|
Kita harus ada keberanian untuk jatuh -
bangun.
Ada sebuah pertanyaan menarik dari seorang peserta
"Entrepreneur University" angkatan ketiga saat mengikuti kuliah perdana
pekan lalu. "Saya begitu banyak sekali ide bisnis, tapi nyatanya tak ada
satu pun ide bisnis itu terealisir. Akibabnya, saya hanya sekadar kaya
ide, tapi bisnis tak ada?", tanya peserta yang kebetulan ibu-rumah tangga
itu.
Sebenarnya di sekitar kita ini banyak sekali macam bisnis
yang bisa diraih. Hanya saja, kita harus betul-betul memahami kebutuhan
masyarakat konsumen. Sebagai contoh, di beberapa kota di Amerika Serikat,
sudah banyak bisnis yang dikembangkan dari ide-ide sederhana sep€rti
bisnis membangunkan orang tidur (morning call). Aneh, tapi itu nyata.
Tentu, pengguna jasa ini harus menjadi member terlebih dahulu dengan
membayar annual fee dalam jumlah tertentu. Ada juga bisnis yang di sini
masih langka dan belum memasyarakat, yakni bisnis menyewakan pakaian dan
perlengkapan bayi.
Barangkali sekarang ini belum banyak yang kita temukan.
Namun, saya yakin jika kita kreatif, akan mampu melihat peluang bisnis
sebanyak-banyaknya dan mampu menangkap satu atau dua di antaranya. Pendek
kata, peluang bisnis tidak akan pernah ada habisnya, selama minat manusia
masih menjalankan hajat hidupnya di dunia ini.
Dimana saja sebenarnya peluang bisnis disekitar kita?
Misalnya, Saat ldul Fitri yang membawa tradisi kirim mengirim parcel dan
buah tangan lainnya, walau itu sifatnya musiman, namun saya melihat itu
adalah peluang bisnis. Awalnya musiman, tetapi bila dikembangkan dan
ditekuni dapat dijadikan bisnis permanen bersama berkembangnya kehidupan
sosial masyarakat.
Keterampilan tertentu juga bisa dijadikan peluang bisnis.
Terampil dibidang elektronika misalnya, bisa membuka bisnis reparasi dan
maintenance alat-alat elektronik. Ahli di bidang komputer bisa membuka
bisnis software dan hardware. Terampil di mesin, bisa memulai bisnis dari
servis motor atau mobil. Atau barangkali, punya kreativitas yang berciri
khas dan unik, kita bisa merintis bisnis kreatif, seperti Kaos Dagadu
itu.
Bahwa produk ini akhirnya jadi souvenir khas yogya, itu
sebagai bukti bahwa kreativitas bisa jadi peluang bisnis yang menarik
untuk digeluti. Maka, tidak ada salahnya, jika kita juga mencoba
mengembangkan kreativitas yang tidak lazim dan unik, agar bisa dijadikan
peluang bisnis.
Tingkat pendidikan kita juga bisa menjadi peluang bisnis
dengan pengembangan profesi. Misal sarjana matematika membuka kursus
matematika. Sarjana Sastra lnggris memulai usaha dengan membuka kursus
bahasa lnggris. Peluang bisnis juga ada dilingkungan keluarga. Bisa
dimulai dengan berbisnis makanan atau katering dan keluarga bisa diajak
serta, dan bisnis ini bisa dikelola dari rumah.
Peluang itu juga terdapat di lingkungan pekerjaan,
organisasi dan tetangga. Tentu saja, di lingkungan itu kita banyak teman.
Maka, jika punya produk tertentu, bisa saja kita jual produk tersebut
kepada mereka. Bahkan relasi kita pun bisa juga jadi peluang bisnis.
Misalnya, bisa pinjam uang pada relasi untuk modal usaha. Produk yang
dihasilkan, selain bisa dijual pada orang lain, juga pada relasi kita itu.
Dengan begitu, kita tak hanya jeli mencari peluang bisnis, tapi juga mampu
menciptakan Pasar.
Begitu pula, jika punya hobi. Misalnya melukis, bisa jadi
pelukis, dan lukisan itu bisa dijual digaleri. Bagi yang hobi senam
aerobik atau body Inngunge, bisa berwirausaha buka studio senam. Bahkan,
peluang bisnis itu juga bisa diraih saat kita melakukan perjalanan ke luar
kota. lde bisnis bisa muncul setelah kita melihat bisnis di kota lain, dan
itu bisa dikembangkan di kota sendiri. Hanya saja, agar bisnis yang akan
dijalankan tidak sia-sia, ada baiknya pastikan dulu pasarnya.
Tapi, tentu, peluang bisnis itu hanya bisa diraih, jika
kita jeli dan gigih. Ingat pepatah yang mengatakan: "Tidak ada usaha,
tidak ada hasil". Oleh karena itu, sebaiknya jangan ragu di dalam setiap
meraih peluang bisnis yang ada di sekitar kita. Soal besar kecilnya
peluang jangan jadi masalah. Tangkap dulu peluang yang ada. Dan, jangan
khawatir, peluang bisnis yang berikutnya pasti akan mengikuti. Bisnis itu
selalu mengalir, seperti bola salju, dimulai dari yang kecil lalu
menggumpal menjadi besar.
http://www.purdiechandra.com/jm/content/view/64/37/
Memulai Bisnis Tanpa Uang Tunai
Bisnis punya uang tunai dulu, itu sudah lumrah. Tapi
tak benar, tak mungkin memulai bisnis tanpa uang tunai
Mungkinkah kita mulai bisnis tanpa memiliki uang tunai?
Saya kira itu mungkin saja. Mengapa tidak! Jika kita mampu mengoptimalkan
pemikiran kita, maka akan banyak jalan yang bisa ditempuh dalam menghadapi
masalah permodalan untuk kita bisa memulai bisnis. Cuma masalah permodalan
untuk kita bisa memulai bisnis. Cuma masalahnya, darimana duit itu
berasal? Logikanya, semua bisnis itu membutuhkan modal uang.
Memang, kebanyakan kita selalu mengeluh ketiadaan modal
uang sebagai alasan mengapa kita "enggan" berwirausaha. Padahal, modal
yang paling vital sebenarnya bukanlah uang, tetapi modal non-fisik, yakni
berupa motivasi dan keberanian memulai yang mengebu-gebu.
Saya yakin, jika hal itu sudah bisa dipenuhi, maka
mencari modal uang bukanlah persoalan yang tidak mungkin, meski secara
pribadi kita tidak memiliki uang. Sementara kita telah tahu, bahwa peluang
bisnis telah ada di depan mata. Tentu, alangkah baiknya jika kita tidak
menundanya untuk memulai berbisnis.
Toh kita tahu, bahwa sebenarnya banyak sumber permodalan.
Seperti uang tabungan, uang pesangon, pinjam di bank dan di koperasi atau
dari lembaga keuangan atau dari pihak lainnya. Namun, jika kita ternyata
tidak memiliki uang tabungan, uang pesangon atau katakanlah belum ada
keberanian untuk meminjam uang di bank atau koperasi, saya kira kita juga
tidak perlu risau. Karena ada cara untuk memulai bisnis, meski kita tidak
memiliki uang tunai sekalipun.
Contohnya, kita bisa menjadi seorang perantara. Misalnya,
menjadi perantara jual beli rumah, jual beli motor dan lain-lain.
Keuntungan yang kita dapat bisa dari komisi penjualan atau cara lain atas
kesepakatan kita dengan pemilik produk. Saya yakin, kita pasti bisa
melakukannya.
Kita bisa juga membuat usaha dengan cara konsumen
melakukan pembayaran di muka. Dalam hal ini, kita bisa mencari bisnis
dimana konsumen yang jadi sasaran bisnis kita itu mau membayar atau
mengeluarkan uang dulu sebelum proses bisnis, baik jasa maupun produk, itu
terjadi. Misalnya bisa dilakukan pada bisnis jasa, seperti industri jasa
pendidikan. Dimana, siswa diwajibkan membayar dulu didepan sebelum proses
pendidikan itu terjadi.
Bisa juga misalnya, ada orang yang memesan barang pada
kita, namun sebelum barang yang dipesan itu jadi, pihak konsumen sudah
memberikan uang muka dulu. Artinya, itu sama saja kita telah diberi modal
oleh konsumen.
Masih ada cara lain memulai bisnis tanpa kita memiliki
uang tunai. Contohnya, menggunakan sistem bagi hasil. Biasanya, cara
bisnis model ini banyak diterapkan pada Rumah Makan Padang. Dimana kita
sebagai orang yang memiliki keahlian memasak, sementara patner bisnis kita
sebagai pemilik modal uang.
Kita bekerjasama dan keuntungan yang didapat pun dibagi
sesuai kesepakatan bersama. Atau kita mungkin ingin cara lain? Tentu masih
ada. Contohnya, kita bisa melakukannya dengan sistem barter dengan
pemasok, dan kita pun jika memiliki keahlian tertentu, mengapa tidak saja
menjadi seorang konsultan. Selain itu, bisa saja denagn cara kita
mengambil dulu produk yang akan diperdagangkan, hanya untuk pembayarannya
bisa kita lakukan setelah produk tersebut terjual pada konsumen. Tentu,
masih banyak cara lain untuk kita memulai bisnis tanpa uang tunai.
Oleh karena itu, menurut saya, sebaiknya kita tidak perlu
berkecil hati atau takut dipandang rendah, bila ternyata kita memang tidak
memiliki uang tunai namun berhasrat untuk memulai bisnis. Saya yakin,
dengan kita memiliki uang tunai namun berhasrat untuk memulai bisnis. Saya
yakin, dengan kita memiliki kemauan besar menjadi seorang wirausahawan
atau entrepreneur, maka setidaknya akan selalu ada jalan untuk memulai
bisnis. Nyatanya, tidak sedikit pengusaha yang telah meraih keberhasilan
meski saat memulai bisnisnya dulu tanpa memiliki uang tunai.
Itu menunjukkan bahwa tidak benar kalau ada yang
mengatakan "Tak mungkin kita memulai bisnis tanpa memiliki uang
tunai." Kuncinya sebetulnya terletak pada motivasi dan keberanian
kita memulai bisnis yang mengebu-ngebu. Hanya saja, untuk cepat meraih
sukses - apalagi tanpa memiliki uang tunai - itu tidak semudah seperti
kita membalikkan telapak tangan. Semuanya membutuhkan perjuangan.
http://www.purdiechandra.com/jm/content/view/67/37/
| Monday, 25 October 2004
|
|
Kita harus ada keberanian untuk jatuh -
bangun.
Ada sebuah pertanyaan menarik dari seorang peserta
"Entrepreneur University" angkatan ketiga saat mengikuti kuliah
perdana pekan lalu. "Saya begitu banyak sekali ide bisnis, tapi
nyatanya tak ada satu pun ide bisnis itu terealisir. Akibabnya, saya
hanya sekadar kaya ide, tapi bisnis tak ada?", tanya peserta yang
kebetulan ibu-rumah tangga itu.
Sebenarnya di sekitar kita ini banyak sekali macam
bisnis yang bisa diraih. Hanya saja, kita harus betul-betul memahami
kebutuhan masyarakat konsumen. Sebagai contoh, di beberapa kota di
Amerika Serikat, sudah banyak bisnis yang dikembangkan dari ide-ide
sederhana sep€rti bisnis membangunkan orang tidur (morning call).
Aneh, tapi itu nyata. Tentu, pengguna jasa ini harus menjadi member
terlebih dahulu dengan membayar annual fee dalam jumlah tertentu.
Ada juga bisnis yang di sini masih langka dan belum memasyarakat,
yakni bisnis menyewakan pakaian dan perlengkapan bayi.
Barangkali sekarang ini belum banyak yang kita
temukan. Namun, saya yakin jika kita kreatif, akan mampu melihat
peluang bisnis sebanyak-banyaknya dan mampu menangkap satu atau dua
di antaranya. Pendek kata, peluang bisnis tidak akan pernah ada
habisnya, selama minat manusia masih menjalankan hajat hidupnya di
dunia ini.
Dimana saja sebenarnya peluang bisnis disekitar
kita? Misalnya, Saat ldul Fitri yang membawa tradisi kirim mengirim
parcel dan buah tangan lainnya, walau itu sifatnya musiman, namun
saya melihat itu adalah peluang bisnis. Awalnya musiman, tetapi bila
dikembangkan dan ditekuni dapat dijadikan bisnis permanen bersama
berkembangnya kehidupan sosial masyarakat.
Keterampilan tertentu juga bisa dijadikan peluang
bisnis. Terampil dibidang elektronika misalnya, bisa membuka bisnis
reparasi dan maintenance alat-alat elektronik. Ahli di bidang
komputer bisa membuka bisnis software dan hardware. Terampil di
mesin, bisa memulai bisnis dari servis motor atau mobil. Atau
barangkali, punya kreativitas yang berciri khas dan unik, kita bisa
merintis bisnis kreatif, seperti Kaos Dagadu itu.
Bahwa produk ini akhirnya jadi souvenir khas yogya,
itu sebagai bukti bahwa kreativitas bisa jadi peluang bisnis yang
menarik untuk digeluti. Maka, tidak ada salahnya, jika kita juga
mencoba mengembangkan kreativitas yang tidak lazim dan unik, agar
bisa dijadikan peluang bisnis.
Tingkat pendidikan kita juga bisa menjadi peluang
bisnis dengan pengembangan profesi. Misal sarjana matematika membuka
kursus matematika. Sarjana Sastra lnggris memulai usaha dengan
membuka kursus bahasa lnggris. Peluang bisnis juga ada dilingkungan
keluarga. Bisa dimulai dengan berbisnis makanan atau katering dan
keluarga bisa diajak serta, dan bisnis ini bisa dikelola dari
rumah.
Peluang itu juga terdapat di lingkungan pekerjaan,
organisasi dan tetangga. Tentu saja, di lingkungan itu kita banyak
teman. Maka, jika punya produk tertentu, bisa saja kita jual produk
tersebut kepada mereka. Bahkan relasi kita pun bisa juga jadi
peluang bisnis. Misalnya, bisa pinjam uang pada relasi untuk modal
usaha. Produk yang dihasilkan, selain bisa dijual pada orang lain,
juga pada relasi kita itu. Dengan begitu, kita tak hanya jeli
mencari peluang bisnis, tapi juga mampu menciptakan Pasar.
Begitu pula, jika punya hobi. Misalnya melukis,
bisa jadi pelukis, dan lukisan itu bisa dijual digaleri. Bagi yang
hobi senam aerobik atau body Inngunge, bisa berwirausaha buka studio
senam. Bahkan, peluang bisnis itu juga bisa diraih saat kita
melakukan perjalanan ke luar kota. lde bisnis bisa muncul setelah
kita melihat bisnis di kota lain, dan itu bisa dikembangkan di kota
sendiri. Hanya saja, agar bisnis yang akan dijalankan tidak sia-sia,
ada baiknya pastikan dulu pasarnya.
Tapi, tentu, peluang bisnis itu hanya bisa diraih,
jika kita jeli dan gigih. Ingat pepatah yang mengatakan: "Tidak
ada usaha, tidak ada hasil". Oleh karena itu, sebaiknya jangan ragu
di dalam setiap meraih peluang bisnis yang ada di sekitar kita. Soal
besar kecilnya peluang jangan jadi masalah. Tangkap dulu peluang
yang ada. Dan, jangan khawatir, peluang bisnis yang berikutnya pasti
akan mengikuti. Bisnis itu selalu mengalir, seperti bola salju,
dimulai dari yang kecil lalu menggumpal menjadi besar.
http://www.purdiechandra.com/jm/content/view/64/37/ |
|