Ass.Wr.Wb.
 
Dari Abi Hurairah rasulullah SAW bersabda : "Salaasun jidduhunna jiddun, wahazluhunna jiddun ". Tiga hal yang sungguh-sungguh itu menjadi benar ( sungguh2), dan CANDA itu menjadi sungguh-sungguh.Tiga hal itu adalah : Nikah, Thalaq dan Ruju'.(H.R At Tirmidzi ).
> Nasehat Perkawinan
>
> Assalamualaikum.Wr.Wb.
>
> Saya yang menulis ini, bukanlah berarti diri saya dan
> keluarga saya sudah sempurna. Tak ada manusia yang
> sempurna didunia ini, hanya Allah yang maha sempurna.
> Berdakwah dan saling menasehati baik untuk diri
> sendiri, keluarga ataupun orang lain. Itulah makanya
> dalam surat Al 'Asri dipakai kata-kata  dalam
> timbangan  : " Tafaa'ala ", yakni watawaasau ", bil
> haqqi, watawaashaubisshabri. Yang berartikan " Saling
> menasehati", bukan menasehati seseorang, tapi ada kata
> " salingnya", betapa tepatnya susunan AlQuran.
>
> Semua manusia pasti mendambakan hidup tenang dan
> bahagia, penuh kasih sayang dan cinta kasih. Semua ini
> bisa didapatkan bila antar pasangan saling mengetahui
> hak dan kewajiban masing-masing sesuai dengan hukum
> yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, saling
> menghargai satu sama lain, saling menghormati, saling
> menyayangi, saling mempercayai dan saling menjaga
> kejujuran, saling pengertian dan saling bisa menerima
> kekurangan dan kelebihan masing-masing pihak.
>
> Bila hal diatas  dapat kita jalankan dalam pribadi
> masing-masing pasangan, insyaAllah keluarga langgeng
> penuh mawaddah warahmah akan dapat kita rasakan.
>
> Pasangan kita bagai pakaian terhadap kita. Fungsi
> pakaian untuk menutupi aurat, menjaga kesehatan tubuh
> dari sengatan matahari, juga untuk kecantikan. Maka
> pasangan dalam hidup kita adalah untuk saling menutupi
> aib masing-masing,, bukan sebaliknya semakin
> berumahtangga semakin terbuka aib diri kita,
> menjadikannya hiasan hidup dan keindahan mata, bukan
> sebaliknya semakin jelek diri dipandangan mata orang
> lain, sempit pergaulan,  tempat kita berlindung dan
> berteduh, bukan sebaliknya rumah bukan bagaikan surga,
> tetapi bagai neraka,  juga komunikasi  tempat tukar
> fikiran, mencurahkan segala isi hati dari segala macam
> problematika kehidupan, saling berbagi rasa, duka dan
> cita, bukan sebaliknya kedustaan yang timbul,
> kecurigaan dan saling tuding menuding...
>
> " Sebaik-baik perhiasan didunia ini adalah wanita
> shalihah/pria shalih".
>
> Ada hal-hal yang kurang menjadi perhatian kita. Dari
> Abi Hurairah rasulullah SAW bersabda : " Salaasun
> jidduhunna jiddun, wahazluhunna jiddun ". Tiga hal
> yang sungguh-sungguh itu menjadi benar ( sungguh2),
> dan CANDA itu menjadi sungguh-sungguh.tiga hal itu
> adalah : Nikah, Thalaq dan Ruju'.(H.R At Tirmidzi ).
>
> Bila seorang suami mengatakan pada istrinya : " kalau
> kamu keluar dari rumah ini, maka jatuh talak untukmu,
> atau jika kamu begini..dan begitu..maka jatuh talaqku
> ". Maka apabila sang istri melakukan apa yang
> disyaratkan suaminya tadi, ia keluar rumah atau
> melakukan apa yang disyatratkan suaminya tadi, maka
> jatuhlah talak padanya. Maka hati-hati dalam masalah
> semacam ini, walau bentuknya canda sekalipun, karena
> pernikahan adalah suatu hal yang sangat sacral, tidak
> boleh dipermain-mainkan.
>
> Betapa banyak diantara kita yang menikah tak tahu
> hukum menikah atau perceraian. Betapa banyaknya kita
> mengatakan orang berzina, sementara dalam RT kita
> sendiri kitapun bisa berzina. Dimana tatkala sang
> istri telah dicerai baik dengan syarat, atau
> terang-terangan, dan sebagainya, tanpa terucapkan kata
> rujuk kembali kita telah saling berhubungan layaknya
> suami istri, padahal itu tidaklah sah. Kita dinamakan
> berzina juga, tetapi zina didalam kelambu yaitu zina
> dirumah sendiri, sementara orang lain kebanyakan
> dinamakan zina disemak belukar.
>
>  Tapi amat disayangkan jarang ada yang menyadari hal
> semacam ini, sehingga tanpa kita sadari dan kita
> sengaja dari hasil hubungan semacam inipun jika lahir
> janin, maka anaknya lahir dari suatu ikatan yang tidak
> sah, walaupun kakak abang nya lahir dengan ikatan yang
> sah, dikarenakan telah bercerai dan tanpa ada kata
> rujuk kembali sang pasangan tak mengetahui hukum
> mereka melakukan hubungan suami istri sebagaimana
> biasa. Begitupun dengan mereka yang telah talaq tiga,
> tidak menyadari akan hal ini. Suatu hal yang sering
> terjadi namun tak disadari kebanyakan kita masyarakat,
> terutama masyarakat awam dalam masalah agama.
>
>
> Nasehat Umamah binti Harist kepada putrinya, Ummu Iyas
> biti 'Auf pada malam pernikahannya :
>
> Putriku, sesungguhnya  engkau telah memisahkan dirimu
> dari lingkungan yang darinya engkau keluar. Engkau
> telah meninggalkan lingkungan yang darinya engkau
> berkembang. Seandainya seorang perempuan tidak
> membutuhkan seorang suami, karena kecukupan dari orang
> tuanya, dan juga kebutuhan orang tuanya yang sangat
> kepadanya, maka engkau menjadi seorang yang sangat
> tidak membutuhkan seorang suami. Namun perempuan
> diciptakan untuk lelaki dan baginya lelaki tercipta
> .".
>
> Nasehat pertama dan kedua : Engkau harus rendah hati,
> senantiasa bersikap menerima apa yang diberikannya
> padamu, selalu mendengarkan dan taat
> kepadanya(sepanjang semua itu tidak menyalahi ketaatan
> kepada Allah ta'ala).
>
> Nasehat yang ketiga dan keempat : hendaklah engkau
> menjaga kebersihan sesuatu yang kepadanya hidung dan
> mata suami tertuju. Jangan sampai ia menciummu kecuali
> engkau dalam keadaan wangi.
>
> Nasehat yang kelima dan keenam. Hendaknya engkau
> selalu siapkan waktu tidur dan makan baginya, karena
> kelaparan akan membuatnya garang dan kekurangan tidur
> akan membuatnya mudah marah.
>
> Nasehat yang ketujh dan kedelapan, hendaklah engkau
> menjaga hartanya, memelihara kehormatannya dan
> kehormatan putra putrinya.
>
> Dapat mengurus harta adalah perhitungan yang baik. Dan
> dapat mengurus anak adalah kemampuan mengatur yang
> baik.
>
> Nasehat kesembilan dan kesepuluh : Janganlah engkau
> melanggar perintahnya, jika engkau melanggar
> perintahnya akan membuat hatinya dongkol,  dan
> janganlah engkau menebar rahasianya, yang pantas
> engkau simpan, maka jika engkau tebar, engkau tidak
> bisa menjaga kehormatannya.
>
> Kemudian tidaklah engkau tidak tampak senang dikala ia
> sedih dan tampak sedih dikala ia dalam keadaan
> berbunga-bunga.
> Kebahagiaan bukan ditangan orang lain, tetapi ditangan
> engkau sendiri.
>
> Wasiat ummu Mu'asyirah pada anaknya tatkala malam
> pernikahan :
>
> Wahai anakku : Bersiap-siaplah engkau pada kehidupanmu
> yang baru.
> Jadilah engkau istri baginya dan ibu untuknya.
> Jadikanlah dirimu menjadi tempat tumpuan disegala
> hidupnya, seakan-akan engkaulah segala-galanya dalam
> hidupnya, dunianya.
>
> Ingatlah selalu bahwa setiap lelaki kecil ataupun
> besar lelaki itu, seringan-ringan perkataan yang harus
> engkau fahami adalah bahwa jangan jadikan dirinya
> merasa dengan perkawinannya padamu engkau
> haramkan/jauhkan  seluruh keluarganya. Perasaan ini
> biarkanlah tumbuh dari dirinya, jangan dari dirimu,
> karena sesungguhnya ia telah meninggalkan rumah dan
> keluarganya hanya karenamu, keadaannya sama dengan
> keadaanmu yang sama-sama telah meninggalkan keluarga
> dan rumah kalian, perbedaannya kamu perempuan ia
> lelaki.
>
> Biasanya perempuan lebih lengket pada keluarganya,
> tapi biasakanlah dirimu akan kehidupan baru ini,
> jangan kau bebani suamimu menanggung beban keluargamu,
> dan menjadi tanggungjawabnya.
>
> Wahai anakku, inilah kehidupanmu hari ini dan masa
> depan. Ayah dan Ibumu adalah masa lalu. Bukan aku
> mengatakan lupakan kami ayah. Ibu dan
> saudara-saudaramu, karena bagaimanapun keluargamu tak
> akan pernah melupakanmu. Bagaimana seorang ibu bisa
> melupakan anak buah hatinya, tetapi aku meminta padamu
> cintailah ia, hiduplah bersamanya dan bahagiakanlah
> hidupmu dan hidupnya bersama-sama.
>
> Akhir kalam : Ketahuilah wahai para suami, para istri
> Penikahan adalah suatu hal yang sacral,
> sebelum/sesudah menikah hendaknya masing-masing tahu
> apa hak-hak dan apa kewajiban masing-masing
> pihak.islam telah menetapkan dan mengajarkan semua itu
> tak ada satu pasanganpun akan didzalimi, karena hokum
> Allah sangat adil.
>
> Akhir kata dari penulis.
>
>
> tanah ini sudah sedemikian tandus, gersang, mengeras,
> membatu
> di ujung sana, tanah itu mengepul, berdebu
>
> gerimis tak lagi mampu menyegarkan pucuk daun
> tunas kehidupan,
> apalagi menumbuhkan bulir padi
> atau biji-biji yang sudah lama terkubur di bawah
> debu-debu berkerak
>
> tak ada orang yang mengenang gerimis, kecuali mereka
> yang sedang asyik mesum bercengkerama
> katanya, gerimis menambah syahdu
>
> gerimis bukan cerita sambikala
> gerimis dilupakan atau memang tak mampu menuang botol
> ingatan
>
> dimana rendra, sutarji, chairil, dan teman-temannya
> mengapa hanya terselip dalam buku-buku cerita
> memainkan kata-kata
>
> didalam tanah yang mengerak ini tersimpan bom
> gempa, dan dari atas
> batu-batu berjatuhan menimpuk kepala
>
> seberapa banyakkah kata-kata yang diperlukan
> untuk menghadapi itu semua,
> "berlindung!" cukup, satu kata
> selanjutnya..... bukan kata-kata
>
> Wassalam. Kairo 16 Mei 2005 Rahima (36 thn)
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?

Kirim email ke