|
SAINGAN TIDAK HARUS JADI
LAWAN
Oleh: Eko Endarto Dikutip dari Tabloid Otomotif Pada edisi-edisi lalu kita sudah membahas tips
menghemat penghasilan, belanja, mengumpulkan dan menggunakan modal buat usaha.
Pada edisi ini, kita anggap usaha Anda mulai bergerak. Namun usaha yang tengah
asyik dijalankan tiba-tiba saja mendapat pesaing. Panik? Pusing memikirkan
rival? Atau pasang azimat penglaris? Sebaiknya tidak. Terutama jika Anda mau
menyimak beberapa tips berikut.
Oh ya, bagi Anda yang ingin tahu lebih dalam tentang masalah
keuangan, pribadi maupun usaha, Mr. Eko bersedia menjawabnya. Layangkan saja
surat atau faks ke redaksi atau alamat e-mail berikut. Iday [EMAIL PROTECTED]
Oleh Eko Endarto RFA Memang sih, di dekat situ lagi dibangun sebuah bengkel yang 90%
selesai. Hanya perlu diingat, timbulnya saingan adalah konsekuensi keberhasilan
usaha kita. Yang pada dasarnya justru memberi dampak positif. Coba deh,
renungkan hal-hal ini.
Di daerah Tangerang terdapat sebuah mal baru yang di lantai
atasnya dibangun sebuah sentra onderdil dan aksesori kendaraan. Pada awalnya
di situ hanya ada 2 buah toko. Walaupun hanya dua, tempat itu tetap berjalan
karena ada langganan toko tersebut.
Nah, Anda tahu apa yang sangat diinginkan para pemilik kios di
sana? Mereka berharap agar kios dan toko lain di sekitar mereka segera buka.
Kenapa demikian? Dengan ramainya toko dan kios, maka makin lengkap dan
terkenal daerah itu sebagai tempat belanja onderdil dan aksesori.
Apa sih kelebihan Anda punya pembanding? Yakni Anda akan tahu
bahwa hasil atau pekerjaan Anda baik atau tidak. Sebab dengan adanya pesaing,
akan terlihat apakah Anda lebih baik atau lebih buruk.
Kebetulan saya juga tinggal di Tangerang. Seperti pernah
dibahas tabloid ini, di sana baru pertama kali SPBU asing dibangun. Ada yang
menarik sejak dibangunnya stasiun itu. Yakni naiknya standar pelayanan
beberapa SPBU besar yang lebih dulu ada. Meski tak sebaik yang diberikan
stasiun pengisian BBM asing, sapaan karyawan dan ucapan terima kasih bukan hal
baru lagi yang saya dengar dari mereka.
Dahulu ada sebuah pusat pencucian mobil di daerah Kebon Jeruk
satu-satunya yang dilengkapi pengangkat mobil hidraulis untuk mencuci kolong.
Setelah hampir 2 tahun tanpa tandingan, tak jauh dari tempat itu dibangun
usaha yang sama.
Anda tahu apa yang dilakukan pemiliknya? Ia berusaha
memperbaiki pelayanan tanpa berpindah jenis usaha. Ia membuka jenis cuci baru
yaitu cuci salju. Dengan begitu ia bisa selangkah lebih maju karena punya
kelebihan dibanding pesaingnya. Sekaligus menaikkan harga yang dulu sangat
susah. Karena hanya sendiri, sehingga ia dan konsumennya merasa puas dengan
apa yang ada.
Misal, Anda tidak menjual booster rem Kijang, siapa tahu
saingan Anda memilikinya. Suruh saja konsumen Anda membeli ke mereka. Apakah
Anda rugi? Hmm... Saya kira enggak tuh.
Memang konsumen tidak membeli pada Anda dan Anda tidak
mendapat pemasukan. Tapi Anda bisa mengambil keuntungan dengan cara lain.
Misal menjual jasa pemasangan booster rem tadi. Bukan hanya memberikan
pelayanan, Anda juga telah mempopulerkan daerah usaha Anda.
Seperti dikatakan di awal, timbulnya saingan sejenis di daerah
kita merupakan dampak kesuksesan dan keberhasilan yang kita capai. Yang
namanya saingan pasti memiliki efek yaitu negatif atau positif.
Tapi sebagai otomania yang gentle kenapa harus takut dengan
dampak negatifnya kalau kita bisa mengambil dampak positifnya. Ingat,
pengusaha yang tangguh adalah pengusaha yang tidak lari dari persaingan tapi
yang bisa menang atas persaingan.
Salam, - MOHON DI FORWARD - ________________________________________________ Kunjungi situs kami di www.perencanakeuangan.com Ingin mendapatkan info dan artikel rutin di email
Anda Ingin bertemu dan berkenalan dengan rekan-rekan lain
________________________________________________ YAHOO! GROUPS LINKS
|

