assl.wr.wb.

Sirah Nabi menjelang wafatnya Rasulullah SAW dan setelah turunnya surat Al Maaidah ayat 3 yang merupakan ayat terakhir yang diturunkan 4jJI kepada Rasulullah SAW . Banyak pelajaran dan hikmah dari sirah Nabi Muhammad SAW yang dapat kita ambil, termasuk bagaimana sahabat-sahabat Rasulullah SAW dalam berinteraksi sesama mereka dan kepada Rasulullah SAW sendiri.
Wallahu 'alam.

wassalam / agus rasidi

-----------------------------------------

*from bulleitn post

 "Sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu....."

 Diriwayatkan bahwa surah Al-Maaidah ayat 3 diturunkan pada sesudah
waktu asar yaitu pada hari Jumaat di padang Arafah pada musim haji
penghabisan [Wada'].

Pada masa itu Rasulullah SAW berada di Arafah di atas unta. Ketika
ayat ini turun Rasulullah SAW tidak begitu jelas penerimaannya untuk
mengingati isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut.
Kemudian Rasulullah SAW bersandar pada unta beliau, dan unta beliau
pun duduk perlahan-lahan. Setelah itu turun malaikat Jibril AS dan
berkata:

"Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan
urusan agamamu, maka terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah
SWT dan demikian juga apa yang terlarang olehnya. Oleh itu kamu
kumpulkan para sahabatmu dan beritahu kepada mereka bahwa hari ini
adalah hari terakhir aku bertemu dengan kamu."
 Setelah Malaikat Jibril AS pergi maka Rasulullah SAW pun berangkat ke
Mekah dan terus pergi ke Madinah.Setelah Rasulullah SAW mengumpulkan
para sahabat beliau, maka Rasulullah SAW pun menceritakan apa yang
telah diberitahu oleh malaikat Jibril AS. Apabila para sahabat mendengar hal yang demikian maka mereka pun gembira sambil berkata:

"Agama kita telah sempurna. Agama kila telah sempurna."
Apabila Abu Bakar ra. mendengar keterangan Rasulullah SAW itu, maka
ia tidak dapat menahan kesedihannya maka ia pun kembali ke rumah lalu
mengunci pintu dan menangis sekuat-kuatnya. Abu Bakar ra. menangis
dari pagi hingga ke malam. Kisah tentang Abu Bakar ra. menangis telah
sampai kepada para sahabat yang lain, maka berkumpullah para sahabat
di depan rumah Abu Bakar ra. dan mereka berkata: "Wahai Abu Bakar,
apakah yang telah membuat kamu menangis sehingga begini sekali
keadaanmu? Seharusnya kamu merasa gembira sebab agama kita telah
sempuma." Mendengarkan pertanyaan dari para sahabat maka Abu Bakar
ra. pun berkata, "Wahai para sahabatku, kamu semua tidak tahu tentang
musibah yang menimpa kamu, tidakkah kamu tahu bahwa apabila sesualu
perkara itu telah sempuma maka akan kelihatanlah akan kekurangannya.
Dengan turunnya ayat tersebut bahwa ia menunjukkan perpisahan kita
dengan Rasulullah SAW. Hasan dan Husin menjadi yatim dan para isteri
nabi menjadi janda."

Selelah mereka mendengar penjelasan dari Abu Bakar ra. maka sadarlah
mereka akan kebenaran kata-kata Abu Bakar ra., lalu mereka menangis
dengan sekuat-kuatnya. Tangisan mereka telah didengar oleh para
sahabat yang lain, maka mereka pun terus memberitahu Rasulullah SAW
tentang apa yang mereka lihat itu. Berkata salah seorang dari para
sahabat, "Ya Rasulullah SAW, kami baru kembali dari rumah Abu Bakar
ra. dan kami dapati banyak orang menangis dengan suara yang kuat di
depan rumah beliau." Apabila Rasulullah SAW mendengar keterangan dari
para sahabat, maka berubahlah muka Rasulullah SAW dan dengan bergegas
beliau menuju ke rumah Abu Bakar ra.. Setelah Rasulullah SAW sampai
di rumah Abu Bakar ra. maka Rasulullah SAW melihat kesemua mereka
yang menangis dan bertanya, "Wahai para sahabatku, kenapakah kamu
semua menangis?." Kemudian Ali ra. berkata, "Ya Rasulullah SAW, Abu
Bakar ra. mengatakan dengan turunnya ayat ini membawa tanda bahwa
waktu wafatmu telah dekat. Adakah ini benar ya Rasulullah?. " Lalu
Rasulullah SAW berkata: "Semua yang dikatakan oleh Abu Bakar ra.
adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kamu
semua telah dekat".

Setelah Abu Bakar ra. mendengar pengakuan Rasulullah SAW, maka ia pun
menangis sekuat tenaganya sehingga ia jatuh pingsan.
Sementara 'Ukasyah ra. berkata kepada Rasulullah SAW, 'Ya Rasulullah,
waktu itu saya anda pukul pada tulang rusuk saya.
 Oleh itu saya hendak tahu apakah anda sengaja memukul saya
atau hendak memukul unta baginda." Rasulullah SAW berkata: "Wahai 'Ukasyah, Rasulullah SAW sengaja memukul kamu." Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada Bilal ra., "Wahai Bilal, kamu pergi ke rumah Fathimah dan ambilkan
tongkatku ke mari." Bilal keluar dari masjid menuju ke rumah Fathimah
sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata, "Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk dibalas [diqishash]. "

Setelah Bilal sampai di rumah Fathimah maka Bilal pun memberi salam
dan mengetuk pintu. Kemudian Fathimah ra. menyahut dengan
berkata: "Siapakah di pintu?." Lalu Bilal ra. berkata: "Saya Bilal,
saya telah diperintahkan oleh Rasulullah SAW unluk mengambil tongkat
beliau."Kemudian Fathimah ra. berkata: "Wahai Bilal, untuk apa ayahku
minta tongkatnya." Berkata Bilal ra.: "Wahai Fathimah, Rasulullah SAW
telah menyediakan dirinya untuk diqishash."
Bertanya Fathimah ra. lagi: "Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai
hatinya untuk menqishash Rasulullah SAW?" Bilal ra. tidak menjawab perlanyaan
Fathimah ra., Setelah Fathimah ra. memberikan tongkat tersebut, maka
Bilal pun membawa tongkat itu kepada Rasulullah SAW Setelah
Rasulullah SAW menerima tongkat tersebut dari Bilal ra. maka beliau
pun menyerahkan kepada 'Ukasyah.

Melihatkan hal yang demikian maka Abu Bakar ra. dan Umar ra. tampil
ke depan sambil berkata: "Wahai 'Ukasyah, janganlah kamu qishash
baginda SAW tetapi kamu qishashlah kami berdua." Apabila Rasulullah
SAW mendengar kata-kata Abu Bakar ra. dan Umar ra. maka dengan segera
beliau berkata: "Wahai Abu Bakar, Umar dudukiah kamu berdua,
sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua."
Kemudian Ali ra. bangun, lalu berkata, "Wahai 'Ukasyah! Aku adalah
orang yang senantiasa berada di samping Rasulullah SAW oleh itu kamu
pukullah aku dan janganlah kamu menqishash Rasulullah SAW" Lalu
Rasultillah SAW berkata, "Wahai Ali duduklah kamu, sesungguhnya Allah
SWT telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu." Setelah itu
Hasan dan Husin bangun dengan berkata: "Wahai 'Ukasyah, bukankah kamu
tidak tahu bahwa kami ini adalah cucu Rasulullah SAW, kalau kamu
menqishash kami sama dengan kamu menqishash Rasulullah SAW" Mendengar
kata-kata cucunya Rasulullah SAW pun berkata, "Wahai buah hatiku
duduklah kamu berdua." Berkata Rasulullah SAW "Wahai 'Ukasyah
pukullah saya kalau kamu hendak memukul."

Kemudian 'Ukasyah berkata: "Ya Rasulullah SAW, anda telah memukul
saya sewaktu saya tidak memakai baju." Maka Rasulullah SAW pun
membuka baju. Setelah Rasulullah SAW membuka baju maka menangislah
semua yang hadir. Setelah 'Ukasyah melihat tubuh Rasulullah SAW maka
ia pun mencium beliau dan berkata, "Saya tebus anda dengan jiwa saya
ya Rasulullah SAW, siapakah yang sanggup memukul anda. Saya melakukan
begini adalah sebab saya ingin menyentuh badan anda yang dimuliakan
oleh Allah SWT dengan badan saya. Dan Allah SWT menjaga saya dari
neraka dengan kehormatanmu. " Kemudian Rasulullah SAW
berkata, "Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu hendak melihat ahli
syurga, inilah orangnya." Kemudian semua para jemaah bersalam-salaman
atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat genting itu.
Setelah itu para jemaah pun berkata, "Wahai 'Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperolehi derajat yang tinggi dan bertemankan Rasulullah SAW di dalam syurga."

Apabila ajal Rasulullah SAW makin dekat maka beliau pun memanggil
para sahabat ke rumah Aisyah ra. dan beliau berkata:
"Selamat datang kamu semua semoga Allah SWT mengasihi kamu semua, saya berwasiat kepada kamu semua agar kamu semua bertaqwa kepada Allah SWT dan
mentaati segala perintahnya.

 Sesungguhnya hari perpisahan antara saya
dengan kamu semua hampir dekat, dan dekat pula saat kembalinya
seorang hamba kepada Allah SWT dan menempatkannya di syurga.
 Kalau telah sampai ajalku maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin
Abbas hendaklah menuangkan air dan Usamah bin Zaid hendaklah menolong
keduanya.

 Setelah itu kamu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri
apabila kamu semua menghendaki, atau kafanilah aku dengan kain yaman
yang putih.

 Apabila kamu memandikan aku, maka hendaklah kamu letakkan
aku di atas balai tempat tidurku dalam rumahku ini. Setelah itu kamu
semua keluarlah sebentar meninggalkan aku.

 Pertama yang akan menshalatkan aku ialah Allah SWT, kemudian
yang akan menshalat aku ialah Jibril AS, kemudian diikuti oleh malaikat
Israfil, malaikat Mikail, dan yang akhir sekali malaikat lzrail berserta dengan semua
para pembantunya. Setelah itu baru kamu semua masuk bergantian secara
berkelompok bershalat ke atasku."

Setelah para sahabat mendengar ucapan yang sungguh menyayat hati itu
maka mereka pun menangis dengan nada yang keras dan berkata,
 "Ya Rasulullah SAW anda adalah seorang Rasul yang diutus kepada kami dan
untuk semua, yang mana selama ini anda memberi kekuatan dalam
penemuan kami dan sebagai penguasa yang menguruskan perkara kami.
Apabila anda sudah tiada nanti kepada siapakah akan kami tanya setiap
persoalan yang timbul nanti?." Kemudian Rasulullah SAW berkata,

 "Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua
jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan
kepada kamu semua dua penasihat yang satudaripadanya pandai bicara
dan yang satu lagi diam saja. Yang pandai bicara itu ialah Al-Quran
dan yang diam itu ialah maut. Apabila ada sesuatu persoalan yang
rumit di antara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada Al-
Quran dan Hadis-ku dan sekiranya hati kamu itu berkeras maka
lembutkan dia dengan mengambil pelajaran dari mati."

Setelah Rasulullah SAW berkata demikian, maka sakit Rasulullah SAW
bermula. Dalam bulan safar Rasulullah SAW sakit selama 18 hari dan
sering diziaiahi oleh para sahabat. Dalam sebuah kitab diterangkan
bahwa Rasulullah SAW diutus pada hari Senin dan wafat pada hari
Senin. Pada hari Senin penyakit Rasulullah SAW bertambah berat,
setelah Bilal ra. menyelesaikan azan subuh, maka Bilal ra. pun pergi
ke rumah Rasulullah SAW. Sesampainya Bilal ra. di rumah Rasulullah
SAW maka Bilal ra. pun memberi salam, "Assalaarnualaika ya
rasulullah." Lalu dijawab oleh Fathimah ra., "Rasulullah SAW masih
sibuk dengan urusan beliau." Setelah Bilal ra. mendengar penjelasan
dari Fathimah ra. maka Bilal ra. pun kembali ke masjid tanpa memahami
kata-kata Fathimah ra. itu. Apabila waktu subuh hampir hendak lupus,
lalu Bilal pergi sekali lagi ke rumah Rasulullah SAW dan memberi
salam seperti permulaan tadi, kali ini salam Bilal ra. telah di
dengar oleh Rasulullah SAW dan baginda berkata, "Masuklah wahai
Bilal, sesungguhnya penyakitku ini semakin berat, oleh itu kamu
suruhlah Abu Bakar mengimamkan shalat subuh berjemaah dengan mereka
yang hadir." Setelah mendengar kata-kata Rasulullah SAW maka Bilal
ra. pun berjalan menuju ke masjid sambil meletakkan tangan di atas
kepala dengan berkata: "Aduh musibah."

Setelah Bilal ra. sarnpai di masjid maka Bilal ra. pun memberitahu
Abu Bakar tentang apa yang telah Rasulullah SAW katakan kepadanya.
Abu Bakar ra. tidak dapat menahan dirinya apabila ia melihat mimbar
kosong maka dengan suara yang keras Abu Bakar ra. menangis sehingga
ia jatuh pingsan. Melihatkan peristiwa ini maka riuh rendah tangisan
sahabat dalam masjid, sehingga Rasulullah SAW bertanya kepada
Fathimah ra.; "Wahai Fathimah apakah yang telah berlaku?." Maka
Fathimah ra. pun berkata: "Kekecohan kaum muslimin, sebab anda tidak
pergi ke masjid." Kemudian Rasulullah SAW memanggil Ali ra. dan Fadhl
bin Abas ra., lalu Rasulullah SAW bersandar kepada kedua mereka dan
terus pergi ke masjid. Setelah Rasulullah SAW sampai di masjid maka
beliau pun bershalat subuh bersama dengan para jemaah.

Setelah selesai shalat subuh maka Rasulullah SAW pun berkata, "Wahai
kaum muslimin, kamu semua senantiasa dalam pertolongan dan
pemeliharaan Allah, oleh itu hendaklah kamu semua bertaqwa kepada
Allah SWT dan mengerjakan segala perintahnya.
Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini dan kamu semua, dan hari
ini adalah hari pertama aku di akhirat dan hari terakhir aku di
dunia."

Setelah berkata demikian maka Rasulullah SAW pun pulang ke rumah beliau. Kemudian Allah SWT mewahyukan kepada malaikat lzrail AS, "Wahai
lzrail, pergilah kamu kepada kekasihku dengan sebaik-baik rupa, dan
apabila kamu hendak mencabut ruhnya maka hendaklah kamu melakukan
dengan cara yang paling lembut sekali. Apabila kamu pergi ke rumahnya
maka minta izinlah lerlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka
masukiah kamu ke rumahnya dan kalau ia tidak mengizinkan kamu masuk
maka hendaklah kamu kembali padaku."

Setelah malaikat lzrail mendapat perintah dari Allah SWT maka
malaikal lzrail pun turun dengan menyerupai orang Arab Badwi. Setelah
malaikat lzrail sampai di depan rumah Rasulullah SAW maka ia pun
memberi salam,

 "Assalaamu alaikum yaa ahla baitin nubuwwati wa ma
danir risaalati a adkhulu?" (Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk
kamu semua sekalian, wahai penghuni rumah nabi dan sumber risaalah,
bolehkan saya masuk?)

 Apabila Fathimah mendengar orang memberi salam
maka ia-pun berkata; "Wahai hamba Allah, Rasulullah SAW sedang sibuk
sebab sakitnya yang semakin berat." Kemudian malaikat lzrail berkata
lagi seperti dipermulaannya, dan kali ini seruan malaikat itu telah
didengar oleh Rasulullah SAW dan Rasulullah SAW bertanya kepada
Fathimah ra.,

 "Wahai Fathimah, siapakah di depan pintu itu."

 Maka Fathimah ra. pun berkata,

"Ya Rasulullah, ada seorang Arab badwi memanggil mu, dan aku telah katakan kepadanya bahwa anda sedang sibuk sebab sakit, sebaliknya dia memandang saya
dengan tajam sehingga terasa menggigil badan saya."

 Kemudian Rasulullah SAW berkata;
 "Wahai Fathimah, tahukah kamu siapakah orang itu?."

Jawab Fathimah,

 "Tidak ayah."

"Dia adalah malaikat lzrail, malaikat yang akan memutuskan segala macam nafsu syahwat yang memisahkan perkumpulan- perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan kubur."

 Fathimah ra. tidak dapat menahan air matanya lagi setelah mengetahui bahwa
saat perpisahan dengan ayahandanya akan berakhir, dia menangis sepuas-
puasnya. Apabila Rasulullah SAW mendengar tangisan Falimah ra. maka
beliau pun berkata:

"Janganlah kamu menangis wahai Fathimah, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu dengan aku."

 Kemudian Rasulullah SAW pun mengizinkan malaikat lzrail masuk.
Maka malaikat lzrail pun masuk dengan mengucap,

 "Assalamuaalaikum ya Rasulullah."

 Lalu Rasulullah SAW menjawab:

 "Wa alaikas saalamu, wahai lzrail engkau datang menziarahi aku atau untuk
mencabut ruhku?"

 Maka berkata malaikat lzrail: "Kedatangan saya adalah untuk menziarahimu
dan untuk mencabut ruhmu, itupun kalau engkau izinkan, kalau engkau
tidak izinkan maka aku akan kembali."

 Berkata Rasulullah SAW,

 "Wahai lzrail, di manakah kamu tinggalkan Jibril?"

 Berkata lzrail:

"Saya tinggalkan Jibril di langit dunia, para malaikat sedang memuliakan dia."

Tidak beberapa lama kemudian Jibril AS pun turun dan duduk di dekat kepala Rasulullah SAW.

Apabila Rasulullah SAW melihat kedatangan Jibril AS maka Rasulullah
SAW pun berkata:

 "Wahai Jibril, tahukah kamu bahwa ajalku sudah dekat"

 Berkata Jibril AS, "Ya aku tahu."

 Rasululla SAW bertanya lagi,

 "Wahai Jibril, beritahu kepadaku kemuliaan yang menggembirakan
aku disisi Allah SWT"

 Berkata Jibril AS,

 "Sesungguhnya semua pintu langit telah dibuka, para malaikat bersusun rapi
menanti ruhmu dilangit. Kesemua pintu-pintu syurga telah dibuka,
dan kesemua bidadari sudah berhias menanti kehadiran ruhmu."

 Berkata Rasulullah SAW:

 "Alhamdulillah, sekarang kamu katakan pula tentang umatku di
hari kiamat nanti."

 Berkata Jibril AS, "Allah SWT telah berfirman yang bermaksud,

"Sesungguhnya aku telah melarang semua para nabi masuk ke dalam
syurga sebelum engkau masuk terlebih dahulu, dan aku juga melarang
semua umat memasuki syurga sebelum umatmu memasuki syurga."

 Berkata Rasulullah SAW: "Sekarang aku telah puas hati dan telah
hilang rasa susahku."

 Kemudian Rasulullah SAW
berkata: "Wahai lzrail, mendekatlah kamu kepadaku."

Selelah itu Malaikat lzrail pun memulai tugasnya, apabila ruh beliau sampai pada pusat, maka Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai Jibril, alangkah dahsyatnya
rasa mati."

Jibril AS mengalihkan pandangan dari Rasulullah SAW apabila mendengar kata-kata
beliau itu. Melihatkan telatah Jibril AS itu maka

 Rasulullah SAW pun berkata:
 "Wahai Jibril, apakah kamu tidak suka melihat wajahku?"

 Jibril AS berkata: "Wahai kekasih Allah, siapakah orang yang sanggup
melihat wajahmu dikala kamu dalam sakaratul maut?"

 Anas bin Malik ra. berkata: "Apabila ruh Rasulullah SAW telah
sampai di dada beliau telah bersabda,

"Aku wasiatkan kepada kamu agar kamu semua menjaga shalat dan apa-apa
yang telah diperintahkan ke atasmu."

Ali ra. berkata: "Sesungguhnya Rasulullah SAW ketika menjelang saat-
saat terakhir, telah mengerakkan kedua bibir beliau sebanyak dua
kali, dan saya meletakkan telinga, saya dengan Rasulullah SAW
berkata: "Umatku, umatku."

 Telah bersabda Rasulullah SAW bahwa: "Malaikat Jibril AS telah berkata
kepadaku; "Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan
sebuah laut di belakang gunung Qaf, dan di laut itu terdapat ikan yang
selalu membaca selawat untukmu, kalau sesiapa yang mengambil seekor
ikan dari laut tersebut maka akan lumpuhlah kedua belah tangannya dan
ikan tersebut akan menjadi batu."

 Wallahu'alam ....


--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com


Kirim email ke