aSS.WR.WB
Tulisan dibawah ini sedikit menyindir saya, dimana sekarang saya ke kantor
menggunakan sistem 'SKJ' ( bukan Senam Kesegaran Jasmani ) tetapi Sepeda
Kereta Jalan. Dari rumah ke stasiun naik sepeda ( titip di tempat
penitipan ), kemudian naik KRL EKONOMI dgn abunemen tentunya, trus terakhir
dari stasiun Kota/Bandan ke kantor dengan jalan kaki. Alhamdulillah sehat
wal afiat dan insya Alloh terhindar dari STROKE.
wASS. WR.WB

aGUS rASYIDI

----- Original Message -----
From: "Duta Hario" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, October 03, 2005 1:18 PM

Menyesal sekali tidak sempat melihat lanjutan demo2 dan protes BBM
dalam skala besar  shg pemerintah tidak mendapatkan masukkan mengenai
makna demo, kalangan'kelompok mana yg demo dlsb... karena adanya
kasus bom Bali yg memecah perhatian kita dan juga media masa menjadi
lebih banyak tercurah kesana .. Memang benar, ada saja sebagian
masyarakat yg me-reka2 atau ngarang2 dg analisa tanpa dasar yg kuat
seolah pemerintah mengalihkan perhatian...Karena dg kasus bom ini
saja sebenarnya sdh sangat mencoreng dan mempermalukan pemerintah RI
di mata dunia yg akan menganggap RI tidak mampu mencegah insiden
tersebut...

Pemerintah pasti tidak setolol itu hrs mengalihkan perhatian dg cara
konyol...,mengorbankan citra bangsa dan negara dong..

Kembali pada kenaikan BBM dan barang2 kebutuhan,...terus bgmana
solusi sederhana mengatasi kenaikan harga BBM dan harga2 bahan
makanan dsb yg bisa kita amati dan cermati sekarang ini? Nampaknya
mulai tercermin dari perubahan kebiasaan dg memutar otak :

- Masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah mulai belajar
mengurangi pengeluaran...saya liat pak tua tetangga yg sebelumnya
biasa pagi2 buta pergi naik motor buat belanja harian, entah apa.. eh
sekarang ternyata pergi naik sepeda simpanannya.. Good!! hemat BBM
dan ini toh bukan masalah gengsi buat mereka tdk naik motor..:-)

- Ada penjual makanan keliling yang menjual makanan dg harga yg masih
belum naik, tetapi dia ternyata mengubah porsi atau size makanannya
menjadi sekitar 80-85 % ..lumayan gak rugi lagi.. :)

- Uniknya lagi, ada seorang tetangga yg biasanya pagi2 memanaskan 2
mobilnya sambil mencuci mobil koq merubah kebiasaan ... Tadi pagi
mobilnya enggak kedengaran dipanasin dan saya perhatikan malah
kemaren motornya mulai lebih sering beroperasi, entah kemana ..

- Saya bahkan agak jarang lagi mendengar deruman mobil atau motor
anak2 ABG yg biasa seliweran... entah kenapa, mungkin orang tuanya
berhasil ngerem pengeluaran buat anaknya atau apa... walaupun
sesekali masih ada juga yg berkeliaran... bahkan ada seseorang yg
biasa naik angkutan ke tempat kerjanya yg berjarak 7 km nekat jalan
kaki pagi2... ya tadi pagi ! Mungkin bisa saja pulangnya naik angkot.
Tapi ini mungkin sekedar contoh bagaimana masyarakat sedemikian rupa
menekan anggaran belanja hariannya krn kenaikan BBM dan agar gaji yg
diterima bisa bertahan sampai akhir bulan !!

Tersebut di atas cuma sekedar contoh yg iseng2 saya amati..
Sebenarnya masih ada beberapa upaya penghematan pengeluaran
bagi ""penyandang dana terbatas"", seperti :

- mengurangi pemakaian kendaraan tanpa manfaat
- menggunakan angkot apabila dianggap perlu karena suatu urusan yg
bermanfaat
- bagi yg punya mobil, tapi dana tanggung, ada baiknya beralih naik
motor
- tidak malu menggunakan sepeda
- tidak malu jalan kaki utk jarak sekitar 5 km
- memanfaatkan kendaraan seoptimal mungkin (basis volume, semakin
besar volume yg kita angkut pasti cost per satuan akan turun)...
contohnya belanja sekalian dalam jumlah besar, tetapi tahan lama
disimpan..
- menggunakan briket batu bara sbg bahan bakar masak ... tapi dimana
belinya ya ?? atau menggunakan arang spt dilakukan orang yogya saat
terjadi kelanggkaan BBM
- mengurangi belanja makanan & lauk pauk sampai batasan tertentu,
namun tetap bergizi dan menambahkan makanan pengganti selain beras
(yg lbh murah)
- bagi usaha kecil, dapat berpikir sederhana dg menerapkan harga
lebih murah berbasis volume jika barang2 jualannya laris .. semakin
besar volume yg dijual semakin besar keuntungan yg diperoleh
dibanding volume tetap tetapi harga jual kurang bersaing atau jarang
laku ...

Wah masih banyak kayaknya ... sekian dulu deh

Salam




--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com


Kirim email ke