|
Kompas, 21 Maret 2006
DUA SISI DI BALIK HITAMNYA
KOPI
Jauh sebelum Kiva Han (kedai kopi
pertama di dunia) didirikan pada tahun 1475 di Constantinopel, orang sudah
mengetahui bagaimana hitamnya kopi mampu membius sebagian besar masyarakat dunia
dengan aroma dan rasanya yang khas.
Menurut catatan sejarah buah kopi
ditemukan oleh seorang gembala kambing dari suku Galla di Afrika Timur pada
tahun 1000 sebelum masehi di mana waktu itu ia melihat hewan ternaknya tadi
memakan buah kecil-kecil di semak-semak. Dari hari ke hari kambing-kambingnya
tumbuh makin sehat dan segar, karena itulah ia turut memakan buah yang kemudian
dikenal dengan nama kopi dan mulai merasakan tubuhnya merasa segar dan tidak
mudah lelah.
Kabar ini pun tersiar kemana-mana
sampai akhirnya pedagang Arab yang mendengar khasiat kopi datang ke desa suku
Galla dan membawa pulang benih pohon kopi untuk ditanam di kampung halaman
mereka. Sejak saat itu orang Arab terkenal sebagai bangsa yang pertama kali
menanam pohon kopi. Orang-orang Arab lalu mengolah kopi tersebut menjadi minuman
dan menyebutnya minuman qahwa, yang berarti pencegah
tidur.
Kopi memang lebih dikenal sebagai
minuman yang selalu dikonsumsi kala kantuk melanda. Hal ini berkat kandungan
kafein yang ada pada kopi dapat meningkatkan kegiatan beberapa bagian susunan
saraf pusat yang pada umumnya mengakibatkan orang merasa segar sampai sulit
tidur (secara positif dianggap sebagai penghilang rasa kantuk) dan bergairah.
Tapi perlu diingat dosis kafein yang tinggi dapat berpengaruh terhadap denyut
jantung dan frekuensi pernafasan.
Selain mengatasi kantuk, mengonsumsi
kopi bagi sebagian orang juga bisa memberi manfaat lain - baik itu melewati
penelitian maupun pengalaman.
Widyapratama misalnya, pengusaha kopi
di bilangan Banceuy, Bandung ini mengatakan bahwa kopi berkhasiat untuk
mengatasi migren dan mempercepat peredaran darah.
"Intinya kita kenal ada dua jenis
kopi yaitu arabica dengan ciri biji yang pipih dan rasa yang agak asam, dan
robusta dengan ciri biji yang gemuk dan tidak ada rasa asamnya. Untuk bisa
mendapat manfaat dari kopi memang tidak bisa cepat dan harus menggunakan kopi
yang diproses secara alami. Tapi yang jelas konsumsi kopi jangan terlalu banyak,
cukup 1-3 cangkir dalam sehari dan harus diimbangi dengan minum air putih biar
mengurangi efek negatif seperti keropos tulang, "ujar laki-laki yang sudah
bergelut dengan "si hitam" selama 40 tahun ini.
Harus diakui di samping beberapa
manfaat di atas, kopi juga memunculkan efek negatif terutama kecanduan atau
ketergantungan. Ciri umum ketergantungan kopi antara lain rasa letih atau lelah,
tak bersemangat dan mengantuk kalau sehari saja tidak minum kopi.
Mengonsumsi kopi juga berbahaya bagi
penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) karena senyawa kafein bisa
menyebabkan tekanan darah meningkat tajam. Selain itu, kopi juga bisa
meningkatkan aliran darah ke ginjal dengan akibat produksi urin bertambah. Jadi,
jangan heran kalau tak lama sehabis mengonsumsi kopi kandung kemih cepat
penuh.
Tapi apapun dampak yang ditimbulkan,
kopi tetap diminati banyak orang. Terbukti dari banyaknya kedai kopi yang
bermunculan di seluruh dunia di samping kenyataan bahwa 'si hitam' ini berada di
peringkat kedua setelah minyak bumi dalam perdagangan dunia.
*ASP.
*************************
|
[Ar-Royyan-3822] Dua Sisi di Balik Hitamnya Kopi
IHB Jakarta - Jaeroni Setyadhi Mon, 20 Mar 2006 21:55:18 -0800

