MUI Siapkan 200 Bus
Adam Ibrahim : Peserta Harus Jaga Ketertiban

Pajajaran--- Sedikitnya 10 ribu massa gabungan dari 15 ormas Islam se-Kota Bogor akan mengikuti aksi damai sejuta umat di Gedung MPR/DPR RI Jakarta, Minggu (21/5). Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor sebagai koordinator kegiatan wilayah Bogor telah menyediakan 200 bus untuk mengangkut para peserta aksi.

Ketua Umum MUI Kota Bogor KH Adam Ibrahim mengatakan, aksi damai ini merupakan aksi solidaritas umat Muslim se-Jabotabek dan Jawa Barat untuk mendukung disahkannya RUU Antipornografi dan Pornoaksi yang hingga saat ini masih terus digodok di DPR.

“Kegiatan ini bisa terlaksana atas adanya semangat amal ma’ruf dan ruhul jihad pada diri umat Islam yang ada di wilayah Bogor,” kata Adam sebelum mengikuti pertemuan dengan pengurus ormas Islam se-wilayah Bogor di Gedung PPIB Jalan Pajajaran, kemarin.

Dalam pelaksanaannya, MUI Kota Bogor bertindak sebegai koordinator kegiatan, sedangkan massa didukung oleh ormas Islam, majelis taklim, pondok pesantren serta para pengurus Dewan kesejahteraan Masjid se-Kota Bogor.

Adam menyatakan, anggaran yang dikeluarkan untuk menggelar aksi damai ini ditanggung oleh peserta aksi sendiri. Alasannya, kegiatan ini bisa digolongkan sebagai jihad fisabilillah dalam menegakkan kebenaran Islam.

“Ini merupakan jihad fisabilillah untuk menegakkan amar ma’ruf, terutama menyangkut keinginan masyarakat membentengi bangsa dari kebejatan moral yang berkaitan dengan pornografi,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran acara ini, Ketua MUI telah menunjuk Dudi Zuhdi sebagai Ketua Panitia kegiatan dan dibantu koordinator lapangan dari unsur ormas Islam.

Adam menambahkan bahwa lokasi keberangkatan telah ditentukan, untuk memudahkan para peserta. “Lokasi dipusatkan di depan Masjid Raya dan PPIB lapangan, sebelum masuk tol, Mal Jambu Dua dan RS Karya Bhakti, Para Peserta diharapkan siap sebelum pukul 06:00 wib,” paparnya.

Menurut Adam, peserta lomba berasal dari 15 ormas Islam se-Kota Bogor. Peserta terbanyak berasal dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang akan mengerahkan 5.000 orang dengan 100 bus. Selain menggunakan bus, para peserta pun akan berangkat memakai kendaraan pribadi, kereta api dan sepeda motor.

“Sesuai petunjuk MUI Jawa barat, untuk peserta wilayah Jawa Barat, akan dipusatkan di Senayan dari Senayan, kita akan long march menuju Gedung MPR/DPR RI,” tambahnya.

Adam juga menambahlkan, MUI Jawa barat meminta MUI Kota Bogor untuk mengerahkan peserta sebanyak-banyaknya. “Alhamdulillah MUI Kota Bogor mendapat dukungan dari pemerintah daerah,” katanya.

Menurut Adam, kegiatan ini baru pertama kalinya dilaksanakan dan diharapkan akan terus berlanjut hingga DPR menggesahkan RUU APP.

Ia mengharapkan agar para peserta aksi damai bisa menjaga ketertiban saat menyalurkan aspirasinya. Menurut dia, mereka tidak dibenarkan melakukan perbuatan-perbuatan anarkis. “Betul-betul tujuan kita ingin damai. Artinya, ingin mem-pressure anggota dewan kita agar segera mengesahkan RUU APP,” tandas Adam.***(cr3-RB) 
 
 
Jumat, 19 Mei 2006

Peserta Aksi Hampir Sejuta

Balkan Kaplale: Saya akan sambut aksi itu di DPR.

JAKARTA -- Aksi sejuta umat yang digagas Tim Pengawal RUU APP mendapat
sambutan luas. Lembaga-lembaga Islam sudah menyampaikan jumlah massa yang
akan mereka turunkan.

Sampai Kamis (18/5), jumlah peserta aksi yang dimasukkan sudah mencapai 800
ribu orang.''Massa sebanyak itu telah menyatakan kesiapannya. Jumlahnya bisa
bertambah lagi,'' kata koordinator lapangan aksi sejuta umat, KH Muhammad Al
Khaththath kepada Republika di Jakarta, Kamis (18/5).

Massa itu berasal dari HTI (50 ribu orang), Majelis Azzikra (50 ribu), FUI
(10 ribu), PKS (10 ribu), Forum Betawi Rempug (500 ribu), MUI Bogor (12
ribu), MUI Bekasi (enam ribu), MUI Banten (600), Forum Komunikasi Pondok
Pesantren (30 ribu), Persatuan Artis Melayu Indonesia (10 ribu orang),
Barisan Mahasiswa Pengawal Akhlak Bangsa (12 ribu orang).

Untuk mengamankan aksi besar itu, Al Khaththath mengatakan pihaknya telah
berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Untuk mencegah
terjadinya penyusupan, Tim Pengawal RUU APP juga telah membentuk pengamanan
internal. Satgas pengamanan internal itu berasal dari Majelis Tafsir
Alquran, Front Pembela Islam (FPI), Brigade Hizbullah, Pendekar Silat
Al-Azhar, Pandu PKS, Pagar Nusa, dan Barisan Muda PAN. ''Kita juga telah
membuat dan menyosialisasikan tata tertib dan petunjuk aksi,'' kata Al
Khaththath.

Sekjen Forum Umat Islam itu mengungkapkan massa akan berkumpul di Bundaran
Hotel Indonesia. Selanjutnya melakukan longmarch sepanjang menuju gedung
DPR/MPR, melalui Jl Thamrin, Sudirman, Jembatan Semanggi, dan Jl Gatot
Subroto. Al Khaththath mengatakan dalam aksi itu, umat Islam akan membuat
''petisi perang melawan terorisme'' yang akan disampaikan ke DPR. Dia
berharap pimpinan Panitia Khusus (Pansus) RUU APP di DPR dan anggota Komisi
VIII DPR turut hadir dalam aksi itu.

Menurut Al Khaththath, aksi akan disiarkan secara langsung oleh Radio
Attahiriyah 98,7 FM, sehingga bisa diikuti oleh umat Islam yang tak sempat
berpartisipasi langsung. Dia menyerukan siaran langsung melalui radio
diputar di masjid-masjid selama aksi berlangsung. Ketua Pansus RUU APP,
Balkan Kaplale, mengaku sangat mendukung aksi tersebut. Sebab menurut dia,
aksi itu menjadi dukungan moral yang besar bagi Pansus untuk konsisten
menjadikan RUU APP menjadi UU. ''Saya akan hadir dan sambut [aksi sejuta
umat] di DPR,'' kata Balkan.

Hampir semua organisasi Islam mendukung aksi sejuta umat. Antara lain PBNU,
Muhammadiyah, ICMI, MUI, Persis, PKS, PPP, PBB, PBR, PPNUI, HTI, Majelis
Zikir Azzikra, DDII, FPI, KAHMI, FUI, KISDI, Ikadi, GPII, PMII, BKSPPI, PII,
IMM, KISPA, GEMA, Perti, Majelis Tafsir Alquran, MDI, Al Hidayah, Kohati,
Aisyiyah, Al Ittihadiyah, Forum Betawi Rempug, GPMI, dan lain-lain.

Dukungan juga datang dari kalangan pejabat, pengusaha, profesional,
pengacara, artis, seniman, budayawan, dan aktivis. Dalam acara yang digelar
Tim Pengawal RUU APP di Cikini Raya, Jakarta, Rabu (17/5), dukungan itu
mengalir deras.

(hri )

Kirim email ke