Kompor Anti BBM Mulai di Pasarkan
Bogor--- Di tengah kepanikan warga Kota Bogor karena harga minyak tanah melambung hingga Rp 3.500, Umar Ahmad Batarfie memberikan solusi dengan menghadirkan kompor tanpa minyak

Kompor yang diciptakan Umar, pengusaha pengolahan kayu ini, hanya menggunakan serbuk kayu. Ya, ide membuat kompor itu, kata Umar, dilakukan karena kesulitan membuang limbah serbuk kayu.

“Sebenarnya dari zaman pramuka, kita udah menggunakan cara ini, tapi saya berinisiatif untuk menciptakan kompor alternatif tanpa minyak tanah. Apalagi, dengan adanya kelangkaan minyak tanah dan kenaikan harga BBM,” kata Pengusaha Kayu Sinar Bogor di Jalan Pajajaran No 21 ini.

Umar menjelaskan, bahwa kesulitannya membuang limbah dari serbuk kayunya inilah yang membuatnya punya ide seperti itu. “Bagi saya, yang penting, limbah kayu dari usaha kayu ini dapat bermanfaat. Selain diberikan secara gratis untuk warga yang tidak mampu membeli bahan bakar, pembuatan kompor ini juga mengubah kebiasaan masyarakat pemakai BBM,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa pembuatan kompor di lakukan secara bertahap sebanyak 170 buah. Adapun yang membuatnya adapun yang membuat adalah Eman Sulaeman, salah seorang warga Kampung Cimanggu Kedungjaya Tanahsareal. “Untuk serbuknya, kami membagikan secara gratis, hanya komporya saja yang dijual dengan harga Rp 40 ribu. Itu pun hitung-hitung menekan biaya buang limbang dan memberdayakan pengrajin kompor,” tutur Umar.

Sementara itu, Muhammad Enoh yang mengaku sudah seminggu ini menggunakan kompor tersebut mengatakan bahwa api yang dihasilkan dari kompor berbahan bakar serbuk kayu ini sangat bagus dan tidak terlalu sulit. “Di rumah saya sudah memakainya sejak seminggu lalu. Alhamdulilah digunakan untuk masak sangat cepat matangnya. Kekuatan apinya bertahan hingga 5 jam kalau mau mematikan, tinggal di tutup saja kompornya, nanti mati sendiri kok,” ungkap karyawan Sinar Bogor ini.

Selain itu, menurut Enoh, untuk memasak air dengan panci ukuran empat liter cukup seperempat jam aja. Apalagi, saaat ini harga minyak tanah sangat mahal. ***(pia-RB) 

Kirim email ke