semoga bermanfaat
"Nissa"
<[EMAIL PROTECTED]
.com> To
"jay"
05/10/2006 04:26 PM <jayadi
.junaed
[EMAIL
PROTECTED]
man.co.
id>,
"Abdoel
"
<abdoel
@batain
donesia
.com>,
"lia"
<cantik
_chrisl
[EMAIL
PROTECTED]
.com>,
"evasep
ti"
<evasep
[EMAIL
PROTECTED]
o.com>,
"Amirud
in"
<amirud
[EMAIL
PROTECTED]
sat.com
>
cc
Subject
Fw:
Propaga
nda
Sinkret
isme
Agama
[mx]
----- Original Message -----
From: Yuki Firdaus
To: Nissa
Sent: Wednesday, May 10, 2006 3:23 PM
Subject: Propaganda Sinkretisme Agama
ميحرلا نمحرلا ﷲا مسب
هتا?ربو ﷲاةمحرو مكيلع مﻼسلأ
Propaganda Sinkretisme Agama
Penulis: Dewan Fatwa Ulama dan Riset Ilmiyah Arab Saudi
--------------------------------------------------------------------------------
Segala puji bagi ىلاعتو هن احبس ﷲأ semata. Shalawat dan salam atas Nabi
ملسو هيلع ﷲاىلص دمحم -tidak ada nabi setelahnya- dan kepada keluarga, para
shahabatnya serta orang-orang yang mengikuti jejak) mereka dengan baik
hingga hari kiamat. Kemudian
Sesungguhnya (Lajnah Ad Da'imah Divisi Penelitian Ilmiah dan Komisi Fatwa
Kerajaan Arab Saudi) telah mengeluarkan fatwa,
menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang dilayangkan kepada lajnah tentang
beberapa pemikiran dan makalah yang kian marak diekspos di media-media
informasi seputar masalah seruan sinkretisme agama (penyatuan agama),
antara Agama Islam, Yahudi, dan Nasrani. Demikian pula beberapa
problematika yang merupakan dampak dari propaganda tersebut, seperti
masalah pembangunan masjid, gereja dan tempat peribadatan Yahudi dalam
satu kawasan. Baik lingkungan universitas, bandara penerbangan maupun di
tempat-¬tempat umum. Begitu pula seruan untuk mencetak Al Qur'an Al Karim,
Taurat dan Injil dalam satu jilid. Dan masih banyak lagi dampak propaganda
penyatuan agama tersebut. Demikian pula muktamar-muktamar, seminar dan
yayasan-yayasan di barat dan di timur yang diselenggarakan dan
didirikan untuk tujuan tersebut. Setelah menelaah dan mempelajarinya, maka
Lajnah Ad Daimah menetapkan sebagai berikut:
Pertama : Sesungguhnya termasuk pokok-pokok keyakinan di dalam Islam, yang
telah diketahui secara pasti dan disepakati oleh kaum muslimin adalah
bahwasanya tidak ditemukan di muka bumi ini satu agama pun yang
benar selain agama Islam. Islam adalah agama penutup sekaligus penghapus
seluruh agama maupun syari'at sebelumnya. Jadi tidak ada agama satupun
yang eksis di muka bumi ini yang boleh digunakan sebagai pedoman ibadah
selain agama Islam.
ىلاعتو هن احبس ﷲأ berfirman: "Barangsiapa yang mencari agama selain Islam
maka tidak akan diterima darinya dan di akhirat dia termasuk orang-orang
yang merugi."(Ali Imron : 85)
Diutusnya Nabi ملسو هيلع ﷲاىلص دمحم untuk menyampaikan agama Islam yang
dibawa oleh beliau, bukan agama selainnya.
Kedua: Termasuk pokok-pokok keyakinan di dalam Islam, bahwa Kitab ىلاعتو
هن احبس ﷲأ (Al Qur'an Al Karim) adalah Kitab Allah terakhir yang
diturunkan dan telah mendapat jaminan dari Rabb semesta alam. Sebagai
penghapus bagi semua kitab yang diturunkan sebelumnya seperti Taurat,
Injil dan selainnya. Sebagai penyempurna terhadap kitab-kitab terdahulu.
Maka tidak ada sebuah kitab pun yang diturunkan setelah diutusnya Nabi
Muhammad shallallahu'alaihi wasallam selain Al Qur'an Al Karim.. ىلاعتو هن
احبس ﷲأ berfirman "Dan Kami telah menurunkan Al Qur'an dengan membawa
kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang
diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu ;
maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan
janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran
yang telah datang kepadamu. "(Al Maidah : 48).
Ketiga: Wajib mengimani bahwasanya Taurat dan Injil telah dihapus dengan
turunnya Al Qur'an Al Karim. Keduanya telah mengalami tahrif (perubahan)
dan tabdil (diganti) dengan penambahan maupun pengurangan. Sebagaimana
dijelaskan perihal tersebut pada beberapa ayat dalam Kitabullah Al Karim,
diantaranya firman Allah Ta'ala "(Tetapi) karena mereka
melanggar janjinya. Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras
membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan
mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah
diperingatkan dengannya, dan engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat
penghianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak
berkhianat). "(AI Maidah : 13)
Firmanىلاعتو هن احبس ﷲأ: "Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang
menulis Al kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya :"Ini
dari Allah ". (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit
dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari
apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi
mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan. "(AI Baqarah : 79).
Dan firman-Nya yang Maha Suci : "Sesungguhnya diantara mereka ada
segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya
kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan
dari Al Kitab dan mereka mengatakan : "la (yang dibaca itu datang) dari
sisi Allah padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap
Allah, sedang mereka mengetahui." (Ali Imron : 78)
Oleh karena itu, kebenaran apa saja yang terdapat pada agama-agama
tersebut, maka telah dihapus dengan Islam. Adapun selain itu,
telah mengalami penyimpangan dan perubahan. Diriwayatkan dari Nabi
shallallahu'alaihi wasallam bahwasanya Beliau marah tatkala melihat Umar
ibnul Khaththab (memegang) lembaran Taurat. Maka (Beliau) 'alaihish
sholatu wassalam bersabda : ?Apakah engkau masih ragu wahai Ibnul
Khaththab ?! Bukankah telah datang agama yang putih lagi bersih ?
Seandainya saudaraku Musa masih hidup saat ini, niscaya tidak ada
keluwesan bagi dia melainkan mengikuti syari'atku." (HR Ahmad,Ad Darimi
dan selain keduanya).
Keempat : Termasuk pokok-pokok keyakinan di dalam Islam adalah bahwa Nabi
dan Rasul kita ملسو هيلع ﷲاىلص دمحم adalah penutup para nabi dan rasul.
Sebagaimana ىلاعتو هن احبس ﷲأ berfirman: "Bukanlah Muhammad itu bapak
salah seorang diantara kalian melainkan seorang utusan Allah dan penutup
para nabi." (AI Ahzab : 40)
Maka tidak ada lagi seorang rasul yang wajib diikuti selain ملسو هيلع
ﷲاىلص دمحم. Seandainya ada seorang nabi dari nabi-nabi Allah dan
rasul-rasul-Nya yang masih hidup, niscaya akan mengikut syari'at Beliau
ملسو هيلع ﷲاىلص. Begitu pula para pengikut nabi-nabi tersebut. ىلاعتو هن
احبس ﷲأ berfirman: "Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari
para nabi : "Sungguh apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan
hikmah, kemudian datang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu,
niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya."
Allah berfirman "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap
yang demikian itu ?" Mereka menjawab "Kami mengakui. "Allah berfirman
: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan aku menjadi saksi pula
bersama kamu." (Ali Imron : 81)
Nabi Isa `alaihish sholatu wasallam tatkala turun di akhir zaman, beliau
akan mengikuti Nabi ملسو هيلع ﷲاىلص دمحم dan berhukum dengan syari'atnya.
ىلاعتو هن احبس ﷲأ berfirman: "(Yaitu) orang-orang yang mengikuti rasul,
nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan
Injil. " (Al A'raf : 157).
Demikian pula, termasuk pokok-pokok keyakinan di dalam Islam bahwa ملسو
هيلع ﷲاىلص دمحم diutus untuk segenap manusia. ىلاعتو هن احبس ﷲأ
berfirman: "Dan tidaklah engkau diutus melainkan untuk seluruh manusia,
sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan. Akan tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui"(Saba: 28).
ىلاعتو هن احبس ﷲأ berfirman ; "Katakanlah (wahai Muhammad) "Wahai manusia
sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk kalian seluruhnya." (Al A'raf :
158)
Kelima : Termasuk pokok-pokok Islam : bahwa wajib meyakini kafirnya setiap
orang yang tidak masuk ke dalam Islam. Baik dari kalangan Yahudi, Nashara
maupun selainnya. Dan menyebutnya sebagai orang kafir. Orang tersebut
adalah musuh Allah, rasul-¬Nya dan kaum muslimin, serta termasuk penduduk
neraka, sebagaimana ىلاعتو هن احبس ﷲأ berfirman : "Orang-orang kafir yakni
Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan
meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata 0
Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik
(akan masuk) ke neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itu
adalah seburuk-buruk makhluk. "(Al Bayyinah : 1 & 6).
Diriwayatkan dalam Shahih Muslim, bahwasanya Nabi shallallahu'alaihi
wasallam bersabda : "Dan demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan¬Nya,
tidaklah mendengar salah seorang dari kalangan umat ini, Yahudi maupun
Nashrani, kemudian dia mati dan tidak beriman dengan yang aku
diutus dengannya (agama Islam), melainkan dia termasuk penghuni api
neraka. "
Oleh karena itu, barangsiapa yang tidak mengkafirkan Yahudi dan Nashara
berarti dia kafir, sesuai dengan kaidah sya'riat :(Barangsiapa
tidak (menvonis) kekafiran kaum kafir berarti dia (dianggap) Kafir).
Keenam: Sehubungan dengan adanya pokok-pokok keyakinan dan hakikat-hakikat
syari'at ini, maka sesungguhnya seruan kepada sinkretisme agama dan pola
pendekatan antara agama tersebut lalu menggabungkannya dalam satu kesatuan
merupakan propaganda dan makar yang sangat keji. Misi propaganda tersebut
adalah men-campuraduk-kan antara kebenaran dan kebatilan,
menghancurkan Islam, merobohkan sendi-sendinya, serta menggiring
pengikutnya kepada kemurtadan yang menyeluruh. Hal ini dibenarkan oleh
ىلاعتو هن احبس ﷲأ: "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai
mereka (dapat mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran)
seandainya mereka sanggup. '(AI Baqarah : 217).
ىلاعتو هن احبس ﷲأ berfirman : "Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir
sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan
mereka)." (An Nisa : 89).
Ketujuh : Sesungguhnya pengaruh dari propaganda buruk ini adalah
dikorbankannya prinsip yang membedakan antara Islam dengan Kafir,
antara yang hak dengan yang batil, kebaikan dengan kemungkaran, serta
meruntuhkan batas pemisah antara kaum muslimin dengan kaum kafir. Sehingga
tidak ada lagi wala' (loyalitas) baro' (kebencian), serta tidak ada lagi
seruan jihad dan berperang untuk meninggikan kalimatullah di muka bumi
ini. ىلاعتو هن احبس ﷲأ berfirman : Perangilah orang-orang yang tidak
beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka
tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul¬-Nya dan
tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang)
yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah
dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. "(At Taubah : 29).
Dan ىلاعتو هن احبس ﷲأ berfirman : "Perangilah kaum musyrikin itu semuanya
sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwasanya
'Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (At Taubah : 36)
Kedelapan : Bahwasanya propaganda sinkretisme agama, jika bersumber dari
seorang muslim, maka dia dianggap secara jelas telah murtad. Karena
perkara tersebut bertentangan dengan pokok-pokok keyakinan agama
Islam. Propaganda tersebut meridhoi kekafiran kepada Allah dan menganggap
batilnya kebenaran Al-Qur'an dan keberadaannya sebagai penghapus
kitab-kitab terdahulu. Sekaligus membatalkan agama Islam sebagai penghapus
segenap syari'at dan agama sebelumnya. Semua ini dibangun di atas
pemahaman yang rusak, dan diharamkan secara pasti dengan seluruh
dalil-dalil syari'at dari Al Qur'an dan As Sunnah serta ijma' (Kesepakatan
umat).
Kesembilan : Maka berdasarkan pernyataan di atas :
Sesungguhnya tidak boleh bagi seorang muslim -yang beriman kepada
ىلاعتو هن احبس ﷲأ sebagai Rabb, Islam sebagai agama yang benar dan ملسو
هيلع ﷲاىلص دمحم sebagai nabi dan rasul- menyeru kepada pemahaman
keji tersebut. Menyebarkannya diantara kaum muslimin, terlebih lagi
menyambut seruan itu. Kemudian mengikuti muktamar, seminar, serta
perkumpulan mereka.
Tidak boleh bagi seorang muslim mencetak Taurat dan Injil, terlebih
lagi digabung dengan Al Qur'an AI Karim dalam satu cetakan !!.
Barangsiapa yang melakukan atau menyeru untuk melakukannya, maka dia
berada dalam kesesatan yang jauh. Sebab dengan perbuatan tersebut,
berarti menggabungkan antara kitab yang hak (yaitu Al Qur'an Al Karim)
dengan Al Muharrif (kitab yang telah diubah-ubah) atau dengan kitab
yang telah dihapus (yaitu Taurat dan Injil).
Tidak dibenarkan bagi setiap muslim menyambut seruan untuk
membangun masjid, gereja dan tempat peribadahan Yahudi dalam satu
kawasan. Karena hal ini sama saja menggabungkan antara agama yang
menyembah Allah, dengan agama selainnya dan mengingkari keunggulan
agama Islam atas selainnya. Serta tidak boleh menyeru bahwa ada tiga
agama sah bagi penduduk bumi, yang mereka boleh untuk memilih salah
satunya. Kemudian meyakini bahwa semua agama tersebut berada di atas
satu pijakan, sedangkan Islam bukanlah agama yang menghapus agama-agama
sebelumnya. Maka tidak diragukan lagi bahwa ketetapan, keyakinan, atau
senang dengan pemahaman seperti itu adalah kafir dan sesat. Karena
hal tersebut merupakan penyelisihan yang sangat jelas terhadap Al
Qur'an Al Karim dan As Sunnah yang suci serta ijma' kaum muslimin. Dan
berkeyakinan bahwa perubahan agama Yahudi dan Nashara berasal dari sisi
Allah. Maha Suci Allah dari yang demikian itu. Begitu pula tidak boleh
menggelari gereja-gereja sebagai rumah Allah! dan menyakini para
pemeluknya beribadah dengan peribadahan yang benar lagi diterima di
sisi ىلاعتو هن احبس ﷲأ. Karena sesungguhnya peribadahan yang mereka
lakukan tersebut, tidak berdasarkan ajaran Islam. ىلاعتو هن احبس ﷲأ
berfirman : "Dan barangsiapa yang mencari agama selain Islam,
maka tidak akan diterima darinya (agama itu). Dan di akhirat dia
termasuk orang-orangyang merugi. " (Ali lmron: 85).
Bahkan gereja-gereja itu adalah rumah-rumah tempat Allah dikufuri. Kita
berlindung dari kekafiran dan pengikutnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
rahimahullah Ta'ala berkata : di dalam Majmu' Fatawa (22/162) : "(Bahwa)
gereja dan tempat ibadah kaum Yahudi bukanlah rumah-rumah
Allah. Sesungguhnya rumah-rumah Allah adalah masjid¬-masjid. Bahkan gereja
adalah rumah yang Allah dikufuri padanya, walaupun dijuluki sebagai rumah
Allah. Rumah-¬rumah ibadah tersebut sebanding dengan para pemeluknya.
Sedangkan pemeluknya adalah kaum kafir, maka rumah-¬rumah itu adalah rumah
ibadah kaum kafir."
Kesepuluh : Termasuk perkara yang harus diketahui, bahwa berdakwah
terhadap kaum kafir secara umum dan ahli kitab secara khusus,
adalah kewajiban atas kaum muslimin berdasarkan nash-nash yang jelas
dariAl Qur'an danAs Sunnah. Akan tetapi perkara tersebut tidak dapat
terwujud kecuali melalui metode bayan (menjelaskan kebenaran) dan
memberikan argumentasi dengan cara yang lebih baik Tanpa mengorbankan
prinsip-prinsip syari'at Islam. Hal itu dilakukan agar mereka mau menerima
Islam dan berkenan memeluknya. Atau dengan cara menegakkan hujjah (bukti)
untuk mematahkan alasan mereka dan menyelamatkan orang-orang yang menerima
kebenaran. ىلاعتو هن احبس ﷲأ berfirman : "Katakanlah : "Wahai Ahli kitab,
marilah (berpegang) pada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada
perselisihan antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah kecuali
hanya kepada Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan
tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan
selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka :
"Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri kepada
(Allah). "(Ali lmron : 64).
Adapun dialog, adu argumentasi dan berkumpul bersama mereka dalam rangka
mentolelir keinginan hawa nafsu mereka, melanggengkan misi makar mereka,
serta mencari-cari kelemahan Islam dan merapuhkan pondasi keimanan ; maka
hal itu adalah suatu kebatilan. Maka Allah, rasul-Nya dan kaum
muslimin berlepas diri darinya. Kepada Allah lah kita memohon pertolongan
atas apa yang mereka sifatkan. ىلاعتو هن احبس ﷲأ berfirman : "Dan
berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu
dari sebagian apa yang telah diturunkanAllah kepadamu."(AI Maidah :49).
Demikianlah Lajnah menetapkan dan menjelaskan perkara-perkara di atas.
Maka Lajnah memberikan nasehat kepada kaum muslimin secara umum dan Ahli
Ilmu secara khusus, supaya bertakwa kepada Allah, merasa diawasi
oleh-¬Nya, menjaga Islam serta memelihara akidah kaum muslimin dari
kesesatan dan penyeru kesesatan, juga dari kekafiran dan pemeluknya.
Lajnah memperingatkan mereka dari seruan kekafiran yang sesat ini
(sinkretisme agama), dan dari terjatuh ke dalam kubang kebinasaan. Kita
memohon perlindungan kepada Allah, agar setiap muslim tidak menjadi sebab
masuknya kesesatan ini ke negeri-negeri kaum muslimin dan tidak
menyebarkannya di tengah-tengah mereka. Kita memohon kepada Allah
yang Maha Suci dengan nama-namaNya yang husna dan sifat-sifat-Nya yang
Maha Tinggi agar melindungi kita semua dari berbagai fitnah kesesatan. Dan
agar menjadikan kita termasuk orang yang memberi penjelasan kepada hidayah
Allah dan sebagai pembela Islam di atas petunjuk dan cahaya dari Rabb kita
sampai kita menjumpai-Nya dalam keadaan diridhoi¬-Nya.
Wabillahi taufik, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada
nabi ملسو هيلع ﷲاىلص دمحم, beserta keluarga dan para shahabat.
Dewan Fatwa Ulama dan Riset Ilmiyah Arab Saudi
Ketua : Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Wakil Ketua : Abdul Aziz bin Abdillah Alu Syaikh Anggota : Sholeh bin
Fauzan Al Fauzan Anggota : Bakr bin Abdillah Abu Zaid
Judul Asli : Tsalatsu Fatawa Muhimmah
Judul Edisi Indonesia : Awas Kristenisasi & Bahaya Seruan Sinkretisme
Agama,
Penerbit : Darul Ilmi Yogyakarta
هتا?ربو ﷲاةمحرو مكيلع مﻼسلأو
Ismail Dzulhidayath
Phone: 021-5962010
E-mail : [EMAIL PROTECTED]
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.0.300 / Virus Database: 267.8.10 - Release Date: 7/6/2005
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.0.300 / Virus Database: 267.8.10 - Release Date: 7/6/2005
[Ar-Royyan-4250] Fw: Propaganda Sinkretisme Agama [mx]
Djarot_Dwikardjanto/Wiratman_&_Associates Wed, 17 May 2006 00:11:28 -0700

