----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, January 25, 2006 9:34 PM
Subject: Re: Kisah Air Masin & Air Tawar

Kisah Air Masin & Air Tawar


"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini
tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara
keduanya dinding dan batas yang menghalangi." (Q.S Al Furqan:53)


Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery' pasti
kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam
terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang
hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat
filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di
seluruh dunia.


Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba
ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya
kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di
sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi
keduanya.


Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari
tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan.
Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan
sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun
ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil
tersebut.


Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian
ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al
Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang
sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi "Marajal
bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan..."Artinya: "Dia
biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh
ditembus." Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.


Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan
tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana
terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut.
Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman
ayat 22 yang berbunyi "Yakhruju minhuma lu'lu`u wal marjaan" ertinya
"Keluar dari keduanya mutiara dan marjan." Padahal di muara sungai tidak
ditemukan mutiara.


Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur'an itu, melebihi
kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan
yang dalam. Al Qur'an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad
ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk
mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar
suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya
terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur'an memang
sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh
kandungannyamutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.


Allahu Akbar...! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi
kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al
`Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya hati manusia akan berkarat
sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air." Bila seorang bertanya, "Apakah
caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?" Rasulullah s.a.w.
bersabda, "Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran."


Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara :
"Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan, Lidahmu basah dengan
berzikir kepada Penciptamu, Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan
Rabbmu, ..dan dosa-dosa yang silam di sulami dengan taubat kepada Dzat
yang Memiliki mu."

"sampaikan! lah walau satu ayat" al hadis


--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com


Kirim email ke