Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh
Semoga Netters Syiar al-Sofwa senantiasa dalam lindungan Allah Ta'ala
Wahai saudaraku, andaikan anda tahu bahwa apa yang sedang menimpa diri
anda sekarang adalah bagian dari suratan taqdir yang tidak bisa dielakkan,
maka raihlah ribuan pahala yang telah Allah sediakan bagi anda jika anda
menerima suratan taqdir ini dengan ridha dan kesabaran, sungguh luar biasa
keberuntungan orang-orang yang sabar menerima taqdir-Nya tatkala ditimpa
musibah.
Wahai saudaraku, simak dan renungkan untaian-untaian nasehat dan mutiara
hikmah di balik penyakit, derita, nestapa dan musibah yang sedang menerpa
anda saat ini.
Penyakit Adalah Ujian Iman
Ingatlah wahai saudaraku yang sedang terbaring sakit bahwa apa yang anda
alami sekarang ini adalah ujian dan cobaan dari Allah subhanahu wata'ala.
Dan sadarilah bahwa kehidupan manusia di dunia ini tidak akan pernah lepas
dari ujian dan cobaan, oleh karena itu renungkanlah firman Allah Allah
subhanahu wata'ala berikut, artinya, "Apakah manusia itu mengira bahwa
mereka dibiarkan (saja) mengatakan;"Kami telah beriman", sedang mereka
belum diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum
mereka, maka sesungguh Allah mengetahui orang-orang yang jujur (dalam
keimanannya) dan sesungguhnya Diapun mengetahui orang-orang yang
berdusta." (QS. Al-Ankabut: 2-3)
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sungguh mengagum-kan urusan
seorang mukmin, sungguh seluruh urusannya adalah bernilai kebaikan, dan
tiada seorangpun yang mendapatkan hal itu kecuali hanya seorang mukmin,
jika mendapat nikmat dia bersyukur dan itu adalah baik baginya, dan jika
tertimpa musibah dia bersabar dan itu adalah baik baginya." (HR. Muslim)
Allah Allah subhanahu wata'ala Menguji Hamba-Nya Karena Cinta Kepada Hamba
Tersebut.
Renunganlah wahai saudaraku, tatkala anda sedang terbaring sakit, maka
ingatlah bahwa Allah Allah subhanahu wata'ala sedang menganugerahkan
bentuk cinta-Nya kepada anda. Renungkan-lah hadits Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam berikut ini, "Sesungguhnya besarnya pahala tergantung
seberapa beratnya ujian, Dan sesungguhnya Allah l apabila mencintai suatu
kaum, maka Dia menguji mereka, barangsiapa yang ridha (menerima cobaan dan
ujian itu), maka dia mendapatkan keridhaan, dan barangsiapa yang murka
(tidak ridha menerima cobaan dan ujian itu), maka dia mendapat kemurkaan."
(HR. At-Tirmizi)
Juga Renungkanlah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berikut
ini: "Barangsiapa yang dikehendaki Allah lkebaikan pada dirinya maka Dia
menimpakan cobaan kepadanya." (HR. Al-Bukhari)
Sakit Merupakan Suratan Taqdir Yang Harus Diterima Dengan Kesabaran
Warna-warni kehidupan manusia tiada terpisah sedikitpun dari menjalani
taqdir Ilahi, andaipun anda seorang dokter yang senantiasa melakukan
tindakan preventif agar tetap sehat dan terjaga dari berbagai macam
penyakit, tetap tidak mampu menolak ketetapan taqdir Allah Allah subhanahu
wata'ala. Ingatlah wahai saudaraku! Semua musibah, penyakit dan apapun
yang terjadi pada diri anda dan pada orang lain, itu semua merupakan
takdir dari Allah, karena itu resapilah dalam-dalam firman Allah Allah
subhanahu wata'ala berikut ini, "Katakanlah, "Sekali-kali tidak akan
menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah lbagi kami.
Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman
harus bertawakal". (QS. At-Taubah: 51)
Dan juga firman Allah Allah subhanahu wata'ala, artinya,
"Tiada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah;
Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan
petunjuk kedalam hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu". (QS.
At-Taghaabun: 11)
Bersifat ariflah anda dalam menyikapi penyakit ataupun musibah yang sedang
anda alami, sebab semakin arif anda menyikapi musibah yang sedang menimpa
anda, maka semakin banyak anda meraup nilai pahala yang sangat luar biasa,
bersikaplah anda sebagaimana sikap seorang mukmin yang beriman kepada
Takdir Allah Allah subhanahu wata'ala baik dan buruknya, niscaya musibah
yang menimpa anda ini akan terasa lebih ringan.
Sakit Dan Musibah Adalah Sarana Untuk Meleburkan Dosa Dan Kesalahan
Dari Abu Hurairah a, dia berkata Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda, "Sesunguhnya Allah benar-benar menguji hamba-Nya dengan
penyakit, sehingga Dia menghapuskan darinya setiap dosanya." (HR.
Al-Hakim: 1/348)
Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ber-sabda,
"Bencana senantiasa menimpa seorang mukmin dan mukminah pada dirinya,
anaknya dan hartanya, sehingga dia bertemu dengan Allah l dalam keadaan
tidak memiliki kesalahan." (HR. At-Tirmizi 2399, Ahmad 2/450, Al-Hakim
1/346)
Juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Tiada seorang mukmin yang mengalami kesusahan terus-menerus, kepayahan,
penyakit dan juga kesedihan, bahkan sampai kepada kesusahan yang
menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan hal itu dosa-dosanya."
(HR. Muslim 4/1993)
Mendapatkan Derajat Yang Tinggi Di Sisi Allah Allah subhanahu wata'ala
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallambersabda,
"Tiadalah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari sekedar itu,
melainkan ditetapkan baginya karena hal itu satu derajat dan menghapus
pula satu kesalahan karena hal itu." (HR. Muslim 4/1991)
Bahkan boleh jadi anda dalam catatan Taqdir termasuk seseorang yang
mempunyai kedudukkan yang tinggi dan mulia di sisi Allah Allah subhanahu
wata'ala, tetapi anda tidak mungkin bisa mencapai derajat yang mulia dan
tinggi tersebut dengan hanya mengandalkan amal ibadah yang anda lakukan,
atau anda tidak memiliki amal ibadah khusus yang bisa mengantarkan kepada
kedudukan tersebut. Maka Allah Allah subhanahu wata'ala mendatangkan
kepada anda secara terus menerus berbagai macam ujian, jika anda hadapi
musibah-musibah itu dengan sabar dan tanpa ber-su'uzzhon terhadap-Nya,
maka Allah Allah subhanahu wata'ala balas kesabaran anda itu dengan
memberi kedudukan yang tinggi dan mulia, yang belum tentu bisa anda capai
dengan amal ibadah.
Tentang hal ini Abu Hurairah a mengatakan, Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda, "Sesungguhnya seseorang benar-benar memiliki kedudukan
di sisi Allah, namun tiada suatu amal apapun yang bisa meng-hantarkannya
ke kedudukan tersebut, maka Allah lmemberikan cobaan kepadanya secara
silih berganti dengan sesuatu yang tidak dia sukai, sehingga Allah
mengantarkannya untuk sampai kepada kedudukan tersebut." (HR. Abu Ya'la,
Ibnu Hibban, Al-Hakim dan dia berkata: shahih sanadnya.)
Jalan Menuju Surga Terbentang Luas
Surga Allah subhanahu wata'ala hanya bisa diraih dengan sesuatu yang tidak
disukai oleh hawa nafsu manusia. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda, "Surga itu dikelilingi dengan hal-hal yang tidak disukai (oleh
hawa nafsu) dan sedangkan neraka itu dikelilingi dengan hal-hal yang
disukai hawa nafsu." (HR. Al-Bukhari & Muslim)
Kesabaran dan keridhaan anda menerima musibah adalah kunci untuk membuka
pintu surga, tiada balasan bagi mereka yang bersabar dan ridha menerima
taqdir Allah melainkan surga.
Simaklah firman Allah Allah subhanahu wata'ala berikut, artinya,
"Tiada suatu balasan yang lebih pantas di sisi-Ku bagi hamba-Ku yang
beriman, jika Aku telah mencabut nyawa seseorang yang disayangi-nya dari
penghuni dunia ini kemudian dia bersabar atas hal itu melainkan surga."
(HR. Al-Bukhari)
Menyucikan Jiwa dan Membersihkan Hati
Dalam keadaan sehat manusia itu sering melupakan Dzat yang memberinya
nikmat kesehatan tersebut, sehingga kesehatannya itu terkadang mengundang
dirinya untuk bersikap sombong, angkuh, bangga dan ujub, sebab dia merasa
bisa melakukan apa saja yang dia inginkan tanpa ada yang menghalangi.
Namun dengan adanya penyakit atau musibah yang Allah Allah subhanahu
wata'ala timpakan kepada seseorang maka penyakit-penyakit hati seperti di
atas bisa hilang dan bersih dari jiwa atas berkat rahmat dan karunia
Allah.
Imam Ibnul Qayyim v berkata, "Hati dan ruh bisa mengambil pelajaran yang
ber-manfaat dari penderitaan dan penyakit, kebersihan hati dan ruh itu
tergantung sejauh mana penderitaan jasmani dan kesulitannya."
Lebih lanjut beliau v mengungkapkan, "Kalau bukan karena cobaan dan
musibah di dunia ini, niscaya manusia terkena panyakit hati seperti:
Al-Kibr (kesombongan), Al-Ujub (bangga diri) dan Al-Qoswah (keras hati).
Padahal sifat-sifat itulah yang menyebabkan kehancuran bagi seseorang di
dunia dan di akhirat. Di antara rahmat Allah, kadang-kadang manusia
tertimpa musibah, sehingga dirinya terlindungi dari berbagai penyakit hati
dan terjaga kemurnian ubudiyyahnya (kepada Allah l). Mahasuci Allah yang
merahmati manusia dengan musibah dan ujian." (Syifaa-ul 'Alil)
Musibah Sebagai Teguran Atas Kesalahan dan Dosa-Dosa Manusia
Dekatkanlah diri dan tingkatkanlah ketaqwaan kepada Allah Allah subhanahu
wata'ala, serta memohon-lah kepada-Nya ampunan atas dosa-dosa dan segala
kekhilafan, sebab manusia tiada yang luput dari dosa dan kesalahan, dan
ingatlah bahwa salah satu hikmah Allah l menurun-kan penyakit pada diri
kita adalah agar kita kembali ke jalan-Nya, firman Allah Allah subhanahu
wata'ala, artinya, "Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka
sebagian adzab yang dekat (musibah dan penderitaan di dunia) sebelum
datang adzab yang lebih besar (di akhirat); mudah-mudahan mereka kembali
(ke jalan yang benar)." (QS. As-Sajadah: 21)
Ber-ikhtiyar-lah dan jangan putus asa dari rahmat Allah Allah subhanahu
wata'ala.
Tatkala anda tertimpa musibah atau menderita suatu penyakit, maka
berusahalah mencari solusinya agar bisa keluar dari kesulitan tersebut,
dan yakinilah bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan, dan di
balik setiap penyakit ada obatnya, lakukanlah langkah-langkah berikut ini:
Pertama: Berikhtiyarlah dengan tanpa melanggar larangan Allah dan
Rasul-Nya, sebab Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda,
"Sesungguhnya Allah yang menciptakan penyakit dan obatnya, maka berobatlah
kalian tapi jangan berobat dengan cara yang diharamkan." (Hadits ini
dihasankan oleh Syekh Al-Albani dalam Ash-Shohihah)
Ke dua: Berdo'alah dengan penuh keyakinan bahwa Allah l mendengarkan
pengaduan dan rintihan kepasrahanmu kepada-Nya. Dan tanamkanlah ke dalam
keyakinan anda bahwa setelah kesulitan akan ada kemudahan.
Ke tiga: Dekatkan diri, tingkatkan ketaqwaan serta bertawakkallah
kepada-Nya.
Ke empat: Perbanyaklah infaq dan shadaqah sebab Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam menjanjikan kesembuhan melalui bershadaqah, sebagai-mana
sabdanya, "Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan
bershadaqah." (Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Bani dalam Shahih
Al-Jami') (Isnain Azhar)
Netter Al-Sofwa yang dimuliakan Allah Ta'ala, Menyampaikan Kebenaran
adalah kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah
adalah dengan menyampaikan Artikel ini kepada saudara-saudara kita yang
belum mengetahuinya. Semoga Allah Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita.
Aamiin
Waassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh
--
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.405 / Virus Database: 268.11.6/428 - Release Date: 8/25/2006