Kenapa Harus Menikah?
Berikut beberapa alasan mengapa harus menikah, semoga bisa memotivasi
kaum
muslimin untuk memeriahkan dunia dengan nikah.
1. Melengkapi agamanya
"Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari
agamanya. Dan
hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya
lagi.
(HR. Thabrani dan Hakim).
2. Menjaga kehormatan diri
"Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk
nikah,
maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan
dan lebih
membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu, maka
hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya. (HSR.
Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasaiy, Darimi, Ibnu Jarud dan
Baihaqi).
5. Adanya saling nasehat-menasehati
6. Bisa mendakwahi orang yang dicintai
7. Pahala memberi contoh yang baik
"Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik dalam
Islam,
maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala
orang-orang yang
meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikit pun. Dan barang
siapa yang
pertama memberi contoh perilaku jelek dalam Islam, maka ia
mendapatkan dosa
kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang yang meniru perbuatannya
tanpa
dikurangi sedikit pun.?E(HR. Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab
Orang yang
pertama kali melakukan kebaikan atau kejahatan.)
Bagaimana menurut Anda bila ada seorang kepala keluarga yang memberi
contoh
perbuatan yang baik bagi keluarganya dan ditiru oleh istri dan
anak-anaknya?
Demikian juga sebaliknya bila seorang kepala keluarga memberi contoh
yang
jelek bagi keluarganya?
8. Seorang suami memberikan nafkah, makan, minum, dan pakaian kepada
istrinya dan keluarganya akan terhitung sedekah yang paling utama.
Dan akan
diganti oleh Allah, ini janji Allah.
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda: "Satu
dinar
yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu nafkahkan
untuk
memerdekakan budak, satu dinar yang kamu berikan kepada orang miskin
dan
satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling
besar
pahalanya yaitu satu dinar yang kamu nafkahkan kepada
keluargamu.?E(HR
Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).
Dari Abu Abdullah (Abu Abdurrahman) Tsauban bin Bujdud., ia
berkata:
Rasulullah SAW bersabda: "Dinar yang paling utama adalah dinar yang
dinafkahkan seseorang kepada keluarganya, dinar yang dinafkahkan untuk
kendaraan di jalan Allah, dan dinar yang dinafkahkan untuk membantu
teman
seperjuangan di jalan Allah.?E(HR. Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab
Memberi nafkah terhadap keluarga).
Seorang suami lebih utama menafkahkan hartanya kepada keluarganya
daripada
kepada yang lain karena beberapa alasan, diantaranya adalah nafkahnya
kepada keluarganya adalah kewajiban dia, dan nafkah itu akan
menimbulkan kecintaan
kepadanya.
Muawiyah bin Haidah RA., pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: 'Wahai
Rasulullah, apa hak istri terhadap salah seorang di antara
kami??EBeliau
menjawab dengan bersabda, "Berilah makan bila kamu makan dan berilah
pakaian bila kamu berpakaian. Janganlah kamu menjelekkan wajahnya,
janganlah kamu
memukulnya, dan janganlah kamu memisahkannya kecuali di dalam rumah.
Bagaimana kamu akan berbuat begitu terhadapnya, sementara sebagian
dari
kamu telah bergaul dengan mereka, kecuali kalau hal itu telah
dihalalkan
terhadap mereka.?E(Adab Az Zifaf Syaikh Albani hal 249).
Dari Sa'ad bin Abi Waqqash RA., dalam hadits yang panjang yang kami
tulis
pada bab niat, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadanya:
"Sesungguhnya
apa saja yang kamu nafkahkan dengan maksud kamu mencari keridhaan
Allah,
niscaya kamu akan diberi pahala sampai apa saja yang kamu sediakan
untuk
istrimu.?E(HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab
Memberi
nafkah terhadap keluarga)
Dari Abdullah bin Amr bin 'Ash ra., ia berkata: Rasulullah SAW
bersabda:
"Seseorang cukup dianggap berdosa apabila ia menyianyiaka orang yang
harus
diberi belanja.?E(HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab
Memberi nafkah terhadap keluarga). Dan akan diganti oleh Allah, ini
janji Allah
"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan
menggantinya.?E(Saba?E 39).
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda: "Setiap pagi ada
dua
malaikat yang datang kepada seseorang, yang satu berdoa: "Ya Allah,
berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya.?EDan yang
lain
berdoa: "Ya Allah, binasakanlah harta orang yang kikir.?E(HR. Bukhari
dan
Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).
9. Seorang pria yang menikahi janda yang mempunyai anak, berarti ikut
memelihara anak yatim
Janji Allah berupa pertolongan-Nya bagi mereka yang menikah.
1. Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan
orang-orang
yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan
perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan
karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
(An
Nur: 32)
2. Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu
seorang
mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka
dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya. (HR.
Ahmad 2:
251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)
sumber : media-dakwah
--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com