AWW
Yang ini sama parahnya dgn yang di kirim Pak Almasdi " Nyanyian Qosidah
pada pembukaan gereja di NTT"
Semoga Allah membukakan pintu hati kita, dan selalu menunjukkan jalan yg
benar. Amien....

WWW


---- Forwarded by Jojo Wahyudi/Asia Division/Manulife on 16/10/2006 13:47
-----
                                                                           
             "Risma"                                                       
             <[EMAIL PROTECTED]                                             
             .co.id>                                                    To 
                                       "Ari Buwono"                        
             16/10/2006 12:35          <[EMAIL PROTECTED]>, "Jojo    
                                       Wahyudi"                            
                                       <[EMAIL PROTECTED]>         
                                                                        cc 
                                                                           
                                                                   Subject 
                                       Fw: Awas Qasidah Nasrani !!!        
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           







Biasanya,  syair  qasidah  berisi  tentang  dakwah dan peringatan bagi umat
Islam.  Meski  bukan  warisan  Nabi,  qasidah yang digemari kebanyakan umat
Islam  Indonesia  ini  identik  dengan  budaya  Islam. Tapi, para penggemar
qasidah,  harus waspada. Pasalnya, sentuhan seni ala qasidah bisa dijadikan
alat pemurtadan oleh para penginjil.

Salah  satunya  dilakukan oleh seorang penginjil asal lamongan, Jawa Timur.
Ia  merilis album qasidah Nasrani yang berisi enam lagu berbahasa Arab, dua
lainnya  berbahasa  Indonesia  dan  Ibrani.  Keenam lagu berbahasa Arab itu
berjudul "Isa Almasih Qudrotulloh, Allahu Akbar, Laukanallohu Aba'akum, Isa
Kalimatullah, Ahlan Wasahlan Bismirobbina, Nahmaduka Ya Allah".

Pada  sampul  kaset yang berdurasi 40 menit, terdapat hiasan kaligrafi khat
Arab yang melingkari kata Ta'alau ilayya. Masyarakat awam bisa terkecoh dan
menganggap  sebagai  kaligrafi al-Qur'an. Padahal, kaligrafi ini berbunyi :
"Ta'alauu  Ilayya  ya  jamili'al mu'tabiina watstsaqiilii al-ahmaali qa ana
urihukum.".   Kalimat  ini  adalah  terjemahan  bahasa  Arab  Injil  Matius
11:28-30,  "Marilah kepadaku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, aku
akan memberi kelegaan kepadamu."

Dalam  pengantarnya,  sang  vokalis yang mengaku sebagai mantan ustadz dari
Lamongan  itu  menulis,  "Syukron  Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan
kepada Tuhan Yesus karena begitu besar kasih karunia-Nya sehingga album ini
bisa  terselesaikan  dengan  baik  tanpa halangan suatu apapun. Kami sangat
berharap,  dengan  album  bahasa  Arab ini, bisa menjadi berkat untuk semua
kalangan  dan dapat dimengerti serta diterima oleh semua masyarakat. Selain
daripada  itu,  dengan  lagu bahasa Arab ini semoga bisa mengubah paradigma
masyarakat akan kekristenan secara benar."

Jelas  sudah,  lagu  Kristen berirama padang pasir ini bertujuan menjajakan
ajaran  Kristen  dan  doktrin Ketuhanan Yesus pada semua orang. Langkah ini
salah     besar,     karena     bertentangan     dengan    ajaran    Yesus.

Pertama,  Yesus  tak  pernah  memerintahkan para muridnya untuk memanjatkan
puji  syukur  padanya. Injil Lukas mengisahkan, seorang pengemis tuna netra
di  Yerikho  yang  disembuhkan Yesus dengan izin Allah hingga bisa melihat,
bergembira  dengan  bersyukur  pada  Allah,  bukan  pada Yesus (Injil Lukas
18:35-43).  Seluruh rakyat yang menyaksikannya pun turut memuji-muji Allah,
bukan  Yesus.  Ketika  memasuki  kota Yerusalem dengan mengendarai keledai,
Yesus  diiringi  murid-muridnya  dengan  gembira seraya memuji Allah, bukan
Yesus (Lukas 19:35-37).
Para  Nabi  dalam Perjanjian Lama juga tak ada yang memanjatkan puji-pujian
pada  Yesus.  Mereka  hanya  memuji  dan  bersyukur  pada  Allah. Nabi Daud
mengajarkan untuk memuji Allah (I Samuel 25:32, Mazmur 41:14, mazmur 113:1,
Mazmur  150:1). Selain itu, memanjatkan puji syukur pada Yesus bertentangan
dengan   Alkitab.   "Terpujilah   nama  Allah  dari  selama-lamanya  sampai
selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan" (Daniel 2:20)

Kedua,  Yesus  mewanti - wanti pada murid untuk menyebarkan ajarannya hanya
pada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Mewartakan ajaran Yesus pada
bangsa lain adalah sebuah penyimpangan di mata Yesus (Injil Matius 10:5-6)

Pada side A di mulai dengan lagu "Isa Almasih Qudrotulloh". Liriknya antara
lain  berbunyi,  "Isa  Almasih  Qudrotulloh. Lianna fiihi a'laanallohu. Ana
huwa  thooriiqu  walhaqqu  walhabaatuhu.  Laa baaji'uu ahadun ilal aba illa
bib".  Dalam  album ini, kalimat tersebut diartikan : "Isa Almasih kekuatan
Allah, di dalam dia nyata kebenaran-Nya. Akulah jalan, kebenaran dan hidup,
tak seorangpun yang datang kepada Bapa kecuali lewat aku."

Penginjil  menganggap,  umat  islam akan tertipu dengan hal-hal yang berbau
Arab.  Mereka  berharap,  umat  Islam  bisa  digiring  pada doktrin Kristen
melalui  "budaya  Islam" sendiri. Padahal, umat Islam tak sebodoh itu. Umat
Islam  justru  akan tertawa, mencibir lantunan sang penginjil ini. Apalagi,
syair yang didendangkan menyalahi kaidah bahasa Arab.

Kata  "al-qudrotu" dan "al-hayatu" yang seharusnya ditulis dengan huruf ta'
marbuthoh  (tertutup)  justru  ditulis dengan huruf ta' maftuhah (terbuka).
Kata "almasiihu" ditulis tanpa memakai huruf "ya". Kata "ath-thoriiqu" yang
seharusnya  "ma'rifah"  (definite)  ditulis  "nakirah"  (indefinite).  Kata
"al-hayaatu" yang sudah jelas ma'rifat, dijadikan mudhof (disandarkan) pada
dhomir  (kata  ganti) "hu" (dia). Ini membuktikan, pengakuan sang penginjil
sebagai mantan ustadz layak diragukan kebenarannya.

Syair  "Lianna fiigi a'laanallohu" yang diterjemahkan menjadi "di dalam dia
nyata  kebenaran-Nya",  sama  sekali tak jelas juntrungannya. Kata "a'laan"
berasal  dari  "a'lana-yu'linu"  yang  berarti "mengumumkan". Kata "i'laan"
berarti  "pengumuman".  Oleh bahasa Indonesia diserap menjadi "iklan". Maka
"lianna fiihi a'laanallohu" tak bisa diterjemahkan dengan tepat karena akan
menyalahi  kaidah  bahasa  Arab.  Dalam  injil  berbahasa  Arab,  syair ini
terdapat  dalam  tulisan Paulus yang memusuhi Yesus. "Lianna fiihi mu'lanun
birrullohi" (sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah). (Kitab Roma 1:17).

Syair  yang  paling  fatal kerusakannya adalah "Ana huwa thoriiqu wal-haqqu
wal-habaatuhu.  Laa  baaji'uu  ahadun ilal aba illaa bib". Jika kalimat ini
ditanyakan  pada  orang  Arab,  mereka  tidak  ada  yang paham. Kalimat ini
diambil  dari  Injil Yohanes 14:6 yang sangat populer di gereja. Dalam ayat
ini,   teks  Arab  yang  benar  adalah  "ana  huwa  ath-thoriiqu  wal-haqqu
wal-hayaatu. Laisa ahadun ya'tii ilal aabi illaa bii".



                                                                            
 Legal disclaimer                                                           
 -------------------------                                                  
 This email may contain confidential and/or legally privileged information. 
                                                                            
 If you are not the intended recipient (or have received this email by      
 error), please notify the sender immediately and delete this email.        
 Any unauthorized copying, disclosure, or distribution of the material in   
 this email is strictly forbidden.                                          
                                                                            
                                                                            


                                                                            
 Legal disclaimer                                                           
 -------------------------                                                  
 This email may contain confidential and/or legally privileged information. 
                                                                            
 If you are not the intended recipient (or have received this email by      
 error), please notify the sender immediately and delete this email.        
 Any unauthorized copying, disclosure, or distribution of the material in   
 this email is strictly forbidden.                                          
                                                                            
                                                                            





--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com


Kirim email ke