---------- Forwarded message ----------
From: sadarzakat <[EMAIL PROTECTED]>
Date: May 19, 2006 10:51 AM
Subject: [sadarzakat] MUSIM KOMPETISI TELAH TIBA
To: [EMAIL PROTECTED]
Jum'at, 19 Mei 2006
MUSIM KOMPETISI TELAH TIBA
Saya ingin cuplikkan isi tajuk "New York Times" yang pernah dikutip
juga oleh Rosihan Anwar, sang wartawan 3 zaman, dalam bukunya;
"Musim semi ialah semuanya gairah dan awal, musim panas ialah
pertumbuhan dan perkembangan.
Musim gugur ialah prestasi yang tersimpulkan, padi-padian yang telah
dipanen, buah apel yang telah matang, dan buah anggur yang telah diperas."
(Menulis Dalam Air, 1983, hal 226-227).
Perasaan saya ikut membuncah kala melihat riang ceria sobat zakat
peserta Rakernas di malam celebration. Dari sudut gelap kursi paling
belakang saya libatkan emosi saya dalam lingkaran yang semakin terang,
sebuah lingkaran bernama harapan. Jika isi kepala orang bisa
divisualkan kayak di komik-komik Jepang barangkali ada banyak lampu
yang menyala di Auditorium Saraswati Divlat Telkom Bandung, menerangi
huruf-huruf yang lama-kelamaan tereja membentuk kata PASTI BISA!
Nampak optimis memang, secerah musim semi yang selalu disambut suka
cita setiap warga. Semua sumringah, semua bergairah…
Tapi..
Kafi Kurnia, salah satu motivator marketing terbaik negeri ini,
mengingatkan saya dalam sebuah tulisannya berjudul BELAKANG. "Ini
penyakit kronis yang melanda bangsa ini. Kita semua merasa kurang
percaya diri sebagai bangsa. Entah kenapa, kita dijajah rasa malu,
rasa ragu-ragu, dan rasa tidak yakin. Rasa pesimisme yang membuat
lebih enak, dan nyaman di belakang mengambil posisi yang pasif." Kafi
(nama ini sangat keren sampai anakku juga kami namain kafi) cukup
kesal dalam tulisannya mengapa di beberapa kejadian yang dialaminya,
orang Indonesia sukanya memilih duduk di belakang saat seminar, kalau
dengan orang asing, seolah-olah kita langsung kalah set, kalah status,
dan kalah segala-galanya. Kita dibikin terbelakang secara sengaja.
Mendadak muncuk sedikit kekhawatiran, apakah warga negara Rumah Zakat
juga demikian? Selalu heboh dengan semangat teriakan tapi mentalitas
tetap saja primitif, budaya disiplin hanya bertahan sehari-dua
hari….Semoga tidak demikian. Berubah!
Musim semi tentu pasti akan berganti..kita harus segera menyiapkan
diri menghadapi musim kompetisi…musim panas, masa perjuangan tumbuh
kembang perusahaan…
Kita pasti bisa memenangkan persaingan ini dan itu dimulai dari
pikiran kita. Saya akan coba kutipkan kisah hidup seorang Adam Khoo,
tokoh fenomenal yang beberapa kali diceritakan Abu Syauqi, Ketua Dewan
Pembina Rumah Zakat Indonesia, di forum-forum motivasi. (Baca: Master
Your Mind Design Your Destiny, Jakarta : PT Indeks Kelompok Gramedia,
2005).
Saat berumur 13 tahun dapat saya katakan bahwa saya termasuk anak yang
tidak pandai. Peringkat akademik saya hanya memungkinkan saya bisa
memasuki sekolah menengah papan bawah di negara saya.
Jauh sebelumnya, pada umur delapan tahun, saya dikeluarkan dari
sekolah dasar karena berperilaku buruk: hasil akademik saya yang jelek
tidak dapat membantu. Kemudian nilai saya yang sangat jelek dalam
Ujian Kelulusan Sekolah Dasar. Akhirnya saya ditolak oleh enam sekolah
menengah yang coba dipilih orangtua saya.
Akhirnya saya bersekolah di sekolah negeri yang disebut Ping Yi. Pada
awalnya secara akademik saya masih sangat lemah. Saya hanya lulus
dalam empat dari delapan mata pelajaran, dan menempatkan saya hampir
di urutan terendah di sekolah tersebut. Saya tidak hanya lemah secara
akademik, tetapi juga lemah secar fisik dan mental. Saya memiliki
hubungan sosial yang jelek, saya pembosan, berbeda, dan selanjutnya
saya menjadi "siswa bermasalah". Saya mengikuti gerakan pramuka, namun
dalam enam bulan dikeluarkan juga karena saya tidak mampu mengikuti
ujian standar pamuka, ujian paling dasar yang dibutuhkan untuk dapat
disebut pramuka.
Seperti remaja bermasalah pada umumnya, saya tergila-gila dengan
permainan-permainan elektronik dan acara-acara TV yang konyol. Dapat
dikatakan saya hanya berputar-putar dalam kehidupan yang tanpa
harapan, hanya duduk-nekan tombol dan tuas, dengan mata melotot ke
layar monitor.
Itulah saya, seorang remaja pembosan yang bermasalah hingga akhirnya
saya mengikuti program NLP (Neuro-linguistic Program), sebuah teknik
berpikir yang mengajarkan kepada Anda bagaimana menggunakan bahasa
pikiran (linguistic) untuk memprogram dan memprogram ulang system
syaraf agar secara konsisten memperoleh hasil yang diinginkan. NLP
pertama kali dikembangkan oleh Dr. Richard Bandler & Dr. John Grinder
pada tahun 1970-an.
….
Apa yang saya pelajari dari mentor-mentor saya memberi inspirasi,
merangsang, dan menantang saya. Saya memutuskan untuk mengadopsi
keyakinan baru bahwa "jika sesuatu itu mungkin bagi orang lain, maka
akan mungkin pula bagi saya. Ini hanya masalah strategi."
Saya mulai mengujinya. Saya menentukan tiga tujuan yang tadinya tidak
mungkin pada waktu itu. Tujuan pertama saya adalah menjadi anak
terpandai di sekolah dalam setahun. Tujuan kedua adalah mengikuti
ujian sebaik mungkin sehingga dapat masuk junior college terkenal di
Singapura (diperuntukkan bagi hanya 5% siswa terbaik dari seluruh
negeri). Tujuan ketiga saya adalah dapat memasuki National University
of Singapore dengan peringkat tinggi. Anda dapat membayangkan ambisi
tersebut, yang datang dari seorang anak yang mungkin berada di tempat
paling bawah, mendekati 20% murid terbawah di seluruh negeri. Sebuah
fantasi yang gila-gilaan.
….
Dari setahun hanya lulus dalam dua mata pelajaran, saya mendapat 7
nilai A dan masuk sepuluh besar di sekolah. Dalam tiga tahun, saya
menjadi yang terbaik di sekolah saya, dan menjadi siswa pertama dan
satu-satunya dari sekolah saya yang diterima di junior college nomor
satu di Singapura tahun itu, Victoria Junior College. Kemudian saya
berhasil memasuki National University of Singapore (menerima hanya 10%
siswa terbaik di Singapura) dan dalam setahun masuk dalam satu persen
mahasiswa dengan prestasi akademik terbaik di universitas tersebut.
Dalam enam tahun, saya menemukan diri saya sebagai salah satu dari
satu persen mahasiswa terbaik di seluruh negeri.
….
Tantangan saya berikutnya adalah menciptakan kesuksesan di luar kelas.
Tujuan karier utama saya adalah menjadi jutawan pada usia 26 tahun,
membangun bisnis bernilai jutaan dollar, dan menjadi salah satu
pembicara terbaik di Asia. Maka, sekali lagi saya mendedikasikan semua
waktu dan energi say untuk belajar dan membuat model
pembicara-pembicara dan pengusaha-pengusaha terbaik di seluruh dunia.
Saya membaca empat ratus buku. Saya membaca biografi orang-orang yang
telah membuat dirinya sendiri menjadi jutawan dan penemu. Saya membaca
buku-buku tentang peningkatan kesejahteraan, psikologi, bahasa dan
pengembangan kepribadian.
Saya memulai bisnis pertama saya pada umur 15 tahun, dan bisnis kedua
(pelatihan dan konsultasi) pada umur 21 tahun, dan memasuki bisnis
properti dan investasi pada umur 22 tahun.
Sambil belajar keras untuk mengikuti ujian, saya menggunakan waktu
luang saya untuk membuat perjanjian, menjalankan bisnis, dan menjadi
pembicara di setiap kesempatan. Dalam waktu dua tahun setelah lulus
universitas, pada umur 26 tahun, saya telah berhasil mengumpulkan
kekayaan sebesar lebih dari $1,2 juta, mengelola dua bisnis yang
sukses, dan memiliki honor sebagai pembicara sebesar $2000 per jam.
Saya telah berbicara di hadapan lebih 50.000 guru, mahasiswa,
professional, manajer, dan CEO di bidang belajar cepat dan keunggulan
kepribadian.
Piuhhhh….subhanallah..luar biasa!!
Kita harus berterima kasih kepada Tuhan dengan memaksimalkan potensi
diri kita. Sekali lagi..musim kompetisi telah tiba..dan yang harus
kita kalahkan pertama kali adalah mentalitas pecundang dalam setiap
diri kita. Harus disiplin, harus bersih, harus produktif! Ada BILA,
pasti ada..MAKA. Kerja keras akan kita nikmati di musim gugur. Musim
dimana telah nyata prestasi yang tersimpulkan, padi-padian yang telah
dipanen, buah apel yang telah matang, dan buah anggur yang telah diperas."
Sukses! We are the Great!
Trieha (Customer Care and Marketing Support Head Rumah Zakat Indonesia),
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free.
http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Indonesia Sadar Zakat
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sadarzakat/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

