Al Quran melarang makan babi atau darah atau khamer dll, jawaban yg harus ditonjolkan bukanlah jawaban ilmiah tapi jawaban psikologis religius. Kita cukup menjawab bahwa itu adalah aturan Tuhan untuk membedakan mana manusia yang taat kepada-Nya & mana yg membangkang. Jawaban itu, cukup & saya kira demikianlah garis al quran.
 
Sekali kita terjebak dalam diskusi ilmiah ttg hal2 seperti itu, maka akan menyeret kita untuk merasionalkan semua perintah dan larangan Tuhan. Pada akhirnya kita sendiri yg akan tersudut, karena dlm praktek memang tidak semua perintah dan larangan Tuhan itu bersifat ilmiah. Ada kadar tertentu dimana perintah dan larangan tsb adalah ujian bagi keimanan manusia dan bukannya ujian bagi nalar rasional seseorang.
 
Sekalipun demikian, hal itu tidak berarti kita tidak boleh melakukan experiment ilmiah untuk membuktikan rasionalitas ajaran islam, namun jangan sampai kita terjebak dalam pola pikir rasional ilmiah tersebut sehingga melupakan psikologis religius dalam suatu ajaran.
 
wassalam,
Roziqin
 
 


Lana Sularto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
AWW
Saya udah pernah dapat email ini, dan ada yang nanya dengan data statistik, belum ada
yang bisa jawab ptanyaan tsb, adakan jamaah yang bisa jawab?

Pertanyaannya gini, kalo memang terbukti bahwa babi tidak sehat untuk dikonsumsi
(berbahaya), mengapa di negara2 yang masyarakatnya sebagian besar makan babi lebih
sehat daripada negara2 yang tidak makan babi? (data bisa dicari)

WWW
lana's
------------- Original message follows -------------


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Why the Muslim can't eat pork
Berikut ini tulisan mengenai pengharaman darah dan babi dalam Islam,
diulas dari sudut pandang logika dan ilmu kesehatan. Semoga bermanfaat.

Bob: Tolong beritahu saya, mengapa seorang Muslim sangat mementingkan
mengenai kata-kata "Halal" dan "Haram"; apa arti dari kata-kata tersebut?

Yunus: Apa-apa yang diperbolehkan diistilahkan sebagai Halal, dan apa-apa
yang tak diperbolehkan diistilahkan sebagai Haram, dan Al-Qur'an lah yang
menggambarkan perbedaan antara keduanya.

Bob: Dapatkah anda memberikan contoh?

Yunus: Ya, Islam telah melarang segala macam darah. Anda akan sependapat
bahwa analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi
dari uric acid (asam urat?), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi
kesehatan manusia.

Bob: Anda benar mengenai sifat beracun dari uric acid, dalam tubuh
manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam kenyataannya
kita diberi tahu bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari
dalam darah oleh Ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.

Yunus: Sekarang saya rasa anda akan menghargai metode prosedur khusus
dalam penyembelihan hewan dalam Islam.

Bob: Apa maksud anda?

Yunus: Begini... seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha
Kuasa, membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan
urat-urat dan organ-organ lainnya utuh.

Bob: Oh begitu... Dan hal ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan
darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya.

Yunus: Ya, sebab jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak
dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan
menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut
mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga
menjadikannya beracun; hanya pada masa kini lah, para ahli makanan baru
menyadari akan hal ini.

Bob: Selanjutnya, selagi masih dalam topik makanan; Mengapa para Muslim
melarang pengkonsumsian daging babi, atau ham, atau makanan lainnya yang
terkait dengan babi?

Yunus: Sebenarnya, diluar dari larangan Al-Qur'an dalam pengkonsumsian
babi, bacon; pada kenyataannya dalam Bible juga, pada Leviticus bab 11,
ayat 8, mengenai babi, dikatakan, "Dari daging mereka (dari "swine", nama
lain buat "babi") janganlah kalian makan, dan dari bangkai mereka,
janganlah kalian sentuh; mereka itu kotor buatmu."

Lebih lanjut lagi, apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di
leher karena mereka tidak memiliki leher; sesuai dengan anatomi
alamiahnya? Muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan
layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini
dengan memiliki leher.

Namun diluar itu semua, saya yakin anda tahu betul mengenai efek-efek
berbahaya dari komsumsi babi, dalam bentuk apapun, baik itu pork chops,
ham, atau bacon.

Bob: Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam
penyakit. Babi diketahui sebagai inang dari banyak macam parasit dan
penyakit berbahaya.

Yunus: Ya, dan diluar itu semua, sebagaimana kita membicarakan mengenai
kandungan uric acid dalam darah, sangat penting untuk diperhatikan bahwa
sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric
acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.

Mohon diteruskan kepada semua rekan Muslim dan Non-Muslim. Ini dapat
menjawab sebagian pertanyaan mereka, khususnya kala non-Muslim bertanya
mengapa umat Islam tidak boleh mengkonsumsi babi.


Sumber: Ibrahim Ali Ahmad

(Isi diluar tanggung jawab penyadur)



Wassalamu'alaikum Wr. Wb.







_____________________________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain
privileged, proprietary, or otherwise private information. If you have
received it in error, please notify the sender and delete the message
immediately. Any other use of the email is prohibited.


--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com



Yahoo! Mail
Stay connected, organized, and protected. Take the tour

Kirim email ke