......masya Alloh.....



Durrotul Muqoffa

Umur 6 Tahun Hafal Alquran

KETIKA sebagian orang tidak yakin Imam Syafii hafal Alquran pada usia 10
tahun, Durottul Muqoffa membuktikan kebenaran itu. Bocah kelahiran tahun
1998 itu malah sudah hafal Alquran 30 juz pada usia enam tahun. Ibu
kandungnya, Mundasah menuturkan, mulai melatih Ova, panggilan gadis
kecil itu pada usia tiga setengah tahun.

''Ya kami biasakan kalau bermain-main bersama teman lainnya sambil
menghafal surat-surat pendek. Mau tidur menghafal lagi, bangun tidur
menghafal lagi. Jalan-jalan, sehari-hari tidak berhenti berhadapan
dengan Alquran,'' katanya.

Ova menjadi kafilah terkecil yang mewakili Jawa Tengah di cabang tartil
golongan anak-anak puteri di MTQ Nasional XXI Kendari, Sulawesi
Tenggara. Sejak dilepas Wagub Ali Mufiz di Masjid Agung Jateng, Jalan
Gajahraya Semarang, ia menjadi perhatian banyak orang.

''Semula kami tidak yakin bocah sebelia itu sudah hafal Quran 30 juz.
Namun setelah di-tashih berkali-kali dengan membuka sembarang halaman
dari Kitab Suci Alquran, kami yakin Ova memang hafizah (penghafal Quran)
pada umur yang sangat dini,'' tutur KH Abdullah Hanif AlHafidz. Tidak
hanya Ny Hj Zaimatun Ali Mufiz yang gemas melihat Ova, Ny Hj Effi
Mardiyanto, juga terkagum-kagum melihat kemampuan Ova.

Meski dia belum berhasil keluar sebagai juara, ia telah menunjukkan
kebesaran Tuhan betapa Alquran yang 30 juz itu mampu dihafal oleh bocah
yang kini usianya menginjak delapan tahun.

Andai saja pada saat tampil di mimbar tilawah kesehatannya dalam kondisi
prima, mungkin ia bisa menjadi juara. ''Karena saat Ova tampil tidak
sehat sehingga bacaannya menjadi terganggu,'' ujar Sekretaris LPTQ
Jateng Drs H Moh Ahyani.

Mundasah, ibunya yang tampil di cabang tahfidz golongan 20 juz putri
tampil sebagai hafizah terbaik II. Ketika ditanya bagaimana mungkin
bocah sekecil itu mampu menghafal Alquran 30 juz? jawabannya mungkin
karena ketelatenan kedua orang tuanya dan lingkungan yang mendukungnya.

Telaten

Selain ibunya yang hafizah, ayahnya Kiai Sulaiman juga seorang hafiz
yang memimpin Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) Al-Furqon di Dusun
Karanganyar, Desa Sedan, Rembang. Kakak kandungnya, Zumrotul Lutfiyah,
11 tahun juga sudah hafal Alquran 30 juz.

''Tidak ada resep apa-apa kok. Ya hanya harus telaten nyimak saja,''
jelas Mundasah yang alumnus Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Kauman
Semarang asuhan almarhum KH Abdullah Umar. Meski sekarang Ova berumur
delapan tahun, ia masih mempunyai

empat adik yang kecil-kecil. Yaitu Siti Inayatul Baroroh, Mohammad
Masadurrofi, Samiyatul, dan Mohammad Muzammil. "Seharusnya anak kami
tujuh. Yang mbarep Mun'im meninggal pada saat masih bayi," ungkapnya.

Awalnya, Ova diajari mengaji menggunakan jilidan dan sekolah di Bustanul
Mujawwidin. Mungkin karena bakat yang cerdas sehingga ia dengan cepat
bisa menguasai ilmu yang diberikan ayah dan ibunya.

"Nama Durrotu Muqoffa sendiri kami peroleh dari KH Maemun Zubair,
Pengasuh Pesantren Al-Anwar, Sarang Rembang," tandasnya. Jika anak-anak
seusia dia bermain dan tidur ditemani boneka, Si Ova sehari-harinya
ditemani Kitab Suci Alquran. Memang keajaiban dunia. (Agus Fathuddin
Yusuf-64v)



--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com


Kirim email ke