muhasabah hari ini....
----- Original Message -----
From: "rifky pradana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, March 02, 2006 9:13 PM
Subject: [eramuslim-1] Syarat untuk Bermaksiat.
Pada hakikatnya manusia diberikan oleh Allah SWT suatu kebebasan untuk
memilih patuh dan taat kepada-Nya atau memilih bermaksiat dan
menentang-Nya. Namun sebelum terus berketetapan hati untuk meneruskan
perbuatan maksiat yang melanggar aturan-Nya, sebaiknya mencoba untuk
memenuhi dulu kelima syarat untuk terus melakukan perbuatan maksiat
kepada-Nya seperti kisah berikut ini.
Suatu hari ada seorang lelaki yang menemui Ibrahim bin Adham, dia
berkata : ' Wahai Aba Ishak, selama ini aku gemar bermaksiat. Tolong
berikan aku nasihat ! '.
Setelah mendengar perkataan tersebut, Ibrahim bin Adham berkata : ' Jika
kamu mau menerima lima syarat dan mampu melaksanakannya, maka boleh saja
kamu melakukan maksiat '.
Lelaki itu dengan penasaran bertanya : ' Apa saja syarat-syarat itu,
wahai Aba Ishak ? '.
Kemudian Ibrahim bin Adham berkata : ' Syarat pertama, jika kamu
bermaksiat kepada Allah, janganlah memakan rezeki yang berasal dari-Nya
! '.
Mendengar itu, lelaki itu mengernyitkan kening seraya berkata : ' Lalu
aku mau makan dari mana ?, bukankah semua yang ada di bumi ini adalah
rezeki yang datangnya dari Allah ? '.
' Ya ', tegas Ibrahim bin Adham, lalu ia melanjutkan : ' Kalau kamu
sudah memahaminya, masih pantaskah kamu memakan rezeki dari-Nya smentara
kamu selalu berkeinginan melanggar larangan-Nya ? '.
' Yang kedua, kalau mau bermaksiat kepada-Nya maka janganlah kamu
tinggal di bumi-Nya ! ', kata Ibrahim selanjutnya.
Syarat ini membuat lelaki itu kaget setengah mati.
Ibrahim kembali berkata : ' Wahai lelaki, pikirkanlah, apakah kamu layak
memakan rezeki dari-Nya dan tinggal di bumi-Nya sementara kamu melanggar
segala larangan-Nya ? '.
' Ya, anda benar ', kata lelaki itu.
Selanjutnya Ibrahim bin Adham berkata : ' Syarat yang ketiga, kalau kamu
masih mau bermaksiat maka carilah tempat bersembunyi yang tidak dapat
terlihat oleh-Nya ! '.
Lelaki itu kembali terperanjat dan kemudian berkata : ' Wahai Ibrahim,
ini nasihat macam apa ?, mana mungkin Allah tidak akan melihat kita ? '.
' Nah, kalau kamu memang yakin demikian, apakah kamu masih berkeinginan
berlaku maksiat ? ', kata Ibrahim bin Adham.
Lelaki itu mengangguk-angguk, kemudian meminta Ibrahim untuk mengatakan
syarat yang keempat.
Ibrahim kemudian melanjutkannya : ' Syarat keempat, kalau malaikat maut
datang hendak mencabut ruhmu, katakanlah kepada dia bahwa kamu minta
dimundurkan waktu kematianmu karena kamu masih mau bertobat serta masih
akan melakukan amal soleh ! '.
Kembali lelaki itu terperanjat kemudian menggelengkan kepalanya sembari
berkata : ' Wahai Ibrahim, mana mungkin malaikat maut akan memenuhi
permintaanku itu ? '.
Ibrahim kemudian menjawabnya : ' Wahai lelaki, kalau kamu sudah
menyakini bahwa kamu tidak bisa menunda dan mengundurkan datangnya
kematianmu lalu bagaimana engkau bisa lari dari murka Allah SWT ? '.
Ibrahim selanjutnya berkata : ' Wahai lelaki, syarat yang kelima adalah
kalau malaikat Zabaniah datang hendak menggiringmu ke api neraka di hari
kiamat nanti maka janganlah kamu mau ikut dengannya ! '.
Lelaki itu tersentak dan kemudian tersadarkan, selanjutnya dia berkata :
' Wahai Aba Ishak, sudah pasti malaikat itu tidak akan membiarkan aku
menolak kehendaknya '.
Selanjutnya ia tak tahan lagi, dengan bercucuran air mata ia berkata
sambil terisak : ' Mulai saat ini aku bertobat kepada Allah SWT '.
Akhirul kalam, semoga kisah ini dapat menjadikan kita merenung dan
mentafakuri betapa selama ini kita telah berlaku durhaka kepada-Nya.
Kini saatnya untuk bertobat, mumpung ajal belum menjemput kita. Namun
jika kita malahan merasa yakin bahwa ketinggian intelektualitas yang
kita miliki ditambah dengan kepandaian nalar yang kita punyai akan
membuat dalih dan alasan yang kita sampaikan akan memenangkan kita dalam
debat argumentasi di pengadilan-Nya nanti, maka tak ada lagi yang mampu
menghalangi anda untuk berbuat maksiat kepada-Nya.
Wallahu'alambishawab.
disadur dari : Lima Syarat Bermaksiat tulisan karya Gaman Mustaqim yang
pernah dimuat di kolom Hikmah SKHU Republika.
***
si-pandir, Jakarta, 02 Maret 2006.
***
--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com